Suddenly Became The Antagonist In T...

Suddenly Became The Antagonist In T...
5


__ADS_3

"Kheyrin, apa benar yang mama dengar?"


Kheyrin mendengus, baru juga sampai di depan pintu sudah di beri pertanyaan.


"Emang apa yang udah mama denger?" ujarnya malas.


Rina-Mama Kheyrin, menatap anaknya khawatir. "Kamu kunciin Tika di gudang?"


Akhirnya Kheyrin mengerti topik pembahasan ini. Sungguh ia sangat malas membahas kejadian tadi.


"Mama dengar darimana info itu?" dengus Kheyrin.


"Itu gak penting, jadi apa benar itu ulah kamu?" tanya Rina hati-hati.


Kheyrin memutar bola mata malas, "Apa perlu banget yaa di jawab?"


Rina mengehela napas, "Kamu kenapa buat ulah lagi? Padahal kemaren kamu udah gak buat ulah."


Kheyrin mendengus. "Itu bukan salah aku."


"T-tapi kan.. hanya kamu yang gak suka sama Tika." ujar Rina pelan.


Kheyrin melolot, "Ma! Itu murni bukan salah Khey!!"

__ADS_1


Rina manatap Kheyrin sendu, "mama hanya khawatir sama kamu. Kamu buat ulah terus dan kalo Tika nanti kena--"


"Mama khawatir sama Tika?" Kheyrin menatap tak percaya.


"Enggak Khey, mama itu khawatir sama ulah kamu takutnya akan berdampak buruk sama diri kamu dan Tika." jelas Rina.


"See? Mama itu hanya khawatir sama Tika, tapi berlindung di balik kata 'Mama itu khawatir sama kamu'. Khey gak sebodoh itu untuk memahami kalimat halus mama yang ujung-ujungnya pasti tetap bahas ulah aku!"


"Khey ma--"


"Cukup ma! Khey paham, mama hanya takut kan Khey sakitin Tika! lagi..." cicit Kheyrin di akhir kalimat.


"Mama juga khawatir sama kamu Khey." ujar Rina lembut.


"Bukan gitu maksud ma--"


"Mama gak percaya kan sama aku? Sedari kita ngomong aja, mama terus bahas ulah Khey."


"T-tapi Tika bilang..."


"Ohh jadi mama denger semua itu dari Tika?" sinis Kheyrin.


Rina terdiam. Beberapa detik berlalu tak kunjung terdengar balasan.

__ADS_1


Kheyrin menghela napas panjang. Sudahlah lebih baik ia pergi ke kamar dan menjernihkan pikiran. Entah kenapa saat berada di tubuh ini, emosi nya mudah terpancing.


"Ma... Kheyrin anak mama kan?"


__________


Entah sudah berapa kali Kheyrin menghela nafas. Masalah mulai bermunculan dan itu membuatnya sedikit emosi.


Ia tak ingin ikut campur, tapi kalo sudah begini...


Kheyrin tak akan tinggal diam lagi. Baiklah mereka yang memulai semua ini, maka ia yang akan mengakhiri nya.


Kheyrin melirik jam di atas nakas. Sudah waktunya makan malam, sejak perdebatan dengan mama nya tadi Kheyrin tak keluar dari kamar.


Dengan langkah ogah-ogahan ia berjalan menuruni tangga. Sebenarnya ia sangat malas bertemu mama nya. Tapi ia sudah sangat lapar, mengingat terakhir ia makan hanya di kantin sekolah itu pun makananya berakhir mencium lantai.


Tanpa mengelurkan suara, Kheyrin duduk dengan tenang di kursi meja makan. Mengambil makanan tanpa memperdulikan dua orang yang manatapnya, siapa lagi kalo bukan mama nya dan Tika.


Di meja makan itu hanya ada keheningan. Sampai selesai makan pun tidak ada yang membuka suara.


Kheyrin berdiri, berjalan kembali ke kamarnya. Di ikuti oleh Tika di belakang.


Sampai di depan pintu kamarnya, Kheyrin menghentikan langkahya. Ia berbalik menatap Tika yang hendak masuk ke kamarnya. Kamar itu berada tepat di depan kamar Kheyrin.

__ADS_1


"Tika... lo orang yang paling gak tahu diri yang pernah gue temui."


__ADS_2