Suddenly Became The Antagonist In T...

Suddenly Became The Antagonist In T...
19


__ADS_3

 "Gimana udah siap semuanya?"


"..."


"Bagus, gue harap semua berjalan lancar."


"..."


"Tenang aja nanti uangnya gue transfer, ingat jangan sampai mati! Setidaknya dia harus punya luka. Mobilnya jangan sampai lecet, pokoknya itu harus kelihatan alami dan gak kelihatan bahwa itu di sengaja.


"..."


"Udah, gue yakin dia berangkat naik ojek soalnya di depan gak ada sahabatnya atau tuh cowo culun yang jemput dia."


"..."


"Kalo dia gak turun depan gerbang, lo harus cari cara lain agar dia bisa ketabrak tuh mobil."


Bukan tanpa sengaja Kheyrin tahu Tika pelakunya, tapi ia yang tak sengaja mendengar percakapan Tika di dapur. Ia berniat sarapan tapi saat melihat Tika nafsu makannya hilang. Namun, saat hendak berbalik ia tak sengaja mendengar ponsel Tika yang berbunyi dan bodohnya gadis itu mengangkat telefon tanpa menyadari kehadirannya.

__ADS_1


Rina? Ahh mamanya itu akhir-akhir ini sangat sibuk. Jarang sekali pulang ke rumah dan di rumah itu hanya ada Kheyrin dan Tika. Mungkin? Entah Tika selalu berada di rumah atau tidak, Kheyrin tak tahu karena ia hanya sibuk dengan drakor di kamarnya.


Kelas sangat ramai karena sekarang sedang jamkos. Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing tapi tidak dengan Kheyrin, gadis itu duduk seraya menopang dagu menatap ke arah luar jendela.


Kheyrin melihat Bunga lagi yang berdiri tak jauh dari kelasnya. Apa yang di lakukan sahabatnya itu? Bukannya kelas mereka sedang ada guru? Kenapa gadis itu malah berdiri di luar kelasnya. Ini kali kedua Kheyrin melihat Bunga yang hanya diam memandang ke arahnya dari luar kelas gadis itu.


"Khey!"


Kheyrin menoleh ke samping mengangkat satu alisnya, "kenapa?"


"Udah bel, ayo ke kantin." Lola menarik pelan lengan Kheyrin.


Terlalu lama melamun Kheyrin sampai tak mendengar bel istirahat telah berbunyi. Kheyrin berdiri, mengikuti langkah Lola yang berjalan keluar kelas.


"Ayo Bunga kita ke kantin bareng." ucap Lola seraya mengandeng lengan Bunga.


Bunga menepis tangan Lola membuat gadis itu menatap bingung, "kalian duluan aja." ujarnya datar.


"Beneran gak mau ikut kita aja?" tanya Kheyrin.

__ADS_1


"Kalian duluan aja!" ulang Bunga penuh penekanan.


Kheyrin ingin bertanya lagi tapi diurungkan karena melihat tatapan datar nan dingin milik Bunga.


Tak lama Lola dan Kheyrin saling pandang, keduanya mengangguk. Tanpa bertanya lebih, kedua gadis itu langsung meninggalkan Bunga. Mungkin Bunga sedang sibuk atau lagi PMS makanya moodnya sedang tidak baik, yaa mungkin saja.


Bunga memandang keduanya dengan pandangan tak terbaca.


__________


"****, lo harus bersikap kaya biasa. Jangan kaya gitu nanti malah buat orang curiga.


Gadis itu menatap lelaki di sampingnya, "gue tau, tadi itu hanya kelepasan aja. Ternyata capek juga harus pura-pura baik."


Lelaki itu menghela nafas kasar, "lo harus tetap bersikap baik! Kalo dia sampai tahu semua rencana yang sudah kita susun dengan rapi, semuanya bakal hancur!"


"Oke-oke, gue gak akan bertingkah kaya gitu lagi. Tapi kalo yang satu itu gue harus tetap lakuin."


"Kalo yang itu gapapa asal jangan sampai dia curiga. Ingat lo harus bersikap kaya biasa, paham!"

__ADS_1


"Iya-iya gue paham." balas gadis itu mendengus malas.


Lelaki itu mengangguk puas, "satu lagi jangan bertindak gegabah dan ceroboh,, Bunga."


__ADS_2