Sungguh, Cinta Adalah Sebuah Misteri

Sungguh, Cinta Adalah Sebuah Misteri
Pertama.


__ADS_3

Dari mulai semalam aku tidak berhenti berkirim pesan dengan alex. " Jadwal kuliah jam berapa hari ini? " Tanya alex. " Jadwalku siang jam 1, ini mau mulai edit video yang kemarin bareng sama kamu dan teman teman " ujarku. " Oke kalo gitu, semangat ya kelasku sudah mau mulai "


Setelah alex berpamitan aku mulai mengerjakan tugasku. Ketika sedang asik mengedit ada pesan masuk, buru buru aku buka karena aku pikir dari alex tapi ternyata dari steven. Dalam pesannya dia bercerita bahwa ibu bapaknya hendak bercerai.


Ingin sekali aku membalas pesan steven kali ini, sekedar untuk menguatkan. Tapi jika aku mulai membalas pesan darinya, pasti dia akan berharap aku terus akan membalas pesan pesannya. Akhirnya aku tidak membalas pesannya dan meletakan handphoneku kembali


Jadwal orientasi mahasiswa akan di laksanakan 3 bulan lagi, semoga setelah acara selesai steven sudah berhenti mengirimkan aku pesan.


Tugas pak darwis sudah setengah aku kerjakan, aku akan melanjutkannya kembali nanti. Setelah mandi aku bersiap untuk berangkat ke kampus untuk kuliah siang ini.


Sesampainya di kelas kedua sahabatku belum datang. Aku masih aku berkirim pesan dengan steven. Kelasnya alex sudah selesai dan dia akan ada kelas kembali jam 3 sore ini.


" Terus kamu sekarang mau ngapain sambil menunggu kelas berikutnya " Tanyaku pada alex.


" Aku sedang di indekost temanku yang dekat dengan kampus " Jawab alex


" Cie lagi senang nih sampai handphone saja di senyumin " Goda stefani yang langsung duduk di sebelahku


" Aku sedang berkirim pesan dengan teman smp kamu stef "


" Alex? " Tanya stefani singkat. " Iya benar alex " Jawabku sambil senyum senyum.


" Dia ngajak aku nonton bioskop sore ini "


" Terus? "


" Ya aku mau, kebetulan sudah lama juga tidak ke bioskop "


Aku melihat kim yang memasuki pintu kelas. " Aduh sudah takut telat saja aku, untung pak indra belum datang ya " Kim langsung duduk di depan aku.


" Tadi beliau kirim pesan ke ketua kelas kalau akan telat masuk siang ini " Jawabku.


" Wah untung saja, tau sendiri pak indra killer banget, telat di mata kuliahnya sama saja bunuh diri hehe "


" Stef ngantuk? Kok diam saja? " Tanya kim


" Iya dari tadi aku cerita juga dia hanya diam "

__ADS_1


" Ga apa apa kok, by the way tugas pak darwis sudah pada selesai? "


" Aku baru 50% nih semoga besok sudah selesai " Ujarku.


" Aku malah belum mulai, tadi pagi ibu ngajak ke supermarket jadi tidak sempat ngerjain, malem aku kebut kayanya "


" Aku tinggal finishing 10% lagi selesai " Ujar stefani.


Memang stefani amat pintar dan rajin. Setiap asa tugas pasti selesai sebelum tenggat waktu.


Tidak lama Pak indra masuk kelas dan mata kuliah pun di mulai. Kami semua tidak ada yang berani mengobrol di mata kuliah beliau, aku lihat semua temanku fokus mendengarkan kuliah beliau. Bahkan lukas yang biasanya suka rusuh di mata kuliah lain sekarang duduk manis memperhatikan Pak Indra.


Setelah mata kuliah pak indra selesai, aku mengirimkan pesan kepada alex " Aku sudah selesai kelasnya, jadi kita nonton hari ini? Kamu jemput jam berapa? "


" Aku sudah sampai di kampusmu, tadi dosenku tidak masuk di mata kuliah terakhir, jadi aku langsung ke kampusmu " Jawab alex.


Alex sempat berpamitan kepada kedua sahabatku " Jagain teman aku ya " Ujar stefani yang nampaknya hari ini tidak dalam mood yang bagus.


" Siap aku jagain stef, jalan dulu yaa " dan alex pun memacu motornya meninggalkan kedua sahabatku.


Sementara kim dan stefani merasa khawatir dengan liz. Mereka khawatir bagaimana jika benar alex masih berpacaran dengan pacarnya yang dari smp itu.


Sesampainya di parkiran mall, setelah alex memarkirkan motor, dia membantu melepaskan helm liz. Tentu saja liz merasa berbunga bunga, dimatanya alex belum ada minusnya. Pada saat jalan pun, alex memberikan tangannya untuk di gandeng liz.


Sampai di bioskop, alex langsung membeli tiket dan camilan untuk di dalam nanti.


" Adanya film horor, kamu tidak apa apa kan? " tanya alex sambil menyodorkan popcorn kepadaku. Aku hanya membalas dengan mengangguk.


Kami duduk di bangku bagian paling belakang. Di deretan kami hanya ada kami berdua tidak ada orang lain. Penontonnya agak sepi, mungkin bukan termasuk film favorit. Tapi aku tidak perduli, yang penting bisa nonton dengan alex.


Sepanjang film alex memegang tanganku, menyuapi aku popcorn, dan berkali kali menatapku. Benar benar membuat aku salah tingkah.


" Aku malu nih, kamu ngeliatin aku terus. Makeup aku sudah ga bagus ya? "


" Engga kok, karena kamu cantik jadi aku liatin kamu terus " Jawab alex sambil berbisik di telingaku. Makin salah tingkah aku di buatnya.


" Gombal kamu " Ujarku sambil menepuk bahunya.

__ADS_1


Tiba tiba alex memegang tanganku, mendekatkan wajahnya ke wajahku, tambah dekat sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya dan dia menempelkan bibirnya ke bibirku.


Aku terkejut, dan kemudian memejamkan mata. Entah karena tidak berani melihat wajah alex atau aku menikmati bibirnya di bibirku.


Rasanya manis sekali, dia memegang wajahku dan bibir kami saling bertaut. Aku merasakan jantungku berdetak dengan kencang, aku merasakan nafas alex yang semakin panas dan aku bisa mendengar suara bibir kami yang sedang sibuk.


Alex melepaskan bibirku, melihat kedua mataku dalam dalam, dan tersenyum.


Aku tidak fokus lagi menonton film yang ada di depanku. Perasaanku masih ingin merasakan bibir alex lagi.


Setelah film selesai alex mengajak aku makan di resto dalam mall. Sepanjang makan kami tidak banyak mengobrol. Aku sibuk dengan pikiran pikiranku, dan alex tidak tau kenapa lebih tidak banyak bicara setelah kejadian tadi.


Di atas motor aku memeluknya erat, sesekali di lampu merah alex mengelus tanganku yang memeluknya erat.


Sesampainya di indekost ku , aku menawarkan alex untuk masuk dulu. Aku hendak menanyakan bagaimana kelanjutan hubungan kami setelah kejadian tadi.


Aku memberinya minum dan dia terlihat menyender di atas kasurku. " Kamar kamu rapih ya liz, beda dengan kamarku hehe "


" Ya namanya juga kamar laki laki " Jawabku.


Setelah mengobrol agak lama, alex merapatkan posisi duduknya ke arahku. " Tadi kaget ya? " Dan aku hanya mengangguk. " Maaf ya kalau buat kamu kaget " aku hanya tersenyum.


" Kamu mau jadi pacarku liz? " Pertanyaan alex membuat jantungku terasa ingin meledak. Aku hanya membalas " Iya "


Setelah itu alex memelukku. Kami berpelukan beberapa saat. " Kamu deg degan ya? " Tiba tiba alex memecahkan keheningan dengan pertanyaan yang membuat aku tersipu dan tertunduk malu.


" Kamu besok ada acara? " Tanya alex.


" Besok aku kuliah pagi dan setelah itu sepertinya aku mengerjakan tugas pak darwis seharian "


" Ga bisa ketemu berarti ya? Malem minggu mau ikut aku jalan? "


" Kemana? " Tanyaku.


" Kemana saja yang penting berdua "


Alex pintar sekali membuat aku berbunga bunga dan tersipu malu.

__ADS_1


" Aku pulang dulu ya, tidak enak sudah malam " Ujar alex berpamitan.


Setelah mengecup keningku, alex pun pergi meninggalkan indekost dan aku yang masih senyum senyum sendiri mengingat apa saja yang terjadi hari ini


__ADS_2