
Pagi ini terasa berbeda dari pagi pagi sebelumnya. Sekarang bangun tidur sudah ada pesan masuk dari alex yang bertanya apa aku sudah bangun atau menanyakan bagaimana tidurku semalam.
Bagaimana tidurku semalam? Tentu saja sangat nyenyak. Bagun tidur aku seperti bersiap menghadapi hari ini, apa ini yang di namakan jatuh cinta? Jika iya rasanya sangat menyenangkan hehe.
Pagi tadi selain aku berkirim pesan dengan alex, aku juga mengirim pesan di group yang hanya berisikan kami bertiga, mengabarkan kalo aku sudah berpacaran dengan alex.
Kim terdengar kaget, dan menanyakan untuk detailnya seperti apa. Tapi beda dengan stefani yang tidak berkomentar apapun, malah menanyakan apakah tugas ku sudah selesai ?
Aku pikir pikir, dari awal aku dekat dengan alex , stef seperti tidak bersemangat. Apa mungkin karena alex teman smp nya sehingga dia merasa canggung ? entahlah.
Di parkiran aku bertemu dengan steven yang baru datang. Aku sengaja berjalan lebih cepat agar tidak berjalan bersamaan dengannya, tapi dia mengejar ku. " Liz, sebentar " Ujar steven yang tidak jauh di belakangku.
" Apa steve, aku ada kelas pak edward nih " Jawabku dengan masih berjalan.
" Kamu sudah menerima rundown untuk acara orientasi mahasiswa baru? " Tanyanya yang sudah jalan sejajar denganku.
" Belum, memang kak albert sudah membagikan? " Aku memberhentikan langkahku.
" Sudah kemarin baru dibagikan, kamu ada waktu kapan? Aku mau membahas ini agar nanti dalam pelaksanaan tidak ada miss komunikasi "
" Hmm minggu ini aku full steve, minggu depan kali ya? Hari senin ? "
" Oke, kita bahas di kampus atau sekalian ngopi? " Aku melirik kearah steven dan balik lagi dengan wajah jutek ku.
" Di taman kampus saja, hari senin aku selesai kelas jam 3, kamu bisa? "
" Oke kalau gitu "
" Oke, aku duluan ya " Dan aku kembali mempercepat langkahku, karena 5 menit lagi mata kuliah pak edward akan dimulai.
Setelah mata kuliah pak edward selesai, kami bertiga melanjutkan untuk mengerjakan tugas pak darwis di coffee shop dekat kampus.
Selain untuk wifi gratis cafe golden black juga nyaman untuk kami mengerjakan tugas di sana.
Walaupun stefani sudah selesai dengan tugasnya, tapi dia juga ikut ke cafe bersama kami.
Aku memesan butterscotch coffee kesukaanku dan langsung mengambil posisi duduk di pojok. Sedangkan kedua sahabatku masih memilih milih mau memesan menu apa.
" Kamu kira kira selesai jam berapa? " Pesan baru masuk dari alex.
" Mungkin sekitar 3 jam lagi "
__ADS_1
" Aku jemput ya? Nanti kabari jika sudah selesai "
" Oke nanti aku kabari lagi kalau sudah selesai "
Stefani dan kim berjalan ke arahku dengan membawa kopi dan camilan. Di tengah tengah mengerjakan tugas kim bertanya padaku, bagaimana rasanya punya pacar pertama?
Dan aku jelaskan, rasanya tiap hari selalu bersemangat. Dan kami berdua pun terkekeh
" By the way stef, dari awal aku dekat dengan alex kok kamu ga ada komentar? Apa ada hal yang aku tidak tau tentang alex? " Tanyaku penasaran.
Stefani membenarkan posisi duduknya dan menatapku " Hmm, apa kamu sudah memastikan pada alex kalau dia tidak ada pacar? " Tanya stefani kemudian
Aku agak terkejut mendengar pertanyaan dari stefani " Serius, apa ada yang aku tidak tau tentangnya ? "
" Aku tidak tau pasti, tapi setahuku alex mempunyai pacar. Mereka pacaran dari smp dengan teman smp ku juga. Tapi, aku tidak tau apakah mereka masih berpacaran atau tidak "
Seperti mendengar petir disiang bolong, rasanya, perasaan senang yang aku rasakan dari semalam dari tiba tiba tergantikan dengan perasaan resah. Aku takut jika ternyata benar alex masih memiliki pacar.
" Tapi ya itu belum pasti ya liz, maksudku aku belum tau sekarang apakah masih berpacaran atau tidak " Ujar Stefani menenangkan.
" Nanti akan aku tanyakan pada alex, kebetulan nanti dia akan menjemput ku "
Untungnya walaupun rasa penasaran memenuhi pikiranku, tugas pak darwis bisa selesai dengan baik. Kami bertiga puas dengan hasil masing masing.
" Jam berapa alex akan menjemputmu liz? " Tanya kim.
" Katanya sekitar 15 menit sampai sini " Jawabku.
" Kalian pulang berdua kan, hati hati di jalan ya "
" Kami duluan ya liz, salam sama alex ya "
" Oke kim " Dan kedua sahabatku meninggalkan aku yang masih menunggu alex.
Selama menunggu alex, perasaan aku campur aduk. Aku memikirkan bagaimana cara bertanya apakah hanya aku satu satunya pacar alex ? dan apakah alex benar benar tidak memiliki pacar selain aku?
Dari kejauhan aku melihat motor alex memasuki area cafe. " Sorry ya lama " Ujar alex sambil membuka kaca helm full face nya.
Selama di dalam perjalanan tidak banyak yang kami obrolkan. Pedagang pinggir jalan mulai mendirikan tendanya menandakan hari sudah menjelang malam.
Sesampainya di indekost, alex langsung memakan bubur ayam yang ia beli di jalan tadi.
__ADS_1
" Gimana tugasnya? Sudah selesai? " Tanya alex sambil makan
" Sudah selesai " Jawabku singkat
" Asik, besok berarti bisa seharian sama kamu ya. Rencananya aku mau ajak kamu ke perbukitan besok, mau kan?
" Jam berapa? "
" Hmm, jam 9 aku jemput ya "
Setelah alex selesai makan, aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.
" Lex, aku mau tanya "
" Tanya saja liz, ada apa? "
" Apakah kamu tidak punya pacar selain aku? "
Alex terlihat mengerutkan dahinya.
" Iya dong, pacar aku ya cuma kamu. Kok kamu tanya begitu? "
" Karena stefani bilang padaku kalo kamu pernah berpacaran lama dengan teman smp kalian, jadi aku hanya memastikan saja " Jawabku ragu.
" Aku sudah putus dengannya 3 bulan yang lalu " Ujar alex sambil memegang tanganku.
" Itu kenapa, tadi di jalan kamu lebih banyak diam? "
" Iya "
" Jangan khawatir, cuma kamu satu satunya pacarku " Ujar alex sambil tersenyum.
Setelah sudah mendapatkan kepastian tentang hubungan kami, rasanya lega sekali. Keresahan dan ketakutan berjam jam yang lalu pun sirna.
Kami menghabiskan waktu dengan menonton film di laptop sambil berpelukan. Sesekali dia mengelus rambutku, mengecup pipi dan bibirku. Rasanya tidak ingin berpisah.
" Tidurnya jangan terlalu malam ya sayang, besok jam 9 aku jemput ya " alex sudah mengganti panggilan kamu dengan sayang, dan aku tersenyum.
" Iya sayang, nanti kalo sudah sampai rumah kabari aku ya " Dan alex pun berpamitan
Aku pasang alarm jam 8 pagi agar tidak kesiangan untuk ngedate berdua besok.
__ADS_1
Aku mengecek handphone dan alex belum mengabari jika sudah sampai rumah. Malah ada pesan baru dari steven yang menceritakan kegiatannya hari ini, huft.
" Sayang, sudah sampai rumah? " aku mengirimkan pesan pada alex, dan sampai aku ketiduran tidak ada pesan balasan dari alex