Sungguh, Cinta Adalah Sebuah Misteri

Sungguh, Cinta Adalah Sebuah Misteri
Awal yang baru


__ADS_3

Aku sedang menunggu stefani di lobby rumah sakit. Stefani sedang berada dalam perjalanan diantar oleh ayahnya.


Tadi pagi ibu kim megirimkan pesan padaku yang berisi jika kim sudah siuman dan sudah lebih tenang di bandingkan dari sebelumnya.


Setelah stefani datang kami langsung menuju kamar rawat inap kim. Di sana ada ibu kim dan adik ibunya, sedangkan kim masih tidur.


Menurut ibu kim, kim sudah bisa di ajak mengobrol. Tapi beliau meminta kami untuk tidak membahas dulu soal kejadian kemarin.


" Tante pulang dulu kalo begitu ya nak, titip kim ya. Nanti sore tante akan balik lagi ya "


Ujar ibu kim berpamitan.


" iya tante, tante istirahat yang cukup. Jangan khawatir sama kim dulu, kita pasti jagain "


" iya makasih ya nak "


Dan ibu kim beserta adiknya meninggalkan ruangan ini.


Stefani membuka dan menyusun buah, roti dan susu yang kami bawa. Meja di samping kasur kim sekarang sudah terisi penuh yang semula kosong. Kami tidak berani mengobrol karena takut akan membangunkan kim.


Akhirnya kami sibuk dengan handphone masing masing. Bahkan untuk berkomunikasi, kami mengirim pesan satu sama lain.


Sudah hampir 3 jam berlalu akhirnya kim bangun dari tidurnya.


" hey kim " sapaku.


" apa yang masih di rasa kim? " tanya stefani.


" hmm dadaku sedikit sesak dan rasanya agak mual " jawab kim lemas.


" ya sudah kamu istirahat dulu, jangan banyak bergerak. Kalo mau apa minta kepada kami saja "


Kim mengangguk lemas.


Seharian aku dan stefani saling bercerita dan kim hanya mendengarkan.

__ADS_1


Sesekali kim sudah mulai tertawa.


Sebuah pesan masuk di handphoneku, dari ibunya kim.


Beliau mengabarkan jika ayah tiri kim sudah di amankan pihak berwajib. Tidak hentinya kami berucap syukur, semoga ayah tiri kim mendapatkan ganjaran setimpal dari apa yang sudah ia perbuat.


Kim menginformasikan jika kamera yang ia pasang pada saat kejadian masih ada di tempat semula, kim minta ibunya dapat menyerahkan barang bukti tersebut kepada pihak berwajib.


Setelah di cek oleh Ibu kim, 2 kamera tersebut merekam dengan jelas kejadian hari itu. Pasti ayah tiri kim tidak bisa berkutik dengan bukti tersebut.


"Aku tidak tau mengapa aku melakukan hal bodoh tersebut. Pada saat aku bangun, aku melihat ibuku sedang menangis menatapku " kim mulai bercerita.


" aku baru teringat kejadian yang telah menimpaku. Betapa mengerikannya kejadian itu sehingga membuatku merasa takut. Aku takut sewaktu waktu ayah tiriku akan mendatangi aku kembali " mata kim berkaca kaca. Aku dan stefani hanya menyimak dengan sesekali berusaha menguatkan kim dengan mengelus tangannya.


" tubuh akupun seperti menolak semua makanan dan minuman yang masuk, mungkin di karenakan aku trauma dan paranoid pada saat itu "


" yang aku pikirkan aku hanya ingin keluar dari rasa takut itu, dan akhirnya aku melukai diriku sendiri dan berharap bisa keluar dari kondisi ini " lanjut kim


" tapi ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan kepadaku untuk tetap berada disini. Sekarang aku hanya ingin hidup bahagia bersama ibuku dan menjalani kehidupanku seperti sediakala. Tanpa bayang bayang ayah tiriku "


" Makasih ya teman teman, atas bantuan kalian. Rasanya jika tanpa bantuan kalian aku tidak dapat melalui ini semua. Makasih banyak "


" Iyah kim sama sama, kami juga merasa lega kamu bisa keluar dari kondisi kemarin. Kamu semangat terus yaa, semangat terus selama masa recovery ini. Aku kangen ngampus bareng kamu " ujar stefani.


Dan kamipun saling berpelukan.


3 hari di rumah sakit akhirnya kim di bolehkan pulang oleh dokter. Kondisinya sudah jauh lebih baik dan sudah ceria kembali.


Bahkan hari senin ini ia akan mulai ke kampus lagi.


Karena minggu ini kami habiskan di rumah sakit, kami belum mengerjakan tugas kuliah pak darwis. Rencananya hari senin ketika kim masuk, kami akan hunting untuk buat video human interestnya pak darwis.


Setelah berdiskusi bertiga, kami akan coba mendatangi komunitas komunitas. Seperti komunitas stand up comedy, komunitas pemain skateboard dan komunitas pesepedah.


" liz hari senin kita janjian sama steven ya, dia kan masuk komunitas pesepedah tuh, jadi lebih gampang untuk buat footage. Kamu oke kan kalo ketemu steve? "

__ADS_1


Aku jadi teringat beberapa curhatannya yang ia kirimkan ke handphoneku tentang bersepedah dengan komunitasnya ke beberapa daerah. Dengan adanya steve pasti pengambilan video jadi lebih mudah. Tapi rasanya malas sekali harus berurusan dengannya.


" iya tidak apa apa selagi dia bener bener bisa membantu kita " ujarku.


" syukur kalo begitu, aku sudah khawatir kamu tidak akan mau jika ada dia. Jadi hari senin abis kelas kedua kita langsung jalan ya. Kebetulan hari itu steven lagi libur, jadi dia bisa nemenin kita ke komunitas stand up comedy dan komunitas skateboard juga "


Ujar stefani.


" hah dia ikut seharian dong? "


" Iya liz, tidak apa apalah hitung hitung buat bantuin kita dan melindungi kita juga. Kan kalo ada laki laki enak liz. Ga apa apa ya? " ujar kim


Mau gimana lagi, sepertinya kedua sahabatku merasa terbantu jika ada steven, jadi akupun hanya bisa pasrah. Sepertinya sudah harus menyiapkan diri menghadapi ke jailan steven seharian.


" kamu bawa berapa kamera liz? "


" aku hanya bawa 1 kamera mirorless dan 1 kamera sport. Tapi mungkin nanti aku membawa beberapa lensa "


" oh begitu, kira kira kita butuh lampu lighting ga ya? Khawatir sampai malam pasti kita memerlukan lampu lighting "


" sepertinya perlu ya " jawabku


" oke kalo begitu hari senin aku bawa mobil ayah, biar semua alat bisa kebawa "


" wah mantep kalo gitu "


Hari minggu malam aku menyiapkan semua alat yang akan aku bawa untuk pengambilan footage besok. Aku bersihkan kameraku dari debu halus. Karena lebih dari seminggu sudah tidak di gunakan asi agak berdebu. semua lensapun aku lap dengan bersih, lampu flash aku cek batrenya apakah masih bagus, pokoknya semua alat tempur sudah siap untuk besok.


Beruntung aku bisa memilih jurusan yang aku mau sehingga setiap tugas yang di berikan oleh dosen tidak pernah terasa seperti beban. Selalu bersemangat jika hunting untuk tugas seperti ini, seperti mau pergi liburan hehe.


Jam 9 malam, seperti biasa pesan masuk dari steven. Dia bercerita kegiatanya hari ini, apa saja yang ia lakukan dari buka mata sampai saat ini. Diakhir kalimat ia menulis " see you tomorrow yaa, ga sabar bisa keluar bareng kamu "


Yee besok kan kuta pergi berempat, tidak hanya berdua. Ingin sekali aku membalas pesannya seperti itu, tapi aju urungkan. Pasti tidak akan ada habisnya jika berdebat dengannya.


Setelah semua peralatan siap, aku beranjak tidur. Mengatur alarmku agak besok tidak kesiangan berangkat ke kampus. Bahkan mau tidurpun aku senyum senyum sendiri saking kegirangannya mau hunting lagi. Aku pasti akan mimpi indah malam ini

__ADS_1


__ADS_2