
Sudah 7 hari aku di rumah bersama adik dan orang tuaku. Hampir setiap hari ibu minta diantarkan belanja ke pasar atau sekedar mengajakku jalan keliling kampungku.
Maklum saja mungkin karena jarang ketemu atau mungkin asih tidak mau di ajak ke pasar.
Ibu menanyakan bagaimana perasaanku setelah steven meninggal dunia, dan bagaimana awal aku ketemu dengan steven.
Aku menjelaskan bagaimana awal aku kenal dengannya dan sempat membencinya sampai akhirnya aku dekat dengan steven
Sesekali aku mengusap air mataku mengingat kenanganku bersama steven. " Kamu yang sabar ya nak, sekarang steven sudah ada di tempat terbaik " Ujar ibu mencoba menenangkan aku.
" Ya sudah biar kamu tidak terlalu sedih, kita buat ayam woku yuk, kamu pasti sudah lama tidak makan ayam woku kesukaanmu " Ajak ibu sambil beranjak ke dapur
Kegiatan memasak bersama ibu yang biasanya membuat aku senang, kali ini tidak bisa membantu aku melupakan kepergian steven
Ibu sepertinya tau, karena berkali kali mengelus pundak ku jika aku kedapatan melamun
" Sudah nak, di ikhlaskan biar steven tenang " Ucap ibuku seraya mengusap bahuku.
Ingin rasanya aku mengikhlaskan kamu steven, tapi bagaimana bisa jika setiap hari aku mengingat dirimu, jika dalam mimpiku kamu selalu hadir dan jika mengingat perlakuan manismu di hari hari terakhir kita.
" Ibu nanti habis makan aku mau tidur siang ya, kepala aku agak pusing "
" Iya sayang istirahatlah, kalo bisa jangan terlalu stress ya nak "
Setelah makan siang aku langsung menuju kamarku. Duduk di atas kasur sambil membaca semua pesan dari steven.
Bahkan pesan terakhir aku, yang bertanya apakah benar dia meninggal dunia tidak terbalaskan.
Aku tidak tau dimana steven dimakamkan? Dan tidak tau kejadian sebenarnya seperti apa. Tidak ada yang bisa aku tanya mengenai steven.
Pada saat aku sedang membaca pesan dari steven, masuk 1 pesan baru dari steven.
Ini seperti mimpi, betapa terkejutnya aku mendapat notifikasi pesan dari steven. Aku sempat terdiam beberapa detik untuk mencerna semuanya, sampai akhirnya aku lihat pesan baru tersebut yang berisi " Aku baik baik saja, maaf tidak bisa pulang bareng kamu "
Air mataku menetes, aku harap pesan ini sungguhan dan bukan pesan bercandaan yang di kirim oleh orang lain.
Aku langsung menelpon steven, dan ketika diangkat benar suara steven yang ada si sebrang sana.
__ADS_1
Suaranya terdengar lemah, 5 menit pertama aku tidak bisa bicara dan hanya menangis. Steven pun tidak bicara apa apa dan hanya mendengar aku menangis.
Setelah aku tenang steven baru menjelaskan semuanya. Ia bercerita kronologis kecelakannya, jadi dalam perjalanan ke stasiun dengan motornya, dia mencoba menghindari kucing yang lewat sehingga dia membanting motornya keluar jalan dan menabrak tiang penyangga fly over.
Steven dan motornya terseret beberapa meter. Beruntung steven di tolong oleh pengendara motor dan langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
Setelah itu steven tidak ingat apa apa dan tidak sadarkan diri selama 7 hari. Begitu bangun dia berada di ruang ICU dan tidak ada yang menemaninya. Karena pihak rumah sakit tidak bisa menghubungi kedua orang tua steven di karenakan steven menghapus nomor kedua orang tuanya.
Steven menghapusnya karena marah mendengar kabar orang tuanya ingin bercerai.
Akhirnya pada saat siuman, steven menghubungi kang dayat penjaga indekostnya, karena hanya kang dayat yang tidak pulang kampung.
Steven juga mengabarkan ibu dan bapaknya dan terakhir mengabarkan aku. Ibu bapaknya masih belum bisa datang karena sedang ada tugas keluar negeri dari kantornya. Menurut cerita steven, kedua orang tuanya akan datang jika sudah tiba di indonesia
Selama percakapan kami yang terasa seperti mimpi, aku lebih banyak diam dan mendengar semua cerita steven.
" Aku seneng kamu selamat, benci banget sama temen temen yang bilang kamu meninggal padahal kamu masih sehat wal afiat. Jahat banget nyebarin hoax kaya gitu " Ujarku seraya menangis
" Aku juga kaget, bangun bangun liat notifkasi di handphone banyak banget, bukan nanya keadaan tapi semuanya nanya apakah benar aku sudah meninggal, asem banget "
" Kamu pulang kapan? " Tanya steven
" Hmm 3 hari lagi mungkin, kenapa? "
" Tidak apa apa, lumayan nanti yang diliat bukan kang dayat lagi hehe "
" Berarti beberapa hari ini, kamu sama kang dayat mesra banget ya? "
" Kok mesra? " Tanya steve heran
" Ya gimana ga mesra, ditemenin, di jagain, di perhatiin, makan dan minum di suapi, tidur juga bareng, mesra kan haha "
" Ya mau gimana lagi, aku kan tidak punya pacar "
" Ya suruh siapa tidak punya "
" Sudah usaha tapi susah banget menaklukan hati kamu "
__ADS_1
" Loh kok aku "
" Ya memang kamu, aku usaha ngedeketin tidak di gubris, tiba tiba sudah punya pacar, ini aku mau usaha lagi eh kecelakaan "
" Kamu baru bangun sudah gombal saja, sudah kamu istirahat saja biar cepat sembuh "
" Aku sudah tidur berhari hari liz, mau dengar suara kamu lebih lama boleh ya " Perkataan steven membuat aku semu semu.
Kalo boleh jujur aku pun tidak keberatan untuk mengobrol dengan steven, kangen rasanya. Apalagi mengetahui dia masih hidup, makin bikin aku terus ingin mengobrol.
Kami habiskan waktu seharian untuk mengobrol. Yang semula aku berpamitan pada ibu untuk tidur siang tapi aku malah tidak ingin tidur siang.
Hanya ingin mengobrol dengannya membahas hal hal penting sampai hal receh sekalipun.
Tapi sayangnya obrolan kami harus berhenti, karena handphone steven lowbat.
" Ya sudah mungkin memang sudah saatnya kamu istirahat lagi steve "
" Sepertinya begitu, kamu cepat balik kesini lagi dong, aku kangen "
" Halah bilang saja minta di suapi karena kamu sudah bosan melihat muka kang dayat haha "
" Itu juga sih hehe "
Setelah aku menutup telpon dari steven, aku mengirimkan pesan di group.
" Kemarin siapa tuh yang menyebarkan hoax steven meninggal, steven ternyata masih hidup guys. Jahat banget sih itu orang "
Aku benar kesal dibuatnya. Berhari hari aku dibuat menangis dan bahkan makan pun tidak enak, semuanya karena berita hoax tidak mendasar.
" Hah seriusan kamu tau darimana? " Tanya kim
" Barusan steven menghubungi aku dan menceritakan semuanya "
" Wah gila, kok bisa bisanya itu orang nyebarin berita hoax. Terus kok dia tidak jadi pulang kampung? " Timpal stefani
Lalu aku ceritakan apa yang di ceritakan oleh steven padaku. Kedua sahabatku pun senang mendengar steven masih hidup dan selamat dari kecelakaan.
__ADS_1