
Sudah 3 hari ini aku di antar jemput steven dan syukur alex sudah tidak menghubungi aku lagi
Aku pun sudah tidak galau lagi seperti kemarin, entah karena ada steven yang selalu menemani aku atau karena sudah banyak tugas perkuliahan
" Sebentar lagi libur akhir tahun nih, kamu pulang kampung liz? " Tanya kim di sela sela kelas Pak Darwis.
" Belum ada rencana sih, mungkin pulang mungkin tidak "
" Ya sudah jika kamu tidak pulang, menginap di rumahku saja. Di indekost kamu juga pasti tidak banyak orang karena libur kuliah " Ajak kim
" Atau kita liburan ke luar kota gimana? Mumpung liburan panjang kan bisa nginep " Ajak stefani menggebu gebu.
" Lihat nanti, kebetulan orang tua ku belum menelpon ku. Tapi kalo melihat tahun kemarin sih sepertinya tidak pulang ya "
" Oke kabari kita kalo begitu "
" By the way, hari ini pulang bareng steven lagi? " Tanya stefani
" Tidak stef, karena motorku sudah selesai dari bengkel, tadi juga berangkat aku bawa motor sendiri "
Setelah pelajaran Pak darwis selesai kami bertiga menuju kantin kampus sambil menunggu kelas selanjutnya.
Kami memesan 3 mangkok bakso dan 3 es teh manis. Paduan yang pas untuk cuaca hari ini.
Sambil makan kami membahas kim yang mulai main aplikasi dating apps. Dia mengajari kami cara penggunaan aplikasi itu.
" Tuh tinggal swipe swipe saja, jika kamu tidak suka sama profil orangnya tinggal swipe kiri. Nah kalo kamu suka sama orangnya tinggal swipe kanan "
Aku dan stefani masi memperhatikan penjelasan dari kim yang begitu excited sampai dia belum menyentuh bakso dan minumannya.
" Gampangkan, nah kaya aku nih aku ada yang aku suka namanya gary. Nah sudah 2 hari ini kami intens komunikasi. Enak tau jadi kaya ada temen ngobrol gitu "
" Yaelah kim kalo cuma butuh temen ngobrol kan ada kita, ya kan liz "
" Iyah bener " Jawabku singkat.
" Ya bedalah, kalo ini kan ada sisi romansanya gitu loh "
" Kalian coba deh biar pada move on "
Ketika kami sedang mendengarkan kim yang menjelaskan tentang aplikasi dating , datang steven dan teman temannya.
__ADS_1
Teman teman steven langsung mengambil tempat duduk tidak jauh dari kursi kami, sedangkan steven menghampiri kami
" Widih lagi pada ngobrolin apa nih, dari jauh aku liat seru sekali "
Entah kenapa mendengar suara steven membuat jantungku berdebar dan aku menjadi salah tingkah.
" Ini si kim lagi main dating apps dan menjelaskan ke kami cara mainnya seperti apa " Ujar stefani
" Wah ga takut kim? Stranger kan itu? "
" Ya kan ga perlu ketemu dulu steve, bisa ngobrol dulu di chat "
" Iyah sih, hati hati saja ya kalau belum kenal deket banget jangan langsung ketemuan. Apalagi ketemuannya di tempat private "
" Ye mana aku berani juga ketemuan di tempat begitu "
" Haha ya kali saja kan "
" Huu tidaklah "
" Kamu masih ada kelas apa sudah kosong steve? " Tanya stevani
" Sudah selesai, ini mau nongkrong sebentar habis itu cabut "
" Hi liz, gimana liburan akhir tahun pulang kampung ga? Tinggal 5 hari lagi nih"
Deg, rasanya jantungku mau copot mendengar suara steven " Hmm belum tau steve " Ujarku tanpa melihat ke arah steven
" Kalau jadi pulang, bareng ya sama aku naik kereta. Aku sudah pesan tiketnya nih kereta tasaka tanggal 20 "
Aku sudah tau jika steven naim kereta di tanggal 20, semalam dia sudah mengirimkan tiket keretanya padaku.
" Ciee steven, mau deketin temen kita nih? " Ujar kim seraya tertawa.
" Ya kan biar temen kalian ada yang jagain, aman deh kalo aku jagain.kalo ada yang mau nakal nakal bisa gua gibas deh " Ujar steven sambil memeragakan gerakan silat.
" Duh udah alih profesi steve jadi penjaga temen kita " Stefani menimpali
" Boleh ga nih temennya aku jagain " Perasaanku makin tidak karuan mendengar perkataan steve barusan.
" Sudah ah, aku ke tempat temanku duduk dulu ya. Kasian tuh liz mukanya sudah merah kita godain haha "
__ADS_1
Dengan steven yang bicara begitu membuat mukaku tambah merah, sial sekali kenapa harus bertemu dengan steven disini.
Akhirnya steven pergi meninggalkan bangku kami dengan meninggalkan wangi parfumnya yang khas dan sukses membuat aku salah tingkah
Tidak lama berselang pesan masuk dari ayahku, mengabarkan kalo ayah sudah membelikan tiket kereta untuk aku pulang
" Berangkat tanggal berapa ayah? " Tanyaku kemudian
" Tanggal 20 nak, dengan Tasaka ya jam 12 siang seat 8A. Nanti sampai di stasiun ayah jemput ya. Kata ibumu jangan bawa baju tidur, biar pakai baju tidur adikmu "
Entah ini suatu kebetulan atau memang sudah di takdirkan untuk aku dan steven pulang kampung bersama.
Iseng kulihat tiket kereta yang steven kirimkan tadi malam. Tertera di tiket Tasaka 20 desember seat 8B, dan detik itu juga aku menganggap ini adalah sebuah takdir dari Tuhan.
Bagaimana mungkin aku dan steven bisa 1 kereta dan bahkan seat yang bersebelahan. Seperti tidak masuk akal tapi terjadi
Mungkin jika jantungku tidak tiba tiba berdebar mendengar suaranya, hal ini akan biasa saja. Seperti 2 orang teman di kampus yang sama dan pulang kampung bersama. Sesimple itu.
Tapi jika tadi hanya beberapa menit saja aku begitu salah tingkah didekat steven, bagaimana nanti harus menghabiskan berjam jam dalam 1 kereta.
" Guys, sepertinya liburan akhir tahun aku jadi pulang ke kampungku. Ayah baru saja mengirim pesan padaku "
" Yah ga jadi staycation dong berarti kita. Untung aku belum pesan hotelnya " Ujar stefani
" Iya maaf sekali ya, ayahku baru saja mengabarkan "
" Iya tidak apa apa, kita bisa atur lain waktu "
" Dan bukan cuma itu saja, kereta yang akan aku tumpangi sama dengan kereta steven, aneh banget tidak sih? "
" Hah kok bisa kebetulan begitu " Ujar stefani keheranan
" Aku saja sampai heran, bahkan aku dan steven duduk tempat bersebelahan "
" Wah itu mah sudah jalan dari Tuhan banget liz, terlalu banyak kebetulan nya. Mungkin ini cara Tuhan untuk mendekatkan kalian, ya kan kim? " Stefani mulai menggodaku.
" Iya liz coba untuk buka hati dengan steven. Sejauh yang kita kenalkan steven orangnya baik liz "
Mereka belum tau saja kalo sekarang berada di dekat steven sudah membuatku salah tingkah. Apa mungkin selama tiga hati selalu bersama, jadi aku terbawa suasana. Entahlah
Malam harinya aku foto tiketku dan aku kirim ke steven. Tidak bermaksud apapun, hanya saja akan terasa lebih awkward jika tiba tiba ketika dia duduk di dalam kereta dan sudah ada aku di sebelah tempat duduknya.
__ADS_1
" Tuhan benar benar mengabulkan doaku " Jawab steven dan di akhiri dengan emoticon senyum