Sungguh, Cinta Adalah Sebuah Misteri

Sungguh, Cinta Adalah Sebuah Misteri
Nature


__ADS_3

Sudah tepat 2 bulan aku dan steven tidak berkomunikasi. Aku sudah berhenti mengirimkan pesan dan menelpon steven.


Aku sudah di titik pasrah jika memang akhir hubungan aku dan steven harus seperti ini. Tetap tidak ada kata putus dari kami berdua, tapi apalah artinya jika kami sudah tidak berkomunikasi begitu lama.


Kedua sahabatku pun seperti tidak ingin aku bersedih lebih larut dengan tidak bertanya mengenai steven dan seolah tidak terjadi apa apa.


" Sore ke coffee shop yuk " Ajak stefani ketika kami sedang menunggu di taman kampus untuk kelas berikutnya.


" Ayo coffee shop mana stef? " Tanya kim bersemangat.


" Hmm Nature saja kali ya biar liat yang ijo ijo" Usul stefani.


Nature adalah coffee shop di kota kami yang mengusung nuansa alam. Banyak pohon pohong tinggi sehingga suasananya asri sekali.


" Oke deh nature ya, kamu ikut kan liz? " Tanya kim.


" Iya dong pastinya "


Semenjak aku putus komunikasi dengan steven, aku seperti tidak ingin sendiri dan membiarkan perasaan sedihku berlarut larut.


Hampir setiap hari aku jalan bersama kedua sahabatku, bahkan aku sampai menginap karena tidak ingin sendirian.


Melupakan orang yang kamu sayangi tanpa ada masalah apapun itu berat sekali. Berbeda seperti waktu dengan alex, karena memang alex memiliki kesalahan padaku, tapi tidak dengan steven. Maka itu sekeras apapun aku mencoba melupakannya tapi tidak berhasil.


Walaupun kata pepatah waktu bisa menyembuhkan luka, tapi nyatanya 2 bulan ini waktu belum bisa menyembuhkan lukaku.


Kelas pak gilbert hari ini, kami diminta mengambil video 1 objek yaitu buah pisang dan diminta untuk membuat video tersebut terlihat menarik.


Tidak ada batasan, kami di bolehkan membuat video tentang pisang sekreatif mungkin.


Wah pisang mau diapakan ya, gumamku dalam hati. Kulihat stefani akan membuat iklan tentang produk pisang dan kim membuat video manfaat tentang pisang.


Aku belum ada ide sama sekali, sedangkan waktu yang di berikan pak gilbert hanya 1 jam.


Masih ku lihat pisang itu sambil terus berfikir mau aku apakan pisang itu. Karena buntu akhirnya aku buat sejarah tentang pisang.

__ADS_1


30 menit kemudian tugas dikumpulkan, untungnya kami bertiga bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.


" Gila gila, bisa bisanya kepikiran tentang sejarah pisang liz haha" Ujar stefani menggodaku.


" Buntu banget tadi beneran, aku lihat kiri kanan sudah pada dapat ide, sedangkan aku belum sama sekali dapet ide apalagi konsep "


" Ya sudah tidak usah dipikirin toh sudah berlali, kita langsung ke nature saja yuk liat yang ijo ijo sambil santai " Ujar kim sambil merangkul pundakku.


Sesampainya di nature masih belum banyak pengunjung. Syukurlah, karena suasana tidak terlalu bising dan tidak banyak asap rokok.


" Kamu pesan dulu deh liz, aku mau ke toilet. Nanti duduknya di tempat biasa ya "


" Aku ikut kim" Sebelum aku menjawab stefani dan kim langsung jalan ke toilet, sepertinya sudah kebelet.


Hari ini karena cuaca tidak panas, aku memesan Hot Chocolate dan mix plater untuk menemani siangku.


Aku lihat tempat duduk yang biasa kami tempati masih kosong, aku langsung menuju kesana dengan hot chocolate di tanganku.


Meletakan semua barangku di meja lalu menghirup udara yang fresh ini dalam dalam, rasanya rileks sekali.


Mereka juga membuat sound alam seperti suara burung dan gemericik air, tidak heran coffee shop ini menjadi tempat nongkrong paling diminati diantara anak muda.


Sambil menyeruput kopi, aku melihat sekeliling dan tiba tiba aku melihat sosok laki laki yang sedang tersenyum kepadaku.


Saking terkejutnya aku sampai terdiam beberapa detik dan akhirnya laki laki tersebut menghampiri aku.


" Sebenarnya aku mau samper kamu dari tadi, tapi aku liat kamu lagi nikmatin suasana banget. Apa kabar liz? "


Steven duduk di depanku dan menanyakan kabarku dengan senyumannya yang aku rindukan. Sontak tangisku tidak terbendung lagi dan aku menangis sejadi jadinya.


Steven memelukku sambil sesekali menepuk nepuk untuk menenangkan aku.


" Kamu jahat banget " Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku.


Dan steven hanya menjawab " Maafin aku "

__ADS_1


Ketika tangisku sudah mulai reda, steven baru menjelaskan kenapa dia tidak menghubungi aku selama ini.


" Maafin aku ya liz, terpaksa aku tidak membalas semua pesan darimu. Karena aku sadar di masa penyembuhan kemarin mental aku bener bener parah banget. Aku banyak marah marah ke orang tua aku dan kamu "


" Sampai aku sadar kondisi aku kemarin hanya akan membuat orang orang terdekat aku sedih dan penyembuhan aku juga jadi terhambat karena aku jadi gampang stress " Lanjut steven


" Tapikan kamu bisa membalas pesan pesanku "


" Kamu ingat kan terakhir kali kita komunikasi kita selalu berantem dan aku tidak mau hal itu terjadi lagi. Akhirnya aku off semua komunikasi ku sama siapapun, bahkan aku hanya berkomunikasi dengan therapist ku selama di rumah. Mama hanya menyiapkan makan dan bajuku, aku benar benar tidak mau di dekati mama dan papa sampai aku sembuh "


Steven langsung menarik tanganku dan menggenggamnya " Aku hanya ingin cepat sembuh dan ketemu pacarku " Ujarnya dengan mata berkaca kaca.


Akhirnya aku mendengar penjelasan dari steven, penjelasan yang aku tunggu tunggu dari beberapa bulan ini.


Apapun itu aku sudah senang melihat steven sudah sembuh dan sudah bisa jalan seperti sebelumnya dan sudah berada di sisiku lagi, itu sudah lebih dari cukup.


Tidak lama kedua sahabatku datang " Ciee sudah baikan nih, gitu dong" Stefani dan kim datang membawa minuman dan makanan di tangannya.


" Lama banget kita tunggu dari tadi masih nangis nangisan saja romeo dan juliet ini "


" Kalian tau kalo ada steven disini?"


" Aku yang minta tolong sama mereka untuk ajak kamu kesini " Ucap steven.


" Ih pinter banget akting kalian, beneran aku ga tau " Ujarku kagum


" Haduh liz, kita kalo ga jadi mahasiswa pasti sekarang sudah jadi artis level level dian sastro lah ya " Ujar stefani dengan percaya dirinya.


Kami berempat pun tertawa mendengar guyonannya.


Coffee shop nature menjadi saksi betapa aku senang sekali hari ini bersama orang orang yang aku sayang.


Dengan steven yang tidak lepas memegang tanganku, dengan kedua sahabatku yang selalu membuat aku tertawa, hot chocolate yang rasanya pas di mulut, pemandangan nature yang indah dan suara sayup kicauan burung yang menyempurnakan hari ini.


Terima kasih Tuhan atas hari yang menyenangkan ini. Sungguh cinta adalah sebuah misteri, siapa sangka aku akan jatuh cinta dengan orang yang dulu aku benci.

__ADS_1


__ADS_2