
Temen temen steve tertawa setelah mengisengi steve dengan menanyakan yang mana gebetannya. Dan steve hanya bisa menjawab
" apaan sih tidak ada kok " sambil terus memakan kepiting saos padangnya. Wajahnya memerah entah karena malu atau karena pedasnya saos padang.
" sudah sudah jangan diisengi lagi, nanti nangis lho " goda fahri di ujung sana. Dan teman teman steve makin tertawa. Habis steve jadi bahan ledekan teman temannya.
Setelah makan, rombongan sepeda berpamitan untuk pulang.
" makasih banyak ya untuk hari ini " ujar stefani
" santai stef, kalo butuh apa apa kasih tau saja, kami siap bantu " ujar fahri sambil mengambil sepedanya. Dan rombongan pun meninggalkan kami berempat.
Karna hari sudah gelap dan gerimis kami memutuskan untuk hunting di undur jadi besok. Karena area komunitas skateboard outdoor, sudah dipastikan tidak akan ada orang di taman kota, tempat basecamp mereka. Sedangkan untuk stand up comedy jadwal open mic sudah berakhir 1 jam yang lalu.
Karena besok kami bertiga jadwalnya kosong, kami bisa berangkat lebih pagi dari hari ini. Stefani sudah mengatur janji dengan perwakilan komunitas besok dan menjelaskan tatanan kegiatannya seperti apa.
" oke, semua sudah aku atur untuk kegiatan besok. Sekarang kita pulang yuk " ajak stevani sambil mengarah ke pintu kemudi mobil.
" sudah aku saja yang bawa mobilnya, nanti kan kamu berkendara sendiri setelah mengantar kami " ujar steven mengantarkan diri.
" Oke deh kalo gitu, berati kita antar kim dulu, lalu liz dan terakhir kamu ya steve, tidak apa apa kan diantar terakhir? " tanya stefani.
__ADS_1
" Santai stef " jawab steven.
Stefani duduk di sebelah steven. Aku dan kim duduk di belakang.
Tidak lama mobil melaju kedua sahabatku yang memang ***** alias nempel molor sudah tertidur. Mau tidak mau aku yang mengarahkan steven menuju rumah kim.
" Cie tadi aku lihat tuker tukeran nomor nih sama fahri " steven mulai menggodaku lagi.
" mau tau saja " ujarku sambil melihat kaca spion tengah dan mata kami beradu.
" dulu aku minta nomor kamu susah banget ngasihnya " lanjut steven
Aku diam saja tidak membalas pertanyaan steven. Dia tidak tau saja kalo fahri minta nomor kim bukan aku.
Steven menyalakan radio dan mengalun lagu
You're gonna live forever in me dari john mayer. Aku menikmati lagu dengan memandangi jalan yang dipenuhi dengan lampu.
Akhirnya kami sampai di indekost ku, aku membangunkan stefani yang sedang tertidur lelap.
" Stef, sudah sampai di tempatku nih "
__ADS_1
Ujarku sambil menepuk pundak stefani. Butuh beberapa tepukan sampai akhirnya stefani bangun.
" oh iya iya maaf ketiduran " jawab stefani sambil membetulkan posisi duduknya.
" kamu kuat ga bawa mobil sendiri? Bahaya kalo nyetir sambil ngantuk " tanyaku yang khawatir melihat stefani yang terlihat sangat ngantuk dengan mata merah.
" Apa kamu mau nginep di tempatku " tanyaku kepada stefani.
" tidak bisa liz karena besok pagi ayahku mau memakai mobilnya, aku pulang sendiri tidak apa apa kok " ujar stefani meyakinkan aku.
" atau aku antar saja gimana stef? Nanti dari tempat kamu aku bisa naik kendaraan online? Tawar steven.
" tidak usah steve jawab stefani sambil mencoba menahan kantuknya. " sudah tidak apa apa, aku kan laki laki gampang kalo urusan pulang malam " ujar steven yang ingin tetap mengantarkan stefani. Aku juga khawatir melihat kim yang terlihat sangat ngantuk jika berkendara dan setuju jika steven mengantarnya sampai rumah.
" oke deh kalo gitu, tapi bener tidak merepotkan nih steve? " tanya kim kembali.
" iyah sudah kaya sama siapa saja " steven mulai menyalakan mobil. Setelah mengambil alat alatku aku pun turun dari mobil " kalian hati hati ya " ujarku sambil menutup pintu. Terdengar stefani menjawab oke dan steven yang tidak menjawab apapun.
Aku pun masuk kedalam indekost ku. Menaruh peralatan di atas meja dan bergegas mandi.
Di perjalanan stefani berusaha untuk tidak tidur. Dia berusaha untuk mengobrol hal apapun dengan steven. Dari mulai hobi, musik dan film. Steven sangat asik di ajak mengobrol dan wawasannya luas sekali, wajar saja temannya banyak. Stefani yang semua mengantuk sekarang matanya sudah benar benar segar. " terus besok kalo mobilnya di pakai sama ayahmu, kalian naik apa? " tanya steven di sela obrolan kami " aku bawa mobilku yang lebih kecil steve " jawab stevani. " oh gitu. Hmm stef ada yang mau aku tanya sama kamu " tanya stefani ragu ragu. " nanya apa? Tanya stefani. " hmm liza udah punya pacar ya di kampungnya? " tanya steven sambil sesekali melihat stefani. " hah pacar di kampung? Hahaha " stefani terkekeh. " kamu dapat gosip darimana? Liz ga punya pacar kok. Tunggu tunggu, jadi kami selama ini selalu iseng dengan liz karena kamu suka dengan liz sahabatku? " tanya stefani penasaran. Steven tidak menjawab dan hanya diam saja. " jadi tadi temen temen kamu bener ya pas nanya soal gebetan? " tanya kim menyelidik. Tapi steven tidak menjawabnya dan hanya diam saja. " liz tidak punya pacar steve, tenang saja. Dia masih asik sama dunianya sendiri bahkan gebetan saja tidak ada " kim melanjutkan dengan semangat. " iya orangnya jutek gitu, laki laki juga mau ngedeketin ga berani " dan stefani pun tertawa. " kamu belum kenal aslinya saja, atau mau aku deketin sama liz? Kamu beneran suka sama liz tapi kan? Karena aku ga mau mendekatkan sahabatku dengan orang yang hanya mau iseng iseng saja " selidik stefani. Steven diam beberapa saat dan menjawab " tidak usah stef, biar aku berusaha sendiri " ujar steven singkat. Dalam hati stefani, gentle sekali laki laki ini, biasanya laki laki lain pasti minta di bantu dekatkan dengan sahabatnya. Tapi tidak dengan steven, dia lebih memilih berjuang sendiri. " oke kalo gitu good luck ya mas bro " stefani coba menyemangati.
__ADS_1
Mobil pun masuk ke pekarangan rumah stefani, steven membantu stefani membawa peralatan yang tadi di gunakan. " aku mau nawarin masuk, tapi tidak enak sudah malam " ujar kim sambil meletakan alatnya di kursi teras rumahnya. " santai stef, ini aku lagi coba pesan ojek online " ujar steven yang sedang sibuk memesan ojek online. " oke beres, 7 menit lagi ojeknya datang " ujar steven. " makasih banyak ya steven, sudah bantu banyak sampai anter aku sampe rumah " jawabku. " santai stef, oh iya sementara jangan bilang apa apa dulu ya sama liza, kalau tau aku ada perasaan dengannya takutnya nanti tambah jutek dan aku lebih susah mendekatinya " " oke steve aku akan menutup rapat rapat rahasiamu, dijamin aman " jawat stefani. Setelah 7 menit ojek pun sudah sampai dan steven meninggalkan rumah stefani untuk berpamitan.
Liz sudah mulai mau tidur ketika pesan masuk di handphonenya. Dari steven dan mengabarkan jika ia sudah sampai rumah. Aku mematikan handphoneku tanpa membalas pesan dari steven.