
Steven memberitahukanku bahwa besok dia akan keluar dari rumah sakit dan di lanjut perawatan di rumahnya, di kampung.
Otomatis aku tidak akan bertemu dengan steven dalam waktu yang lama. " Menurut dokter aku harus beristirahat selama 2 bulan, sepertinya aku tidak ikut dalam pelaksanaan ospek bulan depan "
" Lama juga ya steve "
" Iya, menurut dokter untuk patah tulang memang penyembuhannya agak lama. Aku harus kontrol berkali kali sampai di nyatakan sembuh"
" Iya kamu baik baik ya di sana, makan dan minun obatnya teratur"
" Iya liz, tenang saja walaupun kita jauh pasti tidak ada yang berbeda " Ujar steven yang menenangkan aku.
Sedih juga mendengar kabar dari steven. Baru mulai berpacaran tapi kami harus Long Distance Relationship, tapi demi kesembuhan steven aku harus bersabar.
Sebetulnya aku ingin datang ke rumah sakit, anggap saja ini waktu terakhir aku melihat steven sampai nanti steven kembali kesini.
Tapi aku urungkan niatku karena beberapa pertimbangan. Pertama aku takut kondisi hubungan kedua orang tua steven yang tidak harmonis memungkinkan aku harus melihat adegan seperti kemarin. Rasanya terlalu kikuk.
Kedua, steven tidak memperkenalkan aku sebagai pacar di depan kedua orang tuanya. Ya rasanya akan terlihat aneh kalo tiba tiba aku datang padahal tidak memiliki hubungan khusus.
Di awal kami menjalani LDR, hubungan kami masih baik baik saja. Kami masih rutin mengirimkan kabar lewat pesan, saling bertelepon dan saling memperhatikan.
Mendapatkan pesan dan telpon darinya adalah hal yang aku tunggu.
Di 3 minggu pertama steven sudah melepaskan gips di tangannya. Dia bercerita bahwa dia sudah bisa makan dan minum sendiri dan tidak ketergantungan lagi dengan mamanya.
Oh iya, kabar dari steven kedua orang tuanya tidak jadi bercerai. Setelah steven pulang ke rumah, hubungan kedua orang tuanya pun semakin baik.
Ayahnya tidak pernah lembur lagi, ibunya sudah tidak lagi gampang marah. Aku sangat senang mendengarnya.
Ternyata benar kata pepatah, dibalik musibah pasti ada hikmahnya. Mungkin ini hikmah dari musibah yang dialami steven, dia jadi bisa mempererat kembali hubungan mama papanya.
Di minggu ke empat, aku mulai sibuk dengan persiapan acara ospek. Sekarang yang menjadi koordinator putra di ganti dengan jerry yang semula steven.
__ADS_1
Jerry ini anak seni rupa, tampilannya terlihat agak berantakan tapi syukurnya untuk masalah kerja dia enak diajak kerjasama.
Sebelumnya aku agak takut dipasangkan oleh orang yang susah di ajak komunikasi, tapi untungnya aku dipasangkan dengan jerry.
Karena kesibukanku, aku mulai jarang berkirim pesan dengan steven, jarang mengangkat telpon darinya dan itu membuat steven sering marah padaku.
Jujur saja persiapan ospek ini lumayan membuat aku sibuk, jangankan untuk memperhatikan steven untuk memperhatikan diriku sendiri saja sulit.
Bagaimana tidak, setiap hari aku berangkat pagi dan pulang malam. Saat tiba di indekost aku sudah tidak ads energi lagi dan langsung tidur.
" Masa kita pacaran kaya orang tidak pacaran. Kamu sulit di hubungi. Kita itu sedang LDR kunci supaya kita hubungannya baik baik saja itu komunikasi "
" Aku tau steve, maafkan aku. Kondisinya sekarang memang aku beneran sibuk steve "
" Tidak ada yang namanya sibuk liz, yang ada itu aku bukan prioritas di hidup kamu. Apa susahnya sih berkirim kabar? Cuma butuh waktu 5 menit loh "
" Iya steve " Jawabku yang bingung harus beralasan apalagi. Akhirnya aku hanya mendengarkan apa yang di rasakan steve dan hanya menjawab, iya maaf atau iya steve.
Tapi sepertinya steven sulit menerima kondisi itu, jadi beberapa kali kami bertengkar masalah komunikasi.
Berkali kali dia marah dan ngambek padaku. Tidak meneleponku ataupun mengirimkan pesan atau mengabarkan kondisi perawatannya sudah sejauh mana.
Puncaknya pada saat pelaksanaan ospek. Steven sama sekali tidak mengirimkan aku pesan lagi dan tidak meneleponku lagi.
Aku tetap mengirimkan pesan dan mencoba meneleponnya tapi tidak pernah di respon. Jik aku tau nomor mamanya mungkin aku akan menghubunginya karena khawatir dengan steven.
" Dia kesel kali liz kamu kaya tidak ada waktu untuknya " Ujar kim kala itu ketika kami habis selesai kelas penyuntingan "
" Iya mau gimana lagi, kalian kan tau aku kalo sudah terlalu capek aku cepat sekali tidur. Aku juga bukan tipe orang yang bisa multitaskin. Lagipula setiap pagi aku balas kok pesan darinya " Aku mencoba membela diri
Tapi menurut kedua sahabatku aku memang salah karena tidak intens memperhatikan steven yang sedang masa pemulihan.
" Liz melamun ya? " Tanya jerry sambil menatapku
__ADS_1
" Eh sorry sorry sampai mana tadi?" Aku gelagapan karena tidak mendengar ucapan jerry.
" Yah beneran melamun. Tadi aku bilang, kita jadi besok ngumpul di kampus jam 6 pagi, jadi 1 jam sebelum para mahasiswa baru datang " Jerry masih menjelaskan dengan sabar.
" Oh oke jam 6 besok aku akan tiba di kampus "
" Nah ini barang barang yang harus kamu bawa. Aku sudah check list barang yang harus aku bawa, nah yang belum di check list punya kamu ya "
" Oke jer " Ujarku mangut mangut
Setelah berkoordinasi dengan jerry untuk acara besok, aku langsung pulang ke indekost ku.
Di tengah perjalanan aku mampir dulu ke apotik untuk membeli p3k kit untuk acara besok.
Hari ini rasanya lelah sekali, karena hari ini adalah hari terakhir kami sebagai panitia menyiapkan segalanya.
Selama aku tidak berhubungan dengan steven, rasanya hampa sekali. Pada saat ada yang bikin kesal aki tidak bisa cerita padanya, atau jika aku merasa capek seperti hari ini, aku tidak bisa berkeluh kesah padanya.
Tapi aku juga bingung bagaimana menghubungi steven. Karena pesan yang aku kirim tidak pernah ia balas.
Aku seperti menjalankan karmaku dulu karena sempat mengacuhkan pesan lesan sari steven. Ternyata rasanya tidak enak.
Sesampainya di indekost, aku menangis sejadi jadinya. Aku menangis karena lelah dan karena aku kangen dengan steven.
Mungkin memang salahku karena kurang bisa multitasking. Aku jadi seperti tidak memperhatikan steven.
Jika aku sedang mengerjakan sesuatu aku terlalu fokus dsn tidak bisa membagi pikiran dan waktuku dengan hal lain.
Steven sudah beberapa kali protes tapi aku tidak bisa merubah kebiasaanku yang tidak multi tasking.
Setelah menangis, aku menyiapkan barang barang untuk besok. Aku cek satu persatu agar tidak ada yang ketinggalan.
Setelah semuanya selesai aku mandi dan langsung bersiap tidur.
__ADS_1
Sebelum tidur aku mengirimkan pesan pada steven. " Aku kangen kamu, Kamu jangan marah lagi please. Kondisi kamu gimana? Besok acara ospek, doakan semuanya lancar ya "
Aku tunggu 15 menit tapi tidak ada jawaban dari steven, akhirnya aku tertidur dengan memegang handphone di tanganku.