
Terlihat mobil kim memasuki halaman indekost ku " Maaf maaf aku telat " Ujar stefani.
" Tidak apa apa stef santai saja " Ucapku seraya naik kedalam mobil stefani.
" Jadwal open mic nya jam berapa stef? " Tanyaku sambil mengirim pesan kepada kim kalau stef sudah menjemput ku agar ia bisa siap siap.
" Semalam kamu sampai rumah jam berapa stef? "
" Sekitar jam 10 liz, setelah itu steven langsung memesan ojek online dan pulang dari rumahku. Aku sudah tawarkan untuk masuk dulu tapi dia tidak mau " Jawab stefani sambil terus menyetir.
" Aku pikir pikir kemarin steve ikut lumayan meringankan beban kita ya " Lanjut stef.
" Iya sih, pengambilan gambar juga jadi lebih cepat "
" Hmm menurut kamu steven gimana liz? Tanya Stefani sambil melihat ke arah liz
" Biasa saja tidak gimana gimana " Jawabku sekena nya . Kalo stefani sudah bertanya seperti itu, aku sudah tau arti di balik pertanyaan itu. Biasanya dia ingin menjodohkan aku, itu sudah beberapa kali terjadi. " Hmm tapi orangnya kan baik liz, good looking juga, tinggi, ringan tangan ya kan " Dari ujung mataku terlihat stefani sedang menoleh ke arahku. " Iya, kalo kamu sama dia cocok sih menurutku "
" Kalo aku kamu kan tau aku sudah cinta mati sama william, tidak mau pindah ke lain hati hahaha " Jawab stefani sambil terkekeh.
William itu temen 1 kelas kami yang stefani suka dari semester 1. Bener bener cinta mati, karena sudah beberapa kali kim mengutarakan perasaannya dengan william tapi selalu di tolak.
Kata william, tidak ada konsep pacaran di hidupnya, dan memang sampai saat ini william belum punya pacar.
Sebenarnya aku heran dengan stefani, temanku ini cantik, dari kami bertiga dialah yang aku rasa paling cantik. Tingginya 170 cm cukup tinggi untuk ukuran perempuan, bodynya langsing, kulitnya putih, rambutnya hitam dan terurai rapih setiap harinya. Nah sedangkan william yang ia suka ini, tingginya mungkin sepantar dengan stefani, kulitnya gelap, wajahnya tidak ganteng dan tidak pintar pintar amat seperti stefani.
Tapi, beberapa kali stefani mendekatinya dia selalu menghindar. Sampai kami sahabatnya suka kesal sendiri. Pernah aku tanya mengapa dia suka william, jawabannya aku suka pria yang memiliki kulit yang gelap, sudah sesederhana itu jawabannya. Pokoknya stefani ini unik sekali.
__ADS_1
Setelah menjemput kim, kami bertiga menuju cafe yang akan menyelenggarakan open mic siang ini. Kami sudah bertemu dengan bowo dan stefani sudah membicarakan nanti teknis pengambilan gambarnya seperti apa.
Kamipun langsung mengatur lighting yang nanti akan di gunakan, mengatur komposisi kamera kami dan hal hal teknis seperti itu.
Acara akan dimulai 1 jam lagi, kami berkeliling untuk menjepret. Cafe ini lumayan luas, konsepnya industrial dengan dominasi warna putih dan abu.
Ruangannya ada indoor dan outdoor. Karena cafenya aesthetic kami coba membuat footage juga ala food blogger. Akhirnya acara dimulai, lumayan banyak juga yang menonton open mic, untung kami membawa lensa tele, jadi memudahkan kami untuk mengambil gambar.
Untuk stand up comedy nanti akan di garap oleh kim, tapi seperti kemarin aku dan stefani membantu juga pengambilan gambarnya. Kami menggunakan kamera 2 kamera stand yang mengambil gambar sepanjang acara berlangsung.
Aku mengambil gambar reaksi penonton sedangkan kim dan stefani mengambil gambar komika yang tampil dari beberapa angel. Setelah 1 jam berlalu acara open mic-pun selesai. Dari reaksi penonton sepertinya mereka sangat terhibur dari penampilan komika tersebut. Mengapa aku bilang sepertinya, ya karna aku tidak dapat fokus dengan penampilan komika nya, di karenakan sibuk mengambil gambar hehe.
Set selanjutnya di out door, sama seperti kemarin ada pengambilan gambar sebelum dan sesudah acara berlangsung.
Setelah 3 jam akhirnya kegiatan kami selesai. Jam sudah menunjukan jam 4 sore. Kamipun berpamitan kepada bowo dan teman temannya yang sudah membantu kami. " Jangan lupa nanti kirim ke aku ya stef hasilnya, lumayan juga buat promosi hehe " Ucap bowo. " Siap kak, setelah rampung aku kirim ya hasilnya " Dan kamipun meninggalkan cafe dan menuju taman kota base camp nya anak skate.
Anaknya tinggi sekali, mungkin sekitar 180-185 cm, diantara teman temannya dia yang paling tinggi. Memakai kaos hitam, celana cargo pendek dan sepatu vans.
Walaupun dia sedang berolah raga tapi dia wangi sekali, jarak berapa meter kami sudah bisa mencium parfumnya. Senyumnya pun manis, ramah ah nampaknya aku terlalu jauh mendeskripsikan Alex.
" Kontrol mukanya Liz, kamu seperti memberitahukan semua orang kalo kamu menyukai Alex " Ujar kim yang ada di sebelahku sambil tersenyum " Hah keliatan sekali ya kim, aduh malunya " Tiba tiba aku merasa panik sendiri karna ketahuan mengagumi Alex oleh kim
" Oke semua sudah aku briefing ya, nanti pembagian gimana liz? " Tanya Stefani. " Aku yang ambil kegiatannya, openingnya sama kim dan penutup sama kamu ya stef " dan kedua sahabatku mengangguk.
Alex yang menjadi modelnya, dia tadi ijin cuci muka dahulu, biar segar katanya. Kembalinya dari cuci muka, rambutnya sudah di tata dengan gel rambut dan mukanya lebih cerah dari sebelumnya, dan aku berusaha keras untuk terlihat normal melihat dia yang tambah ganteng.
Alex mulai berakting dan stefani mulai merekam adegan demi adegan yang sudah ia briefing dengan Alex. Sepanjang itu, aku benar benar hanya fokus dengan alex, mengagumi caranya tersenyum, merapihkan rambutnya atau sekedar membetulkan pakaiannya.
__ADS_1
" Ganteng ya alex liz, sampai kamu terkesima begitu " Ujar kim menggoda. " Iya ganteng dan senyumnya itu loh, ramah juga lagi " Ujarku sekarang sudah tidak malu malu lagi. " Sudah punya pacar belum ya kim? Kalo sudah kan ngapain juga aku kagum kagum banget " " Nanti coba kamu tanya stefani, kalo tidak salah dia temen smp Alex, pasti tau kan punya pacar atau tidak " Saran kim.
Bagian stefani sudah selesai, kami rehat 10 menit untuk minum sebentar. Aku mengecek kembali lighting yang aku pasang dan mengecek kembali kameraku apakan settingnya sudah sesuai dengan cahayanya.
" Stef, temen kamu naksir sama alex tuh " Ujar kim ke stefani " Siapa? Liz? " Tanya stefani sambil mengerutkan dahi " Iya liz, kata dia sudah punya pacar belum? " Lanjut kim. " Setahuku sih dia sudah punya pacar dari SMP, tapi tidak tau sudah putus atau belum " Jawab stefani. " Yah kasian sekali jika benar ounya pacar, patah hati deh si liz "
Ketika aku masih sibuk mengutakatik kamera, alex menghampiriku. " Hei liza ya " Ujar alex sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan.
" Iya lex aku kim, di set ini nanti aku yang bagian ambil gambarnya, mohon bantuannya ya " Semoga suaraku tidak terdengar bergetar karena pada saat dia mendekati aku, aku sudah deg degan sekali.
" Jadi berarti kita kita hanya main seperti biasa kan yaa, ga harus ada dialog? " tanya alex. Bahkan suaranya terdengar sangat merdu di telingaku. " Iya betul lex, main seperti biasanya saja. Mulai sekarang kali ya " jawabku "Oke aku kasih tau temen temenku dulu kalo begitu " Ujar alex sambil berlalu.
Selama sesi ini aku benar benar fokus mengambil gambar dari semua engel. Alex dan teman temannya bermain dengan berbagai gaya. Mulai dari gaya ollie, kickflip, hillflip dan gaya yang lainnya.
Setelah aku rasa cukup, alex melanjutkan sesi selanjutnya dengan kim. " Gimana sudah oke semua gambarnya liz ? " tanya stefani. " sudah oke semua nih stef, aku bereskan perlengkapan dulu ya stef " ujarku sambil menurunkan lighting
Setelah sesi terakhir dengan kim, akhirnya semua kegiatan selesai. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada komunitas skateboard.
Pada saat memasuki mobil, Alex mengejarku " Liz boleh aku minta nomor kamu? " Tanyanya sambil memegang handphone bersiap untuk mengetik. Tanpa berpikir langsung aku berikan nomorku dan dia langsung menyimpannya. " Oke thank you liz " dan alex pun kembali kepada teman temannya.
Aku langsung masuk kedalam mobil yang di dalamnya sudah ada kedua sahabatku.
" Alex ngapain lagi liz ? " Tanya kim padaku. " Dia meminta nomorku kim " jawabku dengan senang.
Kim dan stefani saling lihat lihatan tanpa komentar apapun. Sampai aku diantar ke indekost ku kedua sahabatku tidak mengatakan apapun. " makasih banyak ya stef sudah mengantar aku, kamu hati hati ya pulangnya " Ujarku seraya menutup pintu.
Setelah mobil stefani pergi aku pun bergegas masuk kedalam. Baru hendak membuka kunci, masuk pesan di layar handphoneku dari nomor tak di kenal " Hi liz ini aku Alex, kamu sudah sampai rumah ? " jangan di tanya sesenang apa aku malam itu.
__ADS_1