
Di tengah pandangan penghuni indekost ku, aku menangis tersedu sedu. Perasaan aku campur aduk antara sakit hati, shock da. Juga malu karena menjadi tontonan seperti ini
Steven memeluk aku yang sedang menangis hebat. Dia mencoba menenangkan aku dan menyarankan aku untuk masuk ke kamar agar tidak menjadi tontonan orang orang.
Di dalam kamar aku masih terus menangis, apalagi melihat pesan pesan yang dikirim oleh alex yang berkata kasar.
Aku tidak menyangka, kisah cinta pertamaku berakhir tragis seperti ini dan manisnya masa pacaran hanya aku rasakan dalam beberapa hari saja.
Tapi di sisi lain aku bersyukur mengetahui sifat tempramental dan posesif alex di awal pacaran sebelum aku terlalu dalam mencintainya.
Steven memberikan aku segelas minum padaku. Pada saat aku mengambil gelas yang steven sodorkan, aku baru melihat luka di tangan dan wajah steven.
Rasanya terlalu egois jika hanya mementingkan kesedihanku sendiri, sedangkan steven yang tidak tau apa masalahnya malah ikut terseret dan luka karena masalahku.
Aku ambil kotak p3k di atas meja belajarku dsn menghampiri steven " Biar aku bersihkan luka kamu dulu steve " Dan aku langsung mengambil tangan steve yang penuh luka.
Aku mulai bersihkan luka di jari jarinya, terlihat beberapa luka mungkin karena balas memukul alex.
Sambil menangis aku bersihkan lukanya dan mengoleskan salep di tangan dan wajah steven. Steven tidak banyak bicara, dia hanya diam, memperhatikan aku yang mengoleskan salep di luka lukanya dan sesekali menenangkan aku yang masih menangis.
Alex masih mencoba untuk meneleponku tapi tidak aku angkat. Diapun masih mengirimkan pesan pesan bernada marah dan mengancam.
Aku tidak habis pikir kenapa alex bisa searogan itu, memukul orang yang tidak bersalah. Atau mungkin Tabiatnya sudah seperti itu tapi aku yang baru tau, entahlah.
Tapi aku rasa hubungan aku yang baru seumur jagung dengan alex akan berakhir sampai sini. Menyeramkan rasanya jika masih berhubungan dengan orang yang memiliki tempramen yang tinggi seperti alex.
" Kamu istirahat dulu saja liz, biar aku membelikan makanan untukmu, kamu mau makan apa? "
" Apa saja steve " Jawabku lemas
Mungkin karena capek menangis aku sampai tertidur. Dan sialnya di dalam mimpi pun kejadian tadi seperti di ulang kembali, benar benar mimpi buruk.
Mimpi itu seperti nyata, aku bisa merasakan tangan kasar alex yang coba menarik ku, ucapannya yang memakiku dan perkelahian alex dan steven
Aku pun terbangun dari mimpi buruk itu, dengan badan yang terhentak dan keringat yang mengucur di wajahku.
Steven dengan sigap menenangkan aku. Perlu beberapa menit untuk tersadar antara mimpi dan kenyataan. Ku lihat jam dinding di kamar, ternyata aku tidur selama 1 jam.
" Hei sudah bangun, makan dulu yuk " Ujar steven sambil membuka makanan yang ia beli untukku dan mengambilkan segelas air.
Aku mengambil makanan yang di sodorkan oleh steven " Kamu sudah makan? " Tanyaku
__ADS_1
" Sudah tadi sambil nunggu kamu bangun "
Sepanjang makan steven memperhatikan aku terus. Terlintas kembali kejadian tadi siang di pikiranku sehingga aku menangis kembali.
Steven mengambilkan tisu saat makanan aku ada yang jatuh dan mengambilkan minum pada saat aku ingin tersedak.
" Dari tadi handphone kamu berdering terus, sepertinya banyak telpon dan pesan masuk liz "
" Nanti aku cek, tadi aku lihat pesan terakhir dari alex, dia masih mengamuk di pesannya " Jawabku sambil menyuap sendok kedalam mulutku.
" Sudah lama sama alex? " Tanya steven ragu ragu
" Belum 2 minggu " Jawabku singkat.
Dan steven tidak menanyakan apa apa lagi tentang alex.
" Motormu kemana? "
" Sedang di bengkel, kata orang bengkel turun mesin " Jawabku.
Steven pun menawarkan untuk mengantar jemput aku selama 3 hari sampai motorku sudah selesai diperbaiki dan sampai dia yakin bahwa alex tidak akan berbuat seperti hari ini.
Biar saja asal dia tidak menggangu hidupku lagi. Cukup aku malu atas perbuatannya hari ini di indekost ku.
" Aku pulang dulu ya, kamu udah oke kan? " Tanya steven memastikan
" Udah steve, makasih banyak yaa untuk bantuannya dan maaf untuk kejadian tadi " Ujarku yang tidak berani menatap mata steven secara langsung karena malu
" Santai liz, besok kuliah jam berapa? Biar aku jemput "
" Yakin ga ngerepotin? "
" Iya santai, deket ini sama indekost ku "
" Aku kuliah pagi jam 9, kamu ada kelas jam berapa? "
" Aku jam 10 "
" Kami jadi berangkat lebih awal, aku naik ojek online saja tidak apa apa steve "
" Santai, besok aku jemput ya "
__ADS_1
Setelah steven pulang dari indekost ku, aku mengabari di group kejadian hari ini. Stefani dan kim sangat marah sekali dan tidak menyangka kalau alex bisa seperti itu.
" Gila si alex ga nyangka banget dia bisa begitu, liat saja kalo ketemu " Ucap stefani berang
" Terus kamu gimana kondisinya sekarang? " Tanya Kim khawatir
" Aku masih shock kim dan sejujurnya masih takut alex akan mendatangi aku lagi "
" Tenang saja liz, jika dia berani seperti itu lagi padamu, aku akan labrak dia sama teman teman cowokku " Ujar stefani mencoba menenangkan.
" Tidak usah stef, aku sudah benar benar tidak mau berurusan dengan alex lagi. Aku pun sudah minta putus "
" Iya ngapain juga pacaran sama orang yang tempramen begitu " Ujar kim
" Besok aku jemput ya stef, motor kamu masih di bengkel kan? " Tawar stefani
" Tidak usah stef, steven sudah menawarkan untuk menjemput aku selama 3 hari, ya selain takut alex akan kembali lagi ke indekost ku juga karena motorku masih di bengkel "
" Syukur kalo begitu, aku jadi lega. Setidaknya steven bisa ngejaga kamu sementara waktu "
" Aku juga tidak tau kalo hari ini tidak ada steven, apa jadinya aku "
" Jadi sekarang kamu sudah berbaikan dengan steven? " Tanya stefani.
" Aku tidak pernah berantem dengan steven kok, dulu sempat kesal saja "
" Terus sekarang sudah tidak kesal? " Tanya stefani
" Sudah tidak "
Ya bagaimana bisa kesal dengan steven yang hari ini begitu baik dan perhatian
" Aku istirahat duluan ya guys, capek banget hari ini "
Setelah berpamitan dengan kedua sahabatku aku pun mencoba untuk tidur tapi ada pesan baru masuk dari alex
" Besok pagi aku ke indekost mu ya sayang, maaf kalo hari ini aku marah marah seperti itu. Itu karena aku cemburu kamu di antarkan oleh laki laki lain "
Aneh, setelah seharian marah marah dan memaki maki aku, bisa bisanya dia mengirimkan pesan seolah dia lupa pesan pesan sebelumnya yang memaki aku
" Tidak usah, kita sudah putus. Tolong jangan bertemu lagi " Dan aku mematikan data cellular ku dan memejamkan mata.
__ADS_1