
" Aku sudah di depan kamarmu " Pesan masuk dari alex. Bergegas aku membuka pintu untuknya.
" Aku pikir ga jadi, kamu tidak ada kabar dari semalam " Ujarku dengan wajah cemberut.
" Maaf ya sayang, aku semalam sampai rumah langsung tidur, ngantuk banget sampai ga sempat ngabarin kamu, maaf ya sayang " Ujar alex sambil membelai rambutku. Aku memilih untuk percaya dan memaafkan alex.
Alex membawa aku ke perbukitan, kalo di kotaku ini bagian teratas. Di perbukitan banyak tanaman teh, tanaman stroberry dan sayur sayuran.
Udara semakin dingin, untung aku memakai jaket agak tebal sehingga udara dingin tidak terlalu menusuk kulit.
Jika dijalan kami menemukan tempat yang indah, kami berhenti dulu dan berfoto di sana.
Sepanjang perjalanan kami banyak mengobrol san bercanda gurau. Alex adalah tipe laki laki yang berwawasan luas, memiliki selera humor yang tinggi dan sangat perhatian. Beberapa kali dia bertanya padaku, apakah ia membawa motor terlalu kencang? Atau apakah aku kedinginan, dia selalu memastikan apakah aku nyaman dan senang dengan perjalanan ini
Akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Terpampang kebun teh luas dengan pemandangan indah dan matahari yang sangat cerah.
Kami menyusuri kebun teh dengan bergandengan tangan. Aku banyak mengabadikan moment ini dengan berfoto bersama.
Hari ini terasa indah, menghabiskan waktu dengan pacar dengan pemandangan yang indah, benar benar kombinasi yang sempurna.
Setelah mengelilingi kebun teh kami makan mie instan di cafetaria. Mie instan dan teh manis hangat membuat tubuh kami menjadi hangat kembali, setelah seharian kedinginan dengan udara luar.
" Kamu senang hari ini sayang? " Tanya alex sambil menyeruput teh hangatnya.
" Senang sekali, aku bisa mengambil foto dan seharian bersama kamu " Ujar ku sumringah
Di tengah kami mengobrol, ada telpon masuk di handphone alex. " Aku angkat telpon dulu ya " Dan alex pun pergi menjauh untuk mengangkat telpon.
Aku melihat sekeliling cafe, banyak pasangan muda mudi yang berkencan di area perkebunan teh ini.
Aku memikirkan, habis ini kira kira alex akan mengajakku kemana ya? Karena ini masih siang, jadi hari masih panjang.
Tidak lama alex datang ke meja kami " Maaf lama sayang, ini loh mama nelpon minta di antar ke supermarket untuk belanja bulanan karena supir kami tidak masuk hari ini "
__ADS_1
" Kita pulang sekarang tidak apa apa ya sayang " Lanjut alex sambil merapihkan barang barangnya untuk di masukan kedalam tas kecilnya.
Dan kamipun keluar dari area perkebunan menuju indekost ku. Rasanya sedikit agak kesal kencan hari ini harus selesai lebih awal.
Tapi disisi lain, alex kan mau mengantar ibunya, masa mau aku larang. Alex memacu motornya lebih cepat dari saat kami naik, mungkin karena ibunya menunggu.
Sesampainya di indekost ku, alex langsung pamit dan pergi meninggalkanku. Aku masuk kedalam kamar dengan tidak semangat. Meletakan tasku asal asalan dan merebahkan tubuhku di kasur.
Sore hari aku mendapat pesan dari stefani " Liz sedang apa? " Tanyanya.
" Aku sedang di indekost, kenapa stef? " lalu stefani meneleponku.
" Liz, kamu tidak jadi kencan dengan alex? " Tanyanya di awal telpon.
" Jadi, tapi sekarang aku sudah di indekost " Jawabku sambil bertanya tanya kenapa stefani tiba tiba menanyakan kencanku, sedangkan dari awal aku dekat dengan alex, dia seperti tidak bersemangat
" Alex bersamamu? "
" Tidak, dia sudah pulang karna ingin mengantarkan ibunya belanja bulanan "
Betapa terkejutnya aku, melihat foto alex bersama seorang wanita di mall. Dan aku yakin itu bukan ibunya karena selain cantik, dia terlihat seumuran dengan alex.
Stefani mengirimkan pesan, jika selama ini dia menyelidiki alex ke teman teman SMP nya, dan foto ini dikirimkan oleh teman SMP mereka.
Stefani pun mendapatkan informasi jika alex masih berpacaran dengan pacarnya yang dulu, tapi di foto yang stef kirimkan bukan foto pacarnya alex. Stefani pun tidak kenal dengan perempuan tersebut.
Aku menelepon alex beberapa kali tapi tidak diangkat. Mengirimkan pesan ke handphonenya tapi tidak si respon.
Pikiranku benar benar kalut setelah foto yang stefani kirimkan dan alex yang tidak bisa di hubungi.
Aku pun menelpon stefani, mengabarkan kondisiku saat ini.
" Stef sampai saat ini aku tidak bisa menghubungi alex, handphonenya aktif tapi telpon ku tidak diangkat "
__ADS_1
" Sudah aku duga, dia pasti tidak akan berani angkat telpon " Ujar stefani gemas.
" Aku harus gimana stef? "
" Kamu tenang dulu liz, kita tunggu sampai alex menghubungi kamu. Kamu coba tanyakan baik baik, oke " Ujar stefani coba menenangkan aku.
Berjam jam aku tunggu kabar dari alex sampai malam pun datang. Saat aku beranjak tidur, pesan masuk dari alex dan ia bilang batre handphonenya lowbat sehingga baru balas pesanku.
Tapi anehnya aku coba telpon masih tidak diangkat, ia bilang handphonenya sedang di charge sehingga dia tidak bisa mengangkat telpon aku.
Lalu aku mengirimkan foto yang tadi stefani kirimkan, dan bertanya siapa perempuan ini? Dan apa hubungan mereka
" Itu natalie liz, dia tetangga komplek aku. Jadi tadi pas belanja bulanan dengan mama, aku ketemu dengan natalie. Dia deket sama keluarga aku sayang, jadi sudah biasa nemenin mama belanja bulanan "
Agak aneh rasanya mendengar penjelasan dari alex karena aku ingat betul pada saat alex berpamitan ia bilang, ibunya minta di temani belanja. Jika memang sudah ada natalie, buat apa minta tolong alex lagi.
Tapi aku memutuskan untuk tidak membahasnya lebih dalam. Aku sudah yakin sekali alex berbohong, tapi kalau aku cecar alex pasti tidak akan mengaku.
Satu satunya cara aku harus menyusun strategi agar alex tidak bisa berkutik dan mengakui semuanya.
" By the way, siapa yang mengirimkan foto aku? "
" Ada temanku, kenapa memang? "
" Tidak hanya tanya saja, aku mandi dulu ya sayang "
Aku mulai mengumpulkan mengingat ingat kejanggalan apa saja yang alex lakukan. Dan setelah aku ingat ingat, kemarin lun setelah ia pulang dari indekost ku, dia tidak ada kabar sampai pagi.
Dan tidak hanya ini, ketika kami menonton di bioskop, dia seperti gelisah takut dilihat seseorang. Dari mulai memilih film yang tidak bagus sehingga kemungkinan studio pun tidak akan ramai, dan ia memilih kursi di paling belakang.
Aku baru tersadar sekarang, dari awal ia memang seperti tidak ingin orang lain tau tentang hubungan kami.
Dia tidak pernah mengenalkan aku dengan teman temannya dan tidak pernah memposting foto kami berdua.
__ADS_1
Semakin banyak kejanggalan yang aku temukan, semakin juga aku merasa di tipu dan marah.