
Hari ini adalah hari pertama bagi Zetta menjadi siswi SMA yang cukup terkenal di Jakarta yaitu SMA Sunshine. Dia diantar oleh Zeno kakaknya dikarenakan Zetta belum diizinkan untuk mengendarai mobil sendiri. Mobil berhenti di depan gerbang sekolah "kak gue masuk dulu ya, nanti jemput gue kan"kata Zetta saat sudah sampai di sekolah "iya nanti kakak jemput udah masuk sana"kata Zeno menyuruh Zetta untuk masuk ke dalam sekolah "iya, hati-hati dijalan ya kak"kata Zetta melambaikan tangan pada Zeno. "Pagi Zetta, dianter sama kakak Lo ya"sapa Clarisa begitu melihat Zetta mendekat "pagi juga bestie gue, iya gue dianter sama kak Zeno"kata Zetta tersenyum melihat Clarisa "udah yuk kita masuk"ajak Clarisa mengandeng tangan Zetta lalu masuk ke dalam sekolah. SMA SUNSHINE memiliki gedung yang sangat besar dan luas juga memiliki lokasi yang strategis. Mereka berdua berjalan menuju ke aula sekolah untuk melihat pembagian kelas apakah mereka berdua nanti satu kelas apa tidak. Di aula sekolah sudah ramai murid yang datang untuk melihat mereka akan masuk ke kelas mana. Zetta dan Clarisa mendorong orang yang ada di depan mereka karena menghalangi papan pengumuman "woy santai dong nggak usah dorong gitu juga kali"kata orang yang didorong oleh Zetta dan Clarisa "iya sorry, makanya jangan nutupi papan pengumuman"kata Zetta dengan judes *Astaga dia judes banget sih jangan sampai gue sekelas sama dia*batin orang itu yang berharap tidak satu kelas dengan Zetta. "Yeah, kita satu kelas Ze"kata Clarisa senang bisa satu kelas dengan Zetta "iya Ris, gue juga seneng kita bisa satu kelas lagi"kata Zetta juga senang bisa satu kelas dengan Clarisa "kita pergi ke kelas yuk"kata Clarisa mengajak Zetta untuk pergi ke kelas baru mereka "oke, kita kesana sekarang. Gue penasaran sama kelas kita"kata Zetta setuju dengan ajakan Clarisa. "Oh iya Ze,Lo ngerasa ada yang aneh nggak sih sama sekolah ini. Gue ngerasa ada yang aneh dari gue masuk tadi"kata Clarisa menanyakan apa Zetta juga merasa ada yang aneh dari sekolah "iya sih, tadi aja gue sempet ngelihat ada hantu sebelum kita sampai ke aula"kata Zetta yang juga merasakan keanehan dengan sekolah "nah tu kan Lo lihat ada penampakan disini. Jangan-jangan sekolah ini berhantu lagi Ze, gimana dong gue jadi takut ni"kata Clarisa sedikit ketakutan "ya mungkin, udahlah nggak usah dipikirin Ris santai aja"kata Zetta dengan santai. "Ya nggak bisa gitu dong Ze, Lo kan nggak takut sama hantu lah gue Lo kan tahu sendiri"kata Clarisa tidak setuju dengan Zetta "yah Ris Lo mah, udahlah nggak usah dibahas lagi. Ayo kita ke kelas sekarang"kata Zetta tidak mau membahas tentang hantu lagi "oke deh, kita ke kelas sekarang"kata Clarisa kemudian mereka pergi dari aula lalu menuju ke kelas baru mereka. Saat menuju ke kelas mereka melihat ada penampakan di sekitar mereka "tu kan Ze, banyak penampakan disini. Apa lagi yang disana nakutin banget"kata Clarisa berbisik kepada Zetta dengan sedikit takut "udahlah Ris kita pura-pura nggak lihat aja"kata Zetta meminta Clarisa untuk pura-pura tidak melihat Clarisa hanya mengangguk. Tiba-tiba ada menabrak Clarisa dari belakang "Ze jangan-jangan itu hantu lagi"kata Clarisa takut jika yang menabraknya hantu "bukan coba lihat dibelakang Lo itu manusia"kata Zetta menyuruh Clarisa melihat ke belakang "eh sorry ya gue nggak sengaja tadi nabrak Lo"kata orang itu meminta maaf kepada Clarisa "Lo kalo jalan lihat-lihat dong, jadi nabrak gue kan"kata Clarisa kesal dengan orang itu "udahlah Ris, dia udah minta maaf juga. Lain kali hati-hati ya"kata Zetta melihat Clarisa yang kesal "iya sekali lagi gue minta maaf ya"kata orang itu yang meminta maaf lagi pada Clarisa "iya, gue maafin"kata Clarisa memaafkan orang itu "eh iya btw nama Lo siapa terus kelas Lo dimana"tanya Zetta pada orang itu "oh ya, nama gue Natta Shafira Swastika panggil aja Natta. Gue kelas X IPS2, kalo kalian"kata Natta memperkenalkan dirinya pada Zetta dan Clarisa "gue Arzetta Cassandra Alexia panggil aja Zetta, kita satu kelas"kata Zetta memperkenalkan dirinya dan ternyata mereka satu kelas "kalo gue Clarisa Ashana Aurora panggil aja Clarisa atau Risa, kita bakalan satu kelas nih"kata Clarisa memperkenalkan dirinya. "Ya udah Lo bareng kita berdua aja kita kan satu kelas"kata Zetta mengajak Natta untuk pergi dengannya dan Clarisa "okelah, daripada gue cuma sendirian"kata Natta mau ikut bersama Zetta dan Clarisa "yaudah, kita jalan yuk"kata Zetta mengajak Natta dan Clarisa untuk segera menuju ke kelas. *Kenapa ya, dari gue masuk sampai disini ada aja hantu yang gue lihat. Ada apa sih sama sekolah ini*batin Natta yang melihat hantu dari dia masuk "Lo kenapa Nat, kok bengong gitu sih"kata Zetta melihat Natta yang melamun "oh enggak ada apa-apa kok Ze, gue cuma kagum aja sama sekolah ini"kata Natta berbohong kepada Zetta "oh, gue kira ada apa. Emang sih bagus juga sekolah ini"kata Zetta menganggukkan kepalanya. "Bagus apaan orang banyak hantunya gini dibilang bagus yang ada serem tau"kata Clarisa keceplosan mengatakan bahwa sekolah banyak hantunya "Lo apa-apaan sih Ris, kok Lo bilang-bilang sih"kata Zetta mendorong bahu Clarisa karena kesal "sorry, gue keceplosan Ze"kata Clarisa menyadari bahwa dia salah ngomong "wait, Lo bilang apa hantu, jadi kalian juga bisa melihat makhluk tak kasat mata"kata Natta sedikit terkejut mendengar perkataan Clarisa "iya Nat, Lo bisa lihat juga"kata Zetta juga terkejut mengetahui Natta bisa melihat hantu juga. "Iya, wah gue nggak nyangka banget. Akhirnya gue bisa dapet temen yang sama kayak gue"kata Natta tersenyum senang karena mendapatkan teman yang memiliki kemampuan yang sama dengannya "iya, gue juga nggak nyangka bisa ketemu sama Lo yang memiliki kemampuan yang sama seperti kita. Jadi nambah deh temen gue"kata Zetta juga tersenyum. Letak kelas mereka berada di lantai 2 sebelah selatan mereka berhenti tepat di depan kelas X IPS 2 "ini kan kelas kita"kata Clarisa membaca tulisan kelas X IPS 2 "iya Ris, kita masuk yuk"kata Zetta mengajak Natta dan Clarisa untuk masuk ke dalam kelas baru mereka. Di dalam kelas sudah ada beberapa murid yang sudah datang "kita duduk di sana aja Ze"kata Clarisa menunjuk ke arah meja barisan tengah nomor 3 "oke, kita duduk di sana"kata Zetta setuju dengan tempat yang ditunjuk oleh Clarisa. Natta mengikuti mereka dari belakang karena ingin duduk di belakang meja Zetta dan Clarisa namun di meja belakang sudah ada satu orang yang menempati "sorry, gue boleh duduk di sebelah Lo nggak"kata Natta meminta izin kepada orang itu "oh boleh kok, duduk aja"kata orang itu memperbolehkan Natta duduk di sebelahnya. "Oh iya nama Lo siapa"tanya Natta setelah duduk "gue Gretha Asyara Davindra panggil aja Gretha atau bisa panggil gue Ara, kalo nama Lo siapa"kata Gretha tersenyum ramah kepada Natta "gue Natta Shafira Swastika panggil aja Natta, salam kenal ya Gretha"kata Natta juga tersenyum ramah kepada Gretha . "Kalian bertiga kok bisa barengan sih, apa kalian teman lama"tanya Gretha saat melihat mereka bertiga tadi datang bersamaan "oh, nggak kok gue juga baru kenal sama mereka berdua. Kalo mereka berdua itu emang teman lama"kata Natta menjawab pertanyaan Gretha "wah kalian udah akrab aja"kata Clarisa menengok ke belakang "namanya juga cari teman baru Ris"kata Natta tersenyum "oh iya, kenalin nama gue Clarisa Ashana Aurora panggil aja Clarisa atau Risa, kalo nama Lo siapa"kata Clarisa memperkenalkan dirinya pada Gretha. "Gue Gretha Asyara Davindra panggil aja Gretha atau bisa juga Ara"kata Gretha memperkenalkan diri pada Clarisa "oh ya salken ya Gretha"kata Clarisa tersenyum ramah kepada Gretha "Ze, Lo nggak mau kenalan sama dia"kata Clarisa menyenggol bahu Zetta yang sedari tadi menatap ke depan "oh iya, nama gue Arzetta Cassandra Alexia panggil aja Zetta, nama Lo siapa tadi sorry gue nggak denger"kata Zetta tersenyum "Gue Gretha Asyara Davindra panggil aja Gretha atau bisa juga Ara"kata Gretha memperkenalkan dirinya pada Zetta. "Lo lihat apa sih Ze, perasaan dari tadi Lo lihat ke arah depan mulu sampai ada orang ngomong nggak di dengerin"kata Clarisa penasaran kenapa Zetta menatap ke arah depan "oh, nggak papa kok Ris"kata Zetta berbohong kepada Clarisa *pasti Zetta lihat hantu tapi dia nggak enak ngomongnya karena ada Gretha*batin Clarisa yang mengetahui bahwa Zetta berbohong. Mereka berempat pun berbincang-bincang sembari menunggu bel masuk berbunyi. Bel pun berbunyi tanpa menunggu lama mereka semua langsung menuju ke lapangan upacara. Untuk siswa siswi baru atau kelas X berada di barisan sebelah timur, kelas XI berada di barisan sebelah barat dan untuk kelas XII berada di barisan sebelah Utara. Zetta, Clarisa, Natta, dan Gretha menuju ke arah barisan kelas mereka di sebelah timur. Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 saatnya untuk memulai upacara di hari Senin ini yang cerah dan lumayan terik. Semua murid mengikuti upacara dengan keadaan yang cukup tenang tidak ada yang bersuara sama sekali dan juga tidak ada yang pingsan meskipun cuacanya yang cukup panas. Kemudian kepada sekolah memberikan sambutan kepada para muridnya "selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar kalian"kata kepala sekolah memulai pembicaraan "pagi juga pak, baik pak"jawab semua murid serentak "selamat untuk kalian semua kelas XI juga kelas XII karena kalian akan memasuki kelas baru. Dan juga selamat datang untuk anak-anak kelas X yang hari ini resmi menjadi siswa dan siswi SMA, khusus untuk kalian jangan ada yang meninggalkan lapangan upacara setelah upacara selesai karena kalian akan mendapatkan pengarahan tentang mos dari kakak OSIS. Sekian pengumuman yang dapat saya sampaikan"kata kepala sekolah memberikan pengumuman. Setelah kepala sekolah menyampaikan pengumuman upacara telah selesai dilaksanakan semua murid kelas XI dan XII meninggalkan lapangan upacara untuk memulai pembelajaran mereka. Kini tinggal kelas X yang berbeda di lapangan upacara sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Para OSIS memasuki lapangan upacara "selamat pagi adik-adik, kami dari OSIS ingin menyampaikan tentang MOS kalian"kata ketua OSIS membuka pembicaraan "pagi juga kak"jawab semua murid serentak "oke, sebelumnya perkenalkan nama saya Daniel Elvano Alfarezi biasa di panggil Daniel. Saya adalah ketua OSIS, saya perwakilan dari OSIS ingin menyampaikan tentang MOS kalian yang akan di mulai besok pagi. Kalian akan melaksanakan MOS selama tiga hari, perhatikan apa yang harus kalian bawa besok pagi jangan sampai ada yang terlewat"kata Daniel kepada seluruh murid kelas X kemudian Daniel menyampaikan apa yang harus dibawa oleh mereka besok pagi hari pertama MOS. "Apa kalian sudah mengerti, saya harap kalian membawa apa yang saya sampaikan tadi"kata Daniel mengakhiri pengumuman "siap kak"jawab semua murid serentak "Ze, ketua OSIS ganteng juga ya"kata Clarisa melihat ke arah Daniel "Astaga Ris, ada-ada aja Lo. Jangan lihat tampangnya doang siapa tahu dia orangnya galak, judes, dingin, terus cuek lagi"kata Zetta yang tidak habis pikir dengan kelakuan temannya "Lo jangan sok tau deh Ze, kelihatannya dia itu nggak kayak yang Lo omongin"kata Clarisa tidak percaya apa yang dikatakan oleh Zetta "udah-udah, jangan pada ribut kita dengerin kakak OSIS dulu"kata Natta menyuruh Zetta dan Clarisa untuk diam. "Sekian dari kami yang dapat kami sampaikan, kalo ada salah kata saya mohon maaf. Dan sampai bertemu besok pagi, sekarang silahkan kalian kembali ke kelas"kata Daniel mengakhiri pengumuman dan menyuruh mereka untuk kembali ke kelas. Kemudian mereka pun bubar dan menuju ke kelas masing-masing "Ze, temenin gue ke toilet sebentar yuk"kata Clarisa meminta Zetta untuk menemaninya ke toilet "astaga Risa, yaudah ayo. Kalian berdua duluan ke kelas aja"kata Zetta menyuruh Natta dan Gretha untuk ke kelas duluan "oke, jangan lama-lama ya"kata Gretha dan Natta. Gretha dan Natta langsung pergi ke kelas duluan sedang Zetta menemani Clarisa untuk pergi ke toilet