
Setelah mendengarkan kabar dari Zeno orang tua mereka segera pulang ke rumah cukup panik dan khawatir dengan kondisi Zetta seperti apa setelah tahu apa yang terjadi dengan Zetta. Sementara di kamarnya Zetta sedang bersama dengan kakaknya yang setia menunggunya meskipun sekarang Zetta sudah tidur pulas karena kelelahan dan kehabisan tenaga.
Karena sangat panik orang tua Zetta tanpa mengetuk pintu langsung saja masuk untuk melihat kondisi putri mereka dan melihat Zetta yang sedang tertidur dengan Zeno yang berada di sebelahnya.
"Zen, bagaimana dengan kondisi adik kamu tidak apa-apa kan apa perlu kita bawa ke RS" ucap Gina dengan panik.
"tidak perlu ma, biarkan saja dia istirahat sebentar untuk memulihkan kembali tenaganya. lagipula tidak ada obat untuk kondisi Zetta yang sekarang" jawab Zeno tanpa beralih dari Zetta.
"tapi lihat muka dan tangan adikmu sangat pucat sekali, mungkin bisa mendapatkan pemeriksaan dari dokter takutnya adik kamu sebelumnya sudah sakit tapi tidak mau bilang sama kamu. mama tidak mau Zetta kenapa-kenapa" Gina melihat wajah dan tangan Zetta.
"iya Zen papa juga tidak mau ada apa-apa dengan adikmu, kamu lupa apa yang pernah terjadi dengan Zetta dulu papa hanya tidak mau itu terjadi lagi" Arga yang juga sangat khawatir.
"tidak usah ma pa, Zetta hanya butuh istirahat saja nanti juga kondisinya akan membaik tidak usah diingatkan Zeno masih sangat ingat. tapi sekarang sudah ada yang menjaga Zetta selain Zeno" Zeno beralih menatap ke dua orang tuanya.
"apa maksudnya, apa Zetta memiliki teman yang bisa menjaganya tapi siapa" Gina cukup penasaran.
"ya adalah ma, sudah lah kita biarkan Zetta istirahat dulu sekarang kita keluar saja" Zeno ingin memberikan ruang untuk Zetta.
Namun sebelum Zeno beranjak dari ranjang Zetta mulai membuka matanya perlahan dan melihat satu persatu keluarganya yang berada di kamarnya.
"kakak, mau pergi kemana jangan tinggalin gue sendirian" ucap Zetta lemah.
"kakak nggak akan kemana-mana Ze, istirahat aja ya" Zeno tersenyum mengusap perlahan rambut adiknya.
"sayang, kamu tidak apa-apa kan apa yang kamu rasakan apa perlu mama buatkan bubur kesukaan kamu" Gina mendekati Zetta.
"kenapa mama sama papa ada di rumah kalian tidak sibuk, tumbenan udah pulang" ucap Zetta menatap orang tuanya.
"mama sama papa khawatir sama kamu sayang kakak kamu bilang sesuatu terjadi sama kamu, jadi mama sama papa segera pulang untuk melihat kondisi kamu seperti apa" Gina mengusap rambut anaknya.
"iya Ze, mama kamu sampai minta papa buat buru-buru pulang setelah mendengarkan kabar dari kakak kamu" Arga mendekati putrinya.
"Zetta nggak apa-apa ma pa, ini cuma butuh istirahat aja nanti juga sembuh sendiri. mama sama papa tidak perlu khawatir sama Zetta" Zetta tersenyum pahit.
"sampai lupa siapa yang bawa kamu pulang ke rumah katanya kakak kamu tidak tau sebelum sampai di rumah" Gina menyadari sesuatu.
"kakak kelas Zetta ma, dia yang udah antar Zetta pulang ke rumah tadi juga sempat mampir sebentar terus pulang" jawab Zetta.
"baik sekali dia sampai mau mengantarkan kamu pulang ke rumah, perempuan apa laki-laki sayang" Gina tersenyum manis.
"cowok ma dia yang Zeno bilang ada yang jagain Zetta selain Zeno apalagi dia selama ini yang Zetta cari, iya kan" Zeno yang menjawabnya.
__ADS_1
"ehm, hayoh kamu udah dapet cowok baru ya aduh anak mama cepet sekali ya" Gina menggoda anaknya.
"apaan sih ma, cuman kakak kelas aja kok nggak lebih lagian dia juga orangnya nggak kayak kak Zeno beda banget jauh" jawab Zetta kesal.
"tapi, masih gantengan dia kan pasti daripada kakak kamu iya kan secara kakak kamu itu nggak ada yang mau" Gina masih saja menggoda putrinya.
"ma, kok gitu sih banyak yang mau sama Zeno cuma Zeno aja yang nggak mau. masih gantengan kakak iya kan Ze" Zeno menatap adiknya.
"ehm, iya lah kakakku itu paling tampan seluruh dunia nggak ada yang bisa menyaingi kakak deh. artis papan atas aja kalah sama kakak" Zetta sengaja memuji kakaknya.
"tuh denger kan ma, Zetta masih milih Zeno" Zeno tersenyum sombong.
"kamu ini ya baru aja di puji sebentar udah melayang deh, Zetta bilang seperti itu karena dia adik kamu jadi tidak enak kalo jujur sama kamu" Gina geleng-geleng kepala melihat putra sulungnya.
"udah lah kak ma, tidak perlu diributkan nggak penting sekarang Zetta cuma mau istirahat" Zetta tersenyum sekilas.
"tapi mama buatkan bubur untuk kamu ya biar kamu lebih membaik ya sayang, biar lebih tenang tubuh kamu" Gina membujuk putrinya.
Zetta hanya mengangguk lemah tidak ada tenaga lagi untuk berbicara dengan ibunya meskipun sebenarnya Zetta juga sangat senang karena ibunya perhatian dengannya lagi.
Dengan senang hati Gina keluar dari kamar Zetta untuk segera membuatkan bubur kesukaan Zetta sudah lama juga tidak memasakkan untuk Zetta karena kesibukannya.
"sambil nunggu tidur lagi aja Ze, biar Lo nggak pusing atau gimana" Zeno menatap adiknya lembut.
Saat Zetta tertidur Zeno dan Arga masih setia di samping Zetta mereka sama-sama tidak mau meninggalkan Zetta sendirian agar jika terjadi apa-apa mereka bisa segera tahu.
...****************...
Di tempat lain kondisi serupa juga terjadi dengan Natta tepatnya di rumah Natta keluarganya juga sangat khawatir dengan kondisinya yang sangat lemah dan sangat pucat.
Mereka semua berada di kamar Natta menunggunya untuk sadar kembali setelah tadi sempat pingsan lagi di dalam perjalanan pulang.
"Shafa, kenapa adik mu belum juga sadar apa perlu kita bawa ke RS mama takut dia kenapa-kenapa lagi" ucap Syafira risau dengan putrinya.
"aku juga nggak tahu ma, kita lihat saja dulu mungkin sebentar lagi dia sadar aku juga takut terjadi apa-apa sama dia. aku tidak mau dia kenapa-kenapa" Shafa juga risau dengan kondisi adiknya.
"papa juga sama, semoga saja dia tidak apa-apa" ucap Nando singkat.
Tidak lama setelahnya Natta pun tersadar dari pingsannya dan mulai membuka matanya melihat sekeliling ada keluarganya yang berkumpul di kamarnya pemandangan yang sangat jarang sekali terjadi.
"Nat, kamu tidak apa-apa kan ada apa dengan kamu sampai kamu seperti ini sekarang cerita sama mama" Syafira langsung mendekati putrinya.
__ADS_1
"aku tidak apa-apa ma, hanya pusing sedikit saja, aku harus pastikan kondisi teman-teman ku baik-baik saja dimana hp ku" Natta melihat dimana hpnya.
"dek, nanti saja ya teman-teman kamu pasti tidak apa-apa kok ya fokus saja sama dirimu sendiri" Shafa mengambil hp Natta.
"iya Nat, mereka pasti baik-baik saja tidak usah memikirkan mereka yang penting kamu sehat dulu kamu pasti belum makan ya mau mama masakin apa" tanya Syafira lembut.
"tidak usah ma, bibi pasti sudah memasak untuk aku" ucap Natta singkat.
"kebetulan bibi belum selesai masak jadi mama bisa buatkan sesuatu untuk kamu, bilang saja kamu mau apa" ucap Syafira.
"terserah mama saja lah, apapun yang mama masak sama saja" ucap Natta singkat.
"sudah ya tunggu sebentar, kamu sama kakak kamu dulu biar mama sama papa yang masak untuk kamu" Syafira dan Nando segera ke dapur untuk masak makanan untuk Natta.
"dek, ada apa coba ceritakan sama kakak apa yang terjadi sama kalian tadi" tanya Shafa begitu orang tua mereka keluar.
"tadi ada sebuah insiden di tempat kami MOS kak, itu cukup bahaya untuk kami semua sampai salah satu temanku ada yang terluka sangat parah", jawab Natta.
"kok bisa sih ada apa coba ceritakan yang lengkap biar kakak bisa tahu apa ya terjadi sebenarnya" tanya Shafa mendekat.
"jadi sebenernya gini kak" Natta menjelaskannya apa yang terjadi pada mereka tadi secara lengkap dengan kakaknya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.
"ya ampun dek, kok bisa seperti itu sih kakak kan sudah bilang jangan berurusan sama hantu lagi kenapa kamu tidak mendengarkan apa kata kakak" Shafa agak marah.
"ehm, maaf kak aku nggak bisa diam aja ini masalah serius sekali jadi aku harus bantuin mereka lagian ini juga untuk keselamatan bersama kak jadi udah biasa" Natta berbicara serendah mungkin.
"hah, dasar kamu ya tapi kakak benar-tidaknya banga sekali sama kamu karena kamu sudah berani seperti itu kalo kakak pasti sudah pingsan deh" Shafa mengusap rambut adiknya.
"hehehe, biasa aja kakak eh iya kak nggak apa-apa nih kalo kakak pulang bukanya kakak sangat sibuk ya" Natta menyindir kakaknya.
"udah deh nggak usah nyindir kakak, bagi kakak kamu itu yang paling penting masalah pekerjaan bisa di selesaikan nanti. kakak itu sangat sayang sekali sama kamu maaf ya kakak tidak bisa selalu ada buat kamu", Shafa menatap adiknya melas.
"udah kak, nggak apa-apa kok udah ya nggak usah gitu jelek deh nanti. aku tahu kok kakak pasti sibuk banget sampai nggak ada waktu sama sekali buat aku" Natta tersenyum.
"kamu memang adik kakak yang paling baik dan pengertian lain kali kakak akan lebih perhatian sama kamu ya, kalo ada apa-apa cerita sama kakak oke" Shafa mengusap rambut adiknya.
"iya kak siap deh" Natta memberikan hormat pada kakaknya.
"kak, mau minum tapi aku mau turun bantuin aku ya" Natta menatap kakaknya.
"iya udah ayo, sekalian makan bareng udah lama kan" Shafa tersenyum.
__ADS_1
Shafa membantu adiknya turun dari ranjang dengan memapahnya lalu segera menuju ke ruang makan untuk makan siang bersama yang sangat jarang sekali terjadi bahan bisa dihitung beberapa kali saja.