SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY
CHAPTER 19 MOS HARI KE 3


__ADS_3

Tak terasa tiga hari telah berlalu setelah kejadian yang cukup mengerikan waktu itu kini saatnya bagi kelas X untuk memulai MOS di hari terakhir mereka yang tentunya sangat berharap tidak terjadi kejadian yang membuat mereka semua ketakutan bahkan sampai sakit.


Hari ini Zetta, Clarisa, Natta, dan Gretha berangkat bersamaan karena merasa harus saling melindungi dahulu apalagi kondisi Zetta yang belum sepenuhnya pulih meskipun sudah berisitirahat cukup lama.


Mereka berempat serempak turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam sekolah bersiap-siap untuk MOS terakhir mereka ini dengan harapan bisa berjalan dengan baik dan tanpa gangguan apapun.


"Ze, muka Lo masih pucet banget loh yakin nih nggak mau di UKS aja nantinya pingsan lagi" Natta memastikan kondisi Zetta.


"gue nggak papa Nat nggak usah lebay ah, gue nggak pernah pingsan tahu tanya aja sama Risa" Zetta menatap Clarisa.


"iya santai aja kuy Zetta itu kuat kek kuda liar, hahahaha" Clarisa agak tertawa.


"hahahaha, bisa aja sih Lo Ris dikata apa temen kita ini" Gretha ikut tertawa.


Sementara Zetta hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan temannya yang selalu saja tidak masuk akal dan konyol.


Ketika mereka sedang berjalan menuju ke kelasnya datanglah Daniel Xavier Cakra dan Dylan menghampiri Zetta dkk dengan raut wajah yang berbeda-beda.


"Ze gimana kondisi Lo udah baikan" tanya Xavier dan Daniel bersamaan.


"waduh kompak sekali kalian ini, hahaha" Cakra tersenyum.


"saya udah nggak apa-apa kok kak, udah mendingan lagian udah biasa juga kan" jawab Zetta tersenyum.


"tapi muka Lo masih pucet Ze beneran nggak apa-apa, nanti kalo nggak kuat gimana" Daniel melihat wajah Zetta.


"kalo Zetta nggak kuat alias pingsan kan ada kak Daniel ya nggak tuh Ze" Clarisa menggoda temannya.


"apa sih Ris nggak lucu Lo, ehm nggak papa kok kak daripada dirumah aja mending ke sekolah" sekali lagi Zetta tersenyum.


"kalo ada apa-apa nanti ke UKS aja biar bisa istirahat atau kalo mau pulang bisa gue anterin" Daniel menatap Zetta.


*dia kenapa sih peduli kali sama gue, eh apa gara-gara kakak gue ya atau ahhh udah deh pusing*batin Zetta agak bingung.


"Ze kok diam aja sih, tuh jawab kak Daniel udah di liat dari tadi juga" Clarisa menepuk pundak Zetta.


"eh iya kak, nggak usah repot-repot saya kuat kok lagian ada teman-teman saya juga kakak tidak usah khawatir dengan saya" Zetta tersadar dari lamunannya.


"baiklah, Lo emang kuat Ze. kalo gitu kita duluan nanti jam 7 langsung ke aula jangan mangkir ya" Daniel menatap mereka satu persatu.


"siap kak" jawab Zetta dkk.


Daniel dan yang lainnya pergi ke ruangan OSIS setelah memastikan kondisi Zetta dkk yang baik-baik saja setelah kejadian 4 hari yang lalu kemudian Zetta dkk juga lanjut jalan ke kelas mereka.


"aduh Ze melting gue kalo jadi Lo di perhatikan sama kak Daniel yang mukanya datar dan dingin itu. mimpi apa dah Lo Ze beruntung banget sih loh apalagi dia yang Lo cari-cari selama ini" Clarisa menyenggol lengan Zetta.

__ADS_1


"hah, diam deh Ris gue nggak mau bahas itu ada sesuatu yang masih gue nggak ngerti soal ini dan satu-satunya cara hanya tanya sama nenek gue. apa sebenarnya yang terjadi dan kenapa juga harus dengan cara seperti itu" Zetta merasa ada yang perlu di jelaskan lagi.


"ya udah gini aja tanya sama nenek Lo aja Ze, biar jelas semuanya dan Lo nggak uring-uringan kek gini yang ada kita jadi korbannya" ucap Natta.


"itu juga yang gue pikirin teman-teman, jangan bikin keributan apapun ya meksipun ada yang cari masalah sama kita. gue nggak mau kalo kita kena marah sama OSIS" ucap Zetta ketika mereka sudah sampai di depan kelas.


"siap tuan putri, kami akan menuruti perintah tuan putri" Clarisa Natta dan Gretha memberikan hormat pada Zetta layaknya seorang tuan putri sungguhan.


"kalian itu lebay banget sih, nggak enak tahu di liat sama orang lain dikirain gue sok bosy lagi" Zetta berdecak kesal.


"hehehe, maaf deh Ze" mereka bertiga hanya tersenyum.


Mereka berempat duduk manis menunggu jam 7 yang hanya tinggal 15 menit lagi memikirkan apa sekiranya yang akan mereka lakukan di MOS di hari terakhir ini.


"gue lihat ada sesuatu deh tadi lewat gitu tapi apa yang bau amis banget lagi Ze, apa ada hantu lagi ya, sekolah apaan sih ini" Clarisa bergidik ketakutan.


"gue juga lihat Ris, udah lah lihat aja nanti kek gimana. kan ini rencananya sebenarnya kan mau camping di sekolah tapi kan nggak jadi, tunggu aja para OSIS" saut Zetta acuh.


"semoga aja nggak aneh-aneh deh, gue males tahu kalo ada something lagi. enakan juga nyanyi-nyanyi ya nggak terus nanti Zetta yang nyanyi" Clarisa melirik Zetta.


"eh emang Zetta bisa nyanyi kah, wah bagus nggak suaranya penasaran deh gue kan Zetta kalo biasa ngomongnya agak gimana gitu ya" ucap Natta antusias.


"wih bagus banget loh kek artis papan atas tahu suaranya dengerin aja nanti deh, itu sih kalo nyanyi ya hehehe" Clarisa berkata sungguh-sungguh.


"yah kecewa dong kalo enggak, eh tapi kan masih ada lain kesempatan kan ya" Natta tersenyum.


"jadi yang bener yang mana nih, eh udahlah di buktikan saja kalo ada kesempatan mau kan Ze" Natta penuh harap.


"iya, tapi jangan nyesel ya kalo suara gue kek kaleng rombeng" Zetta terpaksa setuju.


"nah gitu baru bagus, eh gue kebelet nih anterin ke toilet ya mau kan" Clarisa melirik ketiga sahabatnya.


"manja Lo sendiri kan bisa jangan penakut jadi orang masih pagi juga nggak ada apa-apa Ris" Gretha menggerutu.


"udah ayo Risa itu penakut jadi harap maklum daripada beser disini kan gawat" ucap Zetta yang sangat tahu tingkah laku sahabatnya itu.


"ya ya ya, baiklah" pasrah Natta dan Gretha.


akhirnya mereka pun pergi berempat ke kamar mandi alias toilet sekolah ya meskipun hanya beberapa langkah saja emang dasar si Clarisa yang sangat penakut jadi merepotkan teman-temannya.


"kalian tunggu dulu ya nggak akan lama kok" Clarisa buru-buru masuk toilet.


"wah, dia emang kebelet banget dah sampai lari gitu" Natta geleng-geleng kepala.


"ya harap maklum kawan dia emang seperti itu gue udah hapal sama dia" ucap Zetta santai.

__ADS_1


Ketika sedang santai tiba-tiba ada beberapa siswi yang menghampar mereka bertiga entah kenapa perasaan Zetta mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu hari ini.


"eh lo gara-gara lo tahu nggak kita jadi tersesat di hutan" marah siswi itu yang bernama Gista.


Zetta hanya menaikan sebelah alisnya bertanda tidak mengerti dengan perkataan siswi itu padanya.


"Lo kan yang udah bikin kita jadi tersesat gara-gara ucapan Lo itu hah" temannya menimpali.


"iya apa yang udah Lo lakukan sama kita hah" satu lagi ikut-ikutan.


"astaga kalian ini apa pula menyalahkan orang lain jelas-jelas itu salah kalian sendiri loh, gue kan hanya mengingatkan saja tapi kalian yang tidak mau mendengarkan. so jangan salahkan gue apa yang terjadi dengan kalian" Zetta menghembuskan nafas kesal.


"kalian itu aneh sekali ya, udah salah sendiri pake acara menyalahkan orang lain sadar woy sadar" bentak Gretha.


"kalian itu emang nggak punya otak ya kalo bicara nggak mikir dulu, gue kasih tau kalo itu semuanya salah kalian sendiri paham!" Natta agak berteriak.


"berani Lo ya sama gue sini Lo, belom tahu gue siap hah" Gista mendekati Natta.


"CK, apa peduli gue siapapun Lo nggak penting so gue harus takut gitu enggak ya" Natta menatap tajam.


Gista hendak mendorong Natta namun justru tangan dia yang di pelintir oleh Natta dengan senyum smriknya.


"jangan cari masalah sama gue, asal Lo tau gue itu jago beladiri nona" Natta melepaskan tangan Gista.


"sialan Lo, lihat aja ya nanti tunggu pembalasan gue" Gista memegang tangannya yang sakit dengan marah lalu segera pergi.


"Natta gue udah bilang nggak usah cari masalah Lo tahu dia akan jadi musuh kita, dan dia akan terus ganggu kita terutama Lo" ucap Zetta datar.


"sorry, Ze gue nggak ada niatan kok tadi nggak sengaja soalnya gue" belum selesai berbicara Zetta sudah memotongnya.


"udah nggak papa udah terjadi, gue juga nggak terlalu perduli dengan itu. gue udah biasa kek gini tapi lihat aja gue nggak akan diam kalo mereka udah keterlaluan" Zetta tersenyum smrik membuat Natta dan Gretha agak ngeri.


"ehm, iya Ze gue nggak ada maksud apapun kok hehehe" Natta tersenyum.


Clarisa keluar dari toilet menatap bingung teman-temannya yang langsung disadari oleh mereka bertiga.


"nggak ada apa-apa Ris, udah jam nih ayo ke aula sekarang".Zetta tidak mau menjelaskan pada Clarisa yang ada malah tambah panjang.


Mereka berempat serempak berjalan menuju ke aula sekolah karena sudah jam 7 dan bel yang berbeda sudah berbunyi jadi mereka tidak mau menunda-nunda takutnya akan kena marah para OSIS nanti.


Mereka cukup penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan di MOS mereka di hari terakhir ini sebelum mulai pelajaran pertama mereka sebagai siswa siswi SMA.


...****************...


Zetta dkk kembali lagi maaf ya jika sangat lama updatenya semoga tidak mengecewakan para pembaca ya, tunggu kelanjutan dari bab ini ya kira-kira apa yang akan para OSIS lakukan pada adik kelas mereka di hari terakhir MOS.

__ADS_1


Tunggu ya di bab berikutnya selamat membaca ☺️☺️


__ADS_2