
Tak terasa hari sudah mulai malam namun Zetta masih tertidur pulas di kamarnya belum sedikitpun membuka matanya membuat Tia kesel melihatnya "astaga bener apa yang aku bilang tadi, buktinya Zetta belum juga bangun"kata Tia melihat Zetta yang masih terlelap dalam tidurnya. "Zetta bangun ini sudah malam bukannya kamu ada makan malam bersama keluarga kamu di luar"kata Tia mencoba untuk membangunkan Zetta "tetap saja di tidak mau bangun, aku harus bagaimana untuk bisa membangunkan Zetta"kata Tia yang tidak melihat respon dari Zetta akan bangun. Saat Tia mau membangunkan Zetta ada yang mengetuk pintu kamar Zetta "Ze, buruan kita udah ditunggu sama mama, papa di restoran"kata Zeno memanggil Zetta agar segera keluar "Ze Lo tidur apa gimana sih, dipanggil dari tadi kok nggak dijawab"kata Zeno yang tidak mendengar suara Zetta menjawab dari dalam. Karena kesel Zeno membuka pintu kamar Zetta yang kebetulan tidak dikunci sehingga Zeno bisa masuk "astaga Zetta, Lo bisa-bisanya sih tidur. Pantesan aja dipanggil dari tadi nggak dijawab"kata Zeno kesal dengan Zetta yang masih tidur "bangun Ze ini udah malam, kita udah ditunggu sama mama papa"kata Zeno membangunkan Zetta dengan sedikit menepuk-nepuk bahu Zetta namun Zetta belum bangun juga karena kesal dengan Zetta yang belum mau bangun juga "Arzetta Cassandra Alexia, bangun sekarang ini udah malam"kata Zeno berteriak dengan cukup keras sehingga membuat Zetta terbangun "apaan sih kak, teriak-teriak kayak dihutan aja"kata Zetta yang sudah membuka matanya. "Abisnya Lo dibangun dari tadi nggak bangun-bangun jadi kakak kesel lah, buruan mandi kakak tunggu diluar"kata Zeno masih sedikit kesal dengan adiknya "gue boleh ya nggak ikut kak males gue"kata Zetta yang belum beranjak dari kasurnya "nggak udah buruan sana, cepat Zetta keburu malam nanti"kata Zeno sedikit teriak kepada Zetta mau tak mau Zetta menuruti perintah kakaknya lalu Zeno keluar dari kamar Zetta. Dengan langkah sedikit malas-malasan Zetta berjalan menghampiri kakaknya yang sudah menunggunya "udah kak ayo jalan sekarang"kata Zetta setelah sudah dekat dengan kakaknya tanpa berkata sepatah katapun Zeno berdiri dan berjalan duluan *aduh, mampus dah gue kak Zeno marah sama gue*batin Zetta melihat kakaknya berjalan duluan tanpa berkata apapun lalu Zetta segera berjalan mengikuti Zeno. Mereka sudah masuk ke dalam mobil yang biasa dipakai oleh Zeno lalu segera melajukan mobilnya sama sekali tidak menoleh ke arah Zetta "kak, kakak marah ya sama gue. Jangan diem aja dong kak, maafin gue ya"kata Zetta yang melihat Zeno masih belum berbicara dengannya "kakak nggak marah sama Lo Ze, kakak cuman lagi fokus nyetir aja"kata Zeno berbohong pada Zetta padahal sebenarnya dia masih kesal dengan Zetta *kak Zeno pasti bohong, dia pasti lagi marah sama gue. Biasanya kita juga suka ngobrol walaupun kak Zeno lagi nyetir*batin Zetta mengetahui bahwa Zeno berbohong padanya. Mereka berdua hanya diam saja selama perjalanan Zetta tidak berani mengajak kakaknya mengobrol karena mengetahui Zeno sedang marah padanya jadi percuma saja jika dia ajak bicara Zeno juga tidak akan mendengarkannya. Mereka sudah sampai di restoran dimana orang tua mereka sudah menunggu "ayo kita masuk Ze, mama sama papa udah nungguin di dalam"kata Zeno yang akhirnya berbicara dengan Zetta "oke kak ayo"kata Zetta tersenyum menatap kakaknya lalu mereka segera masuk ke dalam restoran untuk segera bertemu dengan orang tua mereka. Mereka meja yang dibilang oleh orang tua mereka tadi "eh, kalian berdua kok lama banget sih apa ada masalah tadi. Mama sama papa udah nungguin dari tadi loh"kata Gina melihat kedua anaknya yang baru datang "ini ma Zetta tadi ketiduran makanya Zeno tadi bangunin dia dulu"kata Zeno melirik ke arah Zetta "iya ma, maaf ya Zetta tadi ketiduran"kata Zetta setelah mendapatkan lirikan mata dari kakaknya "iya nggak papa kamu mungkin kecapean aja Ze"kata Gina menatap putrinya yang akhir-akhir ini jarang bertemu dengannya. "Kalian berdua kan sudah datang kita pesan makanan sekarang ya papa udah laper nih"kata Arga yang sudah kelaparan kemudian memanggil pelayan "apa yang mau kalian pesan"kata pelayan dengan ramah "kalian mau pesan apa"kata Gina bertanya kepada kedua anaknya "terserah mama aja deh Zetta ikut aja"kata Zetta tersenyum menatap ibunya "Zeno juga terserah mama aja"kata Zeno sama dengan apa yang dikatakan oleh Zetta "kalian berdua itu kompak banget ya, kita mau pesan spaghetti bolognese nya 4 terus minumnya jus jeruk 4 juga ya"kata Gina memesan pesanan yang sebenarnya adalah makanan kesukaan Zetta "baik, silahkan tunggu sebentar pesanan akan segera datang"kata pelayan itu mencatat pesanan mereka lalu segera pergi. "Kak gue minta kunci mobil dong, gue baru sadar handphone gue ketinggalan di mobil"kata Zetta yang tersadar bahwa handphone nya tertinggal di dalam mobil "astaga Zetta kebiasaan banget Lo, ini kuncinya buruan jangan lama-lama"kata Zeno menyerahkan kunci mobilnya pada Zetta "iyalah kak nggak akan lama kok"kata Zetta tersenyum lalu bergegas menuju ke parkiran mobil untuk mengambil handphone yang tertinggal di mobil "Zetta itu ada-ada aja, bisa-bisanya handphone ketinggalan di mobil. Mama heran sama adik kamu itu masih muda kok udah pelupa"kata Gina geleng-geleng kepala melihat kelakuan putrinya "biasalah ma namanya juga Zetta ada-ada aja kelakuannya"kata Zeno tersenyum menatap ibunya. Sementara Zetta sudah sampai di parkiran mobil namun ada yang menggangu pandangan Zetta "itu orang apa bukan sih kok berdiri di tengah jalan, gue samperin aja deh"kata Zetta melihat ada yang berdiri di tengah jalan karena penasaran untuk memastikan bahwa itu hantu atau manusia Zetta mendekatinya. Zetta mendekatinya dan melihat ternyata dia bukanlah manusia melainkan hantu korban kecelakaan di jalan itu "astaga gue kira manusia ternyata hantu, ngapain Lo berdiri di tengah jalan kayak gini untung nggak ada kendaraan lewat. Lo mau mati buat yang kedua kalinya"kata Zetta membuat hantu itu menoleh menatapnya "saya kan sudah mati tidak mungkin bisa mati lagi kamu ada-ada saja"kata hantu itu menatap Zetta lalu pergi begitu saja "dasar hantu bilang kek kalo mau pergi main ngilang aja"kata Zetta yang kesal melihat hantu itu tiba-tiba menghilang. Zetta mau kembali ke parkiran mobil lagi namun tiba-tiba ada kendaraan yang melaju ke arahnya untung saja orang itu tidak menabrak Zetta yang berada di depannya "astaga dia mau cari mati apa berdiri di tengah jalan kayak gini"katanya kesal dengan Zetta yang berdiri di tengah jalan lalu dia memutuskan untuk turun menemui Zetta. "Astaga, hampir aja gue ketabrak mobil tadi. Dasar hantu sialan kalo bukan karena dia gue nggak akan hampir ketabrak mobil kayak gini"kata Zetta kesal dengan hantu itu yang membuatnya hampir tertabrak mobil "Lo ngapain berdiri di tengah jalan kayak gini, untung aja nggak ketabrak sama mobil gue tadi. Kalo Lo mau bunuh diri jangan ditengah jalan kayak gini"katanya memarahi Zetta yang hampir saja tertabrak mobilnya "enak aja siapa yang mau bunuh diri Lo kira gue segila itu apa, gue itu anak baik-baik ya nggak mungkin gue berpikiran dangkal kayak gitu"kata Zetta yang tidak terima dia dikatakan ingin bunuh diri oleh orang itu "terus ngapain Lo berdiri di tengah jalan kayak gini kalo bukan mau bunuh diri"katanya menanyakan alasan Zetta berdiri di tengah jalan *bentar deh kayaknya gue pernah lihat dia. Astaga Zetta dia kan kakak kelas Lo mampus gue kenapa harus ketemu sama dia sih*batin Zetta yang baru mengingat bahwa orang itu adalah kakak kelasnya. "Maaf kak tadi saya mau ngejar kucing aja eh nggak sengaja sampai di tengah jalan kayak gini"kata Zetta mengarang alasan dia sedang mengejar kucing sehingga tidak sadar berada di tengah jalan *gue baru ingat dia kan murid baru yang tadi siang ketemu di sekolah*katanya yang baru mengingat Zetta adik kelasnya "Lo Zetta kan yang tadi siang ketemu di sekolah, Lo ngapain ngejar kucing nggak ada kerjaan banget Lo jadi orang"katanya yang tidak habis pikir dengan Zetta "iya kak saya Zetta, tadi cuman nggak sengaja aja lihat terus saya kejar"kata Zetta yang bingung harus menjawab apa "kak saya permisi dulu ya, sekali lagi saya minta maaf"kata Zetta meminta maaf atas kejadian tadi. Ketika Zetta ingin menyeberang jalan ada motor dari depan yang ingin menabrak Zetta beruntung Daniel kakak kelas Zetta yang hampir menabraknya tadi segera menarik tangan Zetta sehingga motor itu tidak menabrak Zetta "Lo gimana sih kalo mau nyebrang lihat-lihat dulu jangan main nyebrang aja, untung aja Lo nggak ketabrak motor tadi" kata Daniel masih memegang erat tangan Zetta "iya kak, saya tidak lihat ada motor dari arah depan" Zetta menundukkan kepalanya tidak berani menatap Daniel yang masih memegang lengannya. Daniel menyadari bahwa dia masih memegang lengan Zetta dari tadi lalu segera melepaskan lengan Zetta "kak makasih ya udah nolongin saya tadi, kalo gitu saya permisi dulu ya kak udah ditunggu sama keluarga saya didalam"kata Zetta setelah Daniel melepaskan lengannya "iya gue juga mau pergi, lain kali Lo hati-hati jangan sampai berdiri di tengah jalan ksyak gini"kata Daniel lalu masuk ke dalam mobilnya dan Zetta kembali masuk ke dalam restoran lagi. Sementara itu Zeno, Gina, dan Arga menunggu Zetta yang dari tadi belum kembali "adik kamu itu kemana sih dari tadi belum juga kembali ke sini, katanya cuma mau ambil handphone sebentar kok lama banget sih" Arga sedikit kesal dengan putrinya yang belum juga kembali ke restoran "sebentar lagi juga datang pa, pasti ada sesuatu yang buat Zetta lama kesini"kata Zeno yang sangat mengetahui bagaimana adiknya "maaf ya Zetta kelamaan tadi, ada sedikit masalah diluar jadi lama kesini nya" Zetta menatap keluarganya bergantian merasa tidak enak hati karena kelamaan menunggunya "iya nggak papa kok sayang, karena kamu sudah datang kita makan sekarang yuk" Gina mengajak mereka untuk makan karena Zetta sudah datang "iya ma papa juga udah laper"kata Arga yang juga sudah kelaparan dari tadi lalu mereka melanjutkan makan mereka tadi.
__ADS_1
**************
__ADS_1
Daniel masih dalam perjalanan pulang ke rumahnya setelah bertemu dengan teman-temannya tadi "gue nggak abis pikir sama Zetta bisa-bisanya dia berdiri di tengah jalan kayak gitu cuman karena ngejar kucing doang. kurang kerjaan banget sih jadi orang nggak mikir apa kalo dia ketabrak motor atau mobil untung gue bisa ngerem mobil tadi jadinya dia nggak ketabrak sama mobil gue tadi" Daniel masih tidak habis pikir dengan Zetta yang hampir saja tertabrak mobilnya tadi. "besok gue harus siap-siap bisa aja ada hal yang tidak diinginkan terjadi besok kayak tahun kemarin. tapi semoga aja nggak ada hal aneh yang terjadi besok"kata Daniel yang sudah sampai di pekarangan rumahnya "seharusnya gue udah sampai dari rumah tadi kalo bukan gara-gara Zetta, udahlah nggak usah dipikirin gue masuk aja lah"kata Daniel turun dari mobilnya lalu segera masuk ke dalam rumah. sampai di dalam Daniel bertemu dengan pembantunya "eh aden kok baru pulang sih bukannya udah pergi dari tadi kok baru sampai rumah"kata bibi Astri melihat Daniel yang baru saja masuk rumah "tadi ada masalah sedikit di jalan bi makannya Daniel baru sampai rumah"kata Daniel tersenyum menatap pembantunya "oh gitu ya, ada masalah apa dijalan den"tanya bibi Astri penasaran "adalah bi panjang kalo diceritain, tadi Daniel ketemu sama adik kelas terus ada masalah sedikit" Daniel yang tidak mau menceritakan semuanya pada pembantunya "yaudahlah kalo aden nggak mau cerita" bibi Astri tidak mau memaksakan Daniel untuk bercerita. "yaudahlah bi, Daniel ke kamar dulu ya mau istirahat" kata Daniel lalu berjalan menuju ke kamarnya. Daniel sudah sampai di kamarnya "mendingan gue tidur aja ini juga udah malam"kata Daniel yang sudah kelelahan hari ini dan ingin segera beristirahat.
__ADS_1
***********
__ADS_1
Zetta dan keluarganya sudah selesai makan malam dan sekarang Zetta sedang berada di mobil dengan Zeno "Ze, ada apa sih kok lama banget tadi katanya cuman sebentar"tanya Zeno setelah masuk ke dalam mobil "jadi gini kak pas gue mau ambil handphone gue ngeliat ada yang berdiri di tengah jalan karena penasaran gue samperin eh ternyata dia itu hantu bukan manusia. sialnya lagi gue hampir ketabrak mobil dan kakak tahu nggak yang hampir nabrak gue itu kakak kelas gue sumpah gue malu banget tadi. terus gue ngarang alasan dikejar kucing lagi tambah malu kan gue"jawab Zetta menceritakan kejadian tadi kepada Zeno. sontak Zeno tertawa mendengar cerita Zetta yang menurutnya sedikit lucu "kakak adiknya cerita kok malah di ketawain sih, kasih saran kek atau apa ini malah diketawain"kesal Zetta melihat kakaknya tertawa "sorry, habisnya cerita Lo itu lucu sih. nggak kebayang gimana ekspresi dia waktu Lo bilang ngejar kucing sampai ke tengah jalan. lagian salah Lo sendiri udah tahu hantu masih aja disamperin"kata Zeno setelah menghentikan tawanya "ya gue cuman mau mastiin aja kak itu hantu atau bukan ternyata hantu parahnya lagi dia langsung ngilang gitu aja"kata Zetta masih kesal dengan hantu tadi. "udahlah kal nggak usah dibahas lagi sebel gue plus malu juga"kata Zetta ketika melihat Zeno ingin berbicara "oke kakak nggak akan bahas lagi, kasian Lo pasti malu banget ketemu sama dia besok"kata Zeno tersenyum sedikit menggoda adiknya namun Zetta tidak mau menanggapinya. mereka berdua tidak berbicara lagi setelahnya karena Zetta masih kepikiran tentang kejadian tadi dan Zeno juga tidak mau membuat mood Zetta semakin buruk. jalan tidak terlalu macet sehingga mereka sudah sampai di rumah "kak gue masuk ke kamar dulu ya kak, Good night kak" Zetta tersenyum sekilas melirik kakaknya lalu segera pergi ke kamarnya "iya good night juga Ze, nice dream" Zeno sedikit berteriak karena Zetta sudah mulai menjauh "ada-ada aja tuh anak, ya semoga aja dia nggak menghindar ketemu Kakak kelasnya besok"kata Zeno geleng-geleng kepala lalu berjalan menuju ke kamarnya. Zetta merebahkan tubuhnya saat sampai di kamarnya "tenang Ze Lo pasti bisa mikirin harus gimana besok, sekarang gue tidur aja biar nggak kesiangan besok ke sekolah" Zetta mencoba menenangkan dirinya sendiri lalu menutup matanya untuk segera menuju ke alam mimpinya agar tidak terlambat datang ke sekolah besok.
__ADS_1