SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY
CHAPTER 13 MOS hari ke 2 Part 2


__ADS_3

Permainan masih saja berlangsung di dalam hutan ada beberapa kelompok yang sudah mendapatkan beberapa bendera yang diminta oleh para OSIS dan tak berapa kelompok yang mendapat baru beberapa saja lantaran tidak mengerti dengan peta hutan yang di berikan juga dengan arah yang mereka tidak tahu membuat langkah mereka cukup kesulitan.


Kelompok yang sempat bermasalah dengan kelompok Zetta sudah mendapatkan beberapa bendera dengan cara yang cukup licik menyerobot milik kelompok lain sehingga mereka bisa mendapatkan cukup banyak tinggal beberapa lagi yang harus mereka cari dengan mengamati arah yang sudah di berikan mereka merasa sangat percaya diri sekali dan mengikutinya.


Namun ada salah satu anggota yang merasakan keanehan yang terjadi dengan mereka lalu memberi tahu pada sang ketua kelompok apa keanehan yang dia rasakan


"Gis, gue kok ngerasa aneh ya kalian ngerasa apa yang gue rasakan nggak pasalnya kita dari tadi muter-muter di sini terus deh" ucap Renia pada teman-teman satu kelompoknya.


"eh iya, apa yang Nia bilang bener juga dari tadi kita muter-muter deh apa yang di bilang sama siswi itu beneran ya dia kan tadi bilang kita harus hati-hati mungkin ini yang dia maksudkan" ucap Mia yang tak lain adalah kembaran Nia.


"apaan sih jangan percaya sama dia tadi dia cuma menakuti kita saja, kita memang dari tadi muter-muter pasti ada yang salah dengan arah dan juga peta yang kita bawa kalian jangan panik kita masih bisa keluar dari sini" ucap Giska yang tak lain adalah sang ketua kelompok mencoba untuk menenangkan anggotanya.


"gue takut kalo kita nggak bisa keluar dari hutan ini gimana ya, masak kita harus bermalam di hutan sih nggak banget deh takut gue kalo malam-malam di hutan" ucap Hesti yang paling penakut di antara yang lainnya.


"hush, jangan ngomong kayak gitu nggak mungkin kita terus jalan aja siapa tahu ada jalan keluar" ucap Giska yang sebenarnya juga sangat takut jika ada sesuatu yang terjadi dengan mereka nantinya tapi dia harus tetap tenang agar semuanya juga tidak takut seperti apa yang dia rasakan.


Kemudian mereka berjalan dengan sangat hati-hati dan melihat sekeliling dengan sangat cermat sampai mereka melihat sebuah rumah di tengah hutan tanpa pikir panjang mereka pun pergi ke sana tanpa memikirkan apa yang akan terjadi dengan mereka nantinya dengan kecerobohan mereka.


...****************...


Di sisi lain Zetta sedang bersama dengan teman-temannya sudah mendapatkan cukup banyak juga tinggal mencari beberapa lagi dan mereka sudah bisa menyelesaikan permainan di dalam hutan yang sangat menghawatirkan jika terjadi apa-apa dengan mereka ataupun dengan kelompok yang lain.


Mereka juga merasakan sesuatu yang sangat aneh di dalam hutan itu seperti ada yang berbeda dengan hutan itu apalagi Zetta yang merasakan hawa yang tidak baik di sekeliling hutan itu dan dia juga memiliki firasat yang tidak baik tentang apa yang akan terjadi kedepannya.


"guys, gue ngerasa ada sesuatu yang aneh dengan hutan ini pasalnya gue ngerasa ada aura negatif yang cukup kuat dari dalam hutan ini dan gue juga punya firasat yang buruk tentang apa yang akan terjadi dengan teman-teman kita" ucap Zetta mengatakan apa yang dia rasakan pada teman-temannya.


"saya rasa apa yang kamu katakan itu benar Ze di hutan ini ada yang tidak beres takutnya apa yang kamu khawatirkan itu nantinya bisa terjadi, apa tidak sebaiknya kamu meminta permainan ini di hentikan agar tidak ada hal buruk yang terjadi" bisik Lian hantu tampan teman Zetta yang sedari tadi mengikutinya.


"gue juga sama Ze sepertinya hutan ini berbahaya tidak seharusnya kita datang ke tempat ini ada sesuatu yang tidak beres dengan hutan ini" ucap Natta yang merasakan hal yang sama dengan Zetta.

__ADS_1


"terus gimana dong ini kalo kita ada apa-apa di hutan bagaimana, seharusnya kita tidak datang ke hutan ini jika tahu seperti ini" ucap Clarisa yang menjadi cukup takut.


"gue rasa akan banyak kelompok yang akan tersesat bahkan hilang di hutan ini tapi kita juga harus waspada apa yang akan terjadi diluar prediksi kita ataupun para OSIS, gue mau kalian tetap tenang biar gue cari tahu apa yang aneh dengan hutan ini dan kita juga harus menyelamatkan teman-teman kita" ucap Zetta mengeluarkan apa yang dia pikirkan dan rasakan tentang apa yang akan terjadi.


"Ze, gue minta sama Lo jangan terlalu maksain diri Lo gue nggak mau ada apa-apa sama Lo yang ada gue bisa di marahin sama kakak dan orang tua Lo mending kita ngomong aja sama OSIS" ucap Clarisa yang tidak mau terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu.


"tenang aja selama ada nenek gue nggak akan kenapa-kenapa dia yang selalu jagain gue, ada baiknya gue cari tahu dulu kalian diam aja okey percaya sama gue" ucap Zetta yang diangguki anggukan kepala dari teman-temannya.


Zetta memiliki sebuah kemampuan yang sangat berbeda dengan ketiga sahabatnya karena latar belakang keluarga Zetta yang membuatnya sangat berbeda dengan anak-anak seusianya bahkan ketiga temannya yang memiliki kemampuan yang sama dengannya. Di bantu oleh kedua hantu teman Zetta memejamkan matanya untuk merasakan aura negatif apa di balik hutan yang saat ini mereka masuki dan perlahan-lahan ada sebuah gambaran yang cukup jelas mengenai apa di balik aura negatif di hutan itu.


"Zetta, saya rasa apa yang kamu katakan benar dan kamu harus mencegah ini terjadi dengan mereka jika tidak ini akan sangat berakibat fatal" ucap Lian hantu tampan yang melihat apa yang Zetta lihat tadi.


"gue juga ngerasa begitu, yang bisa menetralkan aura negatif ini cuma seseorang yang mempunyai kekuatan seperti mendiang nenek gue dulu tapi mustahil ada orang seperti itu karena pasti nenek juga sudah menemukan dia tapi tidak juga dan anehnya dia malah minta bantuan sama gue aneh kan dia aja nggak bisa apalagi dengan gue" ucap Zetta membuka matanya.


"gimana Ze apa yang Lo lihat tadi, nggak ada sesuatu yang berbahaya kan dan kita nggak akan kenapa-kenapa kan" ucap Clarisa tidak sabaran.


"hutan ini terkutuk dan sebenarnya tidak ada yang boleh masuk ke dalam hutan ini dan aura negatif sangat kuat sekali gue nggak bisa meskipun dengan tenaga kita bertiga itu tidak akan cukup hanya nenek gue dan"ucap Zetta terpotong membuat teman-temannya menunggu kelanjutan dari ucapan Zetta.


"ada apa emangnya sama yang lainnya Ze gue jadi khawatir deh apalagi sama orang yang nggak percaya sama Lo tadi" ucap Gretha menatap ke arah Zetta


"intinya mereka dalam bahaya dan kita harus bantu gue nggak bisa jelasin sama kalian kita harus cepat cari para OSIS" ucap Zetta lalu berjalan diikuti oleh teman-temannya yang merasa bingung dengan apa yang Zetta katakan tadi.


Tanpa diduga mereka tidak sengaja berpapasan dengan Daniel dan juga teman-temannya yang kebetulan sedang lewat tanpa menunggu lama mereka langsung mencegat Daniel dan juga teman-temannya membuat mereka sangat bingung dengan apa yang adik kelas mereka sedang lakukan.


"ada apa kalian mencegah kita apa kalian sudah mendapatkan semua bendera yang sudah kita taruh di dalam hutan" tanya Daniel menatap ke arah mereka tapi melirik ke arah Zetta yang menatapnya dan teman-temannya.


"gini kak biar Zetta aja yang ngomong sama kalian" ucap Clarisa menatap Zetta untuk memberi tahu apa yang mereka bicarakan tadi.


"ada apa Ze, apa Lo liat sesuatu yang aneh di dalam hutan ini sampai kalian seperti ini" ucap Chelsea merasa penasaran dengan apa sebenarnya yang akan Zetta katakan

__ADS_1


"kak saya mau ngomong kalo hutan ini sebenarnya terkutuk dan tidak seharusnya kita berada di tempat ini juga teman-teman kita yang lainnya sekarang sedang dalam bahaya" jelas Zetta meskipun dengan agak ragu apakah mereka akan percaya atau tidak dilihat dari ekspresi mereka.


"jangan bicara aneh-aneh Ze, gue sama yang lainnya aja nggak ngerasa apa-apa waktu kesini bilang aja kalo kalian itu takut kan makanya kalian ngarang cerita kaya gini" ucap Daniel yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zetta.


"Niel jangan kayak gitu deh bisa aja kan apa yang dia bilang benar kita harus percaya dengan mereka apalagi waktu itu Lo ingatkan sama kejadian itu" ucap Chelsea yang mempercayai ucapan Zetta.


"Chel, bisa-bisanya Lo percaya sama dia bisa aja kan dia itu bohong sama kita harusnya Lo pikir dulu kita baik-baik aja kan itu alasan dia aja" ucap Daniel yang masih saja tidak percaya dengan Zetta.


"kak saya tidak berbohong sama sekali apa yang saya katakan ini benar untuk apa juga saya berbohong membawa nama teman-teman saya, tolong kak percaya dengan saya mereka dalam bahaya dan kita harus menolong mereka" ucap Zetta berusaha untuk meyakinkan Daniel yang masih saja tidak percaya.


"gimana gue bisa percaya sama Lo orang gue sama yang lainnya baik-baik aja kok Lo mungkin yang" belum selesai dia berbicara Zetta mendekatinya lalu menyentuh tangan Daniel untuk memperlihatkan sesuatu padanya agar dia bisa percaya.


"apa-apaan sih Lo, bilang aja Lo sengaja kak mau pegang tangan gue" ucap Daniel yang salah sangka dengan Zetta.


"kak jangan salah paham saya nggak ada niatan seperti itu, lihat kak di depan kakak ada apa dan juga di sekeliling kakak biar kakak percaya" ucap Zetta menyingkir dan betapa terkejutnya Daniel melihat apa yang ada di sekeliling dia yang cukup menakuti orang dia pun melirik Zetta.


"apa yang Lo lakukan sama gue Ze" ucapnya mendekati Zetta sedangkan Zetta ingin tertawa tapi dia tahan agar tidak dapat masalah nantinya


"biar kakak percaya udah percaya kan sekarang sama saya" ucap Zetta lalu menutup kembali mata batin Daniel yang dia buka tadi untuk memberikan penjelasan langsung pada Daniel.


"kak, Zetta nggak pernah main-main sama apa yang dia katakan dia itu anak sepesial sangat berbeda dengan semua orang jadi jangan suka meragukan Zetta" ucap Clarisa.


"oke, sorry terus apa yang harus kita lakukan sekarang kalo ada apa-apa gue juga yang kena" ucap Daniel pada akhirnya


"gini deh dengerin baik-baik apa yang saya bilang dan jangan banyak tanya" ucap Zetta lalu mengatakan apa yang tadi sudah dia pikirkan untuk menolong teman-temannya yang sedang dalam masalah.


"oke, Ze gue percaya sama Lo dan kita harus bagi orang nggak mungkin kan kita bergerombol kayak gini, oke jadi gini ya gue sama Zetta Daniel sama Xavier terus yang lain Clarisa Cakra Vita dan sisanya terserah kalian" ucap Chelsea membagi kelompok.


"oke, kita pergi sekarang kalo ada apa-apa kita saling berhubungan ya" ucap Daniel diangguki anggukan kepala dari teman-temannya.

__ADS_1


Kemudian mereka pun berpisah sesuai dengan kelompok mereka Chelsea sengaja memilih bersama Zetta karena dia tahu Zetta paling bisa diandalkan daripada yang lainnya yang belum tentu bisa seperti Zetta dan Daniel Xavier orang yang bisa dia andalkan juga sehingga dia membuat seperti itu.


Dengan rencana dari Zetta mereka akan melakukannya dengan sangat baik-baik dan tentunya dengan hati-hati karena ini bisa menjadi masalah untuk mereka nantinya.


__ADS_2