SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY
CHAPTER 14 Hutan Terkutuk


__ADS_3

Setelah mereka berjalan menyusuri hutan sampailah di bagian terdalam hutan yang tampak mengerikan dan juga hawa negatif yang sangatlah terasa bagi Zetta dan juga ketiga sahabatnya. Zetta melihat banyak sekali makhluk tak kasat mata yang tampak sangat mengerikan namun dia belum melihat adanya sosok yang dia cari.


"kayaknya gue nggak lihat ada sosok yang gue cari deh, apa jangan-jangan dia lagi ada di tempat itu" Zetta berbicara pada ketiga temannya.


"terus gimana sekarang Ze, apa kita melakukan apa yang udah Lo bilang tadi sekarang" Clarisa menatap Zetta yang berada di sebelahnya.


"mau gimana lagi Ris, oh iya kakak-kakak saya minta kalian untuk langsung ke tempat yang saya bilang tadi ya tenang saja akan ada yang melindungi kalian dari para hantu itu. nanti kalian bawa saja mereka pulang kami berempat bisa pulang sendiri" Zetta berbicara pada kakak-kakak kelasnya untuk melakukan apa yang dia katakan tadi.


"tapi Lo sama yang lainnya bakalan baik-baik aja kan, gue takutnya kalian kenapa-kenapa lagi nanti orang tua kalian pada nyalahin kita para OSIS lagi" ucap Chelsea khawatir dengan adik kelasnya itu.


"nggak papa kak, Zetta udah biasa soal ini mah kalian percaya saja sama Zetta dan kita kami bisa mengatasi semua ini kakak nggak perlu khawatir sama kita" ucap Clarisa meyakinkan Chelsea.


"oke, kalian baik-baik ya kita pergi dulu kalo ada apa-apa hubungi gue ya nanti gue akan cari bantuan untuk kalian" Chelsea menatap Zetta dengan khawatir takut terjadi apa-apa dengannya.


"saya nggak papa kak, nggak usah natap saya seperti itu ini udah hal biasa bagi kita terutama saya dari kecil saya sudah sering berhadapan dengan seperti ini. kalian juga harus hati-hati ini cukup berbahaya tapi ada yang menjaga kalian" ucap Zetta tersenyum pada Chelsea.


"gue tahu mungkin Lo emang udah biasa menghadapi hal kayak gini, tapi gue harap Lo tetap hati-hati apalagi Lo kan cewek sekuat-kuatnya Lo pasti nanti akan melemah juga dan gue nggak mau Lo bahayakah diri Lo sendiri meskipun niat Lo baik. kalo ada apa-apa sama Lo nanti keluarga Lo salahin OSIS yang nggak bisa jaga Lo sama teman-teman Lo" ucap Daniel tiba-tiba tentunya membuat mereka cukup terkejut ada apa dengan ketua OSIS mereka ini.


"eh, Lo tadi nggak salah makan kan atau lagi nggak sehat baru kali ini gue denger Lo bicara sepanjang itu biasanya singkat. ada apa nih gue jadi aneh deh Lo mana pernah perhatian sama cewek selain adik Lo" ucap Cakra yang merasa aneh dengan temannya itu.


"udahlah kenapa sih justru bagus dong, artinya dia udah bisa terbuka sama orang baru gimana sih Lo wajar aja menurut gue inikan baru pertama kalinya" ucap Chelsea menepuk pundak Cakra.


"suka-suka gue lah, ayo sekarang kita pergi" ucap Daniel menatap Zetta sebentar lalu segera pergi bersama dengan teman-temannya.


"Ze gue nggak salah dengar kan kesambet apaan tuh kak Daniel sampai jadi care gitu sama Lo, apa jangan-jangan" belum selesai berbicara Clarisa mendapatkan tatapan tajam dari Zetta.


"menurut gue sih wajar aja lah ya, udah seharusnya kan OSIS perhatian sama adik kelasnya kan itu tanggung jawab mereka" ucap Gretha.


Tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang membuat pohon-pohon seperti ingin tumbang bersamaan dengan itu ada sosok hitam besar yang datang tak lain adalah sosok yang Zetta cari tadi. Seperti ada sesuatu yang membuat mereka terasa sesak saat sosok itu muncul di depan mereka namun mereka berempat sama sekali tidak takut dengan sosok di depan mereka.


"hahahaha, dasar kalian anak kecil apa kalian pikir kalian bisa melawan aku tidak akan mungkin kalian hanya manusia lemah yang tidak bisa apa-apa yang ada kalian akan binasa di tangan ku" ucapnya dengan suara yang mengelegar dan mengema di seluruh hutan.


"heh, kamu pikir kami takut dengan mu maaf ya tidak kamu yang akan binasa kami yakin itu kamu hanya iblis yang seharusnya tidak ada di dunia ini. tugas kami adalah menghancurkan kamu dan menyelamatkan hutan ini dari iblis seperti mu" ucap Zetta dengan kencang tidak ada rasa takut sama sekali.


"dasar anak kecil apa kamu pikir bisa melakukannya, hahahaha jangan berharap terlalu besar nanti yang ada kalian hanya akan terluka. coba saja melawanku kalian pasti tidak akan pernah bisa" ucapnya meremehkan Zetta dan teman-temannya.

__ADS_1


"Ze, gue rasa dia terlalu kuat apa kita bisa melawannya meskipun kita mematikan kekuatan kita gue juga nggak yakin bisa melawan mereka" bisik Natta pada Zetta.


"gue juga nggak yakin Nat, tapi setidaknya gue akan mengurung dia di suatu tempat agar hutan ini aman percaya sama gue kalian nggak akan terluka selama ada gue" bisik Zetta mencoba meyakinkan Natta.


"hey, iblis jelek lihat saja ya apa yang akan kami lakukan pada kamu jangan meremehkan kekuatan kami" ucap Clarisa dengan lantang.


Zetta, Clarisa, Natta, dan Gretha membuat formasi membuat sebuah lingkaran dengan saling berpegangan tangan menutup mata dan menyatukan kekuatan mereka bertiga meskipun ini baru pertama kalinya mereka melakukan itu.


Munculah sesosok dari kalung Zetta tepat di tengah-tengah bersamaan dengan cahaya putih bercampur dengan biru dari tubuh mereka berempat namun yang membuat semakin besar adalah kekuatan dari tubuh Zetta.


Natta dan Gretha cukup tertegun melihat apa yang ada di tengah-tengah mereka ketika membuka mata ingin bertanya tapi waktunya sangat tidak tepat.


"Felisha cepat serap energi kami dan serang sosok itu gue harap Lo tidak membuat kesalahan lagi seperti terakhir kalinya, gue nggak mau kejadian dulu terulang kembali" ucap Zetta pada sesosok yang berada di depannya itu.


"baik, Zetta saya tidak akan melakukan kesalahan yang pernah saya lakukan kali ini saya akan melindungi kamu seperti apa yang nenek katakan pada saya" ucap Felisha dengan berani dia mengarahkan cahaya itu pada iblis yang tertawa melihat mereka.


*Fel, gue tahu dia kuat tapi gue sangat minta tolong sama Lo ya lindungi gue seperti yang selalu Lo lakukan sama gue kita semua tergantung pada Lo*batin Zetta berkomunikasi dengan Felisha.


*baiklah, Zetta saya akan melindungi kamu walaupun dia sangat kuat sekali tapi apapun akan saya lakukan untuk kamu karena saya sudah berjanji pada nenek untuk selalu menjaga kamu* balas Felisha mendengarkan perkataan Zetta.


Felisha berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi tuannya seperti apa yang dia katakan tadi namun apa boleh buat sosok itu ternyata sangat kuat sehingga mereka berempat terpental dan menghantam pepohonan yang di sekitar mereka.


Natta, Gretha, dan Clarisa berdiri dan melakukan apa yang Zetta katakan pada mereka tadi mesin mereka sangat ragu tapi mereka percaya sepenuhnya dengan kemampuan Zetta yang lebih daripada mereka.


"hahahaha, kalian tidak akan pernah bisa untuk melawan ku percuma saja bocah kalian akan mati nanti jika terlalu banyak menguras tenaga kalian" ucapnya dengan tertawa kencang.


Namun Zetta sama sekali tidak menyerah dan tetap melakukannya berharap kali ini akan berhasil dia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan hutan itu dari iblis yang sangat membahayakan orang lain.


Dengan sekuat tenaga yang dia punya bersama dengan Felisha menyerang kembali iblis itu di bantu oleh ketiga temannya yang berada di belakang mereka berdua jujur saja kekuatan Natta, Gretha, dan Clarisa tidak sebesar yang Zetta milik.


...****************...


Di lain sisi para OSIS sudah bersama dengan adik kelas mereka yang tertawan oleh iblis itu tentunya dengan bantuan kedua hantu teman Zetta yang membuat mereka bisa menghadapi sekelompok hantu. Dan sekarang mereka tinggal menunggu bantuan dari orang yang sudah di hubungi oleh Clarisa tadi sembari menunggui adik-adik kelas mereka yang sedang pingsan karena ketakutan.


"woy, kenapa Lo gelisah begitu ada yang lagi dipikirkan atau jangan-jangan lagi mikirin tuh anak ya iya kan jujur aja deh ada" ucap Cakra menggoda Daniel yang dari tadi gelisah.

__ADS_1


"gue pergi dulu ya, nggak apa-apa kan gue harus pastikan mereka nggak papa kalo ada apa-apa nanti gue yang disalahin nantinya gue yang punya ide ini jadi gue harus tanggung jawab" ucap Daniel merasakan sesuatu yang menganggu pikirannya.


"ya udah tapi Lo hati-hati ini sama sekali bukan keahlian kita, jangan sampai Lo kenapa-kenapa kan bahaya juga" ucap Chelsea menatap Temannya itu merasa khawatir juga dengan Zetta dan teman-temannya.


"jaga yang lainnya gue pergi dulu" ucap Daniel singkat lalu segera pergi menyusul Zetta di tempat tadi cukup risau dengan kondisi Zetta sekarang juga perasaannya yang tidak karuan.


"tuh anak kenapa ya gue rasa ada yang beda dari dia sejak kapan juga dia peduli sama orang lain baru kali ini, selama ini kan dia dingin banget sama cewek tapi sekarang gue rasa beda" ucap Cakra melihat Daniel yang sudah pergi.


"ya kalo gue sih nggak masalah ya soalnya Zetta itu anak yang baik dan dia juga unik mungkin itu yang buat Daniel jadi perhatian sama dia, udahlah kita fokus sama mereka aja itu biar urusan mereka" ucap Chelsea menutup pembicaraan melihat adik kelasnya yang tidak sabar juga.


...****************...


Cukup lama mereka berempat mencoba melawan tapi tidak ada hasilnya yang ada Natta, Gretha, dan Clarisa sudah pingsan kehabisan tenaga tinggal Zetta dan juga Felisha yang masih tersisa untuk melawan iblis itu meskipun tenaga Zetta sudah terkuras juga tapi dia tidak ada pilihan lainnya selain menghadapinya.


"Ze, kamu diam saja biar aku saja yang melawannya tenaga kamu sudah hampir habis nanti kamu pingsan" ucap Felisha mengingatkan.


"sudah lah tidak apa-apa gue masih bisa" ucap Zetta yang masih saja tidak mau berhenti meskipun tubuhnya sudah lemas.


Tak lama kemudian apa yang terjadi Zetta hampir terjatuh namun tepat dengan kedatangan Daniel yang tepat berada di belakangnya membuat Zetta agak terkejut juga melihatnya.


"gue bilang apa, kalo begini siapa yang susah gue juga kan kenapa sih Lo sampai begini lihat teman-temannya Lo udah kayak itu kalo Lo kayak gitu juga dan gue terlambat datang mau jadi apa Lo" ucap Daniel memarahi Zeta membuatnya hanya melongo mendengar perkataan Daniel.


"kak, saya nggak papa kok ini nggak seberapa jangan khawatir sama saya kenapa kakak ada disini bahaya kak" ucap Zetta menatap mata Daniel yang membuatnya terpesona seketika.


Di saat sedang lengah iblis itu menyerang Zetta namun entah apa yang terjadi ada cahaya biru kemerahan yang mengelilinginya mereka seperti benteng perlindungannya dan serangan itu berbalik pada iblis itu seketika Zetta tersadar akan suatu hal.


"kak, ini yang saya cari-cari dari dulu saya minta bantuannya jangan banyak tanya cukup tutup mata dan konsentrasi saja ini akan sangat membantu" ucap Zetta berdiri dan memegang tangan Daniel.


Felisha mengerti dengan kode yang diberikan oleh Zetta lalu mendekati mereka melihat Zetta yang mengeluarkan cahaya yang sama namun agak sedikit berbeda kemudian Felisha melakukan seperti tadi. Dan apa yang terjadi iblis itu menghilang seiring dengan cahaya yang menghilang sungguh aneh tapi ini memang yang terjadi membuat Zetta senyum lalu pingsan.


"sebenarnya ada apa ini gue nggak paham dan dia pingsan sekarang gue harus tunggu yang lainnya datang, semoga aja dia nggak papa" ucap Daniel melihat Zetta yang sekarang berada dalam pelukannya dan Felisha kembali masuk ke dalam kalung Zetta.


"tangan dan wajahnya sangat pucat sekali dia pasti kehabisan energi tadi, gue kenapa perduli sama dia ada apa sama gue sebenernya. seharusnya gue nggak sepeduli ini sama Zetta tapi yang terjadi malah sebaliknya gue nggak bisa lihat dia kayak gini" Daniel memegang tangan Zetta yang terasa dingin untuk menghangatkannya.


Bertepatan dengan itu yang lainnya datang untuk membantu mereka dan melihat apa yang ada di depan mereka pemandangan yang tidak biasa tentunya membuat mereka terkejut.

__ADS_1


"nggak usah banyak tanya bawa mereka kembali ke sekolah gue yang urus Zetta, kalian urusan mereka bertiga mereka harus dapat perawatan" dengan sigap Daniel mengendong Zetta membawanya untuk kembali ke sekolah.


Sementara Cakra, Xavier,dan Dylan membawa Natta, Gretha, dan Clarisa yang masih saja pingsan untuk kembali ke sekolah memberikan mereka perawatan atas apa yang terjadi dengan mereka.


__ADS_2