SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY
Chapter 3 Hantu Yang Mengikuti Zetta


__ADS_3

Zetta dan Zeno sudah sampai di rumah mereka seperti biasanya keadaan dirumah sepi dikarenakan kedua orangtuanya sedang bekerja di kantor dan selalu pulang larut malam. "Ze, kakak pergi dulu ya. Lo nggak papa kan sendirian di rumah"kata Zeno melihat Zetta sudah turun dari mobil "lah kakak mau ninggalin gue sendirian. Kakak mau kemana sih"kata Zetta sedikit kesal dengan kakaknya yang mau pergi lagi "kakak mau ngerjain tugas kampus sama temen, jadi kakak harus pergi lagi"kata Zeno memberi tahu Zetta akan mengerjakan tugas kampus "iya, jangan lama-lama ya kak. Hati-hati juga dijalan"kata Zetta tersenyum kecut "iya, kakak nggak akan lama kok"kata Zeno tersenyum menatap adiknya lalu segera pergi ke rumah temannya untuk mengerjakan tugas kampus. "Yah, sendirian lagi di rumah. Udahlah gue masuk aja, udah laper juga nih"kata Zetta sedikit kecewa dengan kakaknya yang harus pergi lagi meninggalkan dirinya dirumah sendirian. Saat Zetta memasuki rumah dia merasa seperti ada yang mengikutinya dari belakang *kayaknya ada yang ngikutin gue, gue ngerasa ada hawa dingin di belakang gue*batin Zetta merasakan hawa dingin di belakangnya "eh non Zetta udah pulang kok sendirian aja den Zeno kemana"kata bibi Siti melihat Zetta hanya pulang sendirian tidak bersama dengan kakaknya. "Iya Bi, tadi kak Zeno bilang mau ke rumah temannya ngerjain tugas kampus. Jadinya Zetta masuk sendirian ke rumah"kata Zetta menengok ke arah bibi Siti "oh begitu non, apa non Zetta mau makan siang sekarang"kata bibi Siti melihat Zetta menuju ke arah meja makan "iya Bi, Zetta udah laper nanti aja ganti seragamnya. bibi masak apa hari ini" kata Zetta berhenti melangkah dan menengok ke arah belakang "bibi masak makanan kesukaan non Zetta, pasti non Zetta suka" kata bibi siti tersenyum melihat Zetta "bibi tahu aja apa yang Zetta mau" kata Zetta tersenyum lalu melanjutkan langkahnya ke meja makan. Zetta melihat seperti ada bayangan yang lewat dengan sangat cepat namun tidak dihiraukan olehnya karena sudah lapar dan ingin segera makan. Tanpa menunggu lama Zetta langsung menyantap makanan kesukaannya "si enon, lapar banget ya non" kata bibi Siti melihat Zetta yang langsung memakan makanan yang ada di meja makan Zetta hanya tersenyum menatap bi Siti. Bibi Siti menuangkan air ke gelas untuk Zetta "ini minumnya non, gimana tadi di sekolah non" Kata bibi Siti menyerahkan gelas ke Zetta setelah selesai makan "ya gitu deh bi, Zetta ngerasa ada yang aneh dari sekolah itu. Masak sih tadi Zetta sama Risa lihat ada banyak hantu di sekolah itu, terus ya bi tadi Risa ngelihat hantu di toilet sampai dia lari dari toilet parahnya lagi dia nabrak kakak kelas. Terus ya bi dia bilang kalo dia lihat hantu di toilet makanya dia lari, eh kakak kelas nggak percaya kalo Risa lihat hantu. Zetta samperin kan bi, terus Zetta bilang kalo sebenarnya Risa itu lihat kecoa di toilet makanya dia lari" kata Zetta menceritakan kejadian di sekolah tadi kepada bibi Siti. "Kok bisa sih ada hantu di sekolah non, astaga ada-ada aja non Risa. kok bisa non bilang kalo non Risa takut kecoa sih setahu bibi non Risa nggak takut sama kecoa" kata bibi Siti sedikit terkejut juga bingung mendengar cerita Zetta "Iya Zetta nggak tahu harus cari alasan apa, yang kepikiran sama Zetta cuman itu bi" kata Zetta setelah selesai minum "Kalo soal Sekolah Zetta juga nggak tahu bi, Zetta juga heran masak sekolah sebagus itu ada hantunya. Nanti kayaknya Zetta akan coba cari tahu masalah itu" kata Zetta yang akan mencari tahu tentang sekolahnya "bagaimana caranya non mau mencari tahu tentang sekolah itu, lalu apa non akan mengajak non Risa" kata bibi Siti penasaran apa yang akan dilakukan Zetta untuk mencari informasi tentang sekolah itu "ya nantilah bi Zetta pikirin dulu caranya, soal itu aku juga masih bingung. Bibi kan tau kalo Risa itu masih takut sama hantu, kalo Zetta ajak pasti Risa nggak mau. mungkin nanti Zetta akan cari tahu sendiri" kata Zetta yang masih ragu akan mengajak Risa atau tidak "iya sih, non Risa masih aja takut sama hantu padahal kan udah sering lihat hantu dari dulu. Masih aja takut sama hantu" Kata bibi Siti heran dengan Clarisa yang masih saja takut dengan hantu "Zetta juga heran bi sama Risa masih aja takut sama hantu apalagi kalo lihat hantu yang serem bisa-bisa dia pingsan bi kayak dulu pas di sekolah" Kata Zetta mengingat kejadian saat Clarisa pingsan di sekolah waktu SMP "iya non bibi masih ingat, sampai segitunya ya non" kata bibi Siti sedikit tersenyum mengingat kejadian itu. "Zetta ke kamar dulu ya bi mau ganti baju"kata Zetta yang mulai kegerahan "Iya non, bibi juga mau ke belakang" kata bibi Siti kemudian Zetta Pergi ke kamar sedangkan bibi Siti ke belakang. Sampai di kamar Zetta menaruh tasnya di meja belajar lalu menganti seragamnya yang dipakainya. Ada yang membuka pintu balkon kamar Zetta "lah nggak ada angin kok pintu balkon bisa kebuka ya"kata Zetta melihat pintu balkon tiba-tiba terbuka sendiri "coba gue lihat deh" kata Zetta mengecek pintu balkon. Setelah melihat ke belakang pintu itu ada sesuatu yang menganggu penglihatannya "astaga dasar hantu sialan ngagetin orang aja Lo. Sebentar deh Lo ngapain ngikutin gue sampai ke rumah kayak gini"kata Zetta melihat penampakan hantu perempuan berambut pendek yang bersimbah darah memakai seragam seperti sekolah yang sama dengan Zetta "wait, Lo kok pake seragam sekolah yang sama kayak sekolah gue. Jangan-jangan Lo sekolah di sekolahan itu juga"kata Zetta melihat seragam sekolah yang dipakai oleh hantu itu "Iya, saya sekolah di sekolah kamu. Maaf saya mengikuti kamu sampai ke rumah, saya tahu kamu bisa melihat saya makannya saya mengikuti kamu" kata hantu itu yang merupakan salah satu siswi di sekolah yang sama dengan Zetta "berarti Lo kakak kelas gue, terus kenapa kakak ngikuti gue apa maksudnya. Nama kakak siapa terus kakak meniggal kapan dan meninggal kerena apa" kata Zetta menanyakan banyak pertanyaan pada hantu itu. "Iya dulu saya kelas XII, nama saya Tia. saya meninggal 5 bulan yang lalu sebelum saya lulus sekolah karena kecelakaan setelah pulang Sekolah. Saya mengikuti kamu karena saya memerlukan bantuan kamu, oh iya nama kamu siapa" kata Tia memberi tahu sedikit tentang dirinya " nama gue Zetta kak, kakak membutuhkan bantuan apa dari gue. kalo gue bisa pasti gue bantu" kata Zetta yang akan membantu Tia "gini Zetta saya membutuhkan bantuan kamu untuk mencari tahu siapa yang menyebabkan saya menjadi kecelakaan waktu itu. apa kamu bisa membantu saya Zetta" kata Tia meminta bantuan Zetta untuk mencari siapa orang yang membuatnya menjadi kecelakaan waktu itu "astaga jadi kakak Kecelakaan, tapi itu udah 5 bulan yang lalu kalo yang mencelakai kakak temen sekelas kakak berarti dia udah lulus dong. Terus gue nyari tahunya gimana kan susah juga kak, kalo misalnya adik kelas kakak baru gue bisa cari"kata Zetta setelah Tia memberi tahu ingin meminta bantuan apa "yang rasa tidak mungkin kalo teman sekelas saya karena saya tidak memiliki masalah dengan mereka. Kalo sama adik kelas mungkin karena ada yang tidak suka dengan saya, mereka juga sering menjahili saya dulu"kata Tia merasa tidak mungkin jika teman sekelasnya yang menyelakainya "nah kalo begitu mungkin bisa gue bantuin, tapi nanti ya soalnya mau fokus sama MOS dulu kak. Nggak papa kan kak"kata Zetta yang akan membantu Tia setelah selesai MOS "iya tidak apa-apa Zetta saya mengerti kamu kan baru masuk ke sekolah. Maaf ya kalo saya merepotkan kamu Zetta"kata Tia yang memaklumi kondisi Zetta yang baru masuk ke sekolah "santai aja kak, gue udah biasa sama hal yang kayak gini dari dulu. Maklumlah namanya juga indigo sejak kecil jadi gue udah biasa lihat ataupun bantuin hantu biasanya sih sama Risa temen gue, ya tapi temen gue itu takut kalau lihat hantu apalagi yang menurutnya seram"kata Zetta mengatakan bahwa dia sudah bisa berurusan dengan hantu dari dulu. "Terimakasih Zetta karena kamu sudah mau bantu saya, saya senang sekali bisa bertemu dengan kamu"kata Tia berterimakasih kepada Zetta karena sudah mau membantunya "iya sama-sama kak, gue juga seneng bisa bantuin kakak. Kalo nanti gue ketemu sama orang itu bakalan gue kasih pelajaran sama dia. Beraninya nyelakain kakak kelas sampai meninggal lagi parah banget tuh orang"kata Zetta yang kesal dengan orang yang membuat Tia sampai meninggal "iya Zetta saya juga nggak tahu apa salah saya sampai mereka seperti itu sama saya"kata Tia sedikit bersedih "udahlah kak, kalo kakak nangis pasti nanti keluarnya darah bukan air mata. Terus mukanya udah jelek nanti jadi lebih jelek lagi kak"kata Zetta menghiburnya dengan sedikit mengejek Tia "kamu ada-ada Zetta, tapi emang bener sih kata kamu"kata Tia membenarkan perkataan Zetta barusan. Saat Zetta mau berbicara ada yang mengetuk pintu kamarnya "iya bentar"kata Zetta lalu segera membukakan pintu "eh kakak udah pulang kak, ada apa"kata Zetta melihat yang mengetuk pintu kamarnya adalah kakaknya "Lo lagi ngomong sama siapa tadi kakak denger Lo lagi ngomong sama seseorang. Tapi kakak lihat Lo sendirian di kamar"kata Zeno yang sempat mendengar Zetta berbicara dengan orang lain sebelum Zetta membukakan pintu "oh itu gue lagi ngomong sama hantu kak, ternyata dia ngikutin gue dari sekolah sampai ke rumah kak. Dia mau minta bantuan sama gue"kata Zetta jujur dengan Zeno kalo dia berbicara dengan hantu. "Astaga kebiasaan banget sih, ada aja hantu yang ngikutin Lo, minta bantuan apa dia"kata Zeno geleng-geleng kepala mendengar perkataan Zetta "ada lah kakak nggak perlu tahu. Oh iya terus kenapa kakak ke sini"kata Zetta yang kembali menanyakan ada apa Zeno ke kamarnya "tuh kan jadi lupa kakak gara-gara bahas hantu. Itu tadi mama telpon kakak katanya kita mau makan malam di luar. Kebetulan mama sama papa nggak sibuk malam ini"kata Zeno yang memberi tahu kepada Zetta ibunya mengajak untuk makan malam di luar "males ah kak, paling juga kayak waktu itu nggak jadi karena ada meeting mendadak sama klien"kata Zetta yang tidak mau makan malam diluar karena teringat kejadian waktu itu yang tidak jadi karena ada meeting mendadak. "Udahlah nggak usah diingat lagi, kalo sekarang beneran Ze. Gimana mau ya"kata Zeno membujuk Zetta agar mau makan malam bersama di luar "okelah, gue mau ikut karena kakak"kata Zetta dengan terpaksa demi kakaknya "nah gitu dong, kalo gitu kakak ke kamar dulu ya"kata Zeno mengacak-acak rambut adiknya "iya, kakak gue tersayang"kata Zetta tersenyum menatap kakaknya. Zetta menutup pintu kamarnya setelah Zeno sudah pergi ke kamarnya "sebenarnya gue males banget makan malam di luar, kalo bukan karena kak Zeno males gue"kata Zetta yang terpaksa ikut karena kakaknya "kamu tidak boleh begitu Zetta orangtua kamu sudah mau meluangkan waktunya untuk bersama dengan kamu dan kakak kamu. Mereka berdua kan berkerja untuk kalian berdua jadi wajar saja kalau orang tua kamu jarang ada waktu untuk kalian berdua"kata Tia sedikit menasehati Zetta "lah hantu ternyata bisa ceramah juga ya, hebat banget sih kak"kata Zetta sembari bertepuk tangan setelah mendengar perkataan Tia yang menasehatinya. "Kamu itu ya dibilangin malah ngatain kayak gitu. Emangnya manusia aja yang boleh memberikan nasihat"kata Tia yang sedikit kesal dengan sikap Zetta "auah, nggak usah dibahas lagi males gue. Apa kakak mau tetap disini atau kembali lagi ke sekolah"kata Zetta melihat Tia yang masih berada di dalam kamarnya "apa boleh saya tetap disini Zetta, saya tidak mau kembali lagi ke sana"kata Tia yang tidak mau kembali lagi ke sekolah "iya nggak papa sih, asalkan jangan nganggu gue kak Zeno sama bibi Siti"kata Zetta yang memperbolehkan Tia untuk tetap berada di kamarnya asalkan tidak menganggu keluarganya "siap bos, saya tidak akan menganggu kalian"kata Tia memberi hormat kepada Zetta "oke, kalo gitu gue mau tidur dulu"kata Zetta yang ingin tidur sebentar "astaga Zetta ini sudah sore, tidak baik kamu tidur jam segini"kata Tia yang melihat Zetta ingin merebahkan tubuhnya di kasur "yaelah bawel banget sih jadi hantu terserah gue lah mau tidur jam berapa"kata Zetta kesal dengan Tia yang melarangnya untuk tidur sore "kalo kamu tidur sekarang nanti kamu susah bangun Zetta, nantikan kamu mau makan malam bersama keluarga kamu"kata Tia memperingati Zetta "bodo amat lah, gue mau tidur. Nanti juga dibangunin sama kakak"kata Zetta tidak mau mendengarkan Tia lalu Zetta benar-benar tidur "dasar manusia, dikasih tau malah kayak gini. Mentang-mentang gue hantu jadinya nggak di dengerin"kata Tia kesal dengan Zetta karena tidak mau mendengarkan perkataannya dan memilih untuk tidur meskipun hari sudah sore.


__ADS_2