
Setelah mengantarkan Clarisa pulang ke rumahnya Zetta sekarang sudah berada di halaman rumahnya dan dia melihat sudah ada mobil Zeno yang sudah terparkir di sana yang berarti dia akan mendapatkan ceramah singkat dari kakaknya. Dengan langkah kaki yang mengendap-endap Zetta masuk ke dalam rumah takut jika dia ketemu dengan kakaknya dan di marahin olehnya. "aman-aman kak Zeno kayaknya lagi di dalam kamar nih jadi gue nggak perlu dengerin ceramah singkat kak Zeno lagi" Zetta senang tidak melihat kakaknya namun kesenangannya tidak berlangsung lama karena Zeno tiba-tiba saja datang menghalangi langkah Zetta membuatnya jadi terkejut melihat Zeno yang tiba-tiba muncul "mau kemana senang banget kayaknya nggak ngeliat kakak tadi, abis darimana Lo kenapa kakak pulang ke rumah Lo udah nggak ada" Zeno memegang bahu kanan adiknya "hehehe, itu kak gue tadi abis nganterin Risa pulang ke rumahnya gue kira kakak tadi perginya lama eh tahunya udah sampai di rumah aja" jawab Zetta sedikit cengengesan
"Lo bawa mobil sendiri gitu, kakak kan udah pernah bilang jangan bawa mobil sendiri Lo itu belum punya SIM kalo di tilang sama polisi gimana. bisa kan tunggu kakak pulang nanti kan kakak bisa anterin Risa pulang nggak bisa ya kalo nunggu kakak sebentar aja" Zeno melipat kedua tangannya di dada menatap Zetta "kalo nunggu kakak kelamaan nanti kasian Risa udah di suruh pulang sama mamanya yang ada kalo nunggu kakak pulang nanti yang ada Risa udah di marahin sama mamanya" Zetta memberikan alasan pada Zeno untuk menghindari amarahnya "banyak alasan deh Lo kan bisa bilang gitu nungguin kakak pulang sebentar buat nganterin Risa pulang ke rumah, bilang aja kalo emang Lo mau pergi pake alasan nganter Risa pulang" Zeno tidak mau mendengarkan alasan Zetta
"hah, iya deh kak maaf gue salah nggak lagi-lagi deh gue bawa mobil sendiri jangan marah lagi ya kakak gue yang paling cakep dan pintar ini" Zetta tak ada pilihan lain selain minta maaf kepada kakaknya "hah, iya deh kali ini kakak maafin Lo tapi jangan Lo ulangi lagi ya kakak cuman nggak mau Lo kenapa-napa nanti" Zeno mengacak-acak rambut adiknya "sip kak tenang aja janji deh" Zetta tersenyum menatap wajah kakaknya yang gampang sekali di rayu. "kak gue ke kamar ya mau mandi nih gerah banget gue" Zetta melihat Zeno sekilas lalu segera pergi menuju ke kamarnya "Zetta Zetta kakak nggak akan mungkin bisa lama-lama marah sama Lo kakak cuma nggak mau aja Lo kenapa-napa" Zeno menatap punggung adiknya lalu dia juga ke kamarnya. Zetta membuka pintu kamarnya perlahan menaruh kunci mobilnya lalu ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang sudah cukup lengket sembari menunggu Lian melihat-lihat kamar Zetta dan dia tidak sengaja melihat sesosok makhluk tak kasat mata seperti dirinya ada di kamar Zetta. "hai kamu pasti hantu baru ya ketemu dimana sama Zetta" Tia menyapa Lian yang baru saja dia lihat "iya aku tadi nggak sengaja ketemu sama Zetta waktu dia di minimarket tadi terus dia minta aku buat ikut sama dia" Lian mencoba untuk lebih ramah sesama hantu "ehmm, oh iya kita belum kenalan nih nama aku Tia kalo kamu siapa" Tia memperkenalkan dirinya pada Lian
"nama aku Lian, kamu udah lama kenal sama Zetta" Lian kembali mengenalkan dirinya pada Tia "owh baru dua hari sih aku kenal sama dia karena dia itu satu sekolah sama aku dulu dan aku juga meminta bantuannya untuk mencari tahu siapa orang yang sudah menyebabkan aku meninggal" jawab Tia dengan agak serius "jadi kamu juga baru kenal sama dia, apa dia bisa membantu kamu bagaimana caranya" Lian tertarik dengan pembicaraan mereka "hayoh nah Lo akrab banget nih yang baru ketemu gimana senang nggak bisa punya teman hantu mana genteng lagi gue aja senang" Zetta menengahi obrolan kedua hantu sahabat barunya itu "eh Zetta ya lumayan lah apalagi ganteng kayak dia aku kan nggak pernah ngeliat hantu Tampan kayak dia pinter banget sih kamu Ze carinya" Tia menengok Zetta yang baru saja keluar dari kamar mandi "ya namanya aja nggak sengaja ketemu kak gue juga tadi sempat ngira dia manusia eh ternyata hantu lagi tapi gue seneng sih kan hantunya ganteng banget" Zetta duduk di kursi meja riasnya mengeringkan rambutnya yang basah habis keramas.
__ADS_1
"Zetta aku dengar dari Tia kamu mau bantuin dia emang kamu bisa" Lian yang penasaran bertanya pada Zetta "of course honey, itu emang udah kerjaan gue sama teman-teman gue apa Lo juga perlu bantuan dari gue" Zetta tidak beralih dari rambut dan juga hairdryer untuk mengeringkan rambutnya "untuk saat ini aku tidak butuh bantuan kamu aku hanya bertanya saja bagaimana caranya kamu membantu Tia" Lian masih sangat penasaran dengan apa yang di katakan oleh Zetta tadi. "ya bisalah gue nggak bisa kasih tahu Lo gimana caranya soalnya ini rahasia gue sama teman-teman gue nanti Lo juga tahu kok gimana, eh iya kak gue udah cari waktu sama temen-temen gue buat ngebantuin kakak so kakak tunggu aja ya gimana nanti" Zetta mematikan hairdryer nya lalu menaruh kembali ke tempatnya karena rambutnya sudah kering sepenuhnya "Zetta rambut kamu bagus juga ya aku jadi ingat sama rambut aku dulu persis banget kayak rambut kamu cuman beda aja warnanya rambut aku hitam sedangkan rambut kamu merah" Tia menatap rambut Zetta yang cukup panjang dan juga indah menurut Tia.
"kak Tia bisa aja deh mujinya rambut gue biasa aja kok kak tapi ini asli ya bukan karena cat rambut udah dari gue kecil rambut gue kayak gini" Zetta menyisir rambutnya dan dia biarkan tergerai "aku kira rambut kamu itu karena cat rambut ternyata udah dari dulu rambut kamu kayak gini kok bisa" Lian juga menatap rambut Zetta yang tergerai indah "ya gitu deh coba kalian lihat deh rambut nyokap gue dulu sama banget kayak rambut gue sekarang" Zetta memperlihatkan foto ibunya dan dia beberapa tahu yang lalu pada Tia dan juga Lian
"wah ternyata turunan dari ibu kamu ya sepertinya ibu kamu ada campuran keturunan dari luar ya makanya rambutnya merah terus wajahnya juga kelihatan sih" Tia menatap takjub wajah ibunya Zetta yang terlihat sangat cantik "iya nenek aku itu asli keturunan dari Korea jadi deh nyokap gue kayak gitu, cantik banget kan nyokab gue apalagi kalo dia masih muda wah jadi idola kaum pria dia mah" Zetta menyimpan kembali foto ibunya dan juga dia di dalam laci meja riasnya. "Ze kita makan yuk bibi udah masakin makan malam buat kita" Zeno mengetuk pintu kamar Zetta "iya kak bentar ya gue keluar" jawab Zetta teriak dari dalam kamarnya
"kakak tunggu di depan kamar Lo" Zeno menunggu Zetta di depan pintu kamar Zetta
__ADS_1
"kak gue mau cerita deh sama kakak pastinya kaget deh nanti" Zetta duduk di kursi sebelah kakaknya "ada apa sih Ze tentang sekolah Lo yang angker itu ya sorry kakak nggak tertarik sama bahasan Lo" Zeno mengambil nasi dan juga lauknya yang sudah tersedia di meja makan
"yeh sok tahu banget sih bukan kak, tapi yang lain soal gue tadi mampir sebentar ke minimarket tahu nggak gue ketemu sama siapa tadi" Zetta menghentikan Zeno yang ingin makan
"ketemu sama siapa sih nggak mungkin kan kalo Lo ketemu sama selebgram tadi" Zeno melihat adiknya "yang nggak lah mana mungkin juga kak, jadi gue tadi ketemu sama hantu ganteng banget kak di minimarket awalnya gue kira dia manusia ternyata dia hantu niatnya gue mau kesal tapi ngelihat dia yang tampan itu gue nggak jadi marah deh kak sama dia. terus gue bawa dia kesini kak daripada dia ngangguin orang nanti kan kasian orangnya seganteng-gantengnya dia tetap aja dia itu hantu" cerita Zetta pada kakaknya sedang Zeno hanya melongo mendengar cerita Zetta yang menurutnya sangat aneh. "Ze mana ada sih hantu tampan ngadi-ngadi aja deh Lo kalo halu itu jangan berlebihan hantu seram di kata tampan lagi udah sakit kali Lo Ze" Zeno sama sekali tidak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Zetta dan Zeno melanjutkan makannya lagi "kak gue serius nggak bercanda ya kali kak gue halu ngeliat hantu tampan Risa aja sampai terpesona sama dia kakak kan tahu sendiri kalo Risa itu takut banget sama hantu dan baru kali ini dia nggak takut sama sekali ngeliat hantu" Zetta masih saja mencoba untuk meyakinkan kakaknya tentang apa yang dia lihat tadi namun Zeno tidak merespon perkataan Zetta sehingga Zetta kesal dibuatnya lalu dia mengambil nasi dan lauk kesukaan dia dan mulai makan seperti kakaknya. *Zetta Zetta mana ada sih hantu tampan di dunia ini yang ada itu hantunya serem kali bukan ganteng udah gila kayaknya adik gue ini*batin Zeno merasa sangat mustahil jika ada hantu tampan seperti yang sudah Zetta katakan
"Ze gimana tadi nggak ada masalah kan di sekolah angker Lo itu" Zeno mencari topik pembicaraan yang lainnya "ya gitu deh kak gue nggak mood buat bahas lagi yang ada nanti gue pusing sendiri biar ini jadi urusan gue sama teman-teman gue aja kakak nggak usah tahu" Zetta yang masih kesal dengan kakaknya yang tidak percaya dengan ucapannya tadi
__ADS_1
"kenapa biasanya Lo cerita sama kakak tapi kalo itu udah keputusan Lo sih kakak nggak masalah" Zeno tahu kenapa adiknya tidak mau bercerita dengannya. "kak gue ke kamar dulu ya mau lanjutin ngobrol sama teman hantu gue, good night kak" Zetta meminum airnya lalu kembali ke kamarnya "lah dia marah sama gue apa jangan-jangan dia nggak bercanda lagi, ah udah lah mending gue ke kamar aja ngelanjutin tugas gue" Zeno meminggirkan gelas dan juga piring lalu ke kamarnya untuk meneruskan tugas kampusnya. Zetta masuk sedikit membanting pintu kamarnya masih kesal dengan kakaknya yang tidak percaya dengannya "Ze kenapa kok kayak betek gitu apa ada masalah sama kakak kamu pas makan malam tadi" Tia menyadari raut wajah Zetta yang berubah "ya begitulah biasa kakak gue nggak percaya sama omongan gue tapi ya udahlah nggak usah di bahas lagi, kesel gue sama kak Zeno" Zetta menghempas tubuhnya di kasur "Zetta kamu hanya makan berdua saja dengan kakak kamu orang tua kamu kemana" Lian duduk di tepi ranjang Zetta
"biasalah orang tua gue sibuk kerja nggak ada waktu buat gue sama kak Zeno jadi kita cuman makan berdua deh" jawab Zetta melirik Lian di sampingnya "sesibuk itukah orang tua kamu sampai mereka nggak ada waktu untuk kalian berdua" Lian menatap Zetta yang juga menatapnya "hah gitu deh, dah ya ngantuk mau tidur kalo kalian mau curcol silahkan deh asalkan nggak ngangguin gue" Zetta sedikit menguap karena sudah mengantuk "apa yang mau kita bahas Zetta nggak ada juga kalo kamu mau tidur ya silahkan aku tidak akan menggangu kamu" Lian masih tetap di tepi ranjang Zetta namun Zetta tidak merasa terganggu sama sekali justru dia tidur dengan cepat dan pulas sekali Tia dan Lian hanya melihat Zetta yang tengah tertidur pulas dengan hitungan detik.