SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY

SUNSHINE HIGH SCHOOL MYSTERY
Chapter 15 Mulai Perhatian


__ADS_3

Selama perjalanan menuju ke luar dari hutan setelah kejadian yang terjadi tadi Zetta, Natta, Gretha dan Clarisa tidak kunjung sadarkan diri mungkin karena sudah kehabisan energi dan tenaga melawan hantu yang cukup kuat tadi.


Karena mereka berempat belum sadar membuat Daniel, Cakra, Xavier, dan Dylan cukup merasa khawatir dengan keadaan Zetta dan yang lainnya merasa cukup bersalah dengan apa yang terjadi.


"eh kenapa mereka nggak sadar-sadar juga ya gue jadi khawatir sama kondisi mereka kalo ada apa-apa sama mereka kan kita yang kena" ucap Dylan memecahkan keheningan diantara mereka.


"mereka berempat kehabisan energi karena melawan makhluk tadi gue lihat sendiri kayak gimana, apalagi Zetta dia yang paling kehabisan energi makanya dia sampai pucat kayak gini gue yang paling merasa bersalah kalo ada apa-apa sama mereka" ucap Daniel merasa bersalah.


"ini kan kesepakatan kita bersama Niel jadi yang salah kita semua bukan hanya Lo aja, harusnya kita kaji ulang dulu sebelum melakukan ini kita juga nggak nyangka kan jadi kayak gini" ucap Xavier menatap sahabatnya itu.


"hah, iya tapi gue heran deh kenapa pas kita nggak ada apa-apa giliran mereka kok jadi ribet kayak gitu ya bener-bener nggak paham deh gue sama apa yang terjadi" ucap Cakra merasa cukup heran.


"nah itu juga yang gue pikirin dari tadi kok bisa gitu kenapa ya harusnya kan sebelumnya kita juga mengalami hal yang sama tapi enggak sama sekali, mereka juga nggak bilang apa-apa tadi" ucap Dylan menimpali.


"gue juga nggak tahu sih, belum sempat gue tanya sama Zetta tadi coba nanti gue tanya dulu sama dia harusnya kita juga dalam masalah tapi kenapa kita malah aman-aman aja kan aneh juga menurut gue. dan masih banyak yang gue tanyakan sama Zetta nanti" ucap Daniel yang juga penasaran dengan apa yang terjadi tadi.


"eh iya gue lupa deh kok tadi gue nggak lihat apa-apa ya kemana iblis yang di bilang sama Zetta dan tadi Lo peluk Zetta gitu baru kali ini gue lihat Lo kayak gitu sama cewek" tanya Cakra.


"itu juga yang gue nggak paham Kra, gue nggak bisa jelasin sama Lo soalnya gue juga nggak paham sama apa yang terjadi nanti aja kalo gue udah tahu" jawab Daniel.


"sebenarnya gue penasaran sama Zetta kenapa dia bisa sekuat itu padahal dia kelihatannya cuma biasa aja tapi dia bisa bertahan lama daripada teman-temannya dan juga mereka selalu mengadakan kemampuan Zetta" ucap Dylan yang merasa penasaran.


"yang gue denger-denger sih katanya Zetta itu neneknya cenayang yang cukup hebat pada masanya dan sekarang pun arwah neneknya masih ngikut sama dia, selebihnya gue juga kurang paham" jawab Xavier.


"lah Lo kok bisa tahu sih Xav, darimana Lo tahu apalagi soal neneknya yang masih ikut sama dia apa ada yang cerita sama Lo" ucap Cakra dan Dylan bersamaan.


Bukannya menjawab pertanyaan kedua sahabatnya justru Xavier malah menatap Zetta yang sedang berada di gendongan Daniel dengan tatapan mata yang sulit di artikan.


"Xav kenapa malah lihat Zetta, gue juga pengen tahu apa jawaban Lo soal ini" ucap Daniel menyadarkan Xavier.


"itu ada yang bilang sama gue sekarang kita harus buru-buru ke sekolah sebelum mereka semakin parah, kita jalan sekarang sampai ketemu di sekolah lagi" ucap Xavier mengalihkan pembicaraan.


"ya udah hati-hati semuanya sampai bertemu di sekolah" ucap Cakra


kemudian mereka berpencar naik kendali sendiri-sendiri menuju kembali ke sekolah sebelum kondisi adik kelas mereka semakin memburuk dan lama sadarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Setelah sampai di sekolah mereka langsung membawa Zetta dan ketiga temannya ke UKS setidaknya mereka bisa mendapatkan tindakan medis meskipun sebenarnya bukan itu yang mereka butuhkan melainkan suplai energi dan tenaga.


Dengan hati-hati mereka menaruh Zetta dan teman-temannya di ranjang UKS setelahnya mengambil minyak kayu putih untuk membangunkan mereka berempat.


Setelah beberapa saat kemudian Natta, Gretha, Clarisa, dan yang terakhir Zetta sadar dari pingsan mereka yang cukup lama membuat Daniel dan yang lainnya cukup lega melihatnya.


"Aku kalian sadar juga kita khawatir tahu nggak sama kalian takut ada apa-apa sama kalian berempat" ucap Cakra setelah mereka bangun.


"kalian nggak apa-apa kan nggak terluka cukup parah, apa perlu kita bawa ke RS" ucap Dylan.


Secara bersamaan mereka berempat mengelengkan kepala lalu sedikit tersenyum setelahnya merasa lucu dengan perkataan Dylan yang menurut mereka terlalu berlebihan.


"Ze muka sama tangan Lo pucet banget Lo nggak apa-apa kan nggak ada keluhan lain yang Lo rasakan, apa perlu panggil Dokter buat periksa Lo" ucap Xavier mendahului Daniel.


"saya nggak apa-apa kak, tidak perlu panggil Dokter segala tidak parah banget kok masih baik-baik aja" jawab Zetta tersenyum.


"muka sama telapak tangan Lo pucet kayak gitu masih di bilang nggak apa-apa, kenapa Lo jadi orang nggak perduli sih sama diri Lo sendiri dalam keadaan seperti ini masih bisa bilang nggak apa-apa. gue lihat sendiri tadi Lo kayak gimana nggak mungkin kalo Lo nggak apa-apa" ucap Daniel yang membuat Zetta melongo mendengarnya.


*gue nggak salah dengar kan masak sih kak Daniel peduli sama gue, tapi wajar aja sih gue kan adik kelasnya mikirin apaan sih Lo Ze*batin Zetta geleng-geleng kepala.


"Hem, kalo gue nggak datang atau terlambat datang apa yang terjadi sama Lo Ze apa Lo nggak mikirin orang tua Lo kalo sampai Lo kenapa-kenapa" ucap Daniel.


"hah, nggak mungkin mereka perhatian sama saya kak kakak nggak tahu keluarga saya kayak apa" ucap Zetta tersenyum getir.


"Ze, nggak boleh gitu ah kalo kakak Lo tahu dia bisa marah banget sama Lo dia kan sayang banget sama Lo Ze gue aja selalu iri sama Lo" ucap Clarisa mengingatkan.


"yang peduli sama gue cuma kakak gue Ris siapa lagi coba orang tua gue aja nggak ada waktu buat gue selalu aja sibuk sama urusan sendiri" ucap Zetta yang membuat kakak kelasnya cukup terkejut.


"Ze, nggak ada orang tua yang nggak sayang sama anaknya apa lagi Lo perempuan kan jadi mereka pasti sayang sama Lo cuman lagi sibuk aja sama kerjaan gue tahu apa yang Lo rasakan" ucap Daniel menepuk pundak Zetta.


"Ze, jangan berpikiran seperti itu mereka itu sangat peduli sama Lo dan sayang cuma Lo nya aja yang kurang peka" ucap Xavier menimpali.


"ya mungkin aja sih kak, saya kan nggak pernah ada waktu sama orang tua saya selama ini" ucap Zetta singkat.


"Xav, Lo tolong bilang sama yang lainnya kalo MOS kita tunda tiga hari biar mereka tenang dulu setelah apa yang mereka hadapi baru aja. biar gue aja yang disini jaga mereka" ucap Daniel yang sebenarnya ada yang ingin dibicarakan dengan Zetta.


"oke, ayo Kra Lan kita kasih tahu yang lainnya soal ini dan biar mereka bisa pulang ke rumah" ucap Xavier tanggap.

__ADS_1


Kemudian mereka bertiga keluar dari UKS untuk memberi tahu teman-temannya dan juga adik kelas tentang apa yang Daniel katakan tadi padanya agar adik kelas mereka bisa langsung pulang ke rumah.


"Ze ada yang mau gue tanyain sama Lo, ini soal tadi sebenarnya apa yang terjadi kenapa bisa kayak gitu tadi gue masih nggak paham tadi" ucap Daniel mendekati Zetta.


Zetta cukup bingung apa yang harus dia katakan apakah akan jujur atau dia akan berbohong dengan apa yang sebenarnya dia ketahui sementara yang lainnya hanya megeriyitkan dahi tidak tahu apa yang terjadi.


"ah itu kak sebenarnya hanya kebetulan aja kok tadi jadi nggak usah di pikirin santai aja kak, bukan apa-apa kok" jawab Zetta cengengesan.


"Lo pikir gue percaya sama apa yang Lo bilang Ze gue tahu kalo Lo bohong kelihatan dari mata Lo nggak bisa bohong, jujur aja sama gue sebenernya ada apa" Daniel sama sekali tidak percaya dengan apa yang Zetta katakan.


"eh itu kak gimana ya saya ngomongnya takutnya kakak nggak percaya lagi apa yang saya katakan, tapi kalo kakak maksa saya akan jujur sebenarnya kakak itu sama kayak saya hanya karena kemampuan kita berbeda" jelas Zetta dengan hati-hati.


"apa maksudnya Ze, gue sama kayak Lo gimana jelas-jelas gue nggak bisa lihat hantu kayak Lo mana bisa gue sama seperti Lo" ucap Daniel tidak mengerti.


"hah, gini kak sebenarnya dari apa yang saya lihat tadi kakak itu cucu dari temen nenek aku yang juga memiliki kemampuan yang sama dan sebenarnya kakak juga sama tapi kakak lebih kuat dari saya. dan satu lagi kakak nggak bisa lihat hantu karena mata batin kakak udah di tutup total sama nenek kakak dulu pada masih kecil" jelas Zetta hati-hati.


"what's, gila gue sama sekali nggak pernah nyangka kalo gue kayak gitu selama ini nggak ada yang pernah bilang sama gue dan soal nenek gue juga nggak terlalu paham. tapi kenapa gue sama teman-teman gue bisa aman dari hutan itu" ucap Daniel tidak percaya.


"intinya itu karena kakak saya nggak bisa jelasin sekarang kepala saya masih pusing kapan-kapan saya akan jelaskan sama kakak, yang pasti karena kakak tapi jangan tanya kenapa kepala saya pusing" jawab Zetta.


"hah, oke gue tahu tunggu jawaban Lo Ze sekarang udah boleh pulang apa Lo mau gue anterin pulang" tawar Daniel.


Sontak Zetta dan teman-temannya agak terkejut dengan apa yang mereka dengar dari seorang Daniel yang terkenal dengan sifat dinginnya dan tidak mau berurusan dengan orang lain.


"nggak usah kak, nanti bisa sama Risa kalo nggak kak Zeno jemput saya nanti. kakak ngga usah repot-repot nanti kan kakak masih ada pelajaran" ucap Zetta tidak enak hati.


"nggak masalah lagian juga kita udah izin nggak ikut pelajaran, jadi nggak ada masalah kalo gue anterin Lo pulang kan" ucap Daniel menatap Zetta.


"tapi bener kak nggak usah saya bisa sama kakak saya nanti kakak mendingan pulang aja istri pasti capek juga kan, nggak usah anterin saya pulang" tolak Zetta dengan halus.


"gue nggak mau denger penolakan dari Lo mau nggak mau Lo harus mau, gue harus pastikan Lo baik-baik aja sampai di rumah. sekarang berdiri gue anterin Lo pulang" ucap Daniel cukup dingin dan menusuk.


"iya deh kak, kalo nggak ngerepotin mah" ucap Zetta tersenyum paksa.


Mau tak mau Zetta harus mau di antar pulang oleh Daniel meskipun sebenarnya dia tidak mau dan berniat akan bareng dengan Clarisa tapi apa boleh buat Daniel memaksanya sehingga dia tidak ada pilihan lain selain mengiyakan ajakan Daniel daripada Zetta dapat masalah nantinya.


Zetta perlahan turun dari ranjang di bantu oleh Daniel kemudian Daniel memegang tangan Zetta membantunya berjalan menuju ke mobilnya untuk mengantarkan Zetta pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2