
Hari sudah pagi waktunya bagi Zetta untuk kembali ke sekolahnya lagi memulai MOS di hari keduanya setelah kemarin MOS melakukan MOS di hari pertama. Zetta terbangun dengan sendirinya lalu segera menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Setelahnya dia turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan kakaknya karena orangtuanya sudah berangkat pagi-pagi sekali ke kantor jadi Zetta hanya sarapan berdua saja dengan Zeno.
"pagi Zetta gimana tidurnya nyenyak apa enggak nih atau lagi di ganggu sama para hantu kesayangan Lo itu" Zeno menyapa adiknya yang baru saja terlihat di meja makan Zetta melihat kursi ke dua orangtuanya yang kosong dengan tatapan yang sulit di artikan dan Zeno menyadari tatapan adiknya itu sebenarnya Zeno merasa sangat kasihan dengan adiknya yang sangatlah jarang bisa berkumpul atau sekedar makan saja dengannya. "Ze kakak tahu apa yang ada di pikiran Lo sekarang mama sama papa udah berangkat dari tadi pagi katanya ada urusan penting di kantor" Zeno memberikan jawaban meskipun Zetta tidak menanyakannya
"ya ya ya selalu aja kayak gitu, gue capek tahu nggak kak kayak gini terus nggak bisa apa sekali aja sarapan atau makan malam sama kita. apa lebih penting pekerjaan daripada anaknya sendiri gue juga mau kak kayak orang lain yang selalu ada waktu sama orang tuanya" Zetta menarik kursi dengan kasar duduk lalu mengambil sarapan yang sudah di siapkan oleh pembantu mereka dengan sedikit emosi.
"Ze kakak tahu apa yang Lo rasain kakak juga dulu kayak Lo malahan lebih parah lagi, kita juga harus mengerti Ze kenapa papa dan mama seperti ini mereka kerja keras juga buat kita Ze supaya mama papa bisa selalu memenuhi kebutuhan kita" Zeno sedikit memberi pengertian pada Zetta namun bukannya mendengarkan apa yang di katakan kakaknya Zetta malah membanting garpu dan sendok dengan cukup keras membuat Zeno ataupun pembantu mereka kaget dengan apa yang dilakukan oleh Zetta.
"kak gue nggak butuh itu apa pernah selama ini gue maksain apa yang gue mau enggak kan kakak mungkin bisa ngerti tapi gue enggak kak selama ini mama jarang banget bahkan hampir nggak pernah ada waktu buat gue, padahal gue itu pengen banget ada waktu berdua sama mama kayak teman-teman gue kak" Zetta mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya selama ini Zeno menarik napas lalu mendekati adiknya dan memeluknya sembari mengelus perlahan rambut Zetta. Zeno sangat tahu apa yang di rasakan oleh Zetta karena dia juga mengalaminya sewaktu masih di usia Zetta bahkan lebih muda lagi.
"Ze udah ya kakak jadi sedih kalo Lo kayak gini ini bukan kayak adik kakak deh Zetta kan anaknya kuat mandiri ya meskipun agak manja tapikan Lo itu kuat Ze kakak tahu itu suatu saat nanti ada saatnya kok Lo bisa jalan ataupun sekedar cerita-cerita sama mama, buat sekarang Lo sabar aja ya kan ada kakak yang selalu ada buat Lo apa kakak kurang perhatian sama Lo Ze" Zeno mencoba untuk memberikan penjelasan lebih lagi pada Zetta agar dia bisa mengerti keadaan keluarganya yang sekarang ini. Zeno melepaskan pelukannya pada Zetta dan menatap adiknya lalu mencubit gemas hidung Zetta membuatnya balas mencubit lengan kakaknya.
"elah Ze perhitungan banget sih Lo mana kenceng banget lagi cubitnya kalo lengan kakak biru gimana" Zeno mengusap-usap lengannya yang nyeri akibat di cubit oleh Zetta tadi
"syukurin siapa suruh cubit hidung gue sakit tahu nggak kak main cubit-cubit aja makannya gue balas cubit lengan kakak, sakit kan kak rasain deh" Zetta tersenyum mengejek kakaknya sehingga Zeno agak kesal dengan kelakuan adik perempuan kesayangannya. Zeno mengamati adiknya sebentar lalu dia melanjutkan kembali makanya memendam kemarahan pada sang adik tercinta yang sudah membuatnya kesal.
"jangan marah dong kak gue kan cuman bercanda kakak jelek loh kalo lagi cemberut kayak gini senyum dong biar cakep kakak gue ini" Zetta meminta maaf pada Zeno yang telah membuatnya menjadi kesal tapi Zeno tidak mendengarkan dia masih sibuk dengan makanannya sehingga Zetta menarik napas panjang lalu melanjutkan sarapannya.
"Ze berangkat sekarang yuk mungkin teman-teman Lo juga udah berangkat" Zeno sudah menyelesaikan sarapannya lalu mengajak Zetta untuk berangkat ke sekolah sedangkan Zetta hanya mengangguk sembari meminum susu yang di buatkan oleh pembantunya. Zetta menggambil tas ranselnya berjalan keluar mengikuti kakaknya yang sudah berjalan keluar duluan.
__ADS_1
...****************...
Ketika sudah sampai di depan gerbang sekolah Zetta tidak sengaja bertemu dengan kakak kelasnya yang baru saja mau masuk ke dalam sekolah Zetta menyapanya dengan senyuman begitu juga dengan dia setelahnya dari arah belakang Clarisa, Natta, dan Gretha menghampirinya dengan sedikit berlari.
"pagi Zetta bestie gue yang paling cantik ini, eh itu dia ikut sama Lo kesini kok Ze gue masih belum puas kemarin" Clarisa menanyakan hantu tampan kemarin yang sempat bertemu sebentar dengannya sebelum Zetta menjawabnya Nata sudah berbicara duluan mendahului Zetta.
"eh dia siapa gue kalian ketemu sama apa sih kemarin kok Clarisa kayak senang gitu sih, coba deh cerita" Natta menanyakan kepada Zetta dan juga Clarisa yang terlihat seperti sedang bahagia. "jadi gini Nat kemarin itu kan gue nggak sengaja ketemu sama hantu dan sumpahnya hantunya itu ganteng banget kalo nggak percaya lihat deh di belakang gue" jawab Zetta melirik ke arah belakang dimana ada Lian yang mengikutinya bersama dengan Tia juga. Sontak mereka berdua terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang mereka lihat hantu yang cukup tampan tidak seperti hantu kebanyakan yang seram dan menakutkan.
"oh my God ini hantu apa manusia sih ganteng amat dah pengen bawa pulang deh baru kali ini tahu nggak gue lihat hantu modelan kayak dia begini dapat darimana Lo ze siapa tahu ada lagi temennya" Natta bahkan tidak berkedip saat melihat Lian membuatnya sedikit agak risih dan tidak nyaman di tatap seperti itu oleh Natta.
"dih ngarep nggak ya kali gue kasih dia buat Lo ogah banget deh lagian nih ya mau Lo cari sampai ke ujung dunia sekalipun nggak akan bisa deh ketemu sama hantu kayak dia gini, ibaratkan barang dia itu limited edition tahu nggak jadi nggak sembarangan bisa lihat" Zetta melirik Natta agak sinis karena ucapan Natta yang membuatnya agak kesal sedangkan Natta cemberut melihat reaksi Zetta seperti itu.
"eh Neneng gue enak aja kalo ngomong nggak bisa di kata dia barang apa nggak semudah itu ya Lo nggak akan bisa bawa dia sampai kapanpun dia akan tetap sama gue no debat, Lo jangan harap ya gue mau ngalah sama Lo never" Zetta menyimpangkan kedua tangannya di dada sembari menatap sinis Natta. Clarisa dan Gretha hanya melongo melihat kedua sahabatnya ribut hanya karena merebutkan hantu yang bersama dengan Zetta.
"ya ampun kalian berdua itu ngapain sih aneh deh hantu kok di ributin sih kalo cowok ganteng itu baru di ributin, ampun deh punya dua teman pada gila" Gretha tak habis pikir dengan Zetta dan Natta yang bertengkar merebutkan hantu yang menurut mereka berdua cukup tampan begitu juga dengan Clarisa yang tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah ke dua temannya yang sangat absurt.
"hahaha, sumpah ya kalian itu kurang kerjaan banget deh gue aja nggak sampai segitunya eh kalian malah ribut rebutan si Lian kasihan dia coba lihat deh dia yang bengong ngelihatin kalian berdua yang lagi ngerebutin dia" Clarisa sedikit agak tertawa ketika mengatakannya sembari menunjuk ke arah Lian yang agak aneh dengan Zetta dan Natta yang merebutkannya.
"iya nih lihat deh dia kalo dia manusia pasti udah terbang ke atas langit deh di perebutkan sama dua bidadari yang sangat cantik jelita ini, untungnya dia hantu jadi dia masih nggak akan melting sama kalian" Gretha agak mendramatisir keadaan Clarisa yang mendengarnya menjadi tertawa terbahak-bahak sedangkan Zetta dan Natta melirik sinis Gretha dan Clarisa yang mengejek dan menertawakan mereka berdua.
__ADS_1
"apa-apaan sih nggak lucu tahu nggak kalian kalo nggak tahu nggak usah ikut campur deh sama urusan kita berdua, terserah gue sama dia lah apa juga urusannya sama kalian berdua" Zetta dan Natta tidak sengaja berbicara dengan bersamaan membuat Clarisa dan Gretha semakin geli melihat mereka berdua yang sangat kompak.
"ya ampun kompak banget sih girls tadi aja ribut sekarang akur gimana sih udah ya jangan marah gitu ya cantik kita bercanda aja kok" Clarisa tersenyum menggoda Natta dan Zetta
"Ze jangan egois dong mentang-mentang Lo yang ketemu sama dia duluan kan bisa kayak yang gue omongin barusan sesama teman itu harus saling mendukung bukan kayak gini Ze, ayolah jangan mau ya gue mohon Ze" Natta masih saja tidak mau menyerah pada keputusan yang di katakan oleh Zetta.
"eh Neneng denger ya sekali lagi gue tegesin sama Lo nggak mau ya gue nyerahin dia sama Lo meskipun cuman sehari aja, jangan maksa dong jadi orang gue kan udah bilang nggak mau iya kita emang teman tapi ya nggak gini juga kali Natta" Zetta yang masih saja dengan keputusannya yang tidak mau Lian ikut bersama dengan Natta meskipun cuman sebentar saja sedangkan Natta merasa Zetta tidak adil dengan dia padahal dia cuman minta waktu sehari saja.
"hah, gitu banget sih Lo jadi teman mau menang sendiri aja serah Lo deh Ze gue baru tahu kalo Lo itu emang kepala batu nggak bisa diajak negosiasi" Natta akhirnya mengalah pada Zetta meskipun dengan sangatlah terpaksa.
"gitu kek dari tadi Nat kita kan nggak perlu berdebat nggak jelas kayak gini, terserah Lo mau nganggap gue kayak gimana yang terpenting Lo nggak bisa ngerebut Lian dari gue" Zetta merasa dirinya menang atas Natta yang sudah menyerah berdebat dengan dia merebutkan hantu tampan.
"aduh-aduh kalian kenapa sih pagi-pagi udah ribut aja pada ngeributin apa sih ini kok Natta mukanya kusut kayak gitu" Chelsea yang tiba-tiba datang mengejutkan mereka berempat yang masih saja berdiri belum pergi ke kelas mereka
"eh kak Chelsea nggak ada kok kak cuman hal sepele aja kok nggak ada yang penting kakak ngagetin kita aja" Zetta menatap Cheslea yang menghampiri mereka berempat.
"Hem, iya deh udah gih pada ke kelas dulu sambil nunggu apa yang kita intruksikan nanti" Chelsea menyuruh mereka berempat untuk pergi ke kelas sembari menunggu apa yang akan di lakukan.
"iya kak kita ke kelas duluan ya" Zetta, Clarisa, Natta dan Gretha melanjutkan jalannya ke kelas sembari menunggu kegiatan mereka di MOS hari kedua ini sedangkan Chelsea pergi ke ruang OSIS untuk bertemu dengan teman-temannya yang sudah berada di ruangan OSIS.
__ADS_1