Supir hatiku

Supir hatiku
satu


__ADS_3

"gimana capek gak??",tanya sahabatku , Gilang.


"ya capeklah namanya juga kerja Lang",jawabku setelah mendaratkan bokongku di sebuah kursi di dapur.


oh iya aku Rizal,ehmmm...namaku cuma itu,karena itu nama titipan saat aku di tinggal di sebuah panti asuhan,ya aku gak tahu siapa orang tua kandungku,oh..tapi gak apa-apa kok,bunda pengurus panti juga sayang banget sama aku, sampai aku lulus SMK,aku masih tinggal di panti,saat aku memutuskan bekerja dan keluar dari panti,linangan air mata bunda seakan berat melepaskan aku,tapi aku harus...aku ingin merangkai mimpi.


"kalo gak betah di luar ,kamu kembali aja yah zal,pintu selalu terbuka untuk kamu".


itu perkataan bunda dua tahun lalu,tapi kini kembali pun gak mungkin,panti itu sudah di gusur oleh sang pemilik uang dan kekuasaan,bunda terbaring sakit setelah peristiwa itu,dan tiga Minggu kemudian wanita kharismatik itu berpulang ke hadapan sang Khalik.


dengan segenap keyakinan ,kubawa tiga orang adik panti yang paling akrab denganku, Risty, Daffa,dan Larasati, masing-masing dari mereka ada yang kelas satu SMP,enam SD,dan satu SMA,berat ...pasti,tapi aku gak boleh nyerah, daripada aku menyerahkan kepada orang tua asuh yang bahkan saat melihat mereka aku udah gak yakin, adik-adik ku ini gak bakal kenapa-napa nantinya.


aku bekerja di cafe ini sebagai pelayan,hanya mengambil shift pagi,Gilang sahabatku juga membantu berbicara dengan ibu bos,jadi sedikit di permudah,karena setelah Maghrib aku harus bertugas sebagai penjaga malam,di sebuah perumahan elit,yang bahkan tembok nya saja,sudah hampir menempel dengan kontrakan yang aku tinggali,ya Deket...jalan kaki sampai.


"mau pulang zal?",aku melihat Ranti teman kerjaku bertanya,aku mengangguk.


"emmm...zal,boleh nebeng gak?",tanyanya sedikit menunduk,malu mungkin.


"pacar kamu gak jemput?",tanyaku,karena setahuku dia punya pacar,siapa ya namanya,aku lupa.


"u-udah putus zal,aku gak tahu mau pulang naik apa,aku belum hapal bener daerah sini",katanya.wajar baru datang ke kota ini.


aku mengangguk lalu mengambil helm yang selalu terikat di belakang motor Supra kesayangan ku ini.


"tapi motor aku jelek,gak malu kamu?",dia menggeleng,ya udah .


diperjalanan aku cuma diam saja,karena memang biasanya aku selalu sendiri,gak ada tuh yang mau di boncengi naik motor keluaran awal milenium ini,udah butut.


"zal kamu gak nanya aku tinggal di mana?",tanyanya sambil agak mendekatkan wajahnya ke arah ku.


"aku tahu kok,jalan bunga Asoka kan?" kulihat dari sipon dia mengangguk.


siapa juga yang gak tahu jalan yang terkenal dengan banyaknya kamar kos di daerah itu,aku aja agak penasaran,kenapa temenku ini bisa bayar kos di situ,dia ini kerja sambil kuliah,dan aku tahu betapa gak bersahabat nya harga sewa kamar di daerah bunga Asoka itu,untuk aku yang berkantong tipis.


memasuki area kos tersebut aku kembali bertanya ,tepatnya di mana lokasi tempat tinggal Ranti, setelah Ranti memberi tahu, akhirnya motor ku sampai di depan sebuah kos-kosan,di depan kos terlihat tulisan,terima kos putra-putri.


"gak singgah zal?",tanya Ranti sambil memberikan helm yang dipakai nya padaku,aku menggeleng.


"enggak usah lah,aku mau pulang aja, istirahat bentar,malam mesti kerja lagi,aku duluan yah ",kataku sambil tersenyum melihat ke arah Ranti,kulihat raut kecewa dari wajah nya,aku gak perduli.


...----------------...


"loh kak udah pulang?",tanya Risty yang baru keluar dari kamar mandi,rambut sebahunya kelihatan basah,habis keramas mungkin.


"iya,mana Daffa?",tanyaku kepada adikku yang masih duduk di kelas satu SMA tersebut.


"maen kak,tadi sama Laras juga,aku di ajak sih tapi males",katanya seraya duduk di sebelahku,sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ada di tangan nya


"kemana memang nya, tumben kamu gak ikut",kataku sambil membuka jaket yang ku pakai.


"naik odong-odong,males banget kak,panas",jawab nya.


"panas apa?,udah sore gini",aku menggeleng.


"ish..pokoknya Risty males naik odong-odong,gak selera kak,gak ada seru-serunya gitu,heran liat Laras sama Daffa, semangat nya itu kalo naik odong-odong ".

__ADS_1


"namanya juga anak-anak ",kataku lalu bangkit menuju kamar mandi,jangan kalian pikir kamar mandi kami ada di setiap kamar,tidak...rumah kecil yang ku sewa ini hanya punya dua kamar,aku dan Daffa satu kamar ,begitu juga Risty dan Laras.


lepas Maghrib aku bergegas menuju ke tempat kerjaku selanjutnya,ya jadi penjaga malam perumahan,setelah berpamitan kepada ketiga adikku,aku mengayunkan langkah.


......................


"baru datang zal?",tanya teman kerjaku,bang Romi.


"ya baru aja bang, darimana bang?",melihat dia sepertinya baru darimana


"dari rumah yang d blok A ujung itu",tunjuknya ke arah blok A.


"ngapain?",


"tadi di panggil sama Retno,yang pembantu bohay itu zal",


"nyari tukang kebun katanya",sambungnya lagi setelah menyalakan sebatang rokok dari sakunya.


"hmmm...gitu",otak penuh perhitungan ku langsung bekerja.


jadi tukang kebun lumayan sih,tapi aku masih kerja di cafe,gak bisa gitu ya jadi tukang kebunnya pas malam aja,aku bermonolog sendiri .


seolah perkataan ku dua malam yang lalu terkabul,hari ini aku resmi di berhentikan dari cafe tempat ku bekerja, alasan nya pemilik yang baru tidak menerima alasan ku yang bekerja di tempat lain,biar pun itu hanya jaga malam,katanya aku gak akan bisa berkontribusi maksimal untuk cafe ini,ya cafe ini alih hak milik.


sebelum pulang kerumah,motor ku ini kulajukan menuju komplek biasa aku jaga malam, walaupun udah ada satpam,entah kenapa pihak pengembang masih memperkerjakan orang untuk jaga malam lagi,banyak uang mungkin??.


gak banyak tanya oleh satpam,karena aku juga kerja di sini,setelah bilang ingin ke blok A , mereka langsung buka gerbang,tanpa tinggal tanda pengenal.


"permisi",ucapku dari luar pagar rumah besar ini,paling mewah dan paling besar,mungkin tiga kali lebih besar dari rumah yang ada di sekitaran blok A ini,ya walaupun rumah di sini ini, besar-besar semuanya,yang ini paling besar.


"ehmm..gini Bu,kemarin saya dengar yang punya rumah ini nyari tukang kebun ya Bu,apa masih ada ?".


"ohhh ..iya iya,Monggo mas masuk,itu nona kebetulan ada di rumah,mari saya antar",


disini sekarang aku,duduk di teras rumah besar ini,terasnya aja sebesar seluruh ruangan yang ada di kontrakan tempat aku tinggal,orang kaya mah bebas ya.


"ekhem...",sontak aku mengalihkan pandanganku ke arah suara,seorang wanita cantik kini ada di hadapan ku, kupikir tuan rumahnya itu ,udah ibu-ibu,ternyata masih muda,pikirku.


"selamat sore nona",aku langsung berdiri sedikit membungkukkan badanku,catat hanya sedikit.


"sore",jawabnya ketus.


"ada perlu apa?,saya gak banyak waktu",katanya seraya melihat jam di pergelangan tangan kiri nya.


"kemarin saya dengar nona mencari tukang kebun ya,kebetulan saya sedang butuh kerja non",kataku sambil tersenyum.


"kamu lihat itu",tunjuknya ke arah taman,astaga...udah ada tukang kebunnya ternyata, aku terlambat.


"dia baru mulai kerja semalam,saya udah gak butuh tukang kebun,jadi kamu terlambat ".


ya ampun...kalo udah ada yang kerja, ngapain juga si ibu tadi buka pagar coba..tck buang waktu aja...seharusnya kan aku bisa cari kerja di tempat lain.


lagi asik melamun,suaranya mengejutkan ku lagi.


"sebelumnya kamu kerja apa?",dia bertanya,tapi wajahnya itu loh kutek banget,apa gini ya kalo anak gedongan ketemu sama anak singkong,kok mirip cerita yang sering di baca Risty di aplikasi noveltoon sih.

__ADS_1


"eh-ah-anu nona,sebelumnya saya bekerja di cafe sebagai pelayan",jawabku.


"kenapa berhenti?",tanya si nona cantik ini lagi.


"ganti pemilik nona,karena di situ saya cuma kerja pagi aja,saya gak di pakai lagi", jawabku.


"pagi aja.. maksudnya?"


"saya kalo malam kerja di komplek ini nona,jaga malam...jadi ya cuma bisa kerja pagi,berhubung kemarin itu teman ada yang nyari orang buat kerja,eh pas saya di pecat ,saya coba aja,siapa tahu rezeki non..taunya...".


"taunya kenapa?",tanya nya lagi.


"enggak ada non, enggak apa-apa kok,mungkin rezeki saya bukan di sini",ucapku menimpali pertanyaan nya.


dia hanya manggut-manggut


"kamu bisa nyetir?",tanyanya sambil menyesap minuman yang baru di antar ibu yang tadi,aku haus tapi malu.


"bisa nona, Alhamdulillah SIM juga ada",


"hmmm...",kulihat dia seperti berpikir.


"bisa bawa mobil itu?",tunjuknya ke sebuah sedan putih keluaran pabrikan Jerman,ya BMW 4 series covertible,ya walaupun aku orang susah,tapi hobi juga liat video utub,tentang mobil-mobil mewah,enak aja ngeliatnya,mobil ini mahal..mungkin hampir dua milyar varian tertinggi nya.


aku mengangguk,gak susah bawa mobil matic kok, tapi yang jadi masalah,mobil ini dua pintu,apa iya nona ini bakal nyaman duduk sebelahan sama supir.


"tapi ada syaratnya kamu kerja di sini",nona itu berkata tanpa melihatku,lalu beranjak dan melihat ke arah langit yang mulai berwarna jingga.


"apa itu nona?",tanyaku antusias.


"kamu harus berhenti jaga malam,karena kamu harus mengantarkan saya kemanapun saya mau,dan jam berapa pun itu".


aku kebingungan sendiri menjawab nya,dapat satu kerja ..iya,tapi ninggalin kerjaan lain,bukannya apa,tapi aku tahu standar gaji supir pribadi itu berapa.


"ehmmm maaf sebelumnya nona,kalau seperti itu sepertinya saya gak bisa",jawabku,lebih baik aku cari yang lain aja,pikirku.


"kenapa?",tanyanya melihat ke arahku.


"itu nona maaf sebelumnya..saya kerja dobel gini,karena saya punya tiga adik yang masih sekolah nona,kalo cuma di satu tempat, saya takut gak bakalan cukup non",aku menjawab apa adanya.


"orang tua?",


aku agak termenung mendengar pertanyaan nya,oh mungkin tanya orang tua ku kali ya.


"kami anak panti nona,saat panti di gusur oleh orang berduit,saya memutuskan untuk merawat tiga adik yang paling dekat dengan saya nona,kami gak tau siapa orang tua kami",jawabku sambil tersenyum kecut.


"oh.."


hening sejenak.


"saya bayar kamu tiga kali lipat, bagaimana?",


"SIAP NONA",ucapku sambil beranjak dari dudukku seraya memberi hormat layaknya tentara.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2