Supir hatiku

Supir hatiku
lima


__ADS_3

satu tahun yang lalu....


"*ayolah sayang...kita udah lima bulan loh jadian,sumpah aku udah gak bisa nahan nya lagi..kamu itu so hot,buat aku on terus kalo Deket kamu,tenang aja aku bakal pelan-pelan kok",James berkata sambil terus mendekat ke arahku yang semakin terpojok ke dinding kamar hotel sialan ini,aku ketakutan setengah mati,pacar yang sudah kupacari lima bulan ini, mendadak berubah seperti hewan buas saat ini,oke aku akui..aku sering berpakaian sexy,tapi jujur itu hanya karena fashion,bukan niat menggoda seperti ini.


"jangan James,aku mohon..A..aku belum pernah lakuin itu,tolong ya kamu sabar,kita belum ada ikatan",aku berusaha berkata dengan nada yang tenang, padahal dalam hati sudah ketakutan banget.


"gak bisa...aku udah gak bisa,kamu mau atau gak,aku gak perduli,aku bisa paksa kamu kok",katanya dengan seringai iblis,lalu semakin maju ke arahku,mau mudur pun,ini udah mentok tembok,aku udah pasrah gak bisa ngapa-ngapain lagi, sampai akhirnya...


brakkk....suara pintu seperti di dobrak, mengejutkan James yang nyaris sudah menelanjangi ku,kulihat wajah kakakku,mas Pras terlihat mengerikan,wajah memerah dengan urat leher yang membesar,dia mendekat ke arahku dan membalut tubuhku dengan selimut,lalu berkata.."kamu gak apa-apa dek??",tanyanya seraya memutar tubuhku ke kanan kiri,aku hanya menggeleng sambil menahan tangis yang sudah akan meledak.


lalu bugh.... suara tinju mas Pras,menyudahi perbuatan bejat James waktu itu*.


saat ini....


yang buat aku bingung, seharusnya dia itu di hukum tiga tahun penjara,dan aku juga udah gak di Wonogiri lagi,aku langsung pindah ke kota ini,mengikuti mas Pras yang bekerja di kementrian pendidikan,lalu membuka usaha ini bersama Noor Jehan Layla sahabatku dari Malaysia,dari mana dia tahu aku disini,*kalo kalian tanya kenapa Sekar seperti ketakutan,dia tahu cerita itu langsung dari ku,dan ciri-ciri James yang kebetulan kuberikan padanya lewat foto,dia terkejut saat melihat wajah James,dulu Sekar di perkosa oleh James saat masih SMA...tapi sepertinya James lupa padanya,dasar predator wanita.


tok..tok..tok*..suara pintu di ketuk...


"hei ..mau sampai kapan kalian di dalam,ayolah sayang buka pintunya,apa kamu enggak kangen sama aku",lalu kudengar dia terkekeh, setelah itu senyap.


lalu tok..tok..tok..yang membuat aku dan Sekar berjengkit kaget dari kursi yang kami duduki.


"non ini saya,bisa buka pintunya??",aku memandang Sekar,"ka..kamu ada liat laki-laki yang duduk dekat meja Sekar gak??",tanyaku.


"eh...oh ada liat non,tapi dia sepertinya berjalan ke arah pantry non,kenapa em....",tanpa menunggu selesai suara Rizal,aku langsung bergegas membuka pintu dan menarik Rizal kedalam .


"kenapa emangnya non??",dia bertanya dengan wajah bingung.


gak mau membuatnya berspekulasi lebih jauh,aku langsung menceritakan bobrok si James,dia terlihat terkejut lalu melihat ke arahku dengan intens.."apa nona dari dulu udah berpakaian kayak gini", tanyanya dengan menunjuk outfit yang aku pakai,kan masalah pakaian lagi,dengan malas aku mengangguk.


"hmm..oke oke non,saya faham,jadi intinya saya harus usir dia dari sini kan?",aku mengangguk,"ada cctv di kantor ini kan non?",aku mengangguk malas,ya iyalah ini kantor,cctv itu wajib, "minta bagian IT mematikan cctv ini setengah jam kedepan non",aku bingung,buat apa coba???.


tapi tanpa banyak tanya,aku memerintahkan Sekar untuk melaksanakan keinginan Rizal.

__ADS_1


beberapa menit kemudian


dengan tubuh babak belur,kulihat James di bawa polisi keluar dari kantor ku,aku baru paham maksud Rizal beberapa waktu yang lalu.


setengah jam sebelum nya.


"maaf anda kesini mau apa ya?",tanya Rizal sopan kepada James


"Lo siapa dulu?",tanyanya dengan nada congkak,kulihat wajah Rizal tenang sekali,selain meminta cctv agar di matikan,Rizal juga meminta seluruh karyawan ku di lantai ini keluar dulu,jadinya hanya tinggal aku ,Rizal,James dan Sekar yang terus menggenggam tangan ku erat-erat.


"saya supir nona Kirana,jadi karena saya di minta untuk menemani nona untuk menemui anda,dan..emmm,untuk berbicara dengan anda",jawab Rizal sambil menggaruk-garuk ujung dagunya dengan jari telunjuk.


"Lo cuma supir udah belagu heh,gue pacarnya Rana",jawab James dengan sedikit menarik kerah bajunya.


"bener itu non?",tanya Rizal menatapku,aku menggeleng cepat-cepat.


"kata nona bukan kok,anda jangan bohong",nada bicara Rizal berubah mengerikan,kulihat raut wajah James seperti terkejut dengan perubahan intonasi suara Rizal.


"loh kok anda yang malah bertanya, seharusnya saya yang bertanya,ada keperluan apa anda datang kekantor majikan saya,dan membuat majikan saya ketakutan saat melihat anda,ck..saya malas berurusan dengan orang seperti anda, buang-buang waktu,tapi saya kasih dua pilihan,anda pergi dari sini,dengan jaminan anda keluar sehat walafiat,atau saya yang akan memaksa anda ".


"Lo nantang gue hah,Lo gak tahu gue ini atlet boxing hah",dengan menggelengkan kepalanya James kembali berkata.


"gue pilih opsi yang kedua,asal Lo gak main keroyokan aja",katanya sombong.


"lihat di sini,hanya ada saya dan anda yang laki-laki bukan??",Rizal berkata dengan nada yang sangat datar,membuat bulu kudukku meremang seketika,Sekar saja sampai berbisik, bahwa suara Rizal terdengar seperti seorang psikopat,aku juga berpikir seperti itu.


saat ini...


"nona enggak apa-apa kan?",tanya Rizal dengan nada cerianya seperti biasa,aku mengangguk,ku pandang dengan lekat wajah supirku ini,lalu aku berkata,"kamu tadi nyaris membunuhnya",kulihat dia tertawa pelan


"nona itu majikan saya,apapun akan saya lakukan untuk melindungi nona dari orang-orang kayak si James tadi",ucapnya.


"tapi nada bicaramu tadi...jujur membuat aku takut,you like a psikopat", dia tertawa lagi kali ini dengan tawa yang lebar.

__ADS_1


"non...ini saya kasih tahu ya..dia itu gak memiliki mental yang kuat non,jadi saya harus menghancurkan mental nya terlebih dahulu,Psy war itu penting non,kalo mental nya udah jatuh sebelum perang,dengan mudah saya menjatuhkan nya di pertarungan yang sebenarnya,see ..nona bisa lihat kan,saya gak terluka sama sekali",ya harus aku akui,Rizal menang telak dari James, padahal dari ukuran tinggi dan besar badan,Rizal kalah jauh dari James,James itu khas orang Eropa, tingginya menjulang seratus delapan puluh tujuh centimeter,sedang Rizal,tingginya hanya seratus tujuh delapan centimeter,timpang...tapi dia yang menang,walau kalo harus jujur, keahlian Rizal dalam disiplin beladiri jauh di atas James.


"iya sih...tapi lain kali jangan ngomong seperti itu lagi ya,kalo ada aku,aku....takut",cicitku pelan.


"non",lalu dia duduk di sebelahku,menghadap ke arah barat,melihat semburat jingga yang mulai berpendar di ufuk barat itu, "saya itu hanya menjaga nona,apapun akan saya lakukan,agar nona itu aman dan nyaman selama saya masih bekerja di tempat nona",dia berkata sambil menatap lurus ke depan, lalu kami terdiam.


"kamu pernah jatuh cinta??",tanyaku setelah beberapa saat senyap di antara kami, menikmati angin sore yang menyapa wajah kami lembut saat ini.


"saya manusia normal non,pasti saya pernah jatuh cinta...",jawabnya tersenyum tanpa melihatku,hatiku sedikit tercubit mendengar jawaban nya,ish..aku ini.


"siapa cewek beruntung itu??",tanyaku dengan degup jantung yang kembali menggila.


"ibu panti.....dialah cinta pertama saya,karena saya gak tahu sosok ibu kandung saya,jadinya cinta ini tertambat untuk wanita terbaik di hidup saya",aku melongo mendengar jawabannya,absurd banget,aku udah ketakutan tadi,dia bakal menyebut seorang cewek spesial yang pernah singgah di hatinya,yang pasti deskripsi yang kubayangkan lebih segala nya dari aku,tapi jawabannya,ibu panti,aneh sekaligus lega hatiku mendengar nya.


"kalo sekarang...siapa?",tanyaku lagi.


"gak ada non,fokus saya cuma sama kerjaan dan ketiga adik saya,masalah cewek mah,udah ada yang ngatur non,jalan aja...kalo udah waktunya,pasti ketemu kok",senyumnya itu loh...aku meleleh....


...****************...


"hmm...baiklah, terimakasih pak atas bantuannya,saya minta pak Wirya jangan kasih tahu ayah masalah ini",


......... .........


"oke-oke pak,saya serahkan semuanya sama bapak,saya harap kali ini dia membusuk di penjara,atau kali perlu di deportasi aja ke negara nya pak",


aku memijit keningku pelan, akhirnya si brengsek itu mendekam juga di bui, kali ini harus lama...harus,berapa kocek yang akan aku keluarkan pun,kali ini aku gak perduli, apalagi saat Layla tahu kejadian ku saat menelepon Sekar,dia langsung membeli tiket penerbangan ke Indonesia saat itu juga,padahal saat ini dia sedang ada kunjungan kerja ke Belanda,dasar dia itu.


perlahan kurebahkan tubuhku keranjang empuk milikku,ah... Rizal,aku beneran udah jatuh cinta sama kamu,kamu itu...,aku menutup wajahku dengan bantal...malu...


ayolah besok sore acara reuni itu berlangsung,gak boleh aku tampil gak maksimal, apalagi banyak teman-teman ku semasa SMA yang sudah mulai merintis usaha sendiri,atau melanjutkan kerajaan bisnis milik keluarga mereka,aku beruntung walau gak lahir dari keluarga yang wah banget masalah harta,tapi cukup mumpuni dalam membentuk usaha sendiri,harus cepet tidur,gak boleh besok mataku kayak mata panda,apalagi setelah kejadian itu,tanpa kuduga,Rizal sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi partner ku...aku senaaaang...ish.. tidur-tidur Kirana,tidur....


TBC

__ADS_1


__ADS_2