
"yang bener belajarnya ya fa",Daffa mengangguk dan segera masuk ke sekolah nya setelah mencium tanganku terlebih dahulu,ini hari pertama ku kerja di tempat nona kaya itu,yang bahkan aku belum tahu namanya.
sekitar lima belas menit akhirnya aku sampai di tempat kerjaku,setelah sedikit berbasa-basi dengan temanku yang berprofesi sebagai satpam di gerbang tadi.
"mas supir baru ya?",sapa seorang pria yang paruh baya berkulit coklat eksotis.
"iya pak,saya Rizal",kataku tersenyum seraya mengulurkan tanganku,sibapak menyambut dan dan memberi tahu namanya"Mukhlis".
"oh ya tadi mbok Ayu pesen sama saya,kalo supirnya nona udah datang,suruh langsung masuk,nona nunggu di dalam",katanya lagi,aku mengangguk dan segera beranjak ke arah yang di tunjuk pak Mukhlis.
...----------------...
"eh...eh...mas supir baru ya?", pertanyaan yang sama,aku mengangguk,"iya mbak,saya Rizal,mbaknya...?",aku mengulurkan tanganku, perempuan di depanku ini tersenyum genit ke arahku,aku mencoba biasa saja,"aku Retno mas,jangan panggil mbak dong,masih kinyis-kinyis gini kok",ucapnya sambil mengedipkan matanya,dia sepertinya kelilipan.
"ehmmm...anu mbak-eh-. Retno maksud saya,saya mau ketemu nona bos",dia mengernyitkan keningnya,"nona bos?",aku mengangguk.
kulihat dia seperti berpikir sebelum akhirnya manggut-manggut,"oh... iya-iya maksud mas nya nona Kirana ya,oh itu nona ada di ujung belokan sana,nona sedang berenang",katanya menunjuk ke arah selatan rumah ini.
sesampainya di tempat yang ku tuju,kulihat nona bos sedang berenang,two piece bikini berwarna merah maroon melekat di tubuh indahnya, sepertinya dia belum melihatku,aku mengalihkan pandanganku ke arah lain,melihat pemandangan yang seperti itu langsung di depan mata, baru kali ini, sumpah,bikin sesak nafas,kalo di film sering lihat tapi efek nya beda banget dari yang lihat langsung.
aku menunggu sampai sekitar empat atau lima menit berikutnya,kudengar suara seperti orang yang baru keluar dari arah kolam,dengan rambut hitam panjang sepunggung,di tambah hanya dua buah kain kecil yang menutup tubuh indahnya,di lengkapi kulit putih mulus yang aku yakin gak ada bekas luka di sekujur tubuhnya,sinar matahari pagi pun seolah mengerti,menyinari tepat ke arah nya,melihatnya seperti ...ah... indah lah pokoknya.
"baru sampai kamu?",aku mengangguk,lalu dia duduk di atas kursi yang berada di dekat swimming pool ini.
...----------------...
Kirana POV
"baru sampai kamu?",kulihat dia mengangguk.
__ADS_1
"dari kapan kamu di sini?",tanyaku sembari melilitkan handuk untuk menutupi tubuhku,secara langsung aku melihat dia menatap tubuhku tadi saat aku keluar dari air,tapi pandangan nya berbeda,gak...buas...dia terlihat memuja seperti lelaki pada umumnya,tapi matanya itu...teduh,gak ada yang aneh,karena dia pun hanya sekilas melihatku,lalu membuang pandangannya ke arah lain.
"sekitar lima menit nona",nada bicaranya datar aja,normal...gak gugup atau yang gimana gitu.
"mari ikut saya",kulihat dia mengangguk,aku mengayunkan langkah kakiku ke dalam rumah, sesampainya di ruang tamu aku meminta nya menunggu ku sejenak untuk berganti baju.
"emmm..ini aja deh",sebuah hot pants ketat sepaha berwarna hitam kupilih dipadu dengan tank top warna senada,menambah kesan sexy ku,aku ingin melihat bagaimana matanya melihatku,apakah akan keluar seperti beberapa supir sebelumnya yang bahkan gak lulus seleksi dari ku.
"emmm...dia bawa buku?", kulihat dia sedang membaca buku kecil di tangan nya.
"ehem",aku berdehem,kulihat dia menoleh dan segera menutup bukunya,aku melihat dengan seksama reaksi tubuhnya melihat penampilan ku,aku sengaja memilih tank top berbelahan dada rendah,di tambah aku gak memakai bra di dalamnya,pasti akan terlihat menantang jika di lihat dari sudut mata pria hidung belang,tapi reaksi dia, setelah sedikit terkejut , kemudian dia bersikap biasa lagi...datar.
"ya nona".katanya,lalu aku mendaratkan bokongku di sofa.
"ini kontrak kerja kamu,kamu saya kontrak satu tahun,kalo saya puas kamu bisa jadi karyawan tetap di tahun kedua,tapi gak ada cuti plus gak ada ketetapan jam kerja di sini, saya kadang keluar gak lihat waktu,kamu ngerti",kulihat dia dengan seksama membaca kontak kerja itu.
'wajib menginap di sini'.
"kenapa dengan menginap?",tanyaku seraya meneguk minuman yang di suguhkan Retno beberapa saat uang lalu.
"anu non,saya punya adik yang masih kecil-kecil,lagian yang paling bongsor juga perempuan non,jadi ya agak gimana gitu kalo saya ninggalin mereka tidur di kontrakan sendiri,saya takut gak bisa jaga mereka non",katanya
"lalu waktu kamu jaga malam, adik-adik kamu ?",tanyaku memastikan.
"saya setiap dua jam sekali,selalu pulang untuk mengecek keadaan rumah non",jawabnya.
" begini saja,hari ini kebetulan saya gak mau kemana pun,kamu ajak adik kamu semua tinggal di sini,di belakang ada dua kamar kosong,nanti kamu tanya Retno ya,saya gak terima alasan apapun lagi",aku segera beranjak dari ruang tamu menuju ruang kerjaku.
aku kalah kali ini, ini jauh dari ekspektasi ku,ku pikir dia akan melotot melihat penampilan ku tadi, atau paling tidak dia menarik turunkan jakun nya melihatku,nyatanya dia hanya sedikit terkejut kemudian raut wajahnya berubah normal hanya dalam hitungan detik.
__ADS_1
...----------------...
"ini rumahnya kak?,wow besarnya",kulihat Daffa dan Laras terkagum-kagum melihat rumah majikan ku yang mang besar ini.
"iya,tapi kita tinggal di belakang sana",tunjuk ku ke arah deretan kamar seperti kos-kosan.
"gak di dalam kak?",tanya Laras, "husss kamu ini bikin malu aja",tegur Risty sambil memukul pelan tangan Laras,kulihat Laras cemberut.
"nah Risty sama Laras sekamar ya,kakak sama Daffa di sebelah",mereka mengangguk lalu kami masuk ke dalam kamar masing-masing.
"ih ada tivinya kak",kulihat Daffa senang sekali melihat ada televisi di dalam kamar,iya rumah kontrakan kami dulu gak ada tivi,miris ya...
"ya udah kamu lanjut belajar,atau kalo belum makan,makan dulu,lauknya sama mbak Risty itu",aku beranjak setelah mendapatkan jawaban dari Daffa.
sekarang sore,waktunya aku mencuci mobil milik nona bos ku,yah walaupun dia gak keluar kemanapun satu hari ini,tapi ya aku bingung mau ngapain.
sedang asyik mencuci mobil,suara deheman menghentikan kegiatan ku,kulihat Retno dengan senyum mengembang nya berdiri di sampingku,dia gak jelek kok,gak menor juga dandanan nya,dia masuk kategori cantik kalo untuk kalangan bawah seperti aku, kulit kuning Langsat cenderung sedikit kecoklatan,dengan rambut sebahu sedikit pirang efek sinar matahari,kalo body sih lumayan,bokong nya cukup sekal kok,biarpun agak timpang kalo di banding kan sama nona bos yang bokong nya menantang itu,untuk payudara,besar kok...aku gak tahu itu efek dari bra yang dia pakai atau tidak,tapi itu terlihat menonjol dari balik kaus putih yang di pakainya.
"eh.. Retno,ada apa?",kataku sopan sambil terus mengelap mobil yang hampir selesai ku cuci ini.
"enggak mas,ini ada teh susu buat mas,kan mas pasti kedinginan nih habis nyuci mobil,biar anget" ,katanya sambil meletakkan secangkir teh susu itu di sebuah kursi plastik yang ku gunakan untuk membersihkan atap mobil majikan ku ini.
"ohhh.... makasih loh ini,kamu gak perlu repot kok",kataku sambil melangkah menuju teh susu yang masih mengeluarkan asap itu,masih panas ternyata.
"enak mas?", tanyanya dengan senyum yang masih mengembang,aku mengangguk,memang enak kok,apa sih susahnya membuat teh susu,tinggal seduh teh dan di tambah krimer kental manis sudah... pasti enak kan?
kulihat senyumnya kian cerah,lalu dia menutup mulutnya,apa harus gitu, kalo cewek tersenyum atau tertawa selalu menutup mulutnya,gak Risty gak Laras gak Retno sama aja,atau jangan-jangan nafas mereka bau ya???
tbc
__ADS_1