Supir hatiku

Supir hatiku
lima belas


__ADS_3

apa yang kalian harapkan dari sebuah hubungan?,pasti berlanjut ke jenjang yang lebih serius bukan?.nah itu yang aku harapkan,dan akhirnya jadi kenyataan saat mas Rizal melamarku dengan cara yang tidak pernah aku duga sebelumnya,itu so special.


aku tersenyum-senyum sendiri mengingat acara lamaran dua Minggu yang lalu,oh ya..emmm,sekarang hubungan kami jauh lebih intim dengan mas Rizal,dia juga jauh lebih romantis,yang dulunya kupikir manusia kurang peka enggak bisa romantis tapi ternyata...,oke kali ini aku salah.


kondisi perekonomian perusahaan ku juga jauh lebih stabil,karena seminggu yang lalu aku,emmm..lebih tepatnya perusahaan ku baru saja menandatangani sebuah kontrak kerja bernilai fantastis dengan salah satu perusahaan periklanan yang cukup besar di negeri ini,dengan kata lain kami hanya memproduksi beberapa produk yang sudah tercatat dalam perjanjian tersebut,tanpa khawatir bagaimana cara promosi dan sebagainya agar produk kami bisa di terima di masyarakat,( istilah kerennya b2b, busines to busines )dan ini berlangsung lama,tiga tahun kontrak.


( kalo ada yang lebih melek masalah ini,boleh kasih saran lewat komen ya ,soale aku hanya modal baca dan sedikit pengetahuan, hahahaha).oke lanjut.


"kenapa senyum-senyum sendiri?",mas Rizal membuyarkan lamunanku,aku memukul pelan lengannya.


"kamu buat kaget aja mas,gimana meeting nya tadi,lancar?",aku beranjak dari kursi kebesaran ku sembari menuju ke arah dispenser untuk mengambilkan minum buat mas Rizal.


"hu'um lancar, Alhamdulillah enggak ada masalah berarti", dia menerima air minum yang ku berikan.


"aku kangen banget tau",usai mengucapkan itu aku langsung masuk kedekapan kekasihku ini dan langsung memeluknya erat,entah kalian berpikir aku lebay atau apa,tapi aku udah kecanduan di peluk mas Rizal,nyaman banget dan dadanya juga...kokoh.hehehe..ini sih maunya aku.


"tiap hari jumpa loh sayang,mas juga satu ruangan sama kamu,emang kamu enggak eneg gitu liatin mas terus setiap hari",aku menggeleng sambil masih tetap berada didalam pelukan nya.


"mas tadi Lisa ke sini?",mas Rizal langsung melepaskan pelukannya lalu melihat ke arahku.


"tumben dia kemari,ada apa?",mas Rizal bertanya sambil meminum seteguk air dari gelas.


(eh dikit disclaimer dulu Ding, tentang Lisa akan aku buat ceritanya sendiri kalo cerita ini rame...aamiiin.)


"mamah sama papanya baru aja cerai mas,dan dia enggak mau milih diantara mereka,karena enggak ada yang bener,jadi dia kabur deh kesini,semua fasilitas nya di cabut oleh papa sama mamanya kalo dia kabur,tapi dia nekat kabur".aku bercerita sesuai cerita Lisa,salah satu teman SMA ku.


"sekarang dia dimana?",


"di rumah sama Risty,tadi supir kantor aku suruh nganterin ke rumah,kasian mas,mukanya lusuh banget kayak tisu yang udah lecek,ya biarpun aku enggak baik-baik banget sih..tapi aku juga enggak tega kalo temen aku punya nasib kayak gitu mas",aku kembali memasukkan tubuhku kepelukan mas Rizal,aku bisa loh seharian tidur di peluk mas Rizal,yang kasian kadang dia, hahahaha panas terik aku minta tidur sambil di kelon,dia nya ya kegerahan,tapi ya.... si keras kepala ini selalu menang dan dia...selalu ngalah... hahahaha (tertawa jahat).


siang udah beranjak pergi saat sore sudah menyapa secara perlahan,aku merapikan beberapa berkas yang masih berserakan di atas meja,kulihat mas Rizal masih serius memeriksa beberapa berkas di mejanya.


"pulang yuk mas,udah sore ini",aku mendekat seraya mengalungkan tanganku ke leher mas Rizal,mas Rizal mengangguk kecil lalu bangkit dari meja kerjanya.

__ADS_1


dreet.. dreet...ponselku bergetar,sebuah notifikasi muncul,aku menarik nafas,biasa... Layla canggung bilang udah sampe Indonesia ,aku agak kesel sih sama sahabat aku ini,katanya cuma tiga empat hari di Malaysia, nyatanya hampir dua Minggu lebih,dasar dia ini.


"siapa?",tanya mas Rizal saat kami sudah sampai di lobby.


"biasa lah mas,siapa lagi".


"Layla?",aku mengangguk.


"oh..minta jemput enggak?"mas Rizal membukakan pintu mobil untukku.


"enggak sih,cuma kirim pesan bilang dia udah nyampe,katanya mau langsung ke pabrik,kita enggak perlu jemput", jawabku.


hari bahagia ku.


tepat satu bulan setelah acara lamaran menakjubkan itu,kini tibalah saatnya acara yang ku nanti-nantikan,iya pertunangan kami.dengan menyewa sebuah private room salah satu hotel bintang empat di kota kami,dan mengundang beberapa kerabat dekat ayah dan ibu,beserta rekan-rekan bisnis,teman kuliah dan sedikit teman SMA ku.puncak acara pun dimulai.


aku di tarik mbak Prita ke atas panggung,kulihat mas Rizal dengan setelan kemeja batik nya terlihat sangat tampan malam ini,aku berjalan perlahan mendekat ke arahnya dengan senyum merekah bak bunga yang baru mekar,sebelum aku sampai kudengar alunan musik dari piano berbunyi,lalu tanpa ku sangka sama sekali,suara indah terdengar keluar dari mulut pria pilihanku ini,dia menyanyikan lagu Yovie and Nuno,janji suci.


tanpa terasa air mataku keluar dengan sendirinya,saat alunan musik itu berpadu dengan suara indah mas Rizal saat menyanyi.


jangan kau tolak dan buat ku hancur


ku tak akan mengulang tuk meminta


satu keyakinan hati ku ini


aku lah yang terbaik untukmu...


kaca-kaca sudah mengambang di kelopak mata ku,menikmati setiap bait syair dari lagu itu yang di alunkan begitu merdu oleh mas Rizal, sumpah dia keren banget saat menyanyi,kok dia sembunyikan menyanyinya ini.


bait terakhir terucap,saat itu pun aku sampai di hadapannya,aku menangis terharu sambil tetap tersenyum menatap wajah nya,masa bodoh riasan hancur,aku terlalu senang malam ini.lalu acara pertunangan pun berlanjut dengan prosesi tukar cincin.


saat cincin indah itu sudah terpasang di jari lentik milikku,aku terus melihatnya berulang kali,mas Rizal sampe geleng-geleng kepala melihatku,lalu kami menghampiri beberapa kerabat,saling bertukar kabar, mengucapkan selamat yang entah sudah berapa kali aku dapatkan.oh...aku ingin secepatnya menikah,pasti jauh lebih indah.

__ADS_1


"seneng banget anak ibu",ibu datang lalu mengelus pelan rambutku .


"iya Bu,aku seneng,seneeeng banget,aku udah bayangin pesta pernikahan aku nanti bakal gimana ya Bu?,mas Rizal selalu bisa buat aku terkejut".ibu hanya terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala melihat tingkahku yang sedang di mabuk cinta ini.


pukul setengah sembilan malam,seluruh rangkaian acara selesai,aku sekarang terbaring lelah di kamarku.lisa datang menghampiriku dalam kamar,aku lihat wajah dia lebih baik dari beberapa hari yang lalu,saat baru tiba di sini.


"ehem..ehem..yang baru tunangan,mukanya senyum mulu,enggak pegel tuh muka?",dia mencubit pipiku.


"ish..kamu ini,ganggu aja,tapi kamu bener sa,aku seneng banget akhirnya selangkah lagi,aku sama mas Rizal bakal segera menikah,aku udah bayangin punya anak yang lucu-lucu dari mas Rizal,kamu bayangin ini ya...aku cantik,body udah kayak pramugari,sexy udah pasti,terus ya sa,mas Rizal ganteng,senyumnya itu loh,buat aku klepek-klepek,aku yakin ya kalo anak-anak kami nanti mewarisi senyum mas Rizal,ih aku yakin jadi anak paling ganteng sekompleks ini",.lalu kami berdua terbahak bersama.


"pikiran kamu itu jauh banget,masih tiga bulan lagi loh kamu nikah, dijaga baik-baik aja itu mas mu, takutnya di gondol orang",Lisa berkata dengan raut serius,aku tentu terkejut,iya kami belum nikah,baru tunangan,ish amit-amit jangan sampe itu terjadi,aku enggak mau nasib cintaku kayak di novel-novel, yang pacarnya di rebut atau kabur jelang hari pernikahan,aku bergidik.


"apa aku minta mas Rizal perawani aku aja ya sa?,biar cebong dia bersemayam dulu di rahim aku,biar ada ikatan kuat di antara kita". Lisa melotot setelah aku mengucapkan itu.


"kamu jangan gila lah na,tadi aku ngomong gitu kan enggak serius,aku yakin kok kalo mas mu itu setia,kelihatan dari orang nya,enggak brengsek".aku hanya terdiam.


"kamu jangan mikir yang enggak-enggak ya,aku tadi cuma bercanda,eh kamu nya serius,lagian itu cuma ada di dunia novel kok".aku cuma mengamini ucapan Lisa barusan.


akhirnya karena kantuk yang sudah menyerang,dan buaian angin malam makin menusuk ke pori-pori kami,kami memutuskan untuk menyudahi acara bincang-bincang tanpa makna itu dan beranjak menuju buaian.


dengan berbagai pertimbangan, beberapa hari yang lalu mas Pras selaku kakak sekaligus waliku, meminta mas Rizal untuk mengontrak sebuah rumah,dia enggak mau ada omongan tetangga yang kurang enak,ya biarpun aku tinggal di kompleks perumahan yang pastinya cuma ada sedikit manusia yang mempunyai spesialisasi julid sama tetangga,tapi ibu mendukung mas Pras, begitupun pria yang ku sayang ini.lalu aku bisa apa selain menyetujui nya.


mereka bertiga keluar dari rumah sekitar pukul sepuluh,enggak banyak yang mereka bawa,ya cuma bawaan awal saat mas Rizal pertama kali kerja di sini.


aku memandang murung taksi online yang membawa belahan jiwaku yang semakin menjauh.


"udah enggak usah pasang muka murung gitu,enggak mempan sama mas, keputusan mas buat kebaikan kalian juga,entar kalo kamu udah nikah,kan bebas mau ngapain juga,enggak bakalan ada tetangga yang kurang kerjaan",mas Pras berlalu di ikuti mbak Prita dan Lisa yang juga ikut berlalu setelah mengusap pelan punggung ku.


"kakak mu tahu yang terbaik buat kamu,jangan sedih ih,tiap hari juga ketemu di kantor,hilang nanti cantiknya anak mama,kalo muka kamu di tekuk terus",ibu pun berlalu dari sebelahku.


"mas nikahnya di percepat aja yuk",pesan terkirim.


TBC

__ADS_1


__ADS_2