Supir hatiku

Supir hatiku
tiga


__ADS_3

hari ini suasana hatiku sedikit kacau,tadi malam sekretaris ku menelepon bahwa salah satu client membatalkan kerjasama dengan ku,oh ya aku Kirana Anjani,biasa di panggil Kirana atau Rana saja,aku seorang wanita karir berusia dua puluh empat tahun,memiliki usaha di bidang salon kecantikan dan memiliki brand kosmetik yang cukup bersaing di negeri ini,yang sudah kubangun dengan sistem kongsi dengan seorang sahabat dari negeri Jiran Malaysia sekitar tiga tahun yang lalu,aku bukan anak CEO yang kekayaannya tidak habis untuk tujuh turunan,aku hanya anak dari ayah yang bekerja sebagai dosen dan ibu yang kebetulan juragan kontrakan di daerah Wonogiri,daerah asal ibu.


"pagi non",sapa Retno saat aku sudah ada di tuang makan,"hmmm..",aku hanya menggumam.


aku seperti orang Indonesia pada umumnya yang jika sarapan harus makan nasi sebenarnya,tapi berhubung aku harus menjaga pola makanku,agar body ku terus enak di pandang,baik untuk client atau untuk menarik minat konsumen saat produk terbaru milikku launching,ya selain jadi owner aku juga menyambi menjadi brand ambassador milikku sendiri,selain aku memiliki kapasitas untuk itu,bisa menghemat budget juga,dan itu point pentingnya, akhirnya dua lembar roti tawar dengan selai coklat menyapa rongga mulutku pagi ini,ditambah satu gelas susu rendah lemak menjadi pelengkapnya.


"supir saya udah siap belum ?",tanyaku pada Retno yang biasa berdiri menemaniku sampai selesai sarapan.


"sudah non,dari jam enam pagi mas Rizal udah bersih-bersih mobil,itu udah stand by nunggu nona diluar",timpal Retno seraya mengarahkan ibu jarinya ke arah car pot,


"pagi non", sapa Rizal ramah sambil membuka pintu mobil sebelah kiri,aku masuk kedalam mobil,lalu dia segera masuk dan melajukan mobil ini membelah jalanan kota yang semakin hari semakin tambah macet ini.


entah perasaan ku saja atau bukan,kulihat supirku yang mulai bertugas hari ini terlihat lebih... tampan,dengan seragam yang sengaja kuberikan untuk semua pegawai dan termasuk untuknya,entah kenapa dia terlihat sangat berbeda,kemeja berwarna hitam itu terlihat sangat pas melekat di tubuhnya,terlihat jelas cetakan otot-otot lengan nya,di balik seragam itu.


"bagaimana seragam mu,cocok atau tidak?",tanyaku basa-basi.


"emmm..sedikit sempit nona,tapi enggak apa-apa kok non,masih bisa di terima",jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

__ADS_1


"kalo gak cocok nanti kamu berikan saja ukuran yang pas sama Retno,biar di pesan ke butik langganan saya",aku berkata sambil berusaha meliriknya sedikit,entah kenapa dia gak melihatku sama sekali dari tadi pagi, padahal tampilan ku cukup eye catching, outfit yang ku kenakan cukup cantik menurutku,aku memakai kaus berwarna putih tanpa lengan,dilengkapi dengan jeans ketat berwarna biru tua yang membalut kaki jenjangku,rambutku pun ku Cepol asal akan tetapi tetap elegan, makeup hmm,tipis lebih cenderung natural,bibirku memakai lip tint alih-alih lipstik yang aku kurang suka memakainya, entahlah itu hanya sebuah pilihan,atau dia lebih suka aku hanya memakai two piece bikini...ah pikiran ku.aku langsung meninju pelan kepalaku.


"jangan langsung ke salon,kita singgah ke pabrik dulu,jalan pangeran Diponegoro ya,yang komplek rukan itu",aku ingin tahu,apa alasan client membatalkan kerjasama kami yang hanya tinggal tanda tangan itu.


"baik nona",jawabnya.


...****************...


"saya gak mau tahu,produk itu harus launching tepat waktu,gak bisa di tunda lagi,saya udah peringatkan kalian pada meeting sebelumnya kan?,lalu kenapa ini bisa terjadi,kalian tahu kan,kalo pak Handoyo salah satu client terbaik kita,kalian ini niat kerja gak sih sebenarnya ".kataku sarkas di ruangan meeting dadakan ini,kalian bayangkan proses yang harusnya tinggal satu langkah lagi selesai dengan teken kontrak kerja sama,malah batal,apa gak stres berat aku,uang ratusan juta yang seharusnya bisa kupakai untuk riset produk terbaru, strategi perusahaan ku kedepannya dan yang pastinya menambah jumlah karyawan,aku gak egois kan?,eh malah gagal,jadi kuputuskan untuk inspeksi mendadak ke pabrik untuk melihat kinerja mereka secara langsung, Isabel yang menjadi wakil ku disini sengaja tidak ku beritahu,jadi mereka semua termasuk Isabel gak tahu kalau aku akan sidak ke pabrik ini, biarpun pabrik milikku masih skala kecil yang belum mempunyai karyawan hingga ribuan,tapi kehilangan salah satu client yang cukup menguntungkan tentu sangat merugikan untuk kondisi keuangan perusahaan ku.


"Isabel saya mau kamu atur waktu yang pas untuk launching tepat waktu ya?", wanita yang ku sebut namanya itu mengangguk.


"langsung kekantor non?",tanya Rizal saat mesin mobil sudah menyala, "iya,tapi kamu pelan-pelan saja nyetir nya,saya mau tidur sebentar",kataku,kulihat dia hanya mengangguk sekilas dan mobil pun melaju meninggalkan pabrik kecil milikku.


entah berapa lama aku tertidur,karena sebuah suara menyadarkan ku dari tidurku.


"non udah nyampe kantor non",aku mengerjapkan mata menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke retina mataku, "baru nyampe?",tanyaku dengan suara sedikit serak khas orang bangun tidur.

__ADS_1


"iya non,paling lima menitan gitu lah,saya bingung mau gimana, jadinya saya bangunkan aja non,takutnya ada hal penting yang mesti di kerjakan",katanya dengan cengiran di wajahnya,ya iya lah ini tuh kantor,pasti banyak yang harus ku kerjakan,aneh dia ini.


gak menanggapi ucapan Rizal,aku langsung keluar dari mobil setelah merapikan sedikit penampilan ku di cermin mobil tadi,oh iya aku belum punya gedung kantor sendiri,jadinya aku menyewa tiga lantai di komplek perkantoran yang ada di kotaku,tepat dari lantai lima sampai delapan,selain belum ada uang untuk membangun kantor sendiri,aku juga melihat beberapa perusahaan yang sudah bonafid pun masih menggunakan sistem sewa kantor,jadi apa iya aku harus merogoh kocek lebih dalam,kalo menyewa terasa lebih ekonomis,oh ayolah, kita berbicara tentang usaha,mencari sebanyaknya untung itu yang perlu,dengan pengeluaran yang sesedikit mungkin kalo bisa,kalo aku gak pandai dalam hal ini,mustahil hanya dalam waktu kurang lebih tiga tahun usahaku bisa seperti sekarang ini.


"pagi non",sapa security saat aku keluar dari lift,aku hanya mengangguk sekilas,begitupun saat resepsionis menyapaku,ku ayunkan kaki jenjangku menuju ruangan ku.


"Sekar keruangan saya sekarang",


"masuk",kataku saat suara ketukan terdengar.


"nona memanggil saya",aku mengangguk lalu mengarahkan tangan ku ke kursi, Sekar menganggukkan kepalanya.


" masalah pak Handoyo, kenapa beliau tiba-tiba membatalkan kerjasama?",tanyaku sambil memutar bolpoin di tangan ku.


"saya juga bingung nona,padahal semua berjalan sesuai kesepakatan kedua belah pihak,beliau juga sudah oke dengan apa yang kita minta,kok tiba-tiba di akhir beliau batalin gitu aja",


"berapa kerugian yang harus kita tanggung untuk menutupi batalnya kerjasama ini?",tanyaku,tentu ini membuatku pusing,tentunya harus ada rupiah yang aku gelontorkan untuk menutupi kerugian akibat deal yang batal tersebut,kontrak dengan beberapa model yang awalnya akan tertutup dengan uang hasil kerjasama itu,terpaksa harus dari kocek perusahaan,belum lagi dengan beberapa selebgram yang sudah kami kontak untuk mempromosikan produk kami,itukan juga butuh uang untuk membayar nya.

__ADS_1


"setelah di periksa bagian FNA ,kita harus mengeluarkan setidaknya dua ratus hingga tiga ratus lima puluh juta nona,itupun sudah termasuk dengan kita membatalkan kontrak dengan beberapa selebgram yang mau menerimanya nona",kata Sekar dengan suara pelan,mungkin menurut kalian itu uang yang kecil untuk sebuah perusahaan,tapi perusahaan ku berbeda,ini bukan tentang perusahaan yang sudah mempunyai ratusan cabang di seluruh dunia layaknya Apple atau Samsung, perusahaan ku hanya perusahaan kecil dengan pendapatan pun yang gak terlalu besar,jadi pantas jika aku pusing kan??.


tbc


__ADS_2