Supir hatiku

Supir hatiku
empat


__ADS_3

hari ini tepat tiga Minggu aku bekerja sebagai supir nona Kirana,gak terlalu istimewa sih,aku bekerja selayaknya supir yang menjaga etika saat berada di dekat majikan,begitu juga aku, apalagi saat berada di mobil,aku harus ekstra menjaga semuanya termasuk pandangan,dia itu...cantik,sexy,modis dan itu bisa membuat jiwa lelaki ku meronta tapi aku selalu ingat,aku punya tiga adik yang menggantungkan hidup dariku, setidaknya sampai saat ini, yang membuat semakin sulit,mobil yang di milikinya itu mobil dua pintu, bisa kalian tebak,aku sedikit kesulitan di awal-awal bekerja,air mukanya gampang sekali terlihat saat dia sedang bad mood atau good mood atau sedang cantik-cantik nya seperti pagi ini,keliatan banget.


"pagi non",sapaku ,kulihat dia tersenyum manis sambil masuk kedalam mobil


"kita ke salon dulu ya,aku mau cek pembukuan dulu,baru abis itu kekantor",dia berkata sambil bercermin merapikan penampilan nya yang sudah sangat rapi dan cantik menurutku.


hari ini outfit yang di kenakan nya itu terlihat lebih santai,jeans ketat berwarna hitam membalut kaki jenjang nya,hobi nya yang satu lagi itu,memakai tank top berbelahan dada rendah,yang membuat semua mata laki-laki selalu menuju ke arahnya dengan tatapan lapar,apa aku termasuk??,ehmm..aku laki-laki bukan??,tapi aku mencoba profesional .


"kamu udah sarapan?",tanyanya,"kebetulan sudah non, bareng adik-adik tadi",jawabku sopan.


"hmmm...padahal aku belum sarapan loh,kamu ada gak rekomendasi tempat makan yang enak pagi-pagi gini,tapi jangan warteg ya,aku bosan kalo warteg",lalu dia tertawa sambil menutup mulutnya.


"ada sih non,tapi ini masakan Minang non,lontong Minang mau non??, enak lo,tempat nya juga nyaman non",kalo buat kami orang susah,tapi aku hanya menyebut dalam hati kalimat terakhir itu.


"emmm...aku belum pernah coba, bolehlah kita kesana,bisa gila aku kalo tiap pagi makan roti",katanya hiperbola,apa ada orang yang tiba-tiba gila karena sarapan roti,aku rasa enggak...


dua porsi lontong Minang tersaji di hadapan kami,sesi makan pun dimulai...gak ada cerita yang kami selipkan di acara sarapan pagi ini,fokusku hanya pada makanan milik Uda Samsul yang udah terkenal enak dari jaman aku SMA,oh ya alasanku makan disini,aku udah rindu racikan tangan uda Samsul.


sesekali kulihat dia menyeka keringatnya dengan tisu,apa iya kalo orang kaya menghapus keringat harus dengan menekan-nekan tisu gitu,kalo kita kan gak ya??,kita langsung aja hapus...hahahaha...beda kelas beda cara memperlakukan keringat... ada-ada aja.


"kamu sering makan di sini?",tanyanya sambil meminum teh hangat yang terletak di meja di depan kami.


"gak sering juga non,jaman SMA dulu sih sering,tapi gak tiap hari juga...pas ada uang lebih aja,maklum untuk anak sekolah seperti kami dulu, walaupun gak terlalu mahal,tapi kurang bersahabat dengan kantong anak sekolah non",jawabku.


...****************...

__ADS_1


back to Kirana


"emmm...zal",dia melihat ke arahku "ya non",sopan banget cara jawabnya.


"Sabtu malam Minggu kamu ada acara gak??",tanyaku hati-hati


"emmm...gak ada sih non,paling kalo nona gak kemana-mana saya langsung tidur,toh Risty ada kemah Sabtu Minggu non,kalo Daffa sama Laras gak ada ngajak kemanapun non,jadi ya saya gak kemana-mana",dia menjawab setelah sedikit berpikir.


"Sabtu depan teman sekolah ngadain reunian,aku udah dapat sih undangannya"


"wahh...enak dong non...ckckck...bisa ketemu kawan lama,saya sih ya non ya,kalo ada acara kaya begituan dari sekolah saya dulu,saya maju paling depan deh... hahahaha",wajahnya itu loh, berkali-kali lipat lebih tampan kalo tertawa.


aku gak tahu sejak kapan rasa ini ada,yang pasti pandangan ku tentang Rizal,gak melulu antara supir dan majikan,hatiku ingin lebih...saat dia tertawa dan tersenyum melihatku...rasanya jantung ku berdegup lebih kencang dari biasanya,ck aku gak bisa jelasin deh,intinya aku jatuh cinta sama dia...iya aku jatuh cinta sama supir ku sendiri,dalam waktu sesingkat ini??,iya beneran..ini....cinta,aku yakin.


yang jadi permasalahan nya sekarang,si supir ini sedikit kurang peka,seharusnya dia tahu dong kalo aku udah berbeda perihal menyapa nya,dulu aku pakai saya dan kamu sekarang kan gak,lalu cara bicara ku berbeda,sifat bossy yang udah ku buang jauh kelaut,tapi ....dia gak peka jadi orang.


"pasti lah non saya yang temenin nona,siapa lagi coba,secara saya inikan supir nya nona",tuh kan,dia itu gak peka banget,aku sebel..


"bukan itu maksud aku",kulihat dia mengerutkan keningnya melihatku.


"kamu jadi pasangan aku ke acara itu,bukan jadi supir aku",mendengar ucapan ku, Rizal cepat-cepat meminum air minum yang barusan di tuang nya dari teko,lalu setelah terbatuk sedikit,dia menarik dalam nafasnya.


"begini non,saya di sini bekerja,cari uang non..dan saya akan selalu berusaha tetap pada koridor yang seharusnya,maaf bukan maksud saya menolak nona,tapi masih ada empat hari sebelum Sabtu kan non",aku mengangguk, "cari pasangan yang lain dulu non,yang pasti gak akan buat non malu nantinya,nona itu cantik,pasti mudah kok mendapatkan pasangan untuk pergi kesana,kalo pun nanti pas deket-deket hari H nona belum dapat pasangan,saya bersedia non", lanjutnya.


"jadi kalo misalnya aku gak dapat yang cocok,kamu yang jadi pasangan aku..iya??",aku memastikan.

__ADS_1


"iya non",aku bersorak dalam hati,bullshit mencari yang lain,aku iya in aja kan udah,udah ada yang pasti kok,buat apa cari yang masih abu-abu,sabar aja ya kamu zal...dua hari sebelum acara itu,aku akan beralasan belum dapat partner buat acara itu...hahahaha,aku tertawa iblis dalam hati,cerdas kamu Kirana.


...****************...


tepat dua hari sebelum acara reunian itu tiba,aku menjalankan rencana ku ,ya sore ini sepulang dari kantor,aku akan bilang pada Rizal.


tok..tok..tok..,suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku,"masuk",lalu muncul wajah Sekar sekretaris ku,"ada apa kar?",tanyaku pada Sekar yang kulihat raut wajahnya sedikit berubah.


"i..itu anu non...",dia berkata gugup sekali,setelah masuk keruangan ku "kamu tenang dulu jangan buru-buru,oke rileks....tarik nafas.. kenapa?",tanyaku akhirnya.


"di...luar..emmm..anu non...ada...",aku cepat memotong ucapan nya,"ada siapa di luar???",nada bicara ku sedikit naik.


"ada mas James",jawabnya yang membuat mataku membulat saat itu juga.


"JJ... James?",tanyaku penuh takut.


"i..iya non,d..dia nunggu non di luar",aku buru-buru meraih ponselku yang terletak di depanku dan langsung menghubungi Rizal.


"saya non",setelah panggilan ku tersambung,"Kam...kamu cepat ke..keuangan ku",kataku dengan nada penuh ketakutan.


"nona diem di dalam ruangan,saya langsung kesana,jangan keluar non,kunci pintunya",lalu panggilan terputus.


"kunci pintu Sekar, sekarang",titah ku dengan nada pelan,agar si bangsat uang ada di luar tidak mendengar.


Rizal cepat please,aku takut.....

__ADS_1


kira-kira ada apa dengan James dan kirana???....oke tetap stay tune ya kawan-kawan


__ADS_2