Supir hatiku

Supir hatiku
enam


__ADS_3

sore ini acara reuni SMA ku di adakan di sebuah ballroom salah satu hotel bintang lima di kota ini,saat ini kami sedang berada di butik langganan ku,setelah berdebat kusir hampir setengah jam, akhirnya Rizal mengalah dengan setelan yang aku pilihkan untuk di pakainya di acara itu nanti.


"nah gini kan kamu keliatan ganteng banget,ckckck aku bisa jatuh cinta beneran ini sama kamu ,kalo penampilan kamu kayak gini terus tiap hari",kataku seraya merapikan bajunya dengan cara menepuk-nepuk depan bajunya.padahal udah jatuh cinta beneran .tapi cuma berani ngomong dalam hati.


"mahal banget ini non,yang lain aja ya??",pintanya.


"gak ada ya pokoknya,aku pilih ini..kamu harus pake,kalo gak...",aku mengarahkan tangan kananku ke leher sambil memperagakan orang menggorok leher,kulihat Rizal bergidik.


"udah itu aja na?",tanya mbak Amel pemilik butik.


"iya udah mbak,itu aja...beli sepasang itu aja,berdebat terus sama dia,bawel banget",gerutuku.


"cowok kamu ya??",tanyanya sambil menerima kartu debit dariku.


"doain ya mbak,sekarang masih jadi supir pribadi aku", jawabku.


"serius kamu?,dia itu supir kamu??"mbak Amel terkejut,aku mengangguk.


"emmm...kalo dia gak terima kamu, kabari mbak ya,kalo ganteng gitu,supir pun mbak gak masalah sih",dia berkata sambil tertawa,enak aja.


"mbak mau aku telpon mas Ridwan sekarang?",ucapku dengan nada mengancam.


"eh..eh..eh.. jangan-jangan,kamu ini mbak bercanda juga",jawabnya sambil menutup mulut.


"udah ada batang sendiri mbak,inget...",jawabku ketus kemudian berlalu setelah menerima kartu ku dari mbak Amel.


dasar ibu-ibu.


kudengar suara mbak Amel tertawa renyah sekali,kayak makan keripik.


"ayo",aku mengajak Rizal yang sedang berdiri di luar butik sambil melihat-lihat sekeliling.


"kemana non?",jawabnya mengikuti langkah kakiku.


"makan dulu yuk,aku lapar..kamu mau makan apa??",tanyaku sambil terus berjalan dan melihat-lihat beberapa restoran cepat saji yang ada di dalam mall ini,oh ya mbak Amel mempunyai cabang butik di mall ini,Deket dari kantor.


"saya sih makan apa aja non,asal masih masakan Indonesia,saya suka bingung kalo makan di tempat makan Jepang kaya waktu itu.


aku tertawa mengingat pertama kali aku mengajaknya makan di restoran Jepang,dia hampir muntah saat makan sushi,mulutnya gak bisa makan yang mentah kecuali lalapan katanya...ada aja.


"oh ya udah,ke situ yuk",tunjuk ku ke arah restoran Padang yang sudah cukup terkenal di seantero negeri.


"kamu pesan apa?",tanyaku sambil membolak-balik halaman menu di tanganku.


"saya nasi sama rendang aja non",jawabnya

__ADS_1


"minumnya?",tanyaku lagi.


"es teh manis aja non",aku mengangguk.


"kalo saya pake dendeng balado sama ayam pop ya,sama minta cumi saus Padang nya juga, emmm minumnya ..jus jeruk aja",kataku kepada pelayan restoran sambil meletakkan buku menu.


setelah mencatat dan membaca ulang pesanan kami,sang pelayan pun berlalu dari hadapan kami.


kurang sepuluh menit,pesanan kami sudah terhidang di depan kami,kami makan dengan lahap nya.


dijalan menuju tempat reuni.


"nanti singgah dulu ke SPBU ya,kamu ganti baju yang baru kita beli tadi,aku juga mau ganti soalnya",Rizal mengangguk sekilas.


dua puluh menit kemudian kami tiba di lokasi yang sudah di tentukan oleh panitia acara ,sebuah hotel megah di hadapan kami yang berdiri di pusat kota, begitu tiba di area ballroom hotel,terlihat tulisan yang sangat besar, reuni SMA bina sarana Indonesia .


aku menarik lengan lengan Rizal untuk memegang tanganku,seolah mengerti dia langsung menggandeng tanganku masuk ke ruangan tersebut.


saat aku berjalan mendekati rombongan teman-teman SMA ku.


"eh..eh.. lihat-lihat siapa yang datang?",sebuah suara membuatku harus menoleh melihatnya,hmm..ternyata Indri si ratu bullying waktu SMA dulu,masih dengan dandanan menor mirip Tante-tante yang haus belaian ternyata.


"wow.... Kirana Anjani salah satu cewek favorit waktu SMA dulu,gandeng siapa sih ini?",aku langsung menyingkirkan telunjuk si Vera yang nyaris menyentuh dagu ku.", berisik",jawabku.


"udah dong udah,ini acara kita..jangan buat keributan",si Iqbal sang ketua kelas yang paling tenang dari dulu,tapi perawakan nya lebih bongsor dari terakhir kali perpisahan sekolah dulu,eh iya juga udah hampir tujuh tahun semenjak aku lulus SMA.


berbagai slide foto, menampilkan kenangan masa SMA dulu,seketika aku geli saat slide foto memperlihatkan aku yang sedang di hukum hormat bendera,karena menggunakan baju yang kekecilan,aku ingat pak Ahmad guru BK sampe bilang,lain kali baju adik kamu jangan di pakai ya Kirana,itu baju... kamu angkat tangan dikit saja, perut kamu langsung kelihatan ,sekarang hormat bendera satu mata pelajaran.


lalu berbagai kenangan lainnya berisi dengan video pentas seni, beberapa kekonyolan teman-teman yang sempat terekam atau di abadikan pun,silih berganti mengisi slide demi slide layar putih besar itu,dan masuk video tentang berbagai cabang olahraga,mulai dari futsal,tenis meja,sampai basket pun di putar, perihal pertandingan basket terakhir,oh iya basket,mana nih cinta SMA aku,si Dirga... Dirgantara Mandala Susanto, cowok brengsek yang tega nyipok cewek lain di luar sekolah,untung aku lihat ..kalo gak,bisa di kadalin terus aku..dasar tukang selingkuh.


"hai ki",aku menoleh ke arah suara,panjang umur ternyata,baru aja di bayangin udah muncul aja,manggil ki-ki lagi,itu panggilan sayang dia katanya,jijik dengernya...


"eh.. Dirga,apa kabar??",tanyaku basa-basi.


"aku baik,kamu?", dia balik bertanya sambil mengembangkan senyum smirk nya.


"aku...oh...aku sangat baik sekali,dan...emm..kenalin ini cowok aku,sayang kenalin ini Dirga temen SMA ku dulu",Rizal mengulurkan tangannya,saat aku mencolek tangannya,lagian apa sih,matanya malah fokus ke meja makan terus.


"Rizal",katanya tersenyum,lain halnya dengan si cunguk ini,wajahnya udah cemberut kaya jeruk purut,"gue Dirga mantan pacarnya Kirana",Dirga menyambut tangan Rizal Sambil mengucapkan kata mantan dengan nada di tekan,aku melotot kearahnya,dia tersenyum menang.


aku melihat ke arah Rizal, supir istimewa ku ini tetap mempertahankan senyum manisnya,laku berkata,"anda cuma mantan pacar kan?,kalo saya pacar beneran Kirana loh, lagipula saya juga yakin...dulu,pacar saya ini pastinya cuma cinta monyet sama anda,bener kan sayang?",Rizal berbalik menatapku sambil mengedipkan matanya,aku mengerti maksudnya.


"iya sayang",udah eneg melihat wajah si Dirga-dirga ini,aku harus membuat dia cepat pergi dari sini.


"sayang....",panggilku dengan nada manja kepada Rizal,Rizal menoleh lalu 'cup' aku mengecup bibir Rizal,membuat si empunya terkejut dan membuat matanya membola menatapku,setelah mencuri ciuman di bibir Rizal,aku menatap Dirga dengan senyum mengejek,kulihat Dirga mengepalkan tangannya kuat,lalu beranjak dari hadapan kami.

__ADS_1


jadi untuk pemenang pasangan romantis malam ini,di berikan kepada....suara Iqbal menggema di seluruh ruangan ini...


Kirana Anjani dan Rizal...tepuk tangan teman-teman menjadi penutup acara malam itu.


...****************...


"kenapa?",tanyaku saat sudah berada di dalam mobil,namun Rizal belum menjalankan mobil ini.


"kenapa nona tadi cium saya?",tanyanya menatap ku tajam, alih-alih takut,justru aku tertawa melihat wajahnya saat ini,gak seram seperti saat dia menghajar habis James waktu itu,saat ini wajahnya....ya ampun ..gemes aku.


"emangnya kenapa kalo aku cium kamu?",tanyaku sambil mendekatkan wajahku ke arah nya,Rizal gelagapan melihat tingkah agresif ku,lalu mundur sambil menjauhkan wajahnya,"anu..itu nona,tapi itu saya...anu..apa...sayakan bukan pacar nona", akhirnya kalimat itu keluar juga dari bibirnya setelah bolak-balik macet.


"cuma masalah itu?",dia mengangguk.


"oke kalo gitu,gimana kalo kita pacaran mulai sekarang?",tawarku yang membuat mulut Rizal membuka sempurna.


"ke..kenapa non?", tanyanya gugup.


"ya..biar gak ada alasan buat aku cium atau peluk kamu kapan pun aku mau,gimana...lagian bibir aku pasti manis kan?,ranum gini ?",aku mengecap bibir ku,lalu sedikit menjilat nya,Rizal melotot lalu buru-buru menghidupkan mesin mobil dan melaju perlahan meninggalkan area parkir hotel ini.


selama perjalanan tidak ada suara yang keluar dari mulut Rizal,dia seolah bisu seketika,karena gak tahan dengan suasana ini, akhirnya aku yang berinisiatif mengeluarkan suara.


"kenapa diem terus sih,aku serius loh ngajakin kamu pacaran,banyak benefit nya kamu pacaran sama aku loh,yakin gak rugi deh...",kataku pede.Rizal masih bisu... "pertama...aku cantik,kamu gak usah sok gak ngakuin deh,kedua..body aku bagus,dada aku juga besar",lalu aku membusungkan dada ku,kulihat Rizal sedikit bergidik, "terus nih ya..pantat aku hmmm..."plak aku memukul pantatku pelan "bagus kan?,montok gini,pasti enak buat nyegerin pandangan kamu setiap hari,yakin gak mau jadi pacar aku??", kulihat Rizal semakin menatap lurus ke depan,enggan melihatku,aku ingin tertawa melihat dia ketakutan seperti itu,rasanya senang banget godain dia.


mobil pun berhenti di depan rumah,setelah sebelumnya pak Mukhlis membuka gerbang terlebih dahulu,seperti biasa Rizal membukakan pintu untukku,tapi aku gak langsung turun,malah aku mengulurkan tangan kiriku keluar,Rizal diam melihat tanganku,mungkin gak ngerti maksudnya,ok ya zal ini mau kamu,aku kerjain lagi kamu.


"ish..kamu ini, jangan di anggurin gini dong tangan pacarnya,di sambut tangannya kalo pacarnya ngulurin tangan ..gitu,apa kamu gak takut kalau aku jatuh, gara-gara kamu gak pegang tangan aku,aku pake gaun ini btw",kulihat Rizal seperti kerbau yang di tusuk hidungnya,nurut aja tanpa banyak bicara,mungkin dia lelah .


"selamat malam nona",pamitnya seperti biasa,tapi aku belum selesai mengerjainya.


"eh..kamu mau kemana?",tanyaku,Rizal yang sudah berjalan akhirnya berbalik melihatku.


"saya mau kebelakang lah non, istirahat,apa nona mau keluar lagi?",tanyanya lesu,memang setiap aku pergi tengah malam ke club,wajahnya pasti lesu.


"enggak ....cuma aku kesusahan nanti buka gaun ini,kan resleting nya di belakang ",kataku sok imut,sambil menautkan jari-jari tangan ku,sok malu.


Rizal seperti sudah kelewat lelah menghadapi tingkah ku,kudengar dia menghirup udara dalam-dalam, "non...kalo masalah gaun,kan ada Retno yang bisa bantu non,itu bukan tanah saya lagi non,bakalan gak sopan jadinya kalo saya yang bantu buka,apa nona gak takut saya lecehkan??,saya ini masih laki-laki kalo nona lupa?",ucapnya dengan wajah serius.


melihat wajahnya yang serius saat berucap,membuat aku sedikit ngeri membayangkannya.


"tapi kalo nona gak takut,mari saya bantu nona membuka gaun itu,atau nona ingin saya membantu membuka sisa kain yang masih melekat di tubuh nona?", tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya.


aku langsung kabur mendengar perkataan Rizal barusan,sumpah melihat dia berkata sambil mengangkat sebelah alisnya,kayak lagi lihat tokoh antagonis di novel yang sering aku baca.


sampai di kamar,aku mengelus dadaku yang berdebar gak karuan,awas kamu ya zal,umpatku dalam hati, setelah membersihkan diri kurang lebih setengah jam, akhirnya aku merebahkan tubuhku di ranjang ku,teringat saat aku mencium bibirnya...wajah terkejutnya,aaaaaaaaaa....ibu aku udah gila.

__ADS_1


tbc


__ADS_2