Supir hatiku

Supir hatiku
sepuluh


__ADS_3

"udah lama Lang??",aku menepuk bahu Gilang sahabatku saat di cafe dulu.


"belum lah,paling lima menit aku sampe,duduk zal".


"kenapa tiba-tiba nelpon ngajak ketemuan Lang?,mau ngomong apa?",kulihat Gilang mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan.


"emmm...gini zal, istri aku mau lahiran ini,aku sekarang lagi gak ada uang simpanan,emmm.. sebenarnya ada simpanan zal,tapi kami gak prediksi kalo istriku bakal di operasi,jadi ya kurang zal, rencananya kalo kamu punya simpanan lebih,aku mau pinjam dulu",dia berbicara sambil menatapku lekat,sebagai sahabat yang sering di bantunya dulu, tentu aku akan sangat senang membantu nya,tapi masalahnya kemarin aku baru aja bayar uang SPP Risty yang udah nunggak tiga bulan,belum lagi Daffa dan Laras.


"berapa memang yang kamu butuh Lang?",aku menyesap cappucino yang baru di antar oleh pramusaji.


"tujuh juta zal,buat biaya operasi nya aja,kalo obat insya Allah cukup zal simpanan ku,kamu ada??",matanya berbinar melihat ke arahku,aku mengangguk.


"tapi nanti malam ya baru bisa kamu ambil,soalnya masih di tangan majikan aku,pulang kerja baru bisa aku minta,kalo sekarang segan",jawabku meyakinkan, padahal aku gak punya uang lebih dari empat ratus ribu di tabungan ku,aku harus pinjam nona Kirana ini,kapan lagi aku balas budi Gilang.


"gak apa-apa zal, nanti malam kalo udah ada kabari aku ya?",dia menyeruput minumannya hingga tandas.


dalam perjalanan pulang.


"non",panggilku,non Kirana menoleh dan tersenyum, "apa zal?,kangen iya?",aku mencebik mendengar pertanyaan absurd nya, hari-hari ketemu masa kangen.


"bukan non bukan itu", aku masih fokus mengemudi tanpa melirik nonaku yang sudah memasang wajah imutnya di sampingku,menumpu wajahnya dengan satu tangan yang tersandar di dashboard,lalu memperhatikan ku dengan intens sambil mengembangkan senyum manisnya,hmm bisa diabetes aku ya ampun.


"jadi ada apa hmm?", tanyanya tanpa merubah posisi tubuhnya,apa gak pegel ya duduk posisi gitu?.


"anu non..emmm..saya mau pinjam uang kalo boleh?",tanyaku hati-hati,dia mengangguk,"berapa?,dan buat apa?",dia balik bertanya lalu merubah posisi duduknya,tapi tetap melihatku.


"tu-tujuh juta non?",aku meringis setelah mengucapkan itu.


"emang buat apa kalo aku boleh tahu,ntar aku kasih deh,nanti minta aja nomer rekening teman kamu, langsung aku transfer sampe rumah,tapi jawab dulu buat apa?", akhirnya aku bercerita tentang Gilang pada non Kirana.


"besok pulang kantor kita jenguk istri teman kamu itu,siapa tadi namanya?",


"Mila non,namanya Mila ",jawabku dengan wajah cerah, "nanti nona boleh potong gaji saya tiap bulan non buat nyicil nya",aku berkata tetap dengan air wajah penuh kelegaan.


"siapa bilang kamu mesti bayar pake uang?",dia bersedekap melihatku,aku yang bingung gak tahu mau ngomong apa lagi.


"kamu cukup bayar dengan....",dia seperti berpikir keras, "ah iya aku tahu kamu mesti bayar pake apa?",ucapnya sambil menjentikkan jarinya


"apa itu non?",aku menimpali ucapannya.


"jadi pacar aku gimana?",aku melotot,itu lagi ....astaga apa dia serius,ini mustahil bagiku,aku orang susah dan dia...ah udahlah,toh kayaknya aku juga suka dengan dia,kita lihat aja bagaimana kedepannya.

__ADS_1


"nona serius mau saya jadi pacar nona?",aku bertanya untuk memastikan ucapan nya barusan.


"hu'um aku serius,lihat deh muka aku yang cantik ini,ada gak keraguan yang kamu lihat?",aku berhenti di pinggir jalan dan melihat wajahnya yang di sinari cahaya bulan tersenyum anggun,iya kamu cantik banget Kirana...banget,tapi aku masih belum yakin tentang hubungan kita nanti mau di bawa kemana.


"non...",dia tersenyum sambil mengangguk.


"nona yakin hubungan ini bakal berhasil?,emmm.maksud saya...kita ini ...beda non",dengan gestur tangan ku yang membentuk tanda kutip.


"beda apanya?,kamu manusia kan?",aku mengangguk. "kalo gitu kita sama,aku juga manusia,bukan Dewi yang turun dari khayangan yang buat kamu merasa gak cocok jalan bareng aku",bahuku turun mendengar perkataan majikan ku ini,aku mendesah berat,puyeng banget kepala ku kalo udah bahas hal semacam ini di depan non Kirana,dia seolah gak mau kalah dan terus memberikan argumen-argumen yang bisa mematahkan perkataan ku.


"apa alasan nona meminta saya jadi pacar nona?", pertanyaan yang selama ini ingin aku ajukan.


"nice question..aku minta kamu jadi pacar aku itu karena....aku udah jatuh hati sama kamu sejak pertama kali kamu datang melamar kerja,terus makin tambah gede perasaan ku,saat kamu lindungi aku dari di James,makin klepek-klepek aku sama kamu",dia tertawa setelah menjawab pertanyaan ku sambil menepuk-nepuk pahaku.


"so...kamu mau jadi pacar aku?", pertanyaan pamungkas nya.


"iya non saya mau jadi pacar kamu",dia menutup mulutnya lalu menghamburkan dirinya kedalam pelukan ku,aku yang kaget gak sempat menghindar saat dua buah benda kenyal itu menabrak dadaku,aku bingung saat itu juga.


"kalo pacarnya peluk itu di balas",ucapnya sambil mengarahkan kedua lenganku untuk membalas pelukan nya,aku menurut saja.


suasana dalam perjalanan pulang berbeda dari biasanya,tangan kiriku terus digenggam oleh non Kirana...ralat ding, Kirana...seolah takut aku akan melayang di bawa angin mungkin?.


"nah gitu dong mas,kalo pacarnya mau turun tuh, tangannya disambut jangan di anggurin kaya kemarin-kemarin dulu,pokoknya gak boleh lupa ya?,kalo lupa aku merajuk ",katanya memonyongkan bibirnya sambil keluar dari mobil.


"iya janji say- eh mas gak bakal lupa buat sambut tangan kamu",jawabku semanis mungkin.


"ishh kurang itu,honey mana?",dia berkata sambil menghentakkan kakinya.


"eh iya-iya,mas janji gak bakal lupa sambut tangan kamu honey, maafin mas ya kalo udah buat kamu marah tadi,masih canggung",ucapku sambil membujuknya,apa iya pacaran harus berlebihan kayak gini,kayak nya enggak deh.


"oke aku maafin,pokonya mas gak boleh genit-genit sama cewek lain,terutama Retno sama Layla,inget ya?",aku mengangguk saja,cari aman.


"udah kan itu aja,sekarang kamu istirahat ya sayang,biar besok waktu bangun badan kamu segar,jangan mandi lagi,ini udah terlalu malam,ntar kamu sakit",sambil mengelus pelan rambutnya aku berkata.


"ohhh so sweet", katanya sambil memelukku...lagi.


"sini deh mas",saat dia telah mengurai pelukannya.


"apa?", kataku.


"sini yang Deket",aku beranjak mendekat ke arahnya lalu...cup..dia mengecup bibirku ...lagi,kali ini sangat lama,bahkan dia sedikit memagut bibirku,aku yang terkejut gak bisa berbuat apapun,ini pengalaman baru untukku.

__ADS_1


dia melepaskan pagutan nya dari bibirku setelah kami kehabisan nafas.


"kenapa gak bales?",aku menggeleng gak mengerti.


"aku cumbu tadi kenapa mas gak bales cumbu aku juga",katanya


"mas belum pernah honey, baru juga sama kamu,itupun kamu duluan yang selalu cium mas...kan?".


"beneran kamu belum pernah ******* sama cewek",aku mengangguk yakin.


"aku yang pertama ambil ciuman kamu",aku mengangguk lagi.


"oh...oke mas,aku bakal tidur yang nyenyak malam ini,sini peluk aku..biar aku nyaman tidurnya nanti",dia menarik tanganku untuk memeluknya.


"ah..aku gak mau ganti baju ah",


"kenapa?",dia hanya menggeleng .


"aku mau tidur pake baju ini aja,biar masih kerasa bekas pelukan mas,nyaman banget mas,aku di dalam pelukan kamu,kayak...aman banget gitu",dia makin mengeratkan pelukannya,aku yang panas dingin dia berbuat seperti itu.


"eh..eh..apa yang nabrak aku ini?",dia bergegas melepas pelukannya,aku makin malu saat matanya melihat ke arah bawah perutku.


"kamu bangun mas?",tanyanya yang membuat aku makin malu.


"ish..ish..ish..baru juga peluk cium sebentar,udah main bangun aja tuh ",tunjuknya ke arah ************ ku,aku makin malu banget,sumpah ini Ucok gak bisa di ajak kompromi,main bangun aja.


"ah..in-ini enggak apa-apa kok,kamu gak usah takut ya,mas gak bakal ngapa ngapain kamu kok",


"emang mas ada niat ngapa ngapain aku gitu?',dia mendekat ,aku mundur teratur.


"enggaklah enggak kok,sumpah",aku berkata sambil menggeleng.


"oh...kirain,tapi mas setau aku ya,kalo di tahan itu sakit ya?",aku melotot mendengar perkataan Kirana.


"enggak kok enggak apa-apa",aku menggeleng cepat, "udah kamu masuk ya sayang, lekas tidur ..oke",aku berusaha cepat mengusir dia .


"ish..kok ngusir sih,padahal aku niat bantu kamu loh mas,aku ahli dalam bidang kocok-mengocok mas",gak bener ini,aku harus cepat kabur,sebelum tingkah absurd nya berlanjut


dengan cepat aku mengambil langkah seribu meninggalkan Kirana yang tertawa terbahak bahak di belakang ku.dasar pacar aneh.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2