
setelah kepergian ayah empat bulan yang lalu,kini kehidupan kami berangsur membaik kembali,beliau memang sudah pergi,tapi pria kharismatik yang kupanggil dengan sebutan ayah tersebut,akan selalu tersimpan dalam memori terindah di hidupku.
didepan sebuah pabrik yang baru selesai dibangun tiga hari yang lalu ini,kini aku sedang memegang sebuah gunting,iya ini acara peresmian pertama pabrik ini,jadi rencananya setelah selesai acara seremonial ini,esoknya kami akan melakukan pemasangan mesin-mesin yang akan digunakan untuk proses produksi kelak,tanah seluas satu hektar ini, yang berdiri sebuah pabrik baru,ada harapan sekaligus peluang untuk menunjukkan siapa diri kami,di dunia persaingan usaha,yang menandakan usaha yang aku bangun bersama Layla,telah menuju tonggak penting yang akan mengubah sejarah perusahaan kami kedepannya,iya kami berharap dengan adanya pabrik baru ini, produksi yang hasilnya masih berskala kecil itu,menjadi jauh lebih besar dengan adanya pabrik baru,SDM yang baru,tentu orang yang memang kompeten di bidang kosmetik.
setelah pita terputus,suara tepuk tangan menggema, ucapan-ucapan selamat terucap dari para undangan yang memang sengaja hadir memenuhi undangan kami,ibu menghujani ku dengan ciuman di seluruh wajahku,mas Pras juga memelukku erat,iya..dia dan mbak Prita jauh-jauh hadir dari Palangkaraya untuk datang khusus di acara ini.
" selamat ya dan sukses buat pabrik baru kamu nak,semoga semua impian kamu dapat segera terwujud", aku mengangguk.
"congrats ya buat pabrik kamu,mas doain yang terbaik buat kamu, lancar-lancar usahanya,kalo udah sukses ajaklah mas mu ini duduk dijajaran manajemen perusahaan",lalu dia tertawa setelah mendapat cubitan diperutnya oleh istrinya.
dan orang yang paling aku nantikan,lelaki tampan yang hadir dengan kemeja kotak-kotak itu,membawa sebuket bunga lili kesukaan ku,penuh senyum melihatku.
"ini buat kamu", dia memberikan bunga tersebut,aku menerimanya kemudian menghirup aromanya sejenak, dan tersenyum manis kearahnya, "makasih mas", dia mengangguk.
"pabrik udah jadi kan?",aku mengangguk lagi.
"jalani dengan baik,jadi pemimpin yang adil,yang di sukai sama karyawan nya,jangan jutek-jutek juga,inovasi yang udah kamu rencanakan jauh-jauh hari, cepat-cepat di realisasikan",senyumku makin merekah saat dia mendekat ke arahku,memegang kedua pipiku dengan kedua tangannya,lalu wajahnya mendekat dan itu membuat jantungku berdetak tidak karuan,ini bukan pertama kalinya aku ciuman dengan dia,bukan..tapi ini feel nya beda banget,dia yang mulai duluan dan..dan yang paling gila,dia mencium ku dihadapan ibu dan kakak,kulihat sebelum bibir merah itu bersatu dengan bibirku, Risty buru-buru menutup wajah Daffa,dan cup,bibir kami bersatu ,dia ******* bibirku sekilas sebelum melepaskan pautan pada bibir kami,aku merona...malu sekaligus senang,ini tandanya dia cinta kan sama aku?,bantu aku kali ini..dia cium aku,berarti dia cinta kan sama aku,enggak selalu aku yang aktif duluan,kayak dulu-dulu.
"sekarang dihadapan semua orang,mas mau ngomong sesuatu sama kamu",aku semakin deg-degan,saat melihat dia berlutut bertumpu dengan satu lututnya di tanah, tangan kirinya menggenggam erat tangan kananku,lalu dia merogoh saku bajunya dan tada ,sebuah kotak beludru berwarna biru tua keluar dari saku itu,jantungku memompa darah tiga kali lipat sepertinya,detak nya seolah ingin melompat keluar dari rongga tubuhku.
sesaat aku terpaku melihat wajah tampannya,dia Kemang tampan,tapi kali ini dia jauh lebih tampan dari biasanya.
__ADS_1
"Kirana Anjani Will you marry me, please say yes", katanya memohon sambil membuka kotak beludru itu,cincin minimalis dengan hiasan mutiara kecil di atasnya,membuat aku semakin terharu,ini beneran dia lamar aku di hadapan orang banyak, OMG dia ini sesuatu banget.
aku melihat sekeliling ku,mereka bersorak bahkan sambil bertepuk tangan,memintaku menerima lamaran mas Rizal,*iya kali aku nolak??,hei ini yang kuharapkan dari dulu.
"yes i will*", jawabku,wajah mas Rizal yang awalnya tegang,berubah berganti dengan senyum mengembang,lalu aku mengarahkan tangan kiriku ke arah nya,cincin itu tersemat indah di jari manis ku,acara peresmian pabrik ku,menjadi peresmian pabrik terindah ,mungkin di seluruh dunia,dia sekalian melamar aku.aku akan mengingat momen ini seumur hidup.
" aaaaaa kalian sweet banget sih kak", Risty kegirangan sendiri di dalam kamar,saat ini aku sedang di hotel,satu kamar dengan Risty, Laras bareng Layla,sedang Daffa terus merapat bersama ibu,semenjak ibu tinggal bareng aku.
"ishh..aku enggak nyangka loh mbak,kakak aku yang sedikit kaku itu,bisa bikin aku baper setengah mati lihat cara dia lamar kakak,mbaaakk..depan orang banyak loh,ada ibu sama mas Pras,mbak Prita juga,ada mbak Layla,astaga kakakku itu", jangan kan kamu Risty,kakak aja bingung mas mu bisa jadi kayak gitu, kayak bukan dia,ya walaupun dia itu bukan karakter dingin berwajah tampan dengan tatapan bengis di wajahnya,tapi dia itu kurang peka orangnya.
"iya itu lah,mbak juga enggak nyangka dia bisa seromantis tadi,mbak aja hampir enggak percaya itu dia,beda banget,jantung mbak udah kayak disko di dalam",lalu kami tertawa terbahak-bahak.
...****************...
sifat mengalahnya itu memudahkan proses diskusi yang enggak ada alot nya sama sekali itu,diputuskan bulan depan acara pertunangan kami di langsungkan,setelah menimbang ini dan itu,memang bulan depan adalah waktu yang tepat,pabrik pasti sudah mulai berjalan walaupun tertatih,Layla juga sudah bisa kembali membantu aku,sebab besok dia harus flight ke Malaysia sejenak, untuk menyelesaikan masalah hak waris di keluarganya.
"emmmm...segarnya", aku menghirup udara malam yang terasa segar dan berbeda kali ini.
"iya memang segar ya", katanya,tapi matanya malah melihat lekat ke arahku.
"apanya yang segar?",tanyaku tajam.
__ADS_1
"kamu lah dan...itu..", tunjuknya ke arah *********** ku yang memang kurasakan sedikit lebih besar akhir-akhir ini,apa mungkin karena sekarang aku banyak makan,tapi aku tetap rutin olahraga kok,mungkin lemak-lemak jahat itu berpindah ke posisi yang memang seharusnya.
"kenapa?,udah enggak tahan pingin nyusu iya?",tantang ku dengan membusungkan dadaku lebih kedepan.
"ck..nanti kamu rasain ya kalo kita udah halal,kamu enggak bakal mas lepasin,mas kurung kamu seharian di kamar,tahu".ancamnya sambil menggeleng.
"iihh... takut",aku memperagakan seorang yang ketakutan.
"kenapa enggak sekarang aja?", tantang ku lagi,aku berbalik menatap nya,dengan mata mengering nakal,aku membuka kancing keme ja ku dari yang paling atas,lalu kedua,ketiga,dan setelah bra berwarna cream ku terlihat,aku berencana untuk membuka sampai terbuka semua,toh dia sudah sering melihatku hanya mengenakan bikini,pasti dia sudah biasa.
namun sebelum tanganku berhasil membuka kancing terakhir,dia menghentikan ku.
"jangan gini ya sayang,mas takut kelepasan,jangan godain mas lebih dari ini tau",dia memukulkan jari telunjuk nya ke dahiku,aku cemberut melihatnya.
"udah jangan cemberut,sini mas peluk", enggak menunggu lama, sekarang tubuhku sudah tenggelam di dalam tubuh besarnya,nyaman banget.
"kamu itu cintanya mas, kamu itu pujaan hati mas, kumu itu separuh nafas mas, Kirana Anjani..i love you so much". kata-kata yang selama ini ingin kudengar dari lisannya, akhirnya keluar juga,ya ungkapan cinta miliknya.
"*i love you more,my king".
dan malam panjang itu kami habiskan dengan berpagutan bibir, berpelukan,lalu berpagutan lagi, kadang-kadang di selingi canda dan tawa,tapi ya gitu aja,biarpun aku kadang udah enggak tahan dan kepingin,mas Rizal ini selalu mementingkan aku,nanti kamu yang rugi kalo segelnya udah kebuka dan kita batal menikah,gitu katanya.jadi sekarang cukup nyosor bibir dulu.hahahahaha*...
__ADS_1
TBC