Supir hatiku

Supir hatiku
tujuh belas ( malam pertama ).


__ADS_3

ini yang kalian tunggu ya,saat mas Rizal *****-***** Kirana,ayol di nikmati bacanya,aku buat sedetail mungkin tapi tetap dengan bahasa yang se sopan mungkin,ntar kalo terlalu vulgar, enggak lulus review.


setelah malam sebelumnya istriku cuma tertidur karena terlalu kelelahan, sepertinya malam ini aku harus menuntaskan rasa penasaran ku tentang rasa yang belum pernah kurasakan,ya walaupun kalo untuk melihat keseluruhan tubuhnya,aku udah lihat salam saat menggantikan baju Kirana,tapikan rasa nya belum.


Kirana


"Bu",panggilku dan ibu pun menoleh seraya tersenyum,oh ya pagi ini kami masih di hotel untuk sarapan,sebelum akhirnya memutuskan pulang kerumah.


"udah bangun sayang",jawab ibu.


"yang lain mana Bu?",aku langsung menjatuhkan bokongku ke kursi.


"kakak mu masih jogging sama suamimu,mbak Prita lagi sama Ajeng didalam,kalo adik-adik Rizal masih sama Layla tuh kayaknya di kamar,entah bahas apa?,ibu juga kurang tau",aku mengangguk lalu mengeluarkan ponselku.


"dimana mas?", enggak terlalu lama pesanku pun terbalas.


"bentar lagi balik ke hotel kok sayang,ini lagi otewe",aku langsung memasukkan kembali ponselku ke saku.


sarapan pagi ini berlangsung tenang,kami semua terhanyut menikmati hidangan yang di sajikan pihak hotel,memang nikmat sih,apalagi di sebelahku ada lelaki halal yang sudah berhak menyentuh tubuhku di segala bagian.


"kalian gak bulan madu?",kami saling menoleh mendengar pertanyaan mas Pras.


"belum ada rencana sih mas",hehehe,aku tertawa jelek,Layla hanya mencibir melihatku.


"aku ada sebuah destinasi wisata yang cocok buat pasangan pengantin baru kayak kalian,bentar ya",Lisa mengeluarkan ponselnya,lalu memberikan kepadaku setelah beberapa saat ia menggulir ponsel tersebut.


"ini coba,kayak nya cocok buat kalian,nuansanya oke kalo menurut hemat ku,dan pastinya terjangkau karena masih baru opening tiga bulan lalu,dan pastinya masih di Indonesia juga".


aku melihat-lihat destinasi wisata tersebut,lalu memperlihatkan kepada mas Rizal.


"gimana,mas suka?", tanyaku.


"kok tanya mas,kamunya gimana?,kalo kamu suka mas sih oke aja".


"boleh deh sa,ntar biar aku yang reservasi tempat nya".kataku lalu Lisa menggeleng.


"enggak-enggak,biar aku yang reservasi, hitung-hitung jadi hadiah dari aku buat pernikahan kalian",aku berbinar.


"serius kamu,aduh makasih ya sa,kamu memang best lah".

__ADS_1


"tapi kamu yang bayar biaya nya yah,aku cuma reservasi aja,aku kan gak ada duit",senyum ku luntur mendengar ucapan Tek berbobot Lisa,Layla hanya tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.


"udah berharap lah pula kau itu,kalo Lisa yang belanja,eh zonk rupanya,sakit perut aku".


ibu,mas Pras dan mbak Prita cuma bisa mengulum senyum,sementara Risty terlihat menahan tawanya,kalo Laras,dia cenderung datar saja,gak terlalu yang gimana-gimana.


"udah kau fokus aja sama liburan kau ya,aku yang akan handle dulu soalan perusahaan,ada juga Lisa yang bantu aku".aku mengangguk lalu masuk ke mobil.


"jadi besok kita berangkat?",


"iya mas,tadi udah di urus Lisa semua nya,tiket juga udah di pesan,besok pagi jam sembilan kita flight".mas Rizal mengangguk.


waktunya....hahahaha


jarum jam menunjukkan angka sepuluh malam,aku pun sekarang sedang berada di meja rias dengan menggunakan lingerie pemberian dari mbak Prita,aku sih enggak gimana-gimana sih make lingerie,enggak juga wajahku memanas melihat penampilan ku dengan balutan kain yang bahkan enggak bisa menutupi seluruh aset berhargaku,aku udah biasa seksi


tapi ini sedikit lain,serangan gugup membuat kedua telapak tangan ku mendadak dingin,suhu ruangan sudah kuatir agar enggak terlalu dingin.



gambar hanya ilustrasi,silahkan berhalu sesuai pemikiran readers sendiri,novel aku enggak punya visualisasi,sengaja agar enggak merusak imajinasi pembaca.


mas Rizal berjalan pelan setelah mengamatiku sejenak dari jauh.



sekali lagi gambar hanya ilustrasi dan bukan visualisasi,kalo enggak sesuai harapan,makan aku


"kamu cantik sayang",dia duduk di sebelahku lalu membelai pelan pipiku dan menyelipkan Surai rambutku ke selah telinga.


"apa selama ini aku enggak cantik?",tanyaku sambil mengerucutkan bibirku.


"bukan seperti itu,kamu selalu terlihat cantik,cuma sekarang jauh lebih cantik,karena kamu sudah bisa mas miliki,mulai dari ini..", dia menarik hidungku sekilas,"ini..",dia menyentuhkan kari telunjuknya ke bibir ranum ku,.."ini "..dia menyentuh leherku yang membuat aku menggelinjang kegelian,.."lalu ini..",aku menahan napas ku saat tangan besar itu mulai menyentuh bukit indah milikku yang hanya tertutup lingerie berwarna hitam tanpa bra tersebut.


deru nafas mas Rizal kudengar mulai memburu saat dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku,aku semakin menahan nafas saat dia membisikkan kata-kata yang membuat tubuhku kaku seketika.


"mas menginginkan kamu malam ini".dia berkata sambil menghembuskan nafas nya ke telingaku.aku hanya membeku enggak tau mesti ngapain lagi,biar pun aku sedikit agresif sama mas Rizal,aku cuma sebatas itu,belum pernah sejauh ini,ini pengalaman baru buat aku.ya meskipun dulu masa kuliah pernah nonton blue film juga sih bareng temen,aku enggak munafik kok,tapi nonton sama kita yang jadi lakon kan beda,beda banget.


"emm..emmm..boleh mas,mas boleh memiliki aku malam ini,aku punya kamu malam ini mas, seterusnya selama hidup aku".aku berucap setelah mengumpulkan kekuatan cukup lama.

__ADS_1


mas Rizal langsung berbinar dan langsung mengarahkan bibirnya ke bibirku,hisapan lembut disertai gigitan kecil memulai aksi kami di awal,suara kecapan dari liur kami kami yang saling bertukar,menambah kesan romantis di kamar yang sudah berbaur bunga lili kesukaan ku.


sikap lembut dan enggak menuntut dari mas Rizal membuat aku seakan melayang,dia memperlakukan ku sangat lembut,enggak pernah kudengar nafasnya menderu tak beraturan,saat dia mulai menurunkan tali tipis dia tas bahuku,dan... tampaklah olehnya mahakarya milik sang pencipta yang kujaga dan rawat dengan baik,ya cuma buat malam ini,buat membahagiakan suamiku.


mata mas Rizal seakan enggan untuk berkedip,melihat dua gundukan indah didepannya,lalu dia mulai mendekatkan wajahnya ke arah dua bukit indah tersebut,saat bibirnya mulai menyapa puncak bukit berwarna merah muda yang sudah mulai mengeras tersebut,aku merasakan sensasi geli bercampur nikmat yang baru pertama kali aku rasakan seumur hidup aku.


pelan dan lembut sehingga aku enggak tahu mas Rizal sudah berapa kali membuat kissmark di area favoritnya tersebut,saat wajahnya mulai turun ke area hutan belantara yang sangat-sangat ku jaga tersebut,saat dia menjatuhkan wajahnya tepat di inti hutan tersebut...aku enggak tahu, rasa apa ini?,aku..aku seolah ingin terbang saat itu.


setelah puas bermain-main,mas Rizal mulai menurunkan boxer miliknya,dan...senjata yang pernah menonjol menabrak perutku dulu,kini terbebas dari sarangnya,dengan ukuran yang wah kalo menurutku,ditambah urat-urat syaraf yang terlihat menonjol,menambah kesan indah di mataku.


entah dorongan darimana,yang pastinya ini naluri seorang istri saat melihat kepunyaan suaminya sedang tegak berdiri,tangan ku mulai meremas dan sedikit menekan di bagian itu,kulihat suamiku mulai memejamkan matanya menahan rasa nikmat itu.


setelah beberapa fase kegiatan yang membuat kami semakin enggak karuan di kuasai syahwat,kini lah saat-saat yang paling aku takutkan sekaligus aku nantikan.


saat mas Rizal sudah mulai mengarahkan senjatanya ke arah inti milikku.


"mas akan pelan,kalo sakit ngomong ya,mas juga belum pengalaman,oke",aku mengangguk saja.


dan akhhhh....aku merasakan sensasi perih saat benda keras dan besar itu seperti merobek sesuatu di bawah sana,dan seakan memaksa untuk masuk terus kedalam sana,antara sakit dan enggak mau berhenti kurasakan saat itu.


"sakit?",tanya nya lembut sambil mengecup keningku pelan.


"dikit kok mas, enggak apa-apa,tapi pelan-pelan ya",mohonku,dan mas Rizal mengangguk semangat.


dan akhirnya malam itu aku resmi menyandang status seorang istri,aku udah menyerahkan semuanya, seutuhnya tubuhku,jiwaku buat suamiku.


author only


malam yang panjang di lengkapi dengan ******* dua anak manusia yang merengguk nikmatnya surga dunia,******* dan erangan seolah menjadi warna tersendiri di malam itu,hembusan angin dari pendingin ruangan pun seolah enggak mereka rasakan.


setelah bertempur sekian lama,erangan dari kedua insan yang sedang merangkai hubungan halal tersebut, berakhir.senyum indah terukir jelas di wajah sang suami,sedangkan senyum kepuasan juga tercetak di wajah sang istri,bangga bisa memberikan hak yang memang pantas untuk seorang suami.karena mirisnya di jaman sekarang, banyak suami yang enggak mendapatkan itu,ya klise..virgin.


"mas sayang kamu, terimakasih udah memberikan semuanya buat mas malam ini,mas janji akan selalu berusaha buat bahagiain kamu".dia berkata sambil mengecup pelan istrinya.


"iya mas,aku juga seneng udah bisa kasih mas yang sepantasnya mas dapat,aku juga sayang kamu".


lalu mereka tertidur sambil menggelung diri mereka di dalam selimut,menyambut secercah harapan buat masa depan rumah tangga mereka.


enggak ada adegan sang suami yang seolah memiliki kekuatan berlapis,yang bisa membuat si istri enggak bisa berjalan esok harinya,belum pernah ada lelaki yang memiliki kekuatan seperti itu ( kecuali Baginda nabi Muhammad yang memang di anugerahi kekuatan tiga puluh orang lelaki,untuk bisa menggilir istrinya dalam satu malam),jika tidur setelah nya dan meminta saat terbangun,itu masih mungkin tapi kalo terus menerus tanpa mengingat waktu,itu impossible..realitas nya enggak begitu, kebanyakan lelaki justru tumbang pertama kali saat malam pertama..right ibu-ibu ,karena cenderung penasaran dan ingin cepat selesai,jadi ritme nya enggak teratur.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2