
Kini Lou Yun Yang yang mendengar itu terlihat tenang, namun jauh di dalam hatinya ia sebenarnya sangat murka.
Kekuatannya yang sebesar 1,010 kilo itu diturunkan menjadi 101 kilo. Omong kosong apa ini! Lou Yun Yang menyadari dengan jelas kalau ia sedang dipermalukan dengan tidak adil. Oleh karena itu, Ketika Xiong Zhen Shan masih berbicara, Lou Yun Yang menyela gurunya itu dan berteriak, "Guru Xiong! Lihat ini!"
Teriakan Lou Yun Yang tersebut menarik perhatian banyak orang. Mereka melihat Lou Yun Yang, yang tiba-tiba saja melompati test sasaran latihan, Ia mengepalkan kedua tangannya, lalu menghantamkannya saat ia mendarat.
BOOM!
Sasaran test latihan yang sudah sejak lama tertanam kuat di lapangan tersebut tiba-tiba saja bengkok ke bawah. Kemudian, muncullah angka 1,299 pada layar test.
"Lou Yunyang, aku telah memutuskan hasil latihan uji kemampuanmu. Berhenti membuat masalah..." Walaupun Xiong Zhen Shan terkejut melihat kekuatan Lou Yunyang, ia tetap mempertahankan pendiriannya.
"Itu jurus Kera Iblis Pembelah Bumi!" pemuda yang sedari tadi menonton kehebohan ini dengan tatapan dingin tiba-tiba saja berseru.
Begitu mendengar perkataan pemuda ini, semua orang di kanan dan kirinya seketika terdiam.
Walaupun tak ada satupun dari mereka yang menguasai jurus tersebut, mereka dapat mengenali salah satu Jurus Kera-Naga tersebut.
Semua orang yang berada di sana, termasuk Xiong Zhen Shan saat masih muda, menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mempelajari Jurus Kera-Naga itu. Mereka semua ingin dapat menguasainya.
Walaupun mereka gagal untuk menguasainya, mereka tetap dapat mengingat nama dan teknik yang digambarkan pada lukisan Kera-Naga tersebut.
Lou Yunyang berhasil menguasai jurus Kera Iblis Pembelah Bumi!
Ia telah berhasil menguasai salah satu jurus dari Lukisan Kera-Naga!
Ia telah menjadi bagian dari tataran ahli bela diri kalangan elit. Ia seorang elit tingkat F!
"Kapan kau menguasai jurus Kera Iblis Pembelah Bumi itu?" pemuda itu bertanya dengan sungguh-sungguh sembari berjalan mendekati Lou Yunyang.
__ADS_1
"Tadi malam!" Lou Yunyang memang berencana untuk menarik perhatian pemuda tersebut. Karena itulah, ia langsung menjawabnya dengan cepat saat pemuda tersebut bertanya.
"Bagus! Kekuatanmu bahkan tak ada 500 kilo kemarin, tetapi saat kau menguasai diagram pertama dalam Lukisan Kera-Naga, kau dapat meningkatkan kekuatanmu menjadi 1,299 kilo. Sangat bagus! Melihat bakatmu ini, kau bisa menjadi elit tingkat D!"
Elit tingkat D! Lian Changfeng dan semua orang yang mendengar hal ini tercengang.
Lian Changfeng yang merupakan tokoh penting di desa tersebut saja hanyalah elit tingkat G!
Ditambah lagi, tak ada seorang pun yang berhasil menjadi elit tingkat F di kota ini. Belum pernah ada sepanjang sejarah kota mereka.
Perwakilan Tentara Naga yang Bangkit di Kota Donglu itu satu-satunya pengecualian. Tak ada yang mengetahui secara pasti seberapa tinggi tingkatannya, tetapi ia setidaknya seorang elit tingkat F.
Lou Yunyang ternyata setingkat kalangan elit tingkat D. Dia bahkan melampaui perkiraan semua orang.
"Elit tingkat D. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" ujar pemimpin polisi kaget.
"Kau tak perlu lagi mendaftarkan diri ke Akademi Bela Diri Qitian. Tiga hari ke depan, kau akan ikut Seleksi Masuk Tentara Naga!"
"Namaku Zhu Yan, dan kau bisa memanggilku Kakak Zhu!"
"Terima kasih, Kakak Zhu!" ucap Lou Yunyang sambil mengambil kartu merah tersebut.
"Jika kau menjadi bagian dari Tentara Naga yang Bangkit, kita akan menjadi saudara, jadi kau tak perlu sungkan padaku." Sambil berbicara pandangan Zhu Yan mengarah pada Lian Changfeng, Xiong Zhen Shan, dan yang lainnya.
Kemudian, ia menengadahkan kepalanya dan berjalan pergi sambil mengucap beberapa kata ke arah Lou Yunyang.
"Aku akan menemuimu sebelum seleksi! Oh ya! Bawalah kartu itu ke bank, akan ada kejutan di dalamnya!"
Kesunyian masih menyelimuti tempat test latihan tersebut. Shen Yu Lang dan murid lainnya menatap ke arah Lou Yunyang dengan takjub.
__ADS_1
Mereka tidak iri, karena mereka sadar bahwa mereka tak akan pernah bisa setara dengan Lou Yunyang.
Mereka hanya bisa mengagumi seseorang seperti Lou Yunyang, sehingga tak ada sedikitpun rasa iri terbesit di hati mereka. Yang mereka rasakan hanyalah kekaguman.
Lian Chang Feng mulai berkeringat. Walaupun Lou Yunyang hanyalah ahli bela diri kelas tiga, tapi sekarang ia bagian dari elit tingkat D.
Mungkinkah keluarga Lian sanggup berseteru dengan seorang elit tingkat D?
"Ha ha ha... Si kecil Lou memang memiliki kharisma yang luar biasa. Sekali lihat, aku tahu kalau kau bukanlah orang biasa. Kita harus saling membantu di kemudian hari!" Pemimpin Polisi gemuk yang tidak tahu malu dengan mudah beralih kubu itu menyeka keringatnya sembari menghampiri dan berusaha mengambil hati Lou Yunyang.
Lou Yun Yang tak mengindahkan keberadaan Pemimpin Polisi gemuk tersebut. Ia berbalik arah dan berjalan menghampiri Lian Yubi.
Melihat Lou Yunyang berjalan ke arah dirinya, Lian Yubi berkeringat dingin dan badannya gemetaran.
"Lou Yunyang... masalah ini..." ujar Lian Yubi namun kata-katanya terpotong.
"Jika kau berlutut di sini seharian, aku akan melupakan semua yang telah terjadi!" ujar Lou Yun Yang dengan dingin sembari berjalan melewati Lian Yubi menuju ke arah kantin sekolah.
Mimik wajah Lian Yubi berubah secara drastis. Kemarahan dan kejengkelan terlihat secara jelas di wajah Lian Yubi.
Wajah Xiong Zhen Shan tampak lebih pucat lagi. Jika Lou Yunyang membenci Lian Yubi begitu besar, bagaimana dengan dirinya yang selama ini turut serta menindas Lou Yunyang.
"Gurumu ini sudah tua dan pandangannya telah kabur. Aku memperlakukanmu dengan tidak adil karena tak dapat melihat dengan jelas. Semua ini hanyalah kesalahpahaman..." ujar Xiong Zhen Shan yang tertawa malu sambil menggosok-gosokan tangannya, berusaha membela diri.
Namun, Lou Yun Yang tak mengindahkannya. Ia berbalik dan melangkah menuju kantin tanpa melihat ke belakang.
Lou Yunyang ingin segera menuju kantin. Setelah sampai, Lou Yunyang langsung di sajikan energi bar kelas satu.
Lou Yunyang ingin segera memakan energi bar kelas satu yang kini sedang dipegangnya. Ia sangat kelaparan, sampai-sampai rasanya ia sanggup menghabiskan seekor sapi seorang diri.
__ADS_1
Karena. Ketika ia terbangun pagi ini, ia sudah merasa sangat kelaparan. Rasa laparnya itu sudah tak tertahankan lagi. Karena, jurus Lukisan Kera-Naga yang ia gunakan kemarin telah menguras semua energinya.