SUPREME UPRISING SYSTEM

SUPREME UPRISING SYSTEM
Chapter 22


__ADS_3

Sebagian besar dari mereka mengenakan lencana bewarna jingga atau kuning. Hanya sebagian kecil saja yang mengenakab bewarna merah dan hijau.


Ketika Zhu Yan melihat lencana Lou Yunyang, mimik wajahnya berubah dan ia berkata dengan serius, "Aku menetapkan Lou Yunyang sebagai elit tingkat D. Mengapa kau memberinya lencana merah?"


Pria berseragan tentara biru itu menjawab dengan suara yang tenang dan datar, "Aku hanya memberikan lencana itu sesuai dengan perintah atasanku. Aku tak tahu apa-apa."


"Kau tak perlu bertanya kepadanya, Zhu Yan. Aku bisa memberimu penjelasan sekarang." Xue Ming Cheng terkekeh.


"Bagaimana mungkin ada elit tingkat D di Kota Donglu? Para penguji menolak hasil penilaianmu!"


Kemudian Xue Ming Cheng menambahkan, "Aku mencegah agar kau tak dipermalukan karena memberinya penilaian yang salah.Tak perlu berterima kasih padaku untuk itu."


Zhu Yan mengepalkan tangannya dengan kencang. Lou Yunyang yakin kalau diperbolehkan, Zhu Yan akan memukuli Xue Ming Cheng sekarang juga.


Pada ahirnya, Zhu Yan melepaskan kepalan tangannya.


Lou Yunyang pun menyadari perubahan eksoresi di wajah Zhu Yan dan orang-orang lainnya. Ia menghampiri Zhu Yan dan berkata dengan pelan, "Ini hanya untuk sementara."


"Lakukan yang terbaik dan buktikan kalau mereka salah!" ucap Zhu Yan dan menghela nafas panjang sebelum ia bergumam, "Penilaian tingkat elit telah menempatkanmu pada posisi yang tak menguntungkan. Jika kau tak dapat membuat orang-orang itu terkesan pada kemampuanmu, maka kau hanya akan menjadi anggota biasa Tentara Naga yang Bangkit. Kau tak bisa menjadi bagian dari Tentara Naga yang Bangkit Tingkat Elit!"


Jika ia tertinggal satu langkah saja, maka ia akan tertinggal lebih jauh lagi. Lou Yunyang mengetahui ini dengan baik.


Ditambah lagi, ia ingin menggunakan seleksi ini sebagai peluang untuk membawa ibu dan adiknya ke Kota Chang'an.


Oleh karena itu, ia tak boleh gagal.


"Ini adalah salahku!" Suara Zhu Yan terdengar pelan. Lou Yunyang mendengar sebuah penyesalan dan kejengkelan dalam suaranya.

__ADS_1


Ia juga merasa hal ini sangat tidak adil. Penilaian kalangan elit tingkat D yang diberikan Zhu Yan kepadanya tak disetujui dengan alasan konyol bahwa Kota Donglu tak mungkin menghasilkan ahli bela diri tingkat D.


"Bos, jika kemampuanku terlalu memukau, apakah aku akan diperlakukan seperti orang aneh?" tanya Lou Yunyang setelah ia merasakan keraguan sesaat.


"Dasar bajingan kecil! Kau tahu saja cara untuk menghiburku!" balas Zhu Yan sambil tersenyum ke arah Lou Yunyang.


"Selama tak terlalu mustahil untuk dilakukan, semuanya pasti akan baik-baik saja. Kita membutuhkan seorang ahli bela diri elit dengan kemampuan di atas rata-rata. Umat manusia membutuhkan seorang ahli bela diri elit!" ucap Zhu Yan menambahkan.


Lou Yunyang menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba seseorang berkata dengan keras, "Perhatian, semuanya! Aku mengumumkan beberapa hal penting. Menurut Da Alliance, pada babak penyisihan ini, ahli bela diri tingkat E ke atas akan diberikan posisi tetap dalam kemiliteran. Ahli bela diri dibawah tingkat E akan dikirim untuk menyatukan wilayah Da Dongfang setelah seleksi!"


Pengumuman itu sangat singkat tetapi membuat Lou Yunyang bingung.


Firasatnya berkata jika perintah ini akan menjadi hal yang sangat penting dikemudian hari.


"Sialan!" Zhu Yan mengumpat. Tatapan yang diberikannya kepada Lou Yunyang penuh dengan rasa bersalah. Jika ia tak merekomendasikan Lou Yunyang, ia pasti akan menjadi bagian dari Tentara Naga yang Bangkit.


Posisi yang tak jelas ini, bukanlah pertanda yang baik menurut Zhu Yan.


"Kamu pasti bisa Yunyang! Hanya kau yang dapat menentukan nasibmu sendiri, berusahalah sebisa mungkin!" ucap Zhu Yan dengan serius.


"Aku tahu, jangan khawatir!" jawab Lou Yunyang sambil mengangguk serius ke arah Zhu Yan.


"Baiklah, seleksi akan dimulai sekarang!" pria yang tadi membacakan pengumuman itu berkata dengan nada yang dingin.


Kini semua orang telah berkumpul.


Terlihat dua pria dengan rambut beruban sedang berdiri disalah satu area dimarkas besar Tentara Naga yang Bangkit Kota Chang'an yang terlihat bak aula istana itu. Kedua pria tua yang mengenakan seragam tentara tersebut sedang meneguk sebotol anggur. Jika dilihat sekilas, mereka terlihat seperti raksasa yang perkasa.

__ADS_1


Anggurnya terlihat cukup mahal, namun yang mereka makan hanyala kacang biasa.


Lengan kedua pria itu penuh dengan bintang keemasan. Masing-masing dari mereka membawa sebotol anggur, namun mereka tak peduli dengan orang-orang yang memandang mereka.


Satu-satunya perbedaan di antara kedua orang tersebut ialah ban lengan pada seragam tentara mereka. Satu dari mereka memiliki tulisan Naga yang Bangkit pada ban lengan miliknya, sedangkan seorang disebelahnya mengenakan ban lengan bertuliskan Hutan Kerajaan.


"Anggur ini tidaklah buruk kawan lama. Ha ha ha ha... Tiao botol yang aku minum berarti akan semakin sedikit botol yang tersisa untuk orang lain!" ucap pria tua dengan ban lengan Hutan Kerajaan, ia terlihat berperawakan tinggi dan kekar. Terdapat bekas luka yang panjang di wajahnya.


Bekas lukanya itu membuatnya terlihat semakin keras.


Pria tua dengan ban lengan Naga yang Bangkit, memiliki tubuh lebih pendek, tetapi ketika ia berdiri berdampingan dengan kawan lamanya yang tinggi dan gagah itu, semangat dan kepribadiannya tidak kalah dari kawan lamanya itu.


"Jadi kau sadar kalau kau telah menghabiskan botol anggur milikku. Sialan, aku tahu kau sanggup minum banyak, tetapi kau tak perlu datang kesini untuk hanya minum!" ucap pria pendek dengan ban lengan bertulis Naga yang Bangkit.


"Kamu memang ahli dalam berbagai hal kawan lama, tetapi kamu sangat pelit. Itu sebabnya kamu tak bertambah tinggi!" balas pri tinggi tersebut sembari memukul dadanya dengan bangga saat ia mengejek-ejek temannya tanpa rasa sungkan.


Mata pria yang lebih pendek itu membelalak, muncul kobaran api keemasan disana.


"Apa yang hendak kau lakukan kawan? Apa kau mencoba untuk membakar sarangmu sendiri? Ha ha ha ha... Hanya karena orang-orang memanggilmu Kaisar Apu, bukan berarti kau harus menanggapinya dengan serius!" Ketika pria tinggi itu berbicara, ia menciptakan pelindung dari air dihadapannya.


Ketegangan di antara mereka berdua membuat semua prajurit disekitarnya menjadi ketakutan mereka semua langsung merinding.


Dimata mereka, kedua pria ini adalah wujud yang tak tertandingi. Jika mereka mau, mereka dapat membumi hanguskan semua orang-orang disekitarnya dalam beberapa detik saja.


Untungnya, pria tua pendek itu berpikir masuk akal. Ia hanya berbalik arah menuju pria yang lebih tinggi itu dan tertawa. "Lain kali kita minum ditempatmu!"


Kata-katanya seperti pukulan bagi pria tinggi itu yang membuat ekspresinya tiba-tiba menjadi panik.

__ADS_1


__ADS_2