SUPREME UPRISING SYSTEM

SUPREME UPRISING SYSTEM
Chapter 24


__ADS_3

Saat kedua pria tua itu melihat sebuah Gambar Matahari Merah, Kepalan Tangan, dan Beruang Marah muncul dilayar tersebut.


Walaupun lencana-lencana ini tidaklah besar, kedua pria tua terlihat sangat jelek.


"Komandan, ketiga pasukan ini telah menandai Lou Yunyang!" seorang pria paruh baya berwajah galak langsung melaporkan hal tersebut tanpa menunggu lama.


Walaupun ada resiko ia akan menghadapi kemarahan Kaisar Api, terlihat pria tua jangkung itu tetap tenang.


"Sialan. Dasar kurang ajar! Cepat umumkan kalau pemuda itu milik kita!" ucap Kaisar Api terlihat marah.


Walaupun ia telah dimarahi, ekpresi dari pria paruh baya berwajah galak itu tak berubah sedikitpun. Saat ia hendak berbicara lagi, terlihat sebuah lambang lain muncul di layar.


Itu adalah Naga Raksasa Bertanduk Ganda!


"Beraninya kau pria tua! Kita tak lagi memiliki hubungan apapun. Cepat pergi dari sini!" Kaisar Api kini semakin marah.


Pria tua jangkung itu terlihat tak ada tampak tegang sedikitpun. Ia hanya mengangkat gelasnya ke bibir dan tertawa. "Tidak akan, aku belum menghabiskan minumanku, aku harus minum dulu sampai puas hari ini!"


"Kita telah menandainya Komandan," pria paruh baya berwajah galak tadi memberitahu Kaisar Api dengan hormat. Lalu berkata lagi, "Menurut analisis kami, roh yang ia lepaskan saat melancarkan serangan tadi kemungkinan berkat sesuatu yang ia pahami setelah ia membaca kata-kata didepan Gedung ini.


"Ia pasti memiliki bakat yang langka!"


Kaisar Api menganggukkan kepalanya. Saat ia hendak menyampaikan perintah lebih lanjut, seorang pria lain dengan pakaian militer muncul di layar.


Ia tak terlalu tinggi, tetapi terlihat licik. Pria itu mengamati sasaran dengan cermat dan berkata acuh, "Peralatan seleksi ini bermasalah. Hasil dari seleksi babak ini tidak sah. Silahkan tunggu seleksi ulang!"


Pria tua yang tinggi itu tertawa terbahak-bahak. Kaisar Api juga melakukan hal yang sama. Namun tawa mereka ini adalah bentuk dari kemarahan yang sudah mencapai titik tertinggi.


Tentu saja Lou Yunyang tak dapat mendengar suara tawa kedua pria tua itu. Ia mengepalkan tangannya kencang-kencang saat ia bersiap-siap mengulang babak pertama seleksi itu.

__ADS_1


Ia dipenuhi dengan semangat saat meningkatkan kekuatannya menjadi 5 poin. Jika ia meningkatkan lebih tinggi, ia takut akan menyebabkan masalah baginya. Ia masih terlalu lemah.


2.500 kilo merupakan jumlah yang cukup besar untuk membuat semua orang takjub!


Begitu ia mengacungkan tinjunya, pemahaman yang ia dapat dari kata-kata Markas Tentara Naga yang Bangkit Kota Chang'an ikut ia lepaskan bersama dengan amarahnya. Ia menghantamkan pukulannya pada sasaran.


Kekuatannya tidak meningkat, tetapi Lou Yunyang merasakan sesuatu. Itu adalah sensasi yang bisa membelah makhluk hidup apapun.


Namun sayangnya, hasilnya itu dianggap tidak sah.


Apa itu seleksi ulang?


Secara singkatnya, seleksi ulang adalah kesempatan terahir. Lou Yunyang telah memahami maksud dari seleksi ulang sejak ia berada di Kota Donglu.


Dulu, Xiong Zhenshan selalu mengatakan hanya orang-orang lemah yang harus melakukan ujian ulang.


"Ini semua omong kosong!" Zhu Yan berkata dengan marah sambil menunjuk pria gemuk berseragam tentara itu, "Kalau memang mesin itu mengalami kerusakan, Lou Yunyang bisa mengikuti tes lagi. Apa... Apa hakmu menyuruhnya ujian ulang?"


Xue Ming Cheng terlihat senang. Sikapnya yang tenang telah hilang, ia menoleh kearah Zhu Yan dan berkata, "Kau adalah anggota dari Tentara Naga yang Bangkit. Kau tahu persis peraturannya. Ketaatan adalah tugas yang paling penting dari seorang prajurit. Apakah kau mengerti?"


Zhu Yan melirik kearah Xue Ming Cheng lalu kembali melirik penguji itu. Ia mengerti apa yang sedang terjadi.


"Persetan denganmu! Kali ini aku akan memperjuangkannya, meskipun harus mengorbankan posisiku di Tentara Naga yang Bangkit. Aku tak akan mata selagi bajingan seperti kalian berbuat sesuka hati. Kalian memutar balikkan kebenaran! Aku tak percaya tak ada tempat satupun di Tentara Naga yang Bangkit yang mengizinkan aku memperjuangkan pendapatku.


Lou Yunyang merasa sangat berterimakasih. Ia dan Zhu Yan tidak memiliki persahabatan yang erat, namun Zhu Yan membela dirinya mati-matian, sampai-sampai ia mempertaruhkan hidupnya sendiri.


Si penguji yang gemuk itu terlihat sedikit malu. Ia tak menyangka kalau Zhu Yan akan mempermalukannya seperti itu.


"Keluar dari sini! Ia mengacau di ruang ujian ini, sehingga kesempatannya untuk mengikuti seleksi ulang dibatalkan!" Pria sedikit gemuk itu berteriak dengan keras. Ia terlihat berada diambang histeris.

__ADS_1


Zhu Yan ingin melawan tetapi ia dan Lou Yunyang telah dikelilingi paling tidak 10 pria berbadan kekar yang memegang pedang panjang.


Pria-pria itu berkumpul, seperti memberikan kesan siap untuk bertarung.


Zhu Yan mengambil nafas panjang dan menarik Lou Yunyang. Kemudian ia memandangi si penguji dan Xue Ming Cheng.


"Tempat ini milik Tentara Naga yang Bangkit, bukan taman bermain milik kalian. Kami akan pergi sekarang juga!" Ucap Zhu Yan dengan nada yang sangat dingin.


Lou Yunyang mengikuti Zhu Yan dari samping dan melewati prajurit-prajurit itu lalu keluar.


Setelah mereka akan sampai pintu, tiba-tiba Lou Yunyang mendengar sebuah suara.


"Kau benar-benar tak beruntung karena bertemu denganku," Zhu Yan berkata pada Lou Yunyang saat mereka kini sedang melewati sebuah pintu besar.


Lou Yunyang merasa tak senang, tapi ia sama sekali tak mengeluh akan kejadian-kejadian yang ia alami ini.


"Jangan khawatir kakak Zhu. Ini hanya Tentara Naga yang Bangkit tingkat elit. Aku masih bisa masuk ketempat yang lebih baik suatu saat nanti."


Zhu Yan menepuk bahu Lou Yunyang dan tertawa keras. "Bagus sekali, ketika satu pintu tertutup, akan banyak pintu-pintu lain yang akan terbuka untukmu. Ayo kita pergi ketempat lain!" ucap Zhu Yan sedikit bersemangat.


Saat mereka sedang berjalan, beberapa pasang mata memandangi Zhu Yan dan Lou Yunyang yang kini pergi menjauh.


Xue Ming Cheng berkata dengan jijik. "Dasar kurang ajar! Ia bahkan berani menantang Kakak Lee! Ia seharusnya mengaca terlebih dahulu sebelum mengomentari moral orang lain!"


Saat berkata demikian, Xue Ming Cheng melirik kearah pria berlemak itu dengan seulas senyum.


Pria berlemak atau Lee itu tak terlihat senang. Ia menatap wajah Xue Ming Cheng dengan tajam dan berkata, "Pergilah!"


Xue Ming Cheng merasa sangat dipermalukan, ia telah mencapai tingkat mayor sehingga ia termasuk orang yang berdampak di Tentara Naga yang Bangkit.

__ADS_1


Namun. Kakak Lee, yang selama ini akrab dengannya baru saja mengusirnya. Ia seperti tak lagi memiliki martabat.


__ADS_2