SUPREME UPRISING SYSTEM

SUPREME UPRISING SYSTEM
Chapter 6


__ADS_3

"Yun Yang, kau sudah pulang! Ada makanan di atas tungku. Makanlah terlebih dahulu." ucap Shen Yunying dengan lembut. Ia sedikit malu saat melihat anak laki-lakinya itu.


Bukannya menjawab, Lou Yun Yang malah melangkah menghampiri Cheng Daren. melihat itu! Cheng Daren merasakan ketakutan di hatinya ketika ia melihat Lou Yun Yang berjalan ke arahnya.


"Bagaimana mungkin aku takut kepada anak remaja? Ini sangat konyol!" gumam Cheng Daren dalam hati.


Walaupun Cheng Daren bukanlah orang berpengaruh di kota ini, ia memiliki sebuah toko dan kakak laki-laki yang ahli bela diri. Oleh karena itu, eksistensinya di Kota Donglu tak dapat disepelekan.


"Lou Yun Yang, kau sudah pulang. Aku dengar kekuatanmu lebih rendah 100 kilo dibandingkan tuan muda Lian. Hah... Kalau aku menjadi dirimu, aku takkan menghambur-hamburkan uang ibuku."


Sambil mengatakan hal tersebut, Cheng Daren menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah Lou Yun Yang dengan penuh penghinaan.


Mimik wajah Shen Yunying berubah, ia mengkhawatirkan anak laki-lakinya yang melihat kondisinya saat ini.


"Kau berbohong!" Lou Dong'er tak terima.


"Di uji kekuatan sebelumnya, Lian Yubi kalah 100 kilo dari kakakku!" ucap Lou Dong'er adik Lou Yun Yang.


"Itu cerita lama. Apa kau tak tahu kalau Bos Lian memberi anaknya obat pembentuk tubuh? Obat tersebut harganya 100.000 dayuan!" Balas Cheng Daren!.


Secara tak sadar, suara Cheng Daren semakin keras. "Status seorang ahli bela diri itu sangat tinggi. Bocah miskin sepertimu mana mungkin bisa melewati pelatihan itu. Kau bahkan tak memiliki figur seorang ayah!" ucap Cheng Daren menghina!.


Lou Yun Yang tersenyum licik ke arah Cheng Daren dan berkata, "Itu bukan urusanmu apakah aku mampu melewati pelatihan itu atau tidak, Cheng Daren!"


Cheng Daren gemetar ketakutan saat Lou Yun Yang menyebut namanya dengan terang-terangan.


Harga diri lelaki itu sangat tinggi. Beraninya bocah ini memanggilnya tanpa sopan-santun?


Orang lain boleh saja menyebut namanya dengan cara yang seperti itu, tapi Cheng Daren ingin menjadi sosok yang ditakuti penduduk desa saat ia berjalan di hadapan mereka.


"Apa hakmu untuk menyebut namaku dengan tidak sopan seperti itu, bocah?


Kau..." Ucap Cheng Daren menunjuk-nunjuk Lou Yun Yang lalu berkata lagi!.


"Jangan tersenyum seperti itu, Lou Yun Yang. Ini tak ada hubungannya denganmu". Ia menunjuk mantel yang ada di tangannya. "Kau harus memberi ganti rugi sebesar 1.000 dayuan, Bibi Yunying. Bayahlah besok."


"Jika pelanggan itu tak mengasihanimu, dia mungkin sudah menyuruhmu untuk membayar sesuai harga asli mantel ini, yaitu 10.000 dayuan!"


Shen Yunying khawatir setelah mendengar hal tersebut. 1000 dayuan merupakan jumlah yang sangat besar. Ia harus mencuci pakaian selama setahun penuh untuk mengumpulkan 2.000 dayuan. Dengan jumlah sebesar itu, ia harus membayar setara dengan 6 bulan pendapatannya.

__ADS_1


"Kondisi mantelnya sudah seperti itu sebelum aku mencucinya, Tuan. Anda...


Anda tak bisa menyuruhku membayarnya!" ucap Shen Yunying agak kaku.


"Jika kau tak mau membayarnya, maka aku yang harus ganti rugi. Dengarkan aku, Shen Yunying, Ada banyak orang yang mengantri ingin bekerja di tempatku!" balas Cheng Daren sambil mendongakkan kepalanya dengan bengis, "Jika kau tak membayarnya besok, jangan salahkan aku jika aku berbuat jahat terhadapmu!"


"Anda bilang ibuku yang merusak mantel bulu ini. Berikan mantel itu padaku, aku ingin melihatnya." Tanpa menunggu ibunya berkata apa-apa, Lou Yun Yang berjalan mendekati Cheng Daren.


Meskipun Cheng Daren tidak ingin menyerahkan mantel bulu itu kepada Lou Yun Yang, secara tak sadar ia mengulurkannya. Lou Yun Yang mengamati mantel yang ada di tangannya dan menemukan sebuah lubang sebesar jari di bagian atas mantel berbahan bulu cerpelai bewarna ungu tersebut.


Ia tak tahu lubang apa itu.


Sejak memiliki alat pengukur atribut yang dapat memperbaiki masa depannya, ia tak merasa bahwa 1.000 dayuan adalah jumlah yang besar.


Namun, melihat ekspresi ibunya, Lou Yun Yang merasa ada sesuatu yang janggal dengan situasi ini.


Dia yakin dirinya takkan bisa menahan amarahnya dan membayar 1.000 dayuan.


Dia ingin sekali menghajar Cheng Daren yang telah menuduh ibunya melakukan kesalahan, tetapi ia tetap harus mematuhi peraturan dasar dari Lembaga.


Apa yang ia harus lakukan? Ia bingung, Namun!.


Tiba-tiba Lou Yun Yang teringat sesuatu, Dengan cepat ia memunculkan alat pengatur atribut dan meningkatkan Atribut Kecerdasannya.


Kecerdasan : 3.5!


Lou Yun Yang merasa takjub, Ia tiba-tiba teringat akan kekuatannya yang mencapai 500 kilo setelah berlatih jurus Kera Iblis Pembelah Bumi.


Sekali lagi ia mengarahkan pandangannya ke mantel bulu yang berlubang itu. Ia tersadar bahwa yang ia lihat tak lagi sama. Lubangnya terlihat jauh lebih besar, begitu pula bulu-bulu di sekitarnya.


"Siapa pemilik mantel bulu ini, Pak Tua Cheng? Siapapun dia, katakan padanya kalau dia adalah seorang penipu. Ini belum berahir. Mereka akan berurusan denganku!" ucap Lou Yun Yang tiba-tiba!.


Lou Yun Yang kemudian menunjuk ke lubang tersebut dan berkata, "Lubang ini disebabkan oleh panah. Bekas pada bulu mantel ini dan kulit pemiliknya dapat dijadikan bukti!"


Tubuh Cheng Daren gemetar. Dia memang mengetahui penyebab lubang pada mantel tersebut, dan karena kini Lou Yun Yang sudah mengetahuinya, ia pun merasa gugup.


"Dasar sampah... Hentikan omong kosong ini! Sudah sangat jelas mantel ini dirusak oleh ibumu. Aku tak peduli, kau tetap harus memberikan ganti rugi kepada pemiliknya!"


Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya ia kebingungan, Cheng Daren tetap mempertahankan sikap yang sama.

__ADS_1


"Enyahlah!" teriak Lou Yun Yang. Matanya memerah dan ia merasa dirinya seperti singa yang mengaum.


Ketika mendengar teriakan tersebut, Cheng Daren merasa jantungnya seperti dipukul dengan palu yang berat. Pandangannya menjadi gelap, dan hampir saja ia terjatuh ke tanah.


"Lou.... Lou"


Hanya dua kata itu yang bisa terucap dari mulut Cheng Daren. Kemudian, ia langsung berbalik dengan panik dan berlari menuju pintu.


Ruangan itu gelap dan lantainya licin. Cheng Daren terlalu panik untuk memperhatikan langkahnya, sehingga ia terpeleset dan terjatuh.


Laki-laki yang seakan-akan dikejar setan itu segera bangkit dan lari keluar dengan ketakutan.


"Ha ha... Sombong sekali dia! Mengapa bajingan itu tidak jatuh dan mati saja?" ucap Lou Dong'er tertawa terbahak-bahak, kuncir kecilnya yang ikut bergoyang.


Melihat itu. Lou Yun Yang mengelus rambut adiknya itu dengan penuh kasih sayang dan memperlihatkan senyum tulus padanya.


Shen Yunying juga ikut tersenyum, namun senyumannya sedikit dipaksakan, sehingga terlihat lebih buruk dibandingkan tangis air mata.


Cheng Daren yang licik itu sudah pergi dengan ketakutan, sehingga mereka tak perlu lagi membayar 1.000 dayuan itu. Tetapi mereka telah mempermalukan Cheng Daren. Shen Yunying tak akan bisa kembali bekerja di toko itu lagi. Tanpa memiliki penghasilan, bagaimana ia dapat membesarkan kedua anaknya?


Melihat hal tersebut, Lou Yun Yang merasa sedih. Lalu berkata!


"Aku telah menjadi seorang ahli bela diri,


Ibu. Mulai saat ini, biarkan aku yang menanggung seluruh biaya!" Lou Yun Yang tahu apa yang ibunya pikirkan. Ia mengenang kembali masa-masa pahit dan kerja keras yang ia alami tanpa berani melawan. Lou Yun Yang berusaha untuk menghibur ibunya dengan menepuk bahunya.


Mendengar perkataan kakaknya, Lou Dong'er tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa menatap kakaknya dengan ternganga.


Lou Dong'er tahu betul apa itu ahli bela diri. Hidup mereka pasti terjamin dengan baik di Kota Donglu.


Dia selalu berandai-andai kelak kakanya akan menjadi seorang ahli bela diri, namun ia tak pernah menyangka impiannya itu akan terkabul secepat ini. Ia merasa sedang bermimpi.


"Apakah itu benar?" Ini.. Shen Yunying sangat bahagia mendengar berita itu. Ia tak percaya akan apa yang didengarnya dari Lou Yun Yang putranya tersebut.


Sama seperti anak perempuannya, Shen Yunying juga sadar akan kekuatan putranya itu. Akan tetapi, dengan keadaan keluarga mereka yang miskin ini, ia tak mampu memberikan makanan yang layak untuk anak laki-lakinya yang berbakat itu.


Tolak ukur untuk menjadi seorang ahli bela diri adalah 500 kilo. Putranya kesayangannya itu bahkan belum mencapai 300 kilo dari yang ia dengar.


"Hari ini, aku mempelajari jurus Kera-Naga dan kekuatanku meningkat hingga 500 kilo!" Ketika melihat ekspresi tak percaya pada wajah ibunya, Lou Yun Yang menceritakan kembali apa yang terjadi sebelumnya. Kecuali, System atribut yang ada dalam dirinya.

__ADS_1


Kemudian, ia mengulurkan tangannya dan mengambil sebuah bola dari meja rusak yang salah satu kaki penyanggahnya hilang entah ke mana.


Yang baru diambilnya itu adalah grip ball, alat termurah yang diciptakan oleh federasi untuk mengukur tingkat kekuatan, harganya pun hanya 10 dayuan. Bola ini merupakan hadiah dari Lou Dong'er di ulang tahunnya yang ke-15.


__ADS_2