SUPREME UPRISING SYSTEM

SUPREME UPRISING SYSTEM
Chapter 25


__ADS_3

Xue Ming Cheng terlihat sangat marah. Namun ia tak berani untuk meperlihatkan kemarahannya tersebut didepan Kakak Lee.


Penguji itu terlihat tak peduli terhadap perasaan Xue Ming Cheng. Ia mengalihkan perhatiannya kepada tentara disebelahnya dan berkata dengan nada dingin, "Kandidat bernama Lou Yunyang tidak disiplin, sehingga hak seleksi ulangnya telah dicabut. Cepat ganti sasaran latihan dan kita lanjutkan seleksi ini."


Saat mengatakan hal itu, tatapanya yang menyala-nyala seperti obor menyapu wajah kandidat-kandidat lainnya dengan tatapan mengancam.


Tak ada yang berani melawannya, bahkan tak ada yang berani untuk mengeluarkan suara sedikitpun.


Salah satu prajurit membawa sasaran yang baru, kemudian seleksi pun hendak dilanjutkan.


Namun, mereka kaget saat mendengar sebuah suara lumayan keras.


"Sombong sekali! Aku tak pernah menyangka kalau kau bisa berbuat seperti itu, Lee Xiao Yong!" Itu adalah suara dari Kaisar Api yang berdiri agak jauh. Kaisar Api melihat kearah Lee Xiao Yong dengan tatapan dingin.


Saat penguji yang bernama Lee Xiao Yong itu melihat Kaisar Api, wajahnya langsung berubah. Ia terlihat seperti sedang melihat ayahnya yang sedang marah.


Ia tak menyangka masalah ini akan menarik perhatian komandannya.


"Komandan, saya..." Lee Xiao Yong berusaha memutar otak, mencari penjelasan yang rasional untuk masalah ini.


Mata Kaisar Api terpaku padanya. Auranya yang agung langsung menyebar kesegala arah.


Hampir semua ahli bela diri mengambil langkah mundur.


"Mengapa?" Suara Kaisar Api seperti gunung meletus yang menggelegar ditengah kesunyian.


Lee Xiao Yong terlihat ragu-ragu sejenak, kemudian ia menjawab dengan terbata-bata, "Penilaian tingkat milik Lou Yunyang itu.. Itu dimanipulasi oleh Xue Ming Cheng. Pada saat itu, saya pikir Kota Donglu yang kecil dan tandus itu tak akan mungkin bisa memiliki elit tingkat D. Oleh karena itu saya menetapkan Lou Yunyang sebagai elit tingkat G. Percayalah pada anak buahmu ini Komandan! Saya tak bertujuan buruk!"


Mendengar itu terlihat Kaisar Api tak mengatakan apa-apa. Prajurit Tentara Naga yang bangkit lainnya juga tak mengerti kenapa Lee Xiao Yong telah melakukan hal ini.


"Saya akan memanggilnya untuk melakukan seleksi ulang supaya Tentara Naga yang Bangkit tak kehilangan orang berbakat seperti Lou Yunyang. Saya melakukan ini semata-mata karena ingin ia berada di Tentara Naga yang Bangkit!"


Saat ia melihat Lee Xiao Yong berusaha menjelaskan sekuat tenaga, Kaisar Api perlahan mengangkat telapak tangannya. Kobaran api bewarna merah tua muncul di telapak tangannya.


Seorang pria dengan tergesa-gesa datang menghampiri Kaisar Api dan membisikkan sesuatu ditelinganya.

__ADS_1


Wajah Kaisar Api tiba-tiba saja berubah. Ia pun tak jadi melepaskan kobaran api pada tangannya yang sudah terjulur itu.


"Satu-satunya tugasmu saat ini adalah menjemput Lou Yunyang dan membujuknya bergabung dengan Tentara Naga yang Bangkit. Jika kau gagal, kau akan kukirim untuk menyelesaikan tiga misi tingkat A."


Suara Kaisar Api terdengar pelan, namun ada kata ketegasan dari suaranya itu.


Tiga misi tingkat A? Semua orang kini memandang Lee Xiao Yong dengan tatapan kasihan.


Itu sama saja dengan bunuh diri!


"Dan kau... Mulai sekarang kau bukan lagi bagian dari Tentara Naga yang Bangkit!" Kaisar Api menatap wajah Xue Ming Cheng.


Saat mendengar itu, sekujur tubuh Xue Ming Cheng gemetaran. Ia telah berjuang mati-matian selama bertahun-tahun untuk mendapatkan posisi ini.


Sekarang, semuanya telah hancur.


Saat Xue Ming Cheng menatap Kaisar Api, ia tak dapat menjelaskan apa-apa.


Kini Xue Ming Cheng terlihat frustasi, ia tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi, terlihat kalau Xue Ming Cheng seperti mayat hidup sekarang.


Kaisar Api kini sedang menatap Lee Xiao Yong dengan dingin tanpa berkata apa-apa.


Tak lama Kaisar Api pergi, itu membuat Lee Xiao Yong kini bisa sedikit benafas lega, lalu ia langsung berteriak.


"Ke arah mana mereka pergi?" Lee Xiao Yong berteriak pada seorang prajurit saat Kaisar Api telah pergi.


Prajurit itu tercengang untuk sesaat. Kemudian ia menyadari siapa yang dimaksud oleh Lee Xiao Yong dan mengarahkan jarinya, "Mereka pergi keluar!"


Lee Xiao Yong langsung berlari keluar seperti orang gila.


Tiga misi kelas A sama saja dengan mati sebanyak tiga kali.


*****


"Lou Yunyang, ini adalah Markas Besar Tentara Hutan Kerajaan Kota Chang'an. Tunggulah disini sebentar, aku akan menemui seseorang." Kata Zhu Yan sambil membawa Lou Yunyang kesebuah bangunan raksasa setelah berjalan beberapa kilometer jauhnya.

__ADS_1


Bagian luar bangunannya terlihat berbeda dari Markas Tentara Naga yang Bangkit, tetapi ada kemiripan dari kedua bangunan itu. Kemiripan yang paling terlihat adalah suasananya yang suram.


Saat ia memandangi bangunan besar itu, ia teringat akan semua kejadian yang ia alami hari ini.


Seharusnya semuanya berjalan dengan lancar, namun ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Kejadian ini membuat Lou Yunyang sadar bahwa ia harus mengandalkan dirinya sendiri dibandingkan bergantung pada orang lain.


Kekuatannya sendiri adalah sumber kekuatan sejati.


Jika ia mengandalkan dirinya sendiri...


Lima menit telah berlalu, kemudian Zhu Yan keluar dari bangunan tersebut. Lou Yunyang bisa melihat sedikit kekecewaan pada wajah Zhu Yan.


"Ayo kita pergi ke tempat lain!" ujar Zhu Yan dengan tenang sambil tersenyum, ia terlihat berusaha menyembunyikan kekecewaannya.


Lou Yunyang mengangguk. Walaupun ia tak melihat secara langsung, ia yakin jika Zhu Yan telah melakukan segala cara untuk membantunya.


Ia harus berterimakasih pada Zhu Yan.


Satu...


Dua...


Tiga...


Zhu Yan telah membawa Lou Yunyang berkeliling ke tempat kelima markas tentara di Kota Chang'an. Tiap kali ia masuk, ia tak membawa Lou Yunyang bersamanya.


Setiap kali Zhu Yan keluar, Lou Yunyang bisa melihat wajah Zhu Yan yang kelelahan dan juga terhina.


Zhu Yan hendak mengatakan sesuatu, ketika tiba-tiba saja jam tangannya terus menerus mengeluarkan bunyi. Ia melihat kearah jamnya dan memencet sesuatu.


Ketika jam itu berhenti berbunyi, Zhu Yang langsung mengerang. "Sialan!"


Lou Yunyang ingin bertanya siapa yang menghubunginya, tetapi ia memilih untuk tetap diam. Tak baik memprovokasi pria yang sedang marah.


Matahari dilangit kini perlahan menghilang. Jika mereka sedang berada di Kota Donglu, semua orang pasti sudah mengunci pintu rumahnya dan pergi tidur sekarang juga.

__ADS_1


Namun, Kota Chang'an diterangi oleh banyak lampu, sehingga terkesan terang seperti siang hari. Malahan, ada lebih banyak pejalan kaki dimalan hari dibandingkan siang hari.


"Kita akan coba lagi besok. Lebih baik kita istirahat sekarang." Zhu Yan berbicara sambil mengarahkan Lou Yunyang ke bangunan tiga lantai berwarna hitam.


__ADS_2