
"Hentikan omong kosong ini sialan, aku tak tahu apa yang orang-orang di wilayah timur ini coba lakukan. Mengapa mereka bersikeras menyelenggarakan seleksi bakat?" ucap pria tinggi itu mencoba mengalihkan topik pembicaraan dengan agak canggung.
Pria pendek itu tertawa. "Apa gunanya membahas ini? Semuanya akan baik-baik saja selama kita melakukan pekerjaan kita." balas Kaisar Api.
"Sialan. Tak ada seorang pun bisa membaca takdir. Suatu saat, para binatang buas raksasa itu akan menembus penghalang ruang angkasa!"
"Ketika waktu itu tiba..."
Pria pendek itu tak melanjutkan kata-katanya. Ekspresinya menunjukkan keputusasaan, cukup bagi semua orang dapat menebak apa yang ingin ia katakan selanjutnya.
Walaupun ia merupakan salah satu orang terkuat di Tentara Naga yang Bangkit, dengan gelar kehormatan sebagai Kaisar Api, ia terlihat agak pesimis saat membahas hal tersebut.
"Baiklah, tak ada gunanya membicarakan hal ini. Mari kita melihat pemuda-pemuda itu. Aku berharap akan ada beberapa pemuda yang berlatenta diantara mereka."
Sambil berbicara, pria tua tinggi itu menghadap ke arah layar elektronik yang memenuhi seluruh dinding.
Layar itu memperlihatkan seorang pemuda kasar dengan lencana merah didadanya. Walaupun lencananya tak terlalu buruk, warna merahnya memancing ekspresi penghinaan di wajah banyak orang.
Pemuda itu hanyalah elit tingkat G.
Mereka telah banyak memiliki elit setingkat itu saat ini, sehingga mereka tak menganggap elit tingkat G sebagai seseorang yang berbakat.
"Pemuda ini terlihat memiliki segudang kepercayaan diri." Pria tua jangkung itu tersenyum saat melihatnya.
Pria tua yang lebih kurus dan pendek yang dikenal sebagai Kaisar Api itu sedikit menganggukkan kepalanya.
Pemuda itu tiba-tiba saja melambung ke udara, menurunkan kepalan tangannya dan menghantamkannya tepat kesasaran seleksi.
Itu adalah Jurus Kera Iblis Pembelah Bumi!
Saat pemuda itu melayang ke udara, ekspresi pria jangkung itu berubah. Ada kecemasan diwajahnya.
Saat kekhawatirannya ini muncul, sebuah kobaran api seperti terlihat dimatanya.
Kobaran api itu tidaklah muncul karena Jurus Kera Iblis Pembelah Bumi, melainkan karena pukulan pemuda itu.
__ADS_1
Ketika Kaisar Api melihat jurus itu, tiba-tiba ekspresinya langsung berubah menjadi senang. Namun, tiba-tiba lagi ekspresinya itu berubah menyeramkan.
Hanya elit tingkat F ke atas yang dapat melakukan Jurus Kera-Naga. Mengapa pemuda ini hanya ditetapkan sebagai elit tingkat G.
Ahli bela diri dengan kemapuan seperti ini seharusnya paling tidaj berada pada elit tingkat E.
Duar!
Saat pukulan pemuda itu menghantamkan sasaran latihan, mata pria jangkung itu bersinar.
Dia terlihat seakan-akan telah menemukan swbuah harta karun yang sangat langka.
"Lou Yunyang, 2.506 kilo. Luar biasa!"
Suara dari mesin itu terdengar diruangan.
Pria tua jangkung memencet tombol dan layar raksasa menampilkan informasi tentang data Lou Yunyang.
Ia adalah penduduk Kota Donglu, berusia 15 tahun dan berhasil menguasai diagram ketika dari Lukisan Kera Naga, yaitu Jurus Naga Ekor Badai.
Informasi tersebut terlihat sangat sederhana, namun ketika pria tua pendek itu melihatnya, matanya langsung berbinar-binar dan berkata. "Pemuda ini seorang Jenius!"
Mereka telah bertemu dengan banyak orang berbakat dengan kekuatan lebih dari 2.500 kilo. Mereka bahkan pernah bertemu dengan orang-orang yang telah dipersiapkan oleh klan keluarganya atau sebuah organisasi tertentu hanya untuk mencapai kekuatan 5.000 kilo.
Lou Yunyang masih membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mengalahkan orang-orang jenius itu.
Namun, saat mengingat ia baru saja mengusai diagram ketiga dari Lukisan Kera-Naga dan kekuatannya telah mencapai 2.500 kilo, ia benar-benar seorang pemuda luar biasa yang layak untuk dikembangkan.
"Bagaimana mungkin seseorang dengan kemampuan seperti ini dinilai sebagai elit kelas rendah?"
"Ini tidak benar!" pria tua jangkung itu berkata dengan nada yang keras.
Sedangkan, Kaisar Api yang lumayan mengerti dalam hubungan politik dan sosial, kini memikirkan beberapa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Ia benar-benar tak menyukai hal semacam ini.
Saat ia memikirkan cara untuk menyelidiki masalah ini, kata-kata kawanya membuatnya terkejut.
__ADS_1
Ternganga, ia mengamati arah sasaran latihan yang terbuat dari logam besi dan menyadari adanya retakan-retakan kecil yang muncul.
Retakan itu terus membesar hingga akhirnya sasaran itu penuh dengan retakan.
"Betapa cernatnya!" ujar pria tua jangkung, lalu berkata lagi, "Sedikit nampak niat sesungguhnya dari Dewa Bela Diri Lou Kai dalam hal ini."
"Tentara Hutan Kerajaan membutuhkan pemuda sepertinya!"
Saat mendengar kata-kata pria tua jangkung itu, tatapan Ksisar Api langsung bertemu dengan pria tua jangkung itu.
Ketika Kaisar Api melihat lagi ke arah retakan pada sasaran, ia terpana.
Jalur Roh Bela Diri merupakan sesuatu yang hanya dapat dipahami saat berada diposisi mereka saat ini.
Hanya orang jenius yang dapat mengusai sebagian dari semangat ini dalam keadaan yang tepat.
Namun, orang-orang jenius itu tidak akan bergabung dengan Tentara Naga yang Bangkit. Mereka akan menerima pelatihan dengan tingkatan yang lebih tinggi.
Seseorang yang dapat memahami jalan Roh Bela Diri kini telah muncul pada seleksi kali ini. Mungkin ia hanya mengerti sebagian, tetapi ia adalah pemuda paling berbakat di seleksi kali ini.
Orang seperti itu merupakan anugerah dari langit untuk Tentara Naga yang Bangkit.
"Jangan pernah bermimpi untuk mengambil personil Tentara Naga yang Bangkit!" Teriak Kaisar Api dengan nada yang tegas.
"Ha ha ha... Dulunya, tak perlu ada diskusi mengenai hal ini. Namun kau telah melihatnya sendiri kalau pemuda ini adalah elit tingkat G. Menurut peraturan Da Alliance, ia harus dikirimkan ketempat lain.
Pria tua jangkung itu tertawa terbahak-bahak ketika mengatakan hal itu. "Aku menyukai pemuda ini. Aku akan membimbingnya dan membuatnya paling menonjol di kemiliteran!"
Mendengar kata-kata pria tua jangkung itu.
Telapak tangan Kaisar Apu memukul meja dengan keras. Sekali lagi kobaran api terpercik dimatanya dan bergoyang-goyang diudara seperti ular piton.
"Tidak ada artinya tidak, dasar pria tua. Jika kau berani melawanku dalam hal ini, kau tak akan minum anggur milikku lagi." Ujar Kaisar Api.
"Tak masalah. Aku lebih menginginkan pemuda itu daripada anggurmu!" pria tua jangkung membalas dan terlihat tak ada tampak ketakutan sedikitpun. Bahkan mimik wajahnya tak berubah sama sekali saat mendengar ancaman Kaisar Api.
__ADS_1
Karena, ia sering mendengar ancaman-ancaman semacam ini dimasa lalu.
Tiba-tiba saja terdengar bunyi tit sebanyak tiga kali. Ketika kedua pria tua itu mendengarnya. Kedua pria tua itu lalu mengalihkan pandangnya ke arah layar.