SUPREME UPRISING SYSTEM

SUPREME UPRISING SYSTEM
Chapter 21


__ADS_3

Kekuatan itu memberikan tekanan pada sekujur tubuhnya.


Zhu Yan memandang tulisan itu dengan hormat, tetapi ketika ia melirik ke arah Lou Yun Yang, ia merasa ekspresi anak itu sedikit lucu.


Dulu ketika ia pertama kali ke markas besar ini dan melihat tulisan yang sama, ia merasa sangat ketakutan dan lututnya lemas.


Tetapi, pemuda di sebelahnya ini seperti anak sapi yang tak takut pada seekor harimau. Tulisan ini akan terpatri dalam pikirannya dan tak pernah Zhu Yan lupakan.


Saat Lou Yunyang melihat tulisan itu, Lou Yunyang merasakan adanya sebuah tekanan yang semakin lama semakin besar. Kakinya mulai gemetaran. Ia tahu hal terbaik yang harus dilakukannya saat ini ialah memalingkan wajahnya.


Namun, ia merasa tulisan tersebut memiliki sebuah arti tersembunyi. Mungkin jika ia bisa mengetahuinya, ia akan mendapatkan keuntungan yanf besar.


Hal yang paling penting sekarang adalah kecerdasannya.


Lou Yunyang memindahkan semua poin ke Atribut Kecerdasannya. Begitu penyetelannya selesai, ia merasa pikirannya menjadi teramat jernih.


Ia merasa sangat kuat!


Ia merasakan semacam kekuatan yang terus mengalir ke segala arah, kekuatan tak terbatas seperti langit.


Saat kekuatan ini muncul, Lou Yunyang perlahan menutup matanya. Tekanan yang ia rasakan sebelumnya telah menghilang sepenuhnya.


Zhu Yan yang sedari tadi melihat kelakuan Lou Yunyang, kini terdiam tanpa kata melihat kondisi Lou Yunyang sekarang.


"Mungkinkah pemuda ini mengetahui sesuatu?" ucap Zhu Yan dalam hati.


Aura Lou Yunyang menjadi semakin tajam. Jika sebelumnya Lou Yunyang adalah anak yang ceria dan bersemangat, sekarang ia bagaikan sebuah pedang panjang yang baru saja dikeluarkan dari sarungnya.


Pedang yang mengarah ke segala arah!


Lou Yunyang terlihat menghela nafas perlahan. Ia tak tahu berapa lama waktu telah berlalu, tetapi ia segera membuka matanya.


Ia ingin terus mencari arti tersembunyi pada tulisan tersebut, tetapi mencoba untuk memahami tujuh kata itu membuatnya lelah karena kehabisan tenaga.

__ADS_1


Otaknya tak dapat bekerja lagi. Lou Yunyang tak ingin pingsan, padahal ia baru saja sampai di markas besar Kota Chang'an.


"Apakah kau tahu siapa yang menuliskan ketujuh kata itu?" ucap Lou Yunyang tiba-tiba bertanya ke arah Zhu Yan.


Zhu Yan melirik ke arah Lou Yunyang dan mengatakan dengan penekanan. "Ia adalah Lou Kai."


"Dewa Bela Diri Lou Kai?" tanya Lou Yunyang memastikan kata-kata Zhu Yan.


"Benar sekali, Dewa Bela Diri Lou Kai!" jawab Zhu Yan mengonfirmasi pertanyaan Lou Yunyang.


"Walaupun ia menuliskan kata-kata ini secara acak, tulisan ini mengandung semangat bela diri dari Lou Kai. Tak mengapa jika kau bisa melihatnya sebentar saja. Ini kali pertama kau melihat tulisan itu. Tak perlu memaksakan diri. Ayo masuk, seleksinya akan diselenggarakan didalam." ucap Zhu Yan seperti mencoba memberikan Lou Yunyang semangat.


Lou Yunyang lalu memgikuti Zhu Yan, mengambil langkah panjang saat berjalan melalui pintu besar yang sangat dingin. Pintu itu terlihat seperti tak ada penjaganya. Mereka telah berjalan sepanjang 250 meter, namun Lou Yunyang tak melihat seseorang pun disana.


Kekuatan : 3.5


Kecepatan : 1.2


Kecerdasan : 1.7


Sejak ia memulai penjalanan ini, Atribut Kecerdasannya telah meningkat sebanyak 0.3 poin.


Dua hari sebelum ia meninggalkan Kota Donglu, Lou Yunyang telah berhasil menguasai Jurus Naga Ekor Badai. Jurus ini telah meningkatkan Kekuatan dan Kondisi Tubuhnya dengan cukup baik.


Namun, Kecerdasannya tidak meningkat sedikitpun. Ia tak menyangka hanya dengan melihat enam kata "Markas Tentara Naga Bangkit Kota Chang'an" dapat merangsang Kecerdasannya dan meningkatkannya sebanyak 0.3 poin.


Ia harus berterima kasih pada Dewa Bela Diri Lou Kai.


Saat Lou Yunyang merenungkan nama tersebut, Lou Yunyamg seperti menangkap sesuatu hingga matanya terlihat berbinar-binar.


"Apakah itu kau, Kapten Zhu? tanya seseorang yang seperti mengenal Zhu Yan.


"Ada apa?" jawab Zhu Yan terlihat malas.

__ADS_1


"Apakah kau membawa seseorang untuk mengikuti seleksi? Ha ha ha... Semoga ia tak seperti sampah yang hanya akan menyia-nyiakan uang Tentara Naga yang Bangkit!" ucap orang tersebut menambahkan.


Ketika ia mendengar kata-kata yang tajam dan kejam itu, Lou Yunyang langsung mengangkat kepalanya dan melihat sekumpulan orang-orang yang berdiri di hadapannya dan Zhu Yan. Sebagian besar adalah remaja seusianya.


Hanya ada beberapa gadis diantara mereka.


Orang yang berbicara tadi adalah seorang pemuda dengan badan tegap nampak berusia 20 tahunan. Ia memiliki keberanian yang sangat besar.


Lou Yunyang, yang selalu memperhatikan sikap Zhu Yan selama ini, menyadari bahwa dibalik penampilannya yang tenang dan pendiam itu, sejatinya Zhu Yan merupakan orang yang sangat ramah dan bersahabat jika sudah saling mengenal.


Saat Zhu Yan melihat pemuda itu, ekspresi Zhu Yan terlihat jijik.


"Lama tak berjumpa, Xue Ming Cheng. Kamu masih menyebalkan seperti biasanya ya!" Zhu Yan berkata dengan blak-blakan.


''Ha ha... Aku taj peduli jika kau merasa aku menyebalkan, asal Qianqian tak berpikiran seperti itu!" Pemuda tegap itu menjawab lalu menganyunkan dan mengacungkan tangannya ke arah Zhu Yan. "Ayo sapa aku. Buat kakakmu ini senang!"


Terlihat sebuah bintang perak di lengannya.


Bintang yang menempel pada tali perekat hitam itu sangat indah. Tetapi ketika Zhu Yan melihat tali itu, ekspresi di wajah Zhu Yan menjadi muram.


Namun pada akhirnya, ia berdiri dengan tegap dan berkata dengan datar. "Mayor telah tiba. Beri sambutan kepada Mayor!" teriak Zhu Yan dengan lumayan lantang.


"Ha ha ha... Itu cukup keras, aku menyukainya!" Xue Ming Cheng beralih lalu melihat Lou Yunyang untuk menilainya dan menggelengkan kepalanya. "Anak kecil dari Kota Donglu. Apakah kau sedang mencari harta karun di antara tumpukan sampah? Lihat saja, aku akan membuktikan betapa tak pantasnya kandidat yang telah kau pilih!" ucap Xue Ming Cheng angkuh.


Kemudian, ia beralih pada sekumpulan ahli bela diri muda di belakangnya dan berkata, "Menurutmu, bagaimana penampilanmu nanti, Xue Hu?"


"Aku akan menujukkan kepada adik itu kalau hal yang pantas untuknya ialah kembali ke Kota Donglu dan menjadi petani saja!" kata pemuda kurus yang wajahnya dipenuhi bintik-bintik.


Kata-katanya tegas. Lencana hijau yang ia kenakan di dadanya sangat mencolok.


"Kau lihat ini? Ini adalah lencana elit tingkat D!" Xue Ming Cheng menepuk pundak pemuda itu dengan senyum lebar di wajahnya.


"Ini lencanamu, Lou Yunyang." Seorang pria berwajah galak yang mengenakan seragam tentara bewarna biru itu memberikan sebuah lencana kepada Lou Yunyang.

__ADS_1


Lencana itu mirip dengan yang dikenakan oleh Xue Ming Cheng, namun miliknya itu bewarna merah.


Lou Yunyang segera sadar kalau semua orang di sekelilingnya juga mengenakan lencana di dada mereka.


__ADS_2