
Beberapa bulan kemudian , setiap malam merasa ke anehan kayak ada suara yang selalu berbisik bisik di dekat telinga , keran kamar mandi yang selalu hidup dan mati sendiri , dan terkadang terdengar suara suara aneh . aku yang bgitu takut langsung pergi dari kosan ke rumah siska .
di rumah siska aku mengetuk pintu rumah siska sangat lama , apa siska pergi no hp pun tidak aktif . aku mencoba menunggu siska di depan pintu rumah nya .
tak lama mengetuk pintu datanglah seorang ibu ibu .
" neng cari siska ya ? ucap ibu ibu
" iya bu siska kemana ya bu ? " ucap heni
" neng apa neng gatau siska akhir akhir ini suka bicara sendiri dan jerit jerit sendiri jadi di bawa orang tuanya pulang kampung " kata ibu ibu
__ADS_1
aku pun terdiam terkejut .seketika badan ku gemetar apa karna pasang susuk . sepanjang jalan ke rumah aku memikirkan apa yang terjadi oleh siska karna pasang susuk .
sampai sampai aku tidak fokus melihat jalan dan aku menabrak seorang lelaki , dan ternyata lelaki itu adalah akmal .
aku pun langsung menghampiri akmal .
" akmal apa kamu gapapa ?" ucap ku
" akmal apa kamu tau semuanya yang terjadi sama aku ?" ucap ku
dan akmal hanya mengangguk dan langsung mengajak ku ke suatu tempat ,
__ADS_1
" kamu mau bawa aku kemana ?" ucap ku
" aku mau bawa kamu ke pondok guru ku , sebelum semuanya terlambat " ucap akmal .
aku pun hanya mengikuti apa yang di bilang akmal dalam hatiku aku hanya terdiam penyesalan di dalam hati ku .
" apa kamu bodoh kecantikan muka mu tidak sebanding dengan cantik nya hati mu , apa kamu tau makhluk apa yang slalu mengikuti mu slama ini . ke jayaan sesaat mu akan membawa penderitaan seumur hidup mu ?" ucap akmal sambil menyetir
" aku tidak tau jika akan terjadi seperti ini aku hanya mengikuti saran siska . agar si rio brengsek itu menyesal , aku selama ini tidak berfikir panjang akan konsekuensinya . aku menyesal aku ingin melepaskann semua ini , dan selama ini hidup ku menjadi tidak tenang . tolong bantu aku ? " ucap ku sambil menangis menyesal , tapi akmal tidak berkata apa apa hanya menatap ku dan langsung kembali menyetir .
Pagi hari di sebuah rumah besar namun kuno , apa ini pondok yang di sebut sebut akmal . suaaananya begitu tenang , lantunan gemercik air yang membuat hati damai . tapi ketika akan masuk ke sebuah ruangan pengobatan guru akmal badan seketika terasa panas , muka ku pun terasa terbakar . suara bisikan bisikan semakin menjadi . dan rasanya tubuh ini menolak memasuki ruangan itu semakin melangkah masuk tangan ku semakin tidak bisa di kontrol seperti ada yang mengendalikan tangan ku , ketika guru nya akmal keluar dan memasuki ruangan hati ku terasa dendam , tapi entah salah apa yang di perbuat guru nya itu .
__ADS_1