
'' aku liat sintia di mimpiku seperti mayat hidup , muknya juga mengerikan '' ucap ku
akmal tanpa kata kata dia hanya memeluk ku dengan erat akar aku lebih merasa baik , memang dalam situasi sesulit apa pun akmal bisa menenangkan ku dalam sekejap ,
tak lama sampai di rumah sintia
saat turun mobil
banyak sekali orang yang datang ke rumah sahabat ku ,dan kadang kadang tercium bau busuk , seperti bangke tikus kalo gak salah , tapi masa ada sih bangke tikus sampe se menyengat ini .dan aku di buat heran dengan orang - orang ini yang melihat ku seperti melihat hantu saja pandangan yang begitu sinis tanpa expresi yang ramah .
akmal menggandeng ku masuk ke dalam rumah sintia dan ternyata
di situ ada guru pondok nya akmal , memang se umuran kakeknya akmal sih tapi wajah nya yang masih terlihat muda , seperti ada cahaya yang memangcar di dalam muka nya ,
'' assalamualaikum '' salam ku sambil tersenyum
__ADS_1
'' wa'alaikum salam ukhti '' ucap guru akmal
wahhh sangat sopan bahkan dia tidak memanggil aku gadis atau nama bahkan memanggil nona dalam bahasa arab
aku langsung duduk saja , karna hanya ada 2 orng pria dan 2 orang wanita yang di cadar , dari penampilan nya sudah ketebak lah pasti murid dari pondok itu , tapi orang tua sintia tidak terlihat kemana sebenarnya mereka ,
'' bagaimana keadaan nya '' ucap akmal kepada gurunya
'' bisa di katakan buruk bisa di katakan membaik , kini aku tidak bisa memastikan nak'' ucap gurunya
WAAAHHHHWAAAAAWAHHHH
suara jeritan sintia , kami semua langsung berlari menuju kamar sintia , sumber dari suara jeritan itu
terkejutnya aku melihat keadaan sintia persis seperti yang aku impikan .
__ADS_1
mukanya yang banyak seperti koreng , mengeluarkan nanah yang sangat bau ,
ya tuhan apakan ini balasan yang telah ia perbuat , melihatnya sungguh kasihan , akal yang yang sudah seperti orang gila , muka yang menyeramkan , bhkan di kaki nya pun terdapan hewan belatung di lukanya ,
seketika aku langsung lemas dan terjatuh tanpa kata kata lagi ,tak bisa membayangkan keadaan ini bisa terjadi oleh sahabat ku ,
'' heni heni kamu tidak apa apa '' ucap akmal sambil langsung menuntun ku kembali ke korsi
aku hanya diam karna terkejut , apakah yang sintia alami akan dialami juga oleh ku , aku sangat takut hingga badan ku bergetar .
'' heni kuatkan lah hati mu , apa yang di alami teman mu sudah kehendak yang maha kuasa , jika tuhan mengambil nyawanya sekarang kita harus ikhlas , jika dia di panjangkan umurnya semoga di beri kesembuhan '' ucap akmal
'' aku takut , aku sangat takut dia persis seperti di mimpiku tadi , tapi di kampus aku baru saja meliat dia seperti orang yang sehat sehat saja '' ucap ku
tapi akmal tidak berkata apa apa lagi selain memeluk ku ,
__ADS_1