SUSUK

SUSUK
IX


__ADS_3

'' aku liat sintia di mimpiku seperti mayat hidup , muknya juga mengerikan '' ucap ku


akmal tanpa kata kata dia hanya memeluk ku dengan erat akar aku lebih merasa baik , memang dalam situasi sesulit apa pun akmal bisa menenangkan ku dalam sekejap ,


tak lama sampai di rumah sintia


saat turun mobil


banyak sekali orang yang datang ke rumah sahabat ku ,dan kadang kadang tercium bau busuk , seperti bangke tikus kalo gak salah , tapi masa ada sih bangke tikus sampe se menyengat ini .dan aku di buat heran dengan orang - orang ini yang melihat ku seperti melihat hantu saja pandangan yang begitu sinis tanpa expresi yang ramah .


akmal menggandeng ku masuk ke dalam rumah sintia dan ternyata


di situ ada guru pondok nya akmal , memang se umuran kakeknya akmal sih tapi wajah nya yang masih terlihat muda , seperti ada cahaya yang memangcar di dalam muka nya ,


'' assalamualaikum '' salam ku sambil tersenyum

__ADS_1


'' wa'alaikum salam ukhti '' ucap guru akmal


wahhh sangat sopan bahkan dia tidak memanggil aku gadis atau nama bahkan memanggil nona dalam bahasa arab


aku langsung duduk saja , karna hanya ada 2 orng pria dan 2 orang wanita yang di cadar , dari penampilan nya sudah ketebak lah pasti murid dari pondok itu , tapi orang tua sintia tidak terlihat kemana sebenarnya mereka ,


'' bagaimana keadaan nya  '' ucap akmal kepada gurunya


'' bisa di katakan buruk bisa di katakan membaik , kini aku tidak bisa memastikan nak'' ucap gurunya


WAAAHHHHWAAAAAWAHHHH


suara jeritan sintia , kami semua langsung berlari menuju kamar sintia , sumber dari suara jeritan itu


terkejutnya aku melihat keadaan sintia persis seperti yang aku impikan .

__ADS_1


mukanya yang banyak seperti koreng , mengeluarkan nanah yang sangat bau ,


ya tuhan apakan ini balasan yang telah ia perbuat , melihatnya sungguh kasihan , akal yang yang sudah seperti orang gila , muka yang menyeramkan , bhkan di kaki nya pun terdapan hewan belatung di lukanya ,


seketika aku langsung lemas dan terjatuh tanpa kata kata lagi ,tak bisa membayangkan keadaan ini bisa terjadi oleh sahabat ku ,


'' heni heni kamu tidak apa apa '' ucap akmal sambil langsung menuntun ku kembali ke korsi


aku hanya diam karna terkejut , apakah yang sintia alami akan dialami juga oleh ku , aku sangat takut hingga badan ku bergetar .


'' heni kuatkan lah hati mu , apa yang di alami teman mu sudah kehendak yang maha kuasa , jika tuhan mengambil nyawanya sekarang kita harus ikhlas , jika dia di panjangkan umurnya semoga di beri kesembuhan '' ucap akmal


'' aku takut , aku sangat takut dia persis seperti di mimpiku tadi , tapi di kampus aku baru saja meliat dia seperti orang yang sehat sehat saja '' ucap ku


tapi akmal tidak berkata apa apa lagi selain memeluk ku ,

__ADS_1


__ADS_2