
" ia guru , teman ku itu memang sulit sekali kalo di ajak beribadah pada tuhan . tapi bagai mana cara agar aku bisa membujuk nya ?" ucap akmal memohon solusi pada gurunya
" coba kamu ajari dan ajak perlahan pada nya, mungkin akan lebih bagus jika kalian melaksanakan solat malam mungkin bisa membuat sedikit tenang pada hati mu dan teman mu " ucap guru nya sambil menatap tajam wajah akmal
" ya sudah guru mungkin kali ini hanya ini solusi yabg bagus untuk teman ku itu , aku akan berusaha guru untuk membantu nya sekuat tenaga " ucap akmal menyemangati diri nya sendiri , sambil beranjak dari duduk nya
" tunggu mal , ada yang saya ingin tanya kan lagi ?"
" iya ada apa guru ?" sambil kembali untuk duduk
" apa kamu menyukai teman mu itu , ? sampai membuat kamu sampai melakukan seperti ini . "tanya guru nya dengan tatapan sangat serius
" bisa di bilang begitu guru , namun mungkin rasa yang ada di dalam hati ku cuman bertepuk sebelah tangan guru " ucap akmal dengan sangat lesu dan menundukkan kepalanya
"berusahalah , kejar teman mu itu , pasti suatu saat teman mu itu akan luluh hati nya " ucap gurunya sambil melangkah ke arah jendela ruangan nya
seketika membuat akmal kembali semangat seperti di beri tambahan darah baru , ucapan gurunya itu membuat akmal sangat senang .
" trimakasih guru , saya akan berusaha , aku pamit dulu guru "
__ADS_1
guru nya pun hanya menganggukkan kepalanya
ceklek ( suara membuka pintu )
" akmal lama banget sihh , bahas apa aja ? , lama - lama amat ? apa guru mu lagi marah ? " ucap heni nyerocos seperti kereta api
" idihh kepo dia " ucap akmal sambik menyubit hidung heni lagi dan berjalan sambil tersenyun .
" ah h h h kamu pelit banget sih mak gak mau cerita , jadi gak mau ngasih tau aku nihh ceritanya ?" ucap heni mengekori jalan akmal
namun hanya gelengan kepala saja tang di tunjukkan akmal dan kembali berjalan
namun
"tuan muda akmal baru sampai pondok ya ?" ucap bu desi di depan akmal dengan senyun semuringah nya
" iya bu , baru saja sampai " jawab akmal sambil menengok ke arah belakang ya menengok ke arah heni lebih tepat nya
" siapa dia mal ?" ucap heni sambil memegang tangan akmal dengan pandangan tajam ke arah bu desi
__ADS_1
" kenal kan dia salah satu guru di pondok ini " ucap akmal sambil memperkenal kan bu desi di depan heni
" oohh guru nya akmal toh aku kira siapa gitu , hehehe , kenalkan bu saya heni " ucap heni menjabat tangan bu desi
" oh heni ya , saya desi " jawab bu desi membalas jabatan tangan heni dan memeluk heni namun membisikkan sesuatu di telinga nya heni
jangan harap kamu sama tuan akmal , jangan harap kamu bisa tenang di sisi tuan, lihat nanti saya akan merebut tuan dari pelukan mu ingat itu
seketika membuat heni mematung terkejut atas ucapan yang di bisikkan bu desi di telinga nya barusan .
" hen hen heb halooo "
" emhhh apa ?" .
" kamu kenapa jadi ngelamun kayak gini ?
rasa nya heni ingin mencerita kan perkataan bu desi kepada akmak namun ia takut akmal tidak akan percaya pasa perkataan nya
apakah heni akan menceritakan nya atau heni akan berdiam
__ADS_1