SUSUK

SUSUK
gangguan


__ADS_3

" emmm hen" ucap akmal ragu ragu


" apa mal " ucap heni sambil melanjutkan makan nya


" kamu nyenyak kan tidur di sini ?"


iya aku nyenyak kok di sini nyaman banget " ucap heni dengan memperlihat kan senyuman manis nya pada akmal .


aduh padahal barusan aku lemes gara - gara kejadian barusan , makan pun terasa hambar rasa nya 


" syukur lah heni kalo kamu nyaman di sini " ucap akmal sambil melanjut kan kembali makan nya


tak lama setelah makan kami berbincang - bincang sambil menonton tv tak terasa badan heni  kembali terasa lemas .


" mal aku balik kamar dulu ya , aku udah agak ngantuk nihh "


" ya udah aku anter kamu ke kamar ya ?"


tanpa mengucap kan apapun heni hanya mengangguk


tak lama ia sampai di kamar nya ia langsung melemparkan dirinya di tempat tidur tanpa sadar akmal masih di samping nya melihat tingkah laku heni membuat akmal tersenyum sambil menggeleng- geleng kan kepala nya


" udah gede kok masih kayak anak kecil aja liat kasur langsung nempel " ucap akmal mengacak - ngacak rambut heni


namun heni hanya tersenyum


" sudah lah aku balik lagi ya jangan lupa sebelum tidur wudhu dulu dan baca doa " ucap akmal mencubit hidung mungil heni sambil melangkah kan kaki nya pergi dari kamar heni


ahh kenapa sih dia bisa jadi seribet dan sebawel ini tapi kalo di liat liat dia makin keliatan manis meski sedikit ada rasa jengkel kalo dia uda bawel pake banget 


heni membayang kan akmal sambil senyum- senyum sendiri


tanpa sadar muka heni memerah


heni langsung menutupi muka nya dengan bantal sambil terus membayang kan muka akmal yang barusan sangat imut dan manis


tak lama heni pun terlelap .

__ADS_1


kamar tamu


akmal mereba kan badan nya


" di fikir - fikir si heni semakin lama semakin manis aja dia begitu polos dengan dunia luar yang kejam , dia ini memang baik luar dalam , meski ia sedikit manja tapi kalo uda liat dia cemberut makin manis aja , bahagia nya kelak jika heni bisa menjadi istri ku , ahhh suda lah bayangin dia mulu bisa - bisa malah makin gak bisa tidur " ucap akmal sambil senyum - senyum sendiri


tak lama itu pun akmal tertidur pulas .


 


kkkkrrrreeekkk ...... krekkkkkk ...... kkkrrreeeekkkk.....


heni terbangun sejenak mendengar kan kembali suara apa dan dari mana suara itu berasal


kkkrreeekkkk ..... krrreeekkkk .....


suara nya seperti dari arah balkon lagi


heni melangkah kan kaki nya perlahan ke arah balkon ia membuak pintu nya perlaan - lahan


lalu ia memalingkan wajah nya ke arah korsi goyang


heni menghentikan goyangan korsi itu dan mengganjal bawah nya agar tidak goyang - goyang kembali . setelah memastikan korsi itu terganjal ia membalik kan badan nya dan baru beberapa langkah ia melangkah pergi


kkkrreeekk ....


korsi itu kembali bergoyang


heni kembali menghentikan nya dan mengganjal nya lagi karna perasaan nya yang mulai tidak enak heni buru buru pergi dan mengonci pintunya kembali .


saat ia duduk di pinggir kasur , ia mendengar suara piano yang sedang bermain.


spontan eni langsung melihat ke arah jam


 


jam 11.35 udah malem gini siapa yang main piano 

__ADS_1


heni melangkah kan kaki nya ke luar , ia terus berjalan perlaan - lahan menuruni anak tangga dan mencari suara piano itu berasal , lantunan musik nya pun terdengar agak aneh dan seperti nya musik nya pun aneh belum pernah heni mendengar kan musik yang menyeram kan seperti ini . heni terus melangkah kan kaki nya menuruni anak tangga satu - demi satu , ia melihat ke bawah begitu sunyi tapi ia masih penasaran siapa yang memainkan piano hampir tengah malam seperti ini . langkah nya semakin berat saai ia memalingkan wajah nya ke kanan ia melihat seorang wanita menggunakan baju yang aneh hitam cemerlang berambut panjang terurai ke bawah yang agak sedikit berantakan .


" siapa kamu ?" ucap heni terbata - bata


perempuan itu menekan piano dengan sembarang


TTTRREEAANNGGHHHKKK .....


perempuan itu menghentikan permainan piano nya


" siapa kamu ?mau apa kamu ?" ucap heni dengan begitu lantang tapi sejujur nya hati heni suda tidak karuan karna rasa takut yang menyelimuti nya .


badan nya terasa kembali bergetar dan dingin .


" janji " ucap perempuan itu menyeramkan ia berbicara tanpa membalik kan tubuh nya


" janji ?" ucap heni bingung


" perasaan aku belum perna ketemu kamu apa lagi janji " ucap heni


" lupa akan janji mu ?" perempuan itu berbicara dengan nada yang sangat keras


tapi heni masih terligat bingung


" nyawa mu " ucap perempuan itu sambil tertawa


perempuan itu membalik kan badan nya


" astagfirullah , siapa kamu ?" heni terkejut ternyata yang memainkan piano itu bukan manusia


" waaaahahahahahaha ... " teriak perempuan itu dengan kencang seketika membuat heni semakin takut dan bergetar


perempuan itu berjalan menuju ke arah eni ia mengengkat tangan nya dan mencekik heni


" mau apa kamu ?" ucap heni terbata - bata


bagai mana kelanjutan nya ?

__ADS_1


makin penasaran gak nihh ?


__ADS_2