
Perempuan itu
berjalan menuju ke arah heni ia mengangkat tangan tangan nya dan mencekik leher
heni .
“ mau apa
kamu ?” ucap heni terbata – bata
“ janji” ucap
perempuan itu sangat menyeram kan bahkan seketika membuat semakin takut
“ aku tak
pernah berjaji pada makhluk seperti mu !” ucap heni dengan lantang
Mendengar
perkataan heni wanita itu mempererat cengkraman tangan nya lalu mencekik heni
dengan kuat hingga heni sudah semakin sulit untuk bernafas
Astagfirullah ya allah tolong lah hamba mu ini
, ya allah aku pasra kan diri pada mu , bila aku mati dengan jalan ini aku
terima tapi bila aku selamat aku akan menjadi wanita yang lebih baik dari
sebelum nya .
Heni
mengatakan kalimat itu di dalam hati nya , heni memasrahkan semua nya pada
allah karna ini lah takdir yang harus heni lalui .
Tanpa sadar
air mata di ujung mata heni menetes ia selalu mengucap kan doa pada allah , dan
tak butu waktu lama cengkraman wanita itu perlahan mengurang dan menghilang .
Ia membuka
mata nya lebar – lebar jiga benar wanita itu sudah menghilang dan pergi
Alamdulillah ya allah terimakasih
Heni bersyukur bahwa allah telah menolong nya
, heni merasa lega atas kepergian wanita itu namun heni masih bingung atas
perkataan nya yang menagih janji pada nya .pikiran nya berkecamuk enta apa yang
harus di lakukan atas kejadian itu badan heni pun sudah semakin lemas banyak
energy yang ia habis kan kepala nya semakin pusing dan penglihatan nya semakin
kabur
Bruuukkk ..
Heni jatuh
terkulai tak berdaya ia menyenggol lemari dan barang di atas nya pun terjatuh
pecah berserakan di lantai tanpa seorang pun mendengar barang jatuh begitu
keras nya , namun ke tekad tan ati nya pada sang maha pencipta membuat wanita
itu benar benar pergi ia percaya akan sesuatu yang alm kakek nya ucap kan .
Tak ada yang mampu mencabut nyawa seseorang
tanpa persetujuan yang maa pencipta , meninggal dengan cara apa pun itu sudah
takdir ilahi mau cara yang baik dan buruk itu sudah di tulis kan di buku masing
– masing umat nya , kita yang sebagai umat nya hanya berusaha untuk selalu di
jalan yang maha kuasa tetap kan jauhi segala larangan nya .percaya
pada allah bahwa ia akan selalu melindungi umat nya dari mara bahaya .
Hilang nya
makhluk itu tarna hati heni begitu kuat percaya pada allah meski kakek dan
dirinya berbeda agama tapi kepercayaan nya pada sang maha pencipta begitu kuat
.
Tak lama
akmal terbangun dari tidur nya . ia menole ke arah gelas di samping nya
ternyata air nya habis , dengan berat hati ia pergi ke dapur untuk mengambil
air minum , setelah ia menuruni anak tangga perasaan nya begitu tidak enak
Apa yang terjadi yak ok perasaan ku tiba –
tiba teringat heni ya , ahh gak mungkin ia kan lagi tidur , mungkin ini
perasaan ku aja kali .
Akmal pergi ke dapur dan menuang kan air di
gelas nya tiba – tiba ia sangat ingin melihat ke sudut ruangan itu .
Kok seperti ada yang aneh di sana lemari hias
__ADS_1
nya pun kok agak miring
Akmal
penasaran akan meja itu ia melangkah perlahan menghampiri sudut ruangan ,
betapa terkejut nya ia melihat heni terkapar tak berdaya di lantai .
Akmal dengan
sigap menghampiri heni dan langsung memeluk nya ,tangan nya pun seperti ada
yang mengalir saat ia melihat tangan nya
“
astagfirullah darah “ akmal begitu panic dan langsung menggendong heni ke rumah
sakit terdekat ,ia membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi memang jalan sepi
.
“ ku mohon
heni bertaan lah , aku tak mau kehilangan mu “ akmal terus menancap gas .
Sampai nya di
rumah sakit akmal meminta tolong pada suster
“ kumohon
heni bertahan lah , aku belum siap kehilangan mu “ ucap akmal putus asa melihat
heni memasuki ruangan icu
Tak lama
dokter pun keluar ruangan
“ dok
bagaimana keadaan teman saya ?” ucap akmal khawatir
“ sebaik nya
anda ikut dengan suster nanti untuk menandatangani persetujuan oprasi , karna
luka di kepala teman anda cukup parah “ ucap dokter
“ apakah
oprasi nya akan berhasil dok ?tolong selamat kan teman saya dok saya sangan
mencintai nya dok saya belum sanggup kehilangan nya dok ” ucap akmal khawatir
“ anda berdoa
mengganti pakaian nya
Tak lama heni
keluar dari ruangan dan di bawa ke ruangan oprasi
Melihat heni
berbaring tak berdaya membuat akmal semakin sedih
“ ku mohon
heni kamu harus selamat , maaf kan kelalaian ku heni “ ucap akmal frustasi
Hati akmal
begitu kacau setelah mendengar ucapan dokter itu seakan- akan baru tadi malam
ia melihat senyuman manis wanita yang ia cintai itu .
Terbesit
dalam otak nya untuk menghubungi keluarganya , ia langsung mencari kontak rumah
nya heni lalu menelfon nya .
Tutt tuttt
tuttt
“ halo “ ucap
seorang laki – laki
“ halo
permisi , apakah benar ini dengan keluarga nya heni kartika ?” ucap akmal lirih
“ia benar ,
ini dengan siapa ya ?” ucap lelaki itu mulai khawatir
“ tolong segera ke rs meila “ ucap akmal sambil
menangis
“ apa yang
terjadi , apa heni terluka ?”
“iya heni
terluka “ ucap akmal langsung menutup telfon nya karna akmal tak sanggup lagi
untuk berbicara
__ADS_1
2 jam
perjalanan lelaki itu untuk sampai di rs melia
Lelaki itu
bertanya pada resepsonis
“ permisi
ruangan atas nama heni kartika di sebelah mana ,?” ucap lelaki itu
“ oh heni
kartika belum masuk ruangan rawan inap, dia masih dalam ruangan oprasi tuan “
ucap wanita itu
DEGG
Hati lelaki
itu seperti mau copot , ia langsung berlari ke ruangan oprasi
Di luar
ruangan itu ia meliat seorang lelaki tampan sedang berjongkok menangis , dengan
pakaian yang lusuh berlumuran darah ia terlihat sangat frustasi
“ siapa pria
itu ?”
“ permisi
apakah di dalam pasien bernama heni kartika ?” ucap lelaki itu pada akmal
Akmal yang
tengah tertunduk mendengar yang mengucap kan nama heni langsung menanggah kan kepalanya
“ AKMAL ?”
ucap lelaki itu
“ REYHAN “
ucap akmal kaget
“apa benar
heni di dalam “ ucap reyhan khawatir
“ ia kak heni
di dalam ? kakak siapa nya heni ?” ucap akmal dengan lirih
“ saya kakak
nya akmal ? apa yang terjadi pada adik saya ?” ucap reyhan mengangkat krah baju
akmal
“ aku gak tau
persis kejadian nya kak saya cumin liat heni sudah terkulai di lantai “ ucap
akmal
“ ya tuhan
kenapa kau begitu beri banyak cobaan pada adik ku , ya allah tolong selamat kan
adik ku “ ucap reyhan melepas kan krah baju akmal
“ trimakasih
sebelum nya bro udah menolong adik ku “ ucap reyhan dengan kepala tertunduk
Akmal hanya
mengangguki saja kepala nya .
Tringg …lampu
oprasi beruba menjadi hijau .
Dokter pun
keluar dari ruangan oprasi
“ dok
bagaimana keadaan adik saya ?” ucap reyhan
Namun dokter
hanya memperlihat kan wajah agak sedih
“ bagaimana
dok keadaan nya ? apa oprasi nya mengalami kendala ?” ucap akmal ngotot
siapa kah lelaki yang datang ke rumah sakit ?
apakah lelaki itu akan sangat menyalahkan akmal ?
apakah ini akan menjadi akhir dari hidup nya heni ?
hanya autor yang tau eps selanjut nya hehehehe
__ADS_1