
prang
( suara mangkuk sup jatuh )
" bu apa ada yang sakit ? " ucap akmak berlari kecil menghampiri bu desi
" gak papa tuan tadi mangkuk nya panas jadi terjatuh " ucap bu desi sambil memungut serpihan mangkuk bercecer di lantai namun
" sudah bu biar saya saja yang memberes kan nya bu , ibu lanjut makan saja " ucap akmal
tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan bu desi pun tersenyum pada akmal .
" sudah bu sisanya saya saja yang bereskan " ucap akmal menuntun bu desi agat beranjak berdiri
pemandangan mereka berdua membuat heni merasa cemburu api yang bergejolak di dalam hati nya membuat ia sakit hati
__ADS_1
tanpa terasa heni menitik kan ait mata di pipinya namun seketika ia usap agar akmal tidak mengetahui nya , namun bu desi mengetahui bahwa heni menangis dia hanya memperlihat kan senyuman kebahagiaan pada heni melihat sikap bu desi yang seperti itu heni merasa tidak enak hati dan memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.
heni menangis tersedu - sedu
" kenapa sih di saat aku mencintai orang lain malah yang aku cintai hanya bertepuk sebelah tangan " gerutu heni menagis
krekkk ( suara membuka pintu wc)
" kenapa kamu sakit hati ? cemburu ? udah lihat kan siapa yang lebih di perhatikan tuan ? hahaha " ucap bu desi yang menyanggah kan dagu heni agar meliat muka nya
" heiii sekarang kamu berkaca deh dengan dirimu yang seperti ini , apa sih yang menarik dengan dirimu ? wajah jelek , bentuk tubuh absrak , apa yang mau di banggakan dengan dirimu wanita jelek . lihat aku , aku canti semampai dari ujung rambut sampai ujung kaki ! jika di banding dengan kamu ahhh kamu ini tidak ada apa - apa nya tau ! lihat kemari wanita jelek !! kamu itu bukan tandingan ku ! " ucap bu desi sambil membentak heni
heni kembali terdiam
karna heni menyadari akan yang ada pada tubuh nya itu tidak sebagus dan secantik bu desi . heni kembali menunduk kan kepala nya , benar apa yang di katakan bu desi jika ia cantik mungkin mantan tunangan nya dulu tak akan sampai selingkuh di belakang nya dan kisah tragis yang ia alami ini gara gara ia mendambakan wajah cantik full make up seperti orang lain . gerutu heni dalam hati ny
__ADS_1
" saya harap kamu segeea jauhi tuan karna kamu tau tuan itu milik siapa ? dia itu milik ku bukan milik mu wanita jelek !" bentakan bu desi membuat heni semakin terpuruk
lalu bu desi nelangkah kan kaki nya untuk pergi dari kamar mandi itu
heni merasa sakit amat terlampau sakit atas ucapan bu desi , heni merasa hilang jati diri dan terus menangis tersedu - sedu
" tuhan kenapa nasib ku menjadi seperti ini , apa ini jalan takdir ku ? kenapa di saat aku mencintai dia banyak sekali halangan yang kau berikan pada ku ? kenapa akmal tidak mencintai ku ? aku sangat mencintai nya tuhan sangat mencintai nya kenapa ? kenapa tuhan ? kenapa tuhan menakdir kan aku menjadi seperti ini . " ucap heni menatap kaca di westafel sambil terisak isak
15 menit berlalu
di tuangan bu desi
" bu apa ibu di kamar mandi santri melihat heni ?" ucap akmak sambil menatap bu desi
bersambung
__ADS_1