
Heni membalikkan tubu nnya dan menutup pintu
baklon lalu mengunci nya namun saat ia membalik kan badan nya ia meliat sosok
wanita tengah duduk di atas tempat tidur di balik pantulan cermin lalu ia
memaling kan waja nya ke arah tempat
tidur ia tidak melihat siapa – siapa badan nya mulai gemetar kembali ia kembali
memaling kan wajah nya arah cermin ia kembali melihat sosok wanita itu heni
terkejut bukan main ia diam mematung tanpa kata – kata ia terus menatap cermin
itu tanpa berkedip . sosok wanita itu beranjak dari duduk nya dan mendekat kea
rah heni seolah – olah ia keluar dari cermin tersebut badan heni semakin
bergetar ketakutan setengah mati heni melangka mundur perlahan selangkah demi
selangkah mata eni terus menatap ke ara cermin sosok wanita itu keluar dari
cermin ia semakin dekat .
Heni semakin
terkejut keringat sudah bercucuran seperti ia suda berolah raga
Dug
Punggung heni
menabrak tembok itu menandakan badan nya suda tidak bisa melangkah mundur lagi
ia suda memepet kan badan nya ke tembok namun wanita itu semakin dekat bahkan
sampai jarak mereka 10 cm dari tubuh nya lalu ia mengangkat kedua tangan nya
dan mencekik heni
AAAAAAAAHHHHHHHHH……….
“
__ADS_1
astagfirullah “ heni terbangun dari tidur nya
“ ya allah
ternyata ini mimpi “ heni membuang nafas nya dengan kasar dan mengusap keringat
yang sudah bercucuran di kening nya .
“ kenapa
mimpi nya terlihat seperti nyata “ ucap heni membuang nafas nya panjang
DUG … DAG….
DUG… DAG….( suara pintu balkon terbuka dan tertutup sendiri )
Ini persis seperti yang ada dalam mimpi ku
barusan
Heni
memberanikan diri untuk melangkah kea rah pintu balkon dan langsung mengonci
jendela nya dan membalik kan tubuh nya
KKKKRRRRREEEEKKKKK
…….
Tirai jendela
itu terbuka sendiri
Eni kembali
membalik kan tubuh nya dan menutup tirai itu kembali tiba – tiba tirai di
samping nya menonjol seperti ada orang yang bersembunyi di balik tirai itu .
heni melangkah kan kaki nya perlahan ke arah tirai itu dan ingin membuka nya
tapi perasaan nya suda tidak karuan .
__ADS_1
Perlahan ia
mengangkat tangan nya sampai ia memegai tirai
PLAKK( akmal
menepak pundak heni)
“Astagfirullah
“ heni terkejut kedatangan akmal di belakang nya ia langsung membalik kan badan
nya
“kamu kenapa
sih hen ?”
“emm…mmm..
gak papa kok “ heni membalik kan badan nya dan menatap ke arah tirai
Lohh kok tirai nya gak melendung lagi
Heni kebingungan menatap tirai itu
" udah ayo makan, aku tunggu di bawah " ucap akmal melangkah kan kaki nya pergi meninggal kan kamar heni
heni terdiam karna ia masi dalam keadaan bingung dan terkejut setengah mati hanya mematung dan menggeleng - geleng kan kepala nya lalu ia melangka kan kaki nya menuju kamar mandi mencuci muka nya dan pergi ke bawah untuk makan malam .
" kemari heni " ucap akmal menunjuk kan kursi di samping nya
" iya "
mereka pun makan malam bersama sesaat bisa melupakan kejadian barusan yang menimpa nya . kejadian tadi membuat heni lemas namun ia masih enggan untuk menceritakan ke akmal karna takut akmal akan terbebani .
heni tak mau kalau akmal semakin khawatir akan keadaan nya .
mau tau akan kelanjutan nya ?
ayo dong like dan jangan lupa vote novel nya ya
maaf bila lama up nya karna autor nya agak sedikit repot hehee
__ADS_1
mohon maaf jika ada salah kata ya