SUSUK

SUSUK
dug dag dug dag


__ADS_3

 Heni membalikkan tubu nnya dan menutup pintu


baklon lalu mengunci nya namun saat ia membalik kan badan nya ia meliat sosok


wanita tengah duduk di atas tempat tidur di balik pantulan cermin lalu ia


memaling kan waja nya ke arah  tempat


tidur ia tidak melihat siapa – siapa badan nya mulai gemetar kembali ia kembali


memaling kan wajah nya arah cermin ia kembali melihat sosok wanita itu heni


terkejut bukan main ia diam mematung tanpa kata – kata ia terus menatap cermin


itu tanpa berkedip . sosok wanita itu beranjak dari duduk nya dan mendekat kea


rah heni seolah – olah ia keluar dari cermin tersebut badan heni semakin


bergetar ketakutan setengah mati heni melangka mundur perlahan selangkah demi


selangkah mata eni terus menatap ke ara cermin sosok wanita itu keluar dari


cermin ia semakin dekat .


Heni semakin


terkejut keringat sudah bercucuran seperti ia suda berolah raga


Dug


Punggung heni


menabrak tembok itu menandakan badan nya suda tidak bisa melangkah mundur lagi


ia suda memepet kan badan nya ke tembok namun wanita itu semakin dekat bahkan


sampai jarak mereka 10 cm dari tubuh nya lalu ia mengangkat kedua tangan nya


dan mencekik heni


AAAAAAAAHHHHHHHHH……….


__ADS_1


astagfirullah “ heni terbangun dari tidur nya


“ ya allah


ternyata ini mimpi “ heni membuang nafas nya dengan kasar dan mengusap keringat


yang sudah bercucuran di kening nya .


“ kenapa


mimpi nya terlihat seperti nyata “ ucap heni membuang nafas nya panjang


DUG … DAG….


DUG… DAG….( suara pintu balkon terbuka dan tertutup sendiri )


 Ini persis seperti yang ada dalam mimpi ku


barusan


Heni


memberanikan diri untuk melangkah kea rah pintu balkon dan langsung mengonci


jendela nya dan membalik kan tubuh nya


KKKKRRRRREEEEKKKKK


…….


Tirai jendela


itu terbuka sendiri


Eni kembali


membalik kan tubuh nya dan menutup tirai itu kembali tiba – tiba tirai di


samping nya menonjol seperti ada orang yang bersembunyi di balik tirai itu .


heni melangkah kan kaki nya perlahan ke arah tirai itu dan ingin membuka nya


tapi perasaan nya suda tidak karuan .

__ADS_1


Perlahan ia


mengangkat tangan nya sampai ia memegai tirai


PLAKK( akmal


menepak pundak heni)


“Astagfirullah


“ heni terkejut kedatangan akmal di belakang nya ia langsung membalik kan badan


nya


“kamu kenapa


sih hen ?”


“emm…mmm..


gak papa kok “ heni membalik kan badan nya dan menatap ke arah tirai


 Lohh kok tirai nya gak melendung lagi


 Heni kebingungan menatap tirai itu


" udah ayo makan, aku tunggu di bawah " ucap akmal melangkah kan kaki nya pergi meninggal kan kamar heni


heni terdiam karna ia masi dalam keadaan bingung dan terkejut setengah mati hanya mematung dan menggeleng - geleng kan kepala nya lalu ia melangka kan kaki nya menuju kamar mandi mencuci muka nya dan pergi ke bawah untuk makan malam .


" kemari heni " ucap akmal menunjuk kan kursi di samping nya


" iya "


mereka pun makan malam bersama sesaat bisa melupakan kejadian barusan yang menimpa nya . kejadian tadi membuat heni lemas namun ia masih enggan untuk menceritakan ke akmal karna takut akmal akan terbebani .


heni tak mau kalau akmal semakin khawatir akan keadaan nya .


mau tau akan kelanjutan nya ?


ayo dong like dan jangan lupa vote novel nya ya


maaf bila lama up nya karna autor nya agak sedikit repot hehee

__ADS_1


mohon maaf jika ada salah kata ya


__ADS_2