
“Wu’er..!”
“Saudari Wu..”
“Kakak...”
Baam!
.
.
“Apa aku sudah mati?” fikir di dalam hati nya.
dia adalah Xian Wu yang terlambat bereaksi ketika iblis darah menyerangnya secara tiba-tiba.
Pada saat sepasang bilah tajam hendak menusuk tubuh Xian Wu.
Wush!
Slash!
Sesosok pemuda bertopeng muncul di depan Xian Wu..
Lalu dia menangkis dengan memotong sepasang bilah tajam itu.
Xian Wu yang telah memejamkan mata nya menunggu bilah tajam itu menusuk diri nya, tetapi dia bingung tidak merasakan kesakitan di tubuh nya..
Lalu dia memberani kan diri membuka mata nya..
Dia melihat seorang pemuda menangkis serangan iblis itu, lalu memotong sepasang bilah tajam yang mengarah padanya..
“Kamu..”
Xian Wu terkejut melihat pemuda ini menolongnya, padahal ia sudah berprilaku buruk terhadap pemuda ini.
Seketika dia merasakan malu atas sikap dia kepada pemuda ini..
Xiao Cai yang sebelum nya berada di atas langit menghilang dan muncul di depan Xian Wu.
Mendengar wanita itu berbicara, Xiao Cai acuh tak acuh hanya melihat gadis yang dibelakang nya sebentar..
Lalu dia menoleh kembali melihat iblis darah yang berada di depan nya.
“Iblis darah ini jika tidak segera di bunuh bakal merepotkan, apalagi di dalam kota banyak penduduk yang bisa dia jadikan nutrisi, harus segera di habisi.” Batin Xiao Cai di dalam hati.
“Dasar manusia sialan, berani nya kau menangkis seranganku.” Teriak Iblis darah.
Melihat serangan yang dilakukan nya di patahkan oleh pemuda ini membuat dia sangat marah dan kesal. Dia juga berfikir bahwa pemuda ini sangat merepotkan dan bisa menjadi salah satu hambatan bagi Ras Demon di masa depan untuk menguasai dunia ini.
Xiao Cai tanpa basa-basi lagi langsung bergegas menyerang iblis itu.
Baam!
Baam!
Baam!
Pukulan bertubi-tubi dari Xiao Cai mengenai tubuh iblis darah yang selalu terlambat bereaksi..
Karena perbedaan kekuatan antara Iblis darah berbeda jauh di bawah Xiao Cai membuat iblis darah babak belur dan dia merasa menyesal harus muncul di saat ada pemuda ini.
“S-Siapa Kamu sebenarnya?” Tanya iblis itu yang nyawa nya sudah berada di ujung tombak.
“Tanyakan pada Dewa Yama di neraka!” balas Xiao Cai acuh tak acuh.
Pukulan Xiao Cai yang di lapisi energi Douqi yang sangat tebal berwarna emas di tangannya menghantam tubuh iblis itu..
“Tid-..”
Boom!
__ADS_1
Belum selesai iblis darah berkata, pukulan Xiao Cai sudah menghantam tubuh nya..
Seketika tubuh iblis itu meledak menjadi gumpalan daging yang hancur berkeping-keping.
[ Dudu!!! Selamat Tuan berhasil membunuh Iblis Darah Ranah Dou Houang ]
[ Tuan mendapatkan 1.000.000 Point System ]
Xiao Cai yang melihat tubuh iblis darah hancur berkeping-keping beserta suara deringan system membuat dia tersenyum manis..
Semua orang melihat iblis darah sudah hancur, mereka menjadi tenang dan merasa ketakutan terhadap pemuda ini jika mereka membuat dia marah.
Tidak jauh dari sana..
“Wu’er..apakah kamu baik-baik saja?” tanya Lian Wu menghampiri putri nya yang masih terduduk lemas.
Mendengar ayahnya bertanya kepada dirinya, ia langsung perlahan mencoba berdiri dan berkata, “Aku baik-baik saja ayah”.
"Saudari Wu..apakah kamu tidak apa-apa?" Xuran menghampiri Xian Wu dengan rasa khawatir di wajahnya, lalu memeluknya.
"Aku tidak apa-apa Saudari Xu." Balas Xian Wu
Melihat kejadian ini semua orang dari keluarga Wu menghela nafas dari bencana penyerangan keluarga Ao..
Mereka juga merasa kagum dan terima kasih kepada pemuda bertopeng yang telah membantu mereka..
Patriak Wu dan yang lain nya menghampiri Xiao Cai.
“Saudara Lu..apakah kamu baik-baik saja?” tanya Wu Ling.
“Aku baik-baik saja saudara Wu.” Balas Xiao Cai dengan menganggukan kepala nya.
“Terima kasih nak Lu sudah menyelamatkan putri ku Xian Wu” Lian Wu menghampiri Xiao Cai dengan membungkuk kan setengah badan nya penuh ucapan terima kasih dan bersyukur.
Disaat mereka tidak dapat bertindak ketika iblis itu hendak menyerang putri nya secara tiba-tiba, Xiao Cai berhasil menolong putri nya tepat waktu dan selamat, jika tidak Xian Wu pasti sudah mati sekarang.
“Sudah paman tidak perlu sesopan itu.” Balas Xiao Cai mencegah Lian Wu membungkuk kan badannya.
“Aduh..tidak apa-apa Paman Wu, bagaimana pun masalah ini aku juga termasuk penyebab mereka menyerang Keluarga Wu.” Jawab Xiao Cai dengan senyum di balik topengnya.
Wali Kota Xiliang Bu Feng pun turun dari langit dan berjalan menghampiri Xiao Cai.
“Terima Kasih Tuan telah menyelamatkan warga kota dari makhluk aneh itu.” Kata Bu Feng.
“Tuan Wali Kota begitu sungkan, jika tidak ada Tuan Wali Kota beserta prajurit Kota yang segera mengevakuasi warga, pasti banyak korban yang terjadi akibat iblis itu.”
Semua orang merasa kagum terhadap pemuda di depan mereka, masih muda sudah memiliki kekuatan yang kuat dan kemampuan master alchemis, serta memiliki sifat tidak sombong..
Sunggu pria yang berbakat dan jenius, fikir mereka.
Xiao Cai yang melirik orang-orang di depan nya yang penuh kekaguman kepadanya, dia hanya bisa tersenyum..
itu adalah hal wajar di dunia yang dimana yang kuat lah yang berkuasa..
Tidak mau berlama-lama dengan kondisi seperti ini, Xiao Cai pun membuka suara nya.
“Patriak Wu, boleh kah aku bertanya sesuatu?” Tanya Xiao Cai.
“Tentu, apa itu nak Lu?” Balas Patriak Jian Wu yang sedikit bingung.
"Sebenarnya aku mau bertanya setelah paman Wu baru saja bangun, tetapi tidak menyangka keluarga Ao malah menimbulkan masalah.." Jelas Xiao Cai dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ah, maafkan aku nak Lu, aku tidak mengetahui kalau nak Lu ada hal yang mau di tanyakan kepada ku." Balas Jian Wu.
"Tidak apa-apa paman, sebenarnya aku ingin tau dimana Paman Wu terkena racun?" Tanya Xiao Cai.
"Hm..itu..waktu itu aku sedang keluar dari kota menuju Hutan Beast, lalu aku menemukan sumur tua yang aneh berada disana. Di saat aku melangkah mendekat, aku merasakan sakit diseluruh tubuh kan dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi." Jelas Jian Wu.
Xiao Cai yang mendengar penjelasan Jian Wu hanya menganggukan kepala nya mengerti.
"Hm..baiklah paman, terima kasih sudah memberitahu ku.." Kata Xiao Cai.
__ADS_1
"Ah, tidak apa-apa nak Lu, justru aku senang bisa membantu menjawab apa yang nak Lu ingin ketahui.." Jian Wu menjawab dengan hormat.
"Maaf kalau tidak sopan nak Lu, apakah nak Lu hendak pergi ke tempat itu?" Tanya Jian Wu yang sedikit khawatir.
Meskipun pemuda ini bersikap sopan dan sangat menghargai orang lain, Jian Wu tahu itu karena anak nya Wu Ling berteman dengan diri pemuda ini..
Jadi dia tidak mau menyinggung perasaan pemuda ini yang juga telah membantu menyembuhkan diri nya.
"Iya Paman." Balas Xiao Cai dengan menganggukan kepala nya sedikit.
"Huft, aku hanya bisa bilang berhati-hati saat kamu berada di sana nak Lu.." ucap Jian Wu.
Xiao Cai membalas dengan menganggukan kepala nya..
"Kalau begitu, aku pamit pergi ya Saudara Wu.."
Kata Xiao Cai melihat Wu Ling.
"Apakah tidak terlalu terburu-buru Saudara Lu.. apa tidak sebaiknya menginap dulu disini sehari.." balas Wu Ling yang mendengar Xiao Cai.
"Iya nak Lu.." kata Jian Wu, Lian Wu juga.
"Lain kali saja Paman Wu, Saudara Lu, jika ada waktu di masa depan aku akan berkunjung ke Keluarga Wu lagi.." ucap Xiao Cai.
Saat Xiao Cai hendak berbalik dan melangkah pergi. Seorang wanita yang diam saja dari tadi membuka suara nya..
"Per-Permisi..T-Tuan Lu..terima kasih..tadi sudah menyelamatkan saya, dan mohon maaf atas prilaku ku yang tidak baik kepada mu.." Ucap Xian Wu yang sangat malu terhadap diri nya sendiri.
Xiao Cai yang mendengar suara wanita itu tersebut pun langsung berhenti dan melihat wanita itu sebentar.
"Tidak masalah, semua orang memiliki pemikiran masing-masing, lain kali jangan menilai seseorang dari luar nya..." jelas Xiao Cai.
"Paman Wu, Bibi Su, Saudara Lu sampai ketemu di lain waktu.." ucap Xiao Cai
"Jika di masa depan, nak lu membutuhkan sesuatu, keluarga Wu kami pasti akan membantu nak Lu dengan sepenuh hati.." jelas Jian Wu.
Xiao Cai hanya menganggukan kepala nya dan berbalik..
Dalam sekejap Xiao Cai menghilang dari tempat itu.
Semua orang yang melihat pemuda tadi menghilang tiba-tiba membuat mereka sangat kagum dengan kemampuan pemuda itu. mereka menjadi sangat menghormati pemuda itu..
"Sungguh pemuda jenius yang berbakat..seandainya bisa menjadi menantu Keluarga Wu ku dan menikah dengan Wu'er pasti keluarga Wu sangat bahagia.." Gumam Patriak Jian Wu dan Lian Wu pelan sambil melirik Xian Wu di samping mereka.
Xian Wu yang mendengar ayah dan paman nya berkata seperti itu, dia hanya terdiam menundukan kepala nya yang malu dengan jejak rona merah di pipi nya.
"Hahaha.." Tawa mereka dengan keras melihat reaksi Xian Wu.
Setelah itu Para petinggi Keluarga Wu dan Wali kota Bu Feng masuk kedalam Aula Utama, membahas tentang masalah ini dan bercerita mengenang masa lalu.
.
.
.
Di atas langit terlihat pemuda menggunakan topeng muncul dari kehampaan. Dia adalah Xiao Cai.
Tentu saja dia belum meninggalkan Kota Xiliang, karena ada satu hal yang perlu di lakukan nya sebelum meninggalkan Kota.
"System, tolong tunjukin tempat kediaman Keluarga Ao berada.." ucap Xiao Cai dengan mata yang bersinar terang.
[ Lurus saja ke arah Barat Tuan ]
Xiao Cai tidak butuh waktu lama langsung menghilang dari tempat itu dan muncul di gerbang masuk Kediaman Ao.
Ia dengan tenang melangkah masuk kedalam..
tidak ada yang mencegah nya, karena yang tersisa hanya orang-orang biasa, pelayan dan Istri" dari orang-orang yang menyerbu keluarga Wu tadi.
"System, tunjukin letak ruang harta keluarga Ao" ucap Xiao Cai dengan nada pelan.
__ADS_1