System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.65 - Aula Utama Keluarga Xiao


__ADS_3

** Kota Tian.


Semua Penduduk Kota digemparkan oleh suatu berita dari Rumah Lelang yang mengatakan Dua Hari lagi akan menyelenggarakan Pelelangan terbesar Se-Kota Tian.


Para Penduduk dan Kultivator yang berada di Kota merasakan terkejut, bahwa akan banyak sekali harta-harta yang akan ada di pelelangan kali ini, yaitu Seni Bela Diri, Pill, dan Senjata.


Termasuk 3 Keluarga Besar yang berada di Kota Tian, yaitu Keluarga Jie, Keluarga Ba, bahkan Keluarga Xiao.


Tetapi bagi mereka Hal yang paling menarik dari pelelangan kali ini adalah bahwa terdapat Senjata Tingkat Surgawi kelas tinggi yang akan ada di pelelangan.


Karena Sebuah senjata tingkat setinggi itu hanya bisa dimiliki suatu Kekaisaran, Sekte, atau penguasa besar di benua.


Mendapat kabar itu, 3 keluarga besar segera berdiskusi membahas tentang pelelangan, tidak peduli jika mereka harus mengerahkan semua kekayaan yang mereka miliki untuk mendapatkan harta yang akan dilelang, mereka berambisi untuk menjadi Penguasa Kota.


Begitu juga dengan keluarga Xiao, Patriak Xiao Zhan mendengar berita itu, dia segera mengumpulkan Kedua Tetua dan para Anggota keluarga penting lain, untuk membahas tentang itu.


...****************...


** Siang Hari, Kediaman Keluarga Xiao.


Sebelumnya, Xiao Cai telah menyelinap secara diam-diam kembali ke kamarnya, lalu ia mengistirahatkan tubuhnya hingga ia tertidur.


Terlihat Xiao Cai yang telah terbangun dari tidur, ia juga sudah selesai mandi dan membersihkan diri. Sekilas melihat kaca di dinding, dia menatap wajahnya yang sangat tampan sambil berpose penuh narsis dengan tangan yang menyentuh bawah dagu.


"Ckck, Aku tidak menyangka bahwa aku memiliki wajah yang tampan, haha ..." Xiao Cai tertawa memuji dirinya sendiri.


[Dudu ~ Gawat, Tuan sungguh kepedean.]


"A-Apa! Kau mengatakan aku kepedean ... Sistem, apa kau tidak melihat bahwa wajah ku sangat tampan."


[Hoek ... -_-]


Mendapat jawaban seperti itu dari sistem, sontak membuat Xiao Cai merasa kesal,


"Sistem sialan, awas saja kalau kau sudah memiliki tubuh, aku akan merobek-robek mulutmu itu." Umpat Xiao Cai.


[Haha, Bukankah itu Tuan tidak mengetahui kapan sistem bisa memiliki tubuh]


[Wek :P]


"Cih, awas saja kau." Xiao Cai mencoba menenangkan dirinya.


Xiao Cai tidak mau menanggapi sistem lagi yang hanya membuat dia merasa lebih kesal, dia mengeluarkan Sebuah Cincin Penyimpanan dari dalam kantong bajunya.


ia tersenyum cerah memandangi Cincin Penyimpanan yang berisi 800.000.000 Koin Emas didalamnya, ia menyimpan semua uang itu ke dalam Penyimpanan Sistem.


"Yosh, lebih baik aku berjalan melihat-lihat keluar." Ia bangkit dari tempat duduknya, lalu ia melangkah keluar dari kamarnya.


Krek!


Xiao Cai membuka pintu, ia melangkah berjalan keluar melihat-lihat kediaman Keluarga Xiao.


Tap!


Ia melihat bangunan yang dimiliki keluarga Xiao tidak terlalu megah dan mewah, ia merasa wajar karena Keluarga Xiao berdomisili di Kota kecil yang berada di Kekaisaran Tang.


Ia juga melihat beberapa kerusakan yang hancur disebabkan pertarungan dengan pemberontak beberapa waktu lalu sudah mulai diperbaiki oleh para prajurit dan orang-orang dari keluarga Xiao.


"S-Salam Tuan Muda ..."


Sekelompok orang dari keluarga Xiao bertemu dan melihat Xiao Cai di jalanan, Mereka juga melihat bagaimana Tuan Muda mereka membasmi para pemberontak, hal itu membuat mereka merasa takut untuk membuat dia marah, dan segera mereka menyapa dengan penuh hormat kepadanya.


Xiao Cai hanya menggelengkan kepala melihat sekelompok orang itu, dia melemparkan sekantong uang yang berisi 100 Koin Emas, "Gunakan uang itu untuk membeli minuman segar kalian." Ucapnya.


Salah satu prajurit menangkap sekantong uang itu, walaupun dia merasa terkejut dan penuh ketakutan, ia tetap berusaha menerimanya, "T-Terima Kasih, Tuan Muda." Ucapnya dengan membungkuk kan badan penuh hormat.


Xiao Cai menganggukan kepala sambil tersenyum hangat, lalu ia berbalik badan pergi meninggalkan para prajurit itu.


"I-Ini ..." Setelah melihat isi ke dalam kantong, riak wajah mereka penuh dengan keterkejutan.


"T-Terima Kasih, Tuan Muda."


Para Prajurit itu merasa bahagia dan bersyukur melihat kebaikan Tuan Muda mereka, ternyata Tuan Muda mereka tidak sekejam waktu kejadian lalu.


kini mereka menatap takjub dan kagum kepadanya.


"Ayo, segera kita selesaikan pekerjaan kita!" Ucap salah seorang prajurit dengan penuh semangat kepada rekannya.


Dari kejauhan, Xiao Cai sedikit menggelengkan kepala mendengar teriakan semangat para prajurit itu. Kemudian, ia melangkah berjalan hendak mendatangi rumah orang tuanya.

__ADS_1


...****************...


** Markas Tentara Bayaran Kepala Kotak.


Xiao Ying yang sedang menjalankan sebuah misi dari Tuannya, dia tidak butuh lama untuk menemukan markas Tentara Bayaran Kepala Kotak, yang terletak di perbatasan kota, lebih tepatnya disuatu kedalaman hutan.


Saat dia menyelinap hendak mengambil semua harta yang dimiliki Tentara Bayaran Kepala Kotak, ia tiba-tiba terkejut mendapati sebuah ruangan yang dipenuhi dengan aura Qi kegelapan dan kematian.


Kemudian, ia mempertebal Douqi nya, lalu ia berjalan memasuki ruangan itu untuk memeriksa apa isi didalam ruangan itu.


...****************...


** Kembali ke MC.


Sesaat setelah Xiao Cai tiba dirumah orang tuanya, dia dihampiri oleh seorang pelayan yang mengatakan kepada dia, bahwa Patriak Xiao dan Nyonya Xin sedang berada di dalam Aula Utama Keluarga.


Ia berjalan kembali menuju Aula Utama keluarga Xiao, lalu ia melihat dua prajurit yang sedang menjaga di pintu masuk aula.


"S-Salam Tuan Muda." Ucap dua prajurit itu sambil membungkuk kan badan dengan penuh hormat.


"Tidak perlu bersikap sopan seperti itu padaku."


"B-Baik, Tuan. Silahkan masuk, Tuan." Prajurit itu mempersilahkan Xiao Cai untuk masuk.


Xiao Cai menepuk bahu Dua Penjaga itu dengan tersenyum hangat, lalu ia membuka pintu sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam aula.


Krek!


Terdengar suara pintu aula yang terbuka.


Mendengar suara pintu aula terbuka, membuat beberapa orang yang sedang berada didalam aula menoleh, mereka melihat sosok pria muda yang sedang masuk kedalam aula.


...


Setelah Xiao Cai melangkah masuk, dia melihat beberapa kursi yang berbaris rapi seperti aula biasanya, lalu dia melihat sosok kedua orang tuanya dan sosok beberapa orang yang sedang duduk tidak jauh di samping orang tuanya.


"Salam Ayah, Ibu ..." sambil membungkuk kan badan dengan penuh hormat, Xiao Cai menyapa kedua orang tuanya yang sedang duduk di tengah-tengah orang itu.


"Oh, ternyata kamu Cai'er ..." Melihat kedatangan putranya, Xiao Zhan dan Xiao Xin tersenyum hangat kepadanya.


"Iya Ayah, Ibu ... Aku tadi diberitahu penjaga bahwa kalian sedang berada disini." Ucap Xiao Cai.


Menurutnya, Xiao Wu saja berada di dalam aula, mengapa tidak ada satupun yang memberitahu dia untuk datang ke aula juga.


Merajut alisnya, ia melihat kembali ke sosok ibunya, "Ibu ... Apakah ibu sudah lupa bahwa ibu memiliki seorang putra ... sampai ibu tega tidak mengajak putra ibu untuk ikut datang ke aula." Ucap Xiao Cai sedikit cemberut.


"Hehe, Cai'er ... Ibu dan Wu'er tadi udah datang memanggil mu ke kamar, Nak. Tetapi, kau sepertinya sedang istirahat, jadi kami langsung pergi dan kami datang kesini." Jawab Xiao Xin sedikit tertawa pelan.


Xiao Cai tersenyum masam mendengar jawaban ibunya, padahal dia baru saja berjumpa dengan orang tuanya, ia malah diabaikan, bahkan ibu ia lebih dekat dengan Xiao Wu.


Xiao Wu dengan malu-malu menatap Xiao Cai, "S-Salam, C-Cai Gege." Ucap Xiao Wu dengan jejak merah merona dikedua sisi pipinya.


Xiao Cai sedikit tersentak ketika mendengar panggilan Xiao Wu kepada dirinya, dia menatap ibu ia untuk meminta penjelasan tentang itu ...


"I-Ib..." Belum selesai Xiao Cai berbicara, ia sudah bergidik ngeri mendapat tatapan dari ibu nya.


"Ai ... Baiklah, Bu."


Xiao Cai menghela nafas ringan, daripada harus mendapat tatapan mengerikan itu, lebih baik ia menyetujui apa yang ibu ia mau.


Kemudian, Xiao Cai mengalihkan pandangan, dia menoleh dan melihat ke Kedua Tetua.


"Salam Tetua An, Salam Tetua Bu ... Apakah kalian berdua sudah baik-baik saja?" Ucap Xiao Cai sambil menangkupkan kedua tangannya.


Kedua Tetua berdiri dan bangkit dari tempat duduknya, segera mereka berdua membalas salam hormat dengan menangkupkan kedua tangan ke arah Xiao Cai.


"Salam, Tuan Muda Xiao Cai."


"Itu berkat bantuan Patriak Xiao Zhan dan Pill Obat pemberian dari anda, hingga kami bisa memulihkan diri dengan sangat cepat." Lanjut Tetua Xiao An.


"Terima Kasih, atas kemurahan hati dan kebaikan anda, Tuan Muda." Ucap Tetua Xiao Bu juga.


Sebelumnya, Patriak Xiao Zhan memberikan beberapa butir Pill Obat kepada Kedua Tetua yang ia dapatkan dari putranya.


Tetua Xiao An dan Xiao Bu terkejut mendengar bahwa mereka bisa pulih dan sembuh karena mereka meminum Pill Obat pemberian dari Xiao Cai.


Kedua Tetua Xiao juga terkejut ketika mencoba merasakan Ranah Kultivasi Xiao Cai, mereka berdua tidak bisa melihat berada di Ranah apa kultivasi keponakan mereka itu sekarang.


Tentu saja, Xiao Cai menyembunyikan kultivasinya, hanya Kedua orang Tua dan Xiao Wu yang mengetahui kultivasi ia berada di Ranah apa.

__ADS_1


"Kedua Paman, tidak perlu berterimakasih seperti itu, kita semua ini adalah keluarga." Ucap Xiao Cai dengan tersenyum hangat.


Kemudian Xiao Cai mengalihkan pandangan ia ke samping Kedua Tetua Xiao, ia melihat dua sosok yang tidak asing didalam ingatannya, ia berusaha mengingat kembali tentang siapa dua sosok itu.


Beberapa helaan nafas, akhirnya Xiao Cai mengingat dua sosok pria dan gadis itu adalah sepupunya, " Salam Sepupu Xiao Li, Xiao Mei." Ucap Xiao Cai.


"S-Salam Tuan Muda Xiao Cai ..." Xiao Mei dan Xiao Li membalas dengan penuh hormat dan terlihat sedikit gugup dan terkejut.


"Bagaimana kabar kalian berdua, sepupu? Apakah kalian berdua baik-baik saja?" Tanya Xiao Cai dengan tersenyum hangat.


"Kami berdua baik-baik saja ... Bagaimana kabar anda sepupu Xiao Cai?" Balas Xiao Ling.


"Iya, Sepupu Xiao Cai ... Kami mendengar bahwa Xiao Ning telah mencoba mencelakai mu." Ucap Xiao Mei juga.


"Aku baik-baik saja."


"Oh, syukurlah kalau anda baik-baik saja, sepupu."


Setelah memberi salam kepada Orang Tua, Kedua Tetua, dan Kedua sepupunya, Xiao Cai mencari kursi dan ia duduk di samping kedua orang tua nya.


Kemudian Xiao Cai melihat ayahnya, "Ayah, Apakah ayah dengan yang lain sedang membahas sesuatu?" Tanya Xiao Cai.


"Iya, Cai'er ... Aku mendengar bahwa tadi pagi tersebar berita yang mengatakan Dua Hari lagi, Cabang Rumah Lelang dari Ibu Kota kekaisaran Tang, yang berada di Kota Tian akan menyelenggarakan pelelangan terbesar Sekota Tian ..."


"Bukan itu yang membuat kami terkejut, tetapi barang-barang yang akan di lelang kali ini sangat langka semua, bahkan Sebuah Senjata Tingkat Surgawi kelas tinggi juga akan di jual dalam pelelangan kali ini." Jelas Patriak Xiao Zhan kepada putranya.


Sebelumnya, Patriak Xiao Zhan juga sudah membahas tentang itu dengan orang yang berada didalam Aula utama Keluarga.


Xiao Cai sedikit tersentak, bukankah barang-barang yang langka di dalam berita itu merupakan barang yang baru saja ia jual kepada Rumah Lelang, bahkan ia sendiri yang akan melelang Senjata itu.


ia tidak menyangka Rumah Lelang bertindak sangat cepat untuk menyebarkan berita seperti itu.


"Huft, Kami ingin sekali mengikuti pelelangan itu dan memberi beberapa barang yang berguna untuk Keluarga Xiao, tapi sayang sekali ..." Tetua Xiao An juga ikut buka suara sambil menghela nafas kecewa.


"Iya, keuangan yang dimiliki keluarga Xiao sekarang sedang dalam kondisi tidak baik." Ibu Xiao Cai, yaitu Xiao Xin juga buka suara.


"Iya, apalagi setelah pemberontakan tua bangka Xiao Feng itu membuat kondisi ekonomi keluarga Xiao ku tidak semakin baik." Xiao Zhan sedikit mengutuk kesal.


kemudian Patriak Xiao Zhan dan yang lainnya melanjutkan pembahasan dan pembicaraan mereka.


......................


Xiao Cai hanya mendengarkan dan memperhatikan obrolan semua orang sambil dengan duduk tenang dan diam.


Kemudian, ia berkata dengan nada pelan, "Sistem, berapa Point Sistem dan kekayaan yang aku miliki sekarang?" Ucapnya.


[Dudu ~ Tuan Memiliki ....]


[Poin Sistem: 1.929.500/100 Kuadriliun]


[Poin Kekayaan: 865,104,875 Koin Emas]


Melihat jumlah Point Sistem dan Poin Kekayaan yang ia miliki, Xiao Cai tersenyum puas.


Kemudian ia melihat barang-barang apa saja yang bisa di beli didalam Shop Sistem, ia juga mengecek satu persatu sebelum membeli suatu barang.


Setelah itu Sebuah Cincin Ruang Penyimpanan muncul didalam kantong bajunya, Xiao Cai mengambil Cincin Ruang Penyimpanan itu, lalu ia mengalirkan kesadaran spiritual ia sambil tersenyum.


Ia melihat barang-barang yang telah ia beli dari Shop Sistem, ia melihat didalam cincin itu berisi 100 Seni Bela Diri Tingkat Bumi kelas Tinggi hingga Tingkat Surgawi kelas Tinggi, Ribuan Butir Pill Obat Tingkat 1 hingga Tingkat 6, dan 100 Senjata Tingkat Surgawi kelas Tinggi, semua itu dia beli menggunakan 1.000.000 Point Sistem yang ia miliki. Bahkan, ia juga menambahkan 500.000.000 Koin Emas ke dalam Cincin Penyimpanan itu.


Meskipun sekarang 925,500 Point Sistem, dan 365,000,000 Poin Kekayaan yang Xiao Cai miliki, tetapi semua itu tidak membuat dia merasa kecewa dan tidak berat hati sedikitpun.


Ia merasa sangat bahagia dan bersyukur memiliki sebuah keluarga baru, bahkan kedua orang tua Xiao Cai dunia douqi sangat mirip dengan Kedua orang tua ia dulu.


......................


Setelah itu Xiao Cai bangkit dan berdiri dari tempat duduk, ia berjalan menghampiri Kedua Orang Tua nya ...


"Ayah, Ibu ... Maaf sudah menyela pembicaraan kalian." Ucap Xiao Cai dengan sopan sambil menangkupkan kedua tangan.


"Tidak apa-apa, Nak. Ada apa, Cai'er?" Balas Xiao Zhan merasa sedikit kebingungan melihat putra ia tiba-tiba bangkit berdiri dan menghampiri nya.


"Iya, Cai'er ... Apakah kau hendak mengatakan sesuatu kepada kami, Nak?" Xiao Xin juga merasa keheranan melihat putranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


** BERSAMBUNG


.

__ADS_1


__ADS_2