
Xiao Cai masih menampilkan wajah rumit, ia begitu penasaran dan ingin mengetahui siapa sebenarnya sosok misterius yang sedang ia hadapi itu.
"Manusia, aku beritahu padamu siapa aku sebenarnya ..." Perkataan sosok misterius itu berhenti sebentar, ia menampilkan senyuman misterius, dan ia kembali melanjutkan perkataannya, "Aku adalah Kaisar Para Dewa, Zhin Poh. Ha ha."
Ap- apa?! Ka- kaisar dari Alam Dewa? Zhin Poh?
Mendengar jawaban yang tidak pernah ia bayangkan, sontak membuat ia tersentak kaget, ia merasa sangat terkejut ternyata sosok yang ia hadapi merupakan salah seorang dari alam dunia atas, tempat para dewa berada.
Bahkan ia tidak menyangka bahwa sosok misterius bernamakan Zhin Poh itu merupakan seorang Kaisar Para Dewa.
Ia meyakini bahwa jika salah seorang memiliki posisi jabatan Kaisar para Dewa pasti orang itu memiliki kekuatan yang begitu kuat, dan diluar nalar.
Begitu juga sama halnya dengan sosok Zhin Poh yang ia hadapi sekarang, ia tidak bisa membayangkan berada ditingkatan apa kultivasi yang dimiliki sosok yang mengaku bernama Zhin Poh itu.
Kini, ia merasa sangat gelisah, cemas, dan merasa sangat terancam yang teramat luar biasa ia rasakan didalam hatinya.
..........
Zhin Poh melihat ekspresi muram di wajah Xiao Cai, ia tertawa penuh sombong, "Ha ha, sudah kukatakan sedari sebelumnya padamu, kau akan terkejut seperti mau mati mendengar siapa diriku sebenarnya ..."
Ia mengeluarkan sebuah aura penuh intimidasi kepada Xiao Cai.
"Sekali lagi aku katakan padamu! Apa kau masih tidak mau menyerah, dan berlutut menjadi bawahan ku!" Tegasnya.
Seketika riak wajah Xiao Cai cepat berubah menjadi wajah putih pucat, ia merasakan sebuah aura intimidasi yang begitu mengerikan mengarah padanya.
Bug!
Segera Xiao Cai dibuat jatuh berlutut dengan satu kaki bertumpu menginjak kekosongan udara, dan sembari air keringat membasahi wajahnya.
"Si- sialan, aku tidak mampu menahan lebih lama lagi aura intimidasi ini ..." Kata Xiao Cai pelan.
Ia terus berusaha mencoba melepaskan diri dari penekanan, dan intimidasi Zhin Poh.
Tap!
Hingga beberapa menit setelahnya, ia berhasil keluar dari penekanan itu, dan ia berhasil kembali bangkit berdiri tegap.
Dengan dada cepat naik-turun, dan berusaha mengatur nafasnya kembali, ia menatap rumit Zhin Poh, "Huft ... Siapapun dirimu, aku tetap tidak akan menyerahkan diriku padamu, dan lebih baik aku mati daripada harus berlutut padamu!" Tegas Xiao Cai.
Meskipun, ia sangat mengetahui bahwa peluang kesempatan menang bertarung dengan Zhin Poh begitu kecil, ia tak akan menyerah begitu saja, dan ia akan siap bertarung sekuat tenaga dengan mengerahkan segala kekuatan yang ia miliki. Walaupun kemungkinan terburuk yang ia terima ialah kematian, ataupun dampak buruk lainnya.
Mendapat penolakan mentah-mentah dari Xiao Cai, Zhin Poh semakin naik pitam, dan membuat kesabarannya habis, "Manusia, aku sudah memberikan kau cukup banyak waktu untuk menyerahkan dirimu kepadaku dengan secara baik-baik, tapi malah kau tidak menghiraukan perkataan ku ..."
Lalu, sembari merasakan kekesalan didalam hati, segera ia mempersiapkan sesuatu.
"Kalau begitu, maka jangan salahkan aku jika aku membunuhmu, dan setelah kau mati, aku akan membawa pergi mayat mu, Ha ha." Dengan gerakan begitu cepat, persiapan Zhin Poh telah selesai dalam sekejap.
__ADS_1
Wush!
Seketika sebuah riak gelombang Douqi megah dan begitu agung berwarna Jingga keluar dari dalam tubuh Zhin Poh.
Aura Qi Jingga itu dengan begitu cepat naik ke atas langit, dan perlahan mulai menyatu membentuk sesuatu tepat didepan matanya.
Push!
Terlihat riak gelombang Qi Jingga itu membentuk sebuah lingkaran Bola Douqi yang sangat besar, dengan memiliki ukuran diameter Puluhan Meter.
Ctar! Ctar!
Lalu, riak gelombang kejut Qi Jingga itu mendistorsi kan seluruh ruang kehampaan didalam dimensi itu, dan juga terdengar suara ledakan-ledakan kecil yang terjadi disekitarnya.
Setelah itu, Zhin Poh merasa begitu puas melihat Bola Douqi berdiameter besar itu, lalu ia melirik Xiao Cai sambil melengkungkan sudut bibinya keatas.
.........
Xiao Cai berdiri tidak terlalu dekat, dan berada jauh dari tempat Bola Douqi itu terbentuk, ia masih tetap terkena dampak ledakan yang diakibatkan gelombang kejut dari Douqi Jingga itu.
Boom!
Riak gelombang kejut Douqi itu membuat ia langsung terhempas mundur beberapa langkah ke belakang.
Sambil membenarkan pakaiannya, ia melirik Bola Douqi warna Jingga berukuran besar terbentuk dari Qi Zhin Poh itu dengan pandangan wajah yang semakin gelap, dan menjadi lebih muram.
Bahkan, Ia merasa nyawanya sedang terancam, dan nyawa ia akan melayang jika Bola Energi Jingga itu secara langsung menghantam tubuhnya.
Berbeda dengan Zhin Poh.
.........
Xiao Cai yang sedang dilanda perasaan bercampur aduk, itu membuat Zhin Poh menikmati pemandangan didepan matanya.
Ia sangat menikmati riak wajah Xiao Cai yang menampilkan riak wajah rumit.
"Ha ha, manusia, terimalah kematian mu!"
Segera ia menggerakan tangan, dan mengarahkan Bola Douqi Jingga itu lurus ke depan.
Duar!
Wush!
Sesaat setelah suara Zhin Poh jatuh, Bola Qi Jingga berukuran besar itu sedikit memunculkan ledakan kecil sebelum Bola Qi Jingga besar itu melesat dengan sangat cepat menuju kearah Xiao Cai.
.........
__ADS_1
Xiao Cai yang merasa terancam saat ia melihat Bola Qi Jingga melesat dengan sangat cepat hendak mengenai tubuhnya, segera ia mengeluarkan pertahanannya ...
""
Srt! Wush!
Seketika gumpalan pasir tiba-tiba bermunculan, dan merembes keluar dari dalam tubuhnya. Lalu, gumpalan-gumpalan pasir itu dengan sangat cepat bergerak memadat, dan bersatu.
Ding!
Gumpalan pasir itu bersatu begitu cepat membentuk sebuah siluet patung yang memiliki rupa dan wujud sama persis dengan sosok Xiao Shu.
Hanya saja terdapat perbedaan pada Topi Jerami diatas kepalanya, serta tanda kutukan berwarna Merah darah memenuhi bagian tubuh patung Xiao Shu itu.
Tidak berhenti sampai disitu, segera Xiao Cai menggunakan Tiga Metode Qi Afinitas yang berasal dari sekian banyak vena elemen yang ia kuasai.
""
3 Aura Douqi yang begitu megah melesat keluar dari dalam tubuhnya, dan Ketiga Aura Qi itu dengan cepat melesat menyelimuti patung Xiao Shu.
Wush!
Terlihat Afinitas Qi Logam pertama kali melesat menyelimuti patung Xiao Shu.
Setelah Afinitas Logam itu berhasil menutupi seluruh bagian tubuh patung Xiao Shu, segera dua Afinitas Qi panas Api juga ikut menyusul menyelimuti Patung Xiao Shu.
Salah satu dari Kedua Afinitas Qi Api itu memiliki panas api setara dengan panas lava Gunung berapi.
Dan panas api yang satunya lagi itu berasal dari panas api yang dimiliki Seekor Burung Phoenix Api.
Segera Kedua Afinitas Qi Api itu membakar seluruh logam yang telah menyelimuti setiap bagian patung Xiao Shu.
Seketika Logam yang telah panas terbakar oleh Dua Qi panas Api itu, dengan sangat cepat logam itu berubah menjadi sangat keras dan semakin lebih tebal, seperti Wurtzite Boron Nitride.
Lalu logam yang telah mengeras dengan sosok patung Xiao Shu itu menjadi sebuah perisai, dan pertahanan Xiao Cai yang sulit ditembus oleh siapapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
#BERSAMBUNG ...
.
.
__ADS_1